
"Ace "
Ace menatap orang ieu, tapi baru saja mau pergi tangannya sudah dipegang "Ace ini mamah, kenapa kamu begitu saja pergi, ayo bicara "
"Maaf aku sudah tidak punya orang tua"
"Tolong jangan seperti itu, kita bicara sebentar. Maafkan mama yang dulu tidak bisa membela kamu. Ayo bicara sebentar kenapa kamu ada di rumah sakit apa kamu sakit"
"Tidak "
Tangan Ace ditarik dan mau tidak mau Ace mengikutinya "Ada apa "
"Bisa kamu panggil aku Mamah, aku ini mamamu. Tolong jangan seperti ini. Tolong jangan keras kepala seperti ini, aku ini adalah orang tuamu jangan seperti ini "
"Baiklah apa yang ingin kamu bicarakan, apa yang kamu ingin katakan "
"Mamah bilang mamah "
"Baiklah mamah "
Ace langsung dipeluk oleh mamahnya dengan erat sekali, sampai-sampai Mamanya itu menangis mendengar anaknya akhirnya memanggil namanya lagi dengan sebutan Mama, sungguh dirinya begitu bahagia sekali.
"Aku begitu senang bahagia sekali kamu memanggilku Mama lagi, kapan lagi kamu akan memanggilku seperti ini, kita sudah 9 tahun berpisah aku senang sekali bisa bertemu lagi. Mana perempuan yang waktu itu menolong Mama, dia baik-baik saja. Kenapa dia tidak ada di sampingmu kamu tidak melukainya kan mama lihat kamu mendorongnya mana dia"
Ace langsung menundukkan kepalanya saat mendengar mamanya menanyakan Della "Mama tanya mana perempuan yang waktu itu, yang kasihan dompet Mama itu Mana dia. Mama pengen ketemu sama dia, mamah ingin melihatnya lagi mamah sangat ingin bertemu dengannya. Mamah begitu senang melihatnya dia cantik sekali"
__ADS_1
"Dia lagi sakit"
"Sakit apa"
"Mama tidak usah tahu, pokoknya dia harus selalu dirawat di sini"
"Boleh Mama menengoknya, boleh Mama melihatnya mamah ingin sekali bertemu dengannya, mamah ingin tahu keadaanya "
"Dua belum sadarkan diri dia masih tertidur"
Ace langsung menangis dihadapan mamahnya, Ace tak bisa menahan rasa sedihnya "Ace jangan menangis"
"Aku bingung sekali Mama, harus bagaimana, aku bingung sekali penyakitnya begitu sangat mematikan, aku takut sangat kehilangan diam Aku tidak bisa hidup tanpanya dia adalah satu-satunya perempuan yang mau ada di sampingku, mama aku tidak tahu harus bagaimana lagi"
Ace menundukan kepalanya dan menyembunyikan kepalanya, agar tak terlihat oleh orang lain kalau dirinya ini menangis "Sakit apa dia, sakit apa dia kasih tahu mamah, apa yang dia derita "
"Yang sabar kita tidak akan tahu nyawa seseorang kita doakan saja, semoga penyakit dia bisa diangkat secepatnya"
"Dia selalu saja mengingat tentang kematiannya, Aku bingung harus menjawab apa. Aku bingung harus menjelaskan apa padanya, karena dia juga tahu kalau penyakitnya itu bukanlah penyakit sembarang itu penyakit yang mematikan, aku binggung sekali. Aku juga disini sangat terpuruk sekali "
Ditepuknya bahu Ace "Mari mamah ingin bertemu dengan calon istrimu itu, ayo biarkan mamah melihatnya. Mamah juga ingin tahu dia, mamah juga ingin melihat dia lagi "
Ace menghapus air matanya dan membawa mamahnya keruangan Dela, ternyata Dela sudah bangun sambil memeluk boneka yang diberikan Ace.
"Ace kamu dari mana saja, aku kira kamu tinggalkan aku sendirian di sini"
__ADS_1
Ace langsung menghampiri Dela dan mencium keningnya cukup lama sekali "Tidak aku tadi mengobrol dengan Mamaku. Mamaku ingin bertemu denganmu. Kamu bisa kan bicara dengannya, dia ingin melihat kamu "
Dela langsung tersenyum ke arah mamanya Ace "Selamat malam nyonya"
"Panggil aku mama seperti Ace, jangan seperti itu ya nak"
Mamanya Ace langsung duduk dan menggenggam tangan Dela "Namamu Della ya, makasih untuk kamu yang telah membantu Mama waktu itu, mama itu kadang lupa kalau dompet Mama itu jatuh, makanya waktu itu Mama nggak sadar kalau dompetnya jatuh tapi mama senang kamu bantu Mama dan kembaliin dompetnya"
"Iya Mah sama-sama aku senang udah bantu Mama"
"Kamu cantik sekali, calon istrinya Ace sangat cantik dia tak salah memilih kamu. Memang benar ya pilihan Ace itu tak pernah salah"
"Aku bukan calon istrinya Ace mah maaf "
"Benarkah tapi mamah mau kamu menjadi calon istrinya Ace kamu sangat cocok untuk menjadi istrinya, kalian ini sangat serasi sekali, Mama suka kamu dan Ace juga suka kamu lalu apa yang harus dihiraukan tidak ada kan, kalau sudah saling suka maka menikahlah jalan satu-satunya benarkan "
"Tapi aku tidak akan hidup lama Ace hanya akan menderita jika hidup denganku, dia tidak akan pernah bahagia bersamaku dia hanya akan mengurus tubuhku yang kurus ini. Makin lama tubuhku makin kurus dan aku juga tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan. Sedangkan aku saja selalu membutuhkan obat-obatan dan selalu saja harus terapi, aku hanya akan menjadi bebas saja mamah "
"Jangan berkata seperti itu, umur seseorang tidak ada yang tahu, kamu hanya perlu berdoa dan serahkan semuanya pada Allah, semuanya akan baik-baik saja kamu jangan pernah mengeluh lagi tentang kematian"
Dela langsung menangis "Tapi aku sangat takut sekali dengan kematian itu, aku takut sekali, aku belum siap untuk mati aku takut sekali, aku sangat takut sekali ,aku tak bisa menghilang kata mati dalam pikiranku "
Mama Ace langsung mengusap air mata Dela "Maka jangan terus memikirkan tentang kematian itu, aku yakin kamu akan bertahan lama kamu akan bahagia dengan Ace, kamu akan baik-baik saja kalian akan bersama sampai nanti tua, jangan terus bersedih ya, aku tahu ini berat tapi semuanya akan berlalu dengan cepat"
"Tapi aku sudah merasa kalau aku ini sudah sangat lemah sekali. Aku ini sudah tidak bisa bertahan lama lagi. Apalagi kata dokter hidupku hanya tinggal hitung beberapa bulan lagi, aku tidak akan pernah bisa bertahan sampai kapanpun mah, aku hanya akan menjadi beban saja nantinya"
__ADS_1
"Itu kan baru prediksi dokter, bukan langsung prediksi dari Allah jadi jangan terlalu dibawa perasaan dan dipikirkan terus-menerus. Kamu tahu banyak yang sembuh dari penyakit ini. Jadi kamu jangan pernah sedih ya, jangan pernah sedih "
Dela diam, dia menahan tangisnya tetap saja dirinya terus memikirkan tentang kematian itu, dirinya tidak bisa tenang dirinya sangat ketakutan sekali, takut akan kematian itu memang banyak dirasakan oleh setiap manusia apalagi saat sedang di ujung tanduk seperti ini.