Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 6 Tidak mau mendengar


__ADS_3

Ace menatap dadanya yang berdarah dan ada beberapa pecahan kaca yang menancap "Ya ampun maafkan aku, ini salahku "


Ace mencabut satu persatu pecahan kaca itu, Ace sampai meringis merasakannya. "Kita kerumah sakit "


Ace mengambil pakainya dan mengunakannya dengan cepat meski sakit, Ace juga membawa handuk kecilnya untuk bisa menahan darahnya agar tak keluar banyak.


"Kamu pulang saja "


"Tidak aku akan mengantarmu "


Ace keluar dari rumahnya dan Dedes mengikutinya dari belakang, masih khawatir dengan keadaan Ace. "Kita akan kerumah sakit mana aku akan mencari taksi "


"Kamu pulang saja Dela, yang ada akan menjadi masalah kalau kamu ikut aku"


"Ini adalah salahku, kalau saja aku tidak datang ke rumahmu sepagi itu mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi Tolong biarkan aku mengantarmu aku akan bertanggung jawab"


Dedes yang melihat sudah ada taksi langsung ikut masuk saja bersama Ace tak peduli Ace melarangnya. Pak satpam yang melihat itu langsung melaporkan hal itu pada seseorang.


"Hallo Pak ada masalah besar "


"Masalah apa "


"Penjahat itu pergi dengan banyak darah dengan Dedes, laporkan saja pada polisi Pak "


...----------------...


Dedes hanya diam saja menunggu Ace membeli obat, tanpa mereka ketahui ada polisi yang mendekati mereka.


"Kita harus ke rumah sakit, ini akan infeksi kalau dibiarkan"


"Tidak usah nanti juga sembuh sendiri"


"Benar apa yang dikatakan gadis itu, lebih baik kamu pergi ke rumah sakit saja "celetuk inspektur.


Ace menatap inspektur itu dan kembali menunggu obatnya datang "Kenapa bisa berdarah seperti ini, hanya ada dua pilihan kamu itu seorang penjahat atau polisi. Yang sering terluka itu antara penjahat dan polisi kan"


Dedes yang ketakutan menarik narik pakaian Ace, sungguh ini untuk pertama kalinya dirinya berhadapan dengan seorang polisi "Ayo Ace pulang "


"Ace ayo "


Ace menatap kearah Dedes "Pulanglah Dela, aku akan menghadapinya sendiri"


Dedes mengelengkan kepalanya "Apa yang kamu maksud pulanglah Dela hah, aku sedang bicara padamu jangan abaikan aku, ingat itu jangan abaikan aku. Memangnya aku ini patung "

__ADS_1


Ace menatap inspektur itu, tapi belum berbicara apa-apa dia masih menahan rasa sakit di tubuhnya ini, tapi malah datang polisi dihadapannya dan marah-marah seperti ini.


"Bawa mereka ke kantor polisi Arif, sepertinya laki-laki ini adalah berandalan dan kita harus memenjarakannya. Jangan sampai dia membuat ulah "


Dedes yang mendengar itu langsung mengejar inspektur "Tunggu dulu. Tolong inspektur jangan lakukan itu, ini hanyalah kesalahpahaman saja, luka itu diakibatkan oleh pacarnya yang marah jangan seperti itu dia tidak melakukan apa-apa dan dia juga tidak melakukan pelanggaran apa-apa. Aku ada ditempat kejadian dan aku melihat semuanya "


"Kalau begitu bawa pacarnya kemari dan jelaskan di kantor polisi"


Dedes semakin putus asa saja, mau bagaimana membawa pacarnya sedangkan Nona Nadine saja sedang marah pada dirinya dan juga Ace. Bagaimana membawa perempuan itu, tidak mungkin diseret kan yang ada malah makin menambah masalah saja.


"Sudah aku bilang kan Dela, lebih baik kamu pulang saja. Jangan berurusan dengan Polisi, aku akan menghadapinya sendiri. Kamu pulang sekarang ya biar aku yang nanti ke kantor polisi dan menjelaskan semuanya"


"Tidak bisa seperti itu, ini semua kesalahanku. Sudah aku bilang kan aku harus bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Aku akan membantumu sekuat dan semampuku. Ingat aku akan membantumu "


Dedes kembali berlari ke arah inspektur yang akan menjalankan mobilnya" Tolong Pak, tolong kami. Ini cuma salah paham maaf perempuan itu terlalu mencintai Ace maaf, makannya dia seperti itu"


"Apa coba kamu bilang sekali lagi"


"Maaf perempuan itu terlalu mencintai Ace"


Inspektur tersenyum lalu menatap ke arah Dedes kembali "Baiklah ayo masuk dan aku antarkan pulang"


"Kami tidak jadi ditangkap kan Pak "


"Terima kasih, terima kasih kamu sudah membantuku terima kasih"


Dedes segera menghampiri Ace dan mereka benar-benar pulang diantarkan oleh Polisi. Hal itu kembali dilihat oleh satpam dan lagi-lagi dia melaporkan semua itu.


Lagi lagi dia menelpon seseorang "Pak benar dia diantarkan oleh Polisi, tadi Bapak sudah menelpon polisi kan. Sepertinya ini kasus yang sangat serius, dia kembali lagi bersama Dedes dan laki-laki itu memang terluka tapi sudah diobati"


"Baiklah, baik-baiklah Pak"


"Ace sekali lagi maafkan aku. Aku pulang dulu ya"


Ace tidak menjawabnya, matanya sudah sangat mengantuk dia berbaring dan memijat kepalanya, Dedes yang lupa obatnya malah dia bawa, kembali lagi dan melihat Ace yang sedang tiduran dikursi panjang dan tidurnya telungkup.


"Ace jangan seperti itu, kata dokter jangan sampai tidur seperti itu, nanti jahitannya akan rusak"


Dedes menarik tangan Ace sulit sekali, tapi akhirnya bisa meski harus memaksa Ace bangun, tapi tak sepenuhnya bangun.Pelan-pelan Dedes membaringkan Ace dan mencari obat untuk bisa menghentikan pendarahan ini.


"Ya ampun kenapa bisa seperti ini"


Satpam yang tadi disuruh untuk memata-matai turun lagi dan mengumpulkan semua warga, untuk berkumpul dan membicarakan tentang kejadian ini.

__ADS_1


Yang satpam itu lihat hanyalah saat Dedes membaringkan Ace dan dia menyangka kalau mereka berdua sedang melakukan sesuatu.


...----------------...


Saat melihat Ayahnya Dedes pulang. Mereka semua langsung memanggilnya "Ada apa ini pagi-pagi sudah berkumpul seperti ini"


"Pak ada sesuatu yang harus kita bicarakan pada anda"


"Ada apa"


Warga yang berkumpul langsung menyenggol satpam yang tahu tentang kejadian itu " Anu Pak, begini Pak anak anda semalam berduaan dengan laki-laki yang bertato itu laki-laki berandalan itu, mereka berdua-duaan dan diantarkan oleh Polisi pulangnya "


"Apa kamu sudah gila. Delana pergi bersama laki-laki itu dan diantarkan oleh Polisi, kamu salah lihat apa kamu ingin dipecat olehku. Apakah kamu sudah tidak mau lagi bekerja di sini"


"Aku berkata jujur Pak. Anda bisa melihat ke lantai atas dan bisa melihat sendiri kalau Putri anda sedang bersama laki-laki itu dan sedang berduaan. Bahkan saya tadi lihat mereka sedang ada di tempat tidur saya tidak tahu apa yang mereka lakukan"


"Ayo kita buktikan, jika sampai salah aku akan memecat mu ingat itu aku akan memecat mu"


"Tentu anda bisa melihatnya sendiri. Saya jamin saya melihat jelas kalau itu anak Bapak yang bersama laki-laki itu, saya tidak mungkin salah lihat Pak "


Mereka semua segera berjalan ke arah kamarnya Ace dan akan mengecek semuanya, apakah benar kata-kata satpam itu.


...----------------...


Dedes mencoba untuk membangunkan Ace agar dia tidak tidur telungkup kembali, Dedes membersihkan darah yang tak berhenti keluar "Ace bangun Ace bangun "


Bukannya bangun Ace malah memeluk Dedes, sedangkan orang-orang sudah ada depan pintu dan melihat Dedes yang sedang dipeluk erat oleh Ace.


"Delana Dedes Pitaloka " teriak Ayahnya dengan sangat lantang.


Dedes langsung berdiri dan menatap Ayahnya yang ada dihadapannya. "Ayah bukannya kamu pulang nanti , besok kan kamu pulang seharusnya "


Ayahnya tak menjawab makin mendekati Dedes dan plak, Dedes ditampar oleh Ayahnya, Ace langsung bangkit dan menangkap tubuh Dedes yang akan tersungkur.


"Pak ini adalah salah faham "


"Salah paham dari mana, jelas-jelas kami melihat sendiri kalau kalian sedang berduaan seperti ini, kamu ini adalah seorang berandalan beraninya kamu mengajak seorang perempuan ke dalam kamar seperti ini "ucap salah satu tetangga.


"Ini salah paham, aku dan Dela tidak melakukan apa-apa aku terluka_"


"Sudahlah jangan mengelak lagi, kamu adalah seorang berandalan bisa saja kamu berbohong kan. Kami sudah melihat dengan mata kepala kami sendiri. Jangan mengelak lagi. Dedes juga kenapa kamu bisa berubah kamu adalah anak perempuan penurut tapi kenapa bisa seperti ini, ada apa denganmu apakah kamu diancam oleh laki-laki ini ? "


Dedes hanya bisa diam dibelakang Ace sambil menangis. Rasanya mulutnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun.

__ADS_1


Para warga malah memarahi Ace begitu saja tanpa mendengar penjelasannya dulu. Mereka hanya percaya dengan apa yang mereka lihat bukan dengan penjelasan yang akan dijelaskan oleh Ace dan juga Dedes.


__ADS_2