
"Hey Kevin jangan lari lo"
Kevin tak mendengarkan teriakan itu, dia terus saja membawa Ameera berlari. Ameera menatap kebelakang sebentar ternyata mereka sudah masuk bahkan naik keatas pagar.
Satpam juga sudah kocar kacir tak berani melawan ataupun menahan lagi. Para guru juga malah kabur tapi mereka sudah menelfon polisi. Murid murid yang baru datang bahkan malah balik lagi, baru sampai gerbang dan melihat kericuhan ini mereka kembali pulang kerumah takut terkena nantinya.
"Hey Kevin brengsek "
Kepala Kevin dilempari baru besar sebanyak 3 kali dan 2 baru besar yang mengenai kepala Kevin sampai dia terjatuh dan tak bisa berlari lagi. Kevin memegang kepalanya yang sudah berdarah.
"Pergi Ameera, cepet pergi sekarang juga jangan ada disini. Cepet kabur "
"Enak aja emangnya aku anak cemen, tenang aja aku akan lawan "
Ameera melihat tangan seragamnya lalu mengikat rambut panjangnya. Dengan berani Ameera menghadapi anak-anak itu yang mendekat kearahnya.
Ameera merebut balok yang dipegang oleh salah satu siswa itu "Maju satu-satu jangan beraninya keroyokan ayo sini maju, jadi laki-laki jangan cemen kayak gitu sini maju "
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada yang maju dengan memakai Hoodie berwarna biru dongker berbeda sendiri, lalu dia juga mengunakan topi.
Ameera makin siaga, Ameera memegang baloknya dengan kuat. Tapi laki-laki berhoodie itu malah bertepuk tangan "Heh maksudnya apa " teriak Ameera yang kesal karena tidak dimulai-mulai tawurannya.
"Ameera, Ameera masih saja seperti ini. Kapan lo berubahnya "
Ameera membuka topi itu dan Ameera tersenyum mengejek "Masih berani hemm"
"Kenapa, emangnya gue bakal diem aja gitu dihajar sama perempuan kayak lo, inget ya masalah kita belum selesai "
"Ok kenapa engga. Gue udah kesel banget sama cewek modelan kayak lo"
"Ga usah banyak bacot lo Bobi, ini nih yang bikin lo kalah banyak bacot "
Tanpa ba-bi-bu lagi Ameera menghantamkan balok itu ke kepala Bobi, bahkan Bobi sampai tersungkur dan memegang kepalanya.
Teman-teman Bobi langsung maju Ameera sendiri menyerang dengan asal, dia memukul siapa saja yang mendekat kearahnya. Ameera menatap Kevin yang sudah pingsan sudah banyak darah.
__ADS_1
Ameera sekarang dikelilingi oleh mereka semua. Mata Ameera begitu waspada menatap mereka semua. Para guru sudah binggung ingin melakukan apa. Mau melawan juga takut.
Polisi belum juga datang. Mereka terus waspada dan guru olahraga langsung mendekat"Sudah ini sebenarnya ada apa, kenapa kalian ini tidak malu menyerang sekolah orang lain "
"Diam jangan ikut campur "
Guru olahraga itu malah ditodong dengan pisau, karena takut guru olahraga itu diam dan mengangkat tangannya.
Ameera menatap mereka semua "Dasar beraninya keroyokan, ayo satu lawan satu ga usah bawa senjata ga asik kalau kayak gini "
Meraka hanya diam menodongkan senjata pada Ameera, Ameera melihat orang yang disampingnya menyerangnya tapi Ameera dengan cepat menangkisnya.
Yang lain ikut menyerang, tapi Ameera sebisa mungkin untuk melawan meski beberapa kali terkena pukulan tapi Ameera tidak peduli.
Ini adalah sebuah pemanasan yang hebat dan Ameera suka dengan semua ini. Tiba-tiba saja yang membawa senjata tajam itu mendekati Ameera dan "Ameera awas"
Ameera diam sambil menatap perutnya, Ameera menatap orang itu.
__ADS_1