Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 35 bagaimana ini mereka belum ada


__ADS_3

Ibunya Dedes sudah bersiap-siap dia sudah lengkap dengan kebaya yang rapih, tidak peduli suaminya tidak akan ikut yang terpenting dirinya bisa hadir di sana melihat anaknya menikah. Itu tujuannya hanya itu tak ada yang lain.


"Emangnya aku mengizinkan mu untuk pergi suamimu, aku tak pernah menyuruhmu untuk pergi duduk dan jangan banyak membantah seperti itu. Aku tidak suka perempuan yang suka membantah, cepat ganti pakaian ku dan buatkan aku sarapan "


"Aku tidak akan mengikuti kata-katamu lagi, aku muak denganmu aku benci padamu. Aku tidak suka padamu aku ingin pergi dari sini aku tak mau mengikuti kata-kata mu lagi, aku sudah masak untukmu jadi jangan menyuruh nyuruh ku lagi"


Ibunya Dedes langsung saja pergi, dia tak mau terus meladeni suaminya yang tak ada habisnya, dia akan terus menahannya tak akan membiarkannya pergi dan jauh darinya.


Tapi suaminya malah mengikutinya, dia malah mengikutinya dengan langkah yang cepat dan menarik tangan ibunya Dedes.


"Sudah aku bilangkan jangan pergi ya jangan apakah kamu tuli, kamu tuli hah jari istri itu harus patuh jangan seperti ini tidak tahu diri "


"Tidak mau, aku tidak mau "

__ADS_1


Tangan ibu Dedes ditarik lagi, para tetangga menatap mereka dengan aneh, bahkan ada yang menegurnya "Pak jangan seperti itu, kasian kalau di tarik seperti itu akan luka tangannya "


"Tak akan, tidak usah ikut campur kamu ini hanya tetangga bukan keluarga saya jadi jangan ikut campur"


"Ih padahal dikasih tahu malah kayak gitu ga tahu diri"


Ayah Dedes menutup pintu sangat keras dan mendorong istrinya dengan kasar juga. Tak suka dirinya ini dibantah seperti itu. Enak saja dibantah seperti itu.


...----------------...


"Sayang, kamu sabar ya "


Dedes menatap mamahnya Ace yang dari tadi menemaninya "Apakah akan datang mah, aku takut mereka tak akan datang "

__ADS_1


"Mereka akan datang, mereka akan sampai disini sebentar lagi kamu tenang saja. Mamah sudah mengirim orang kesana untuk menjemput orang tuan kamu. Tenang ya jangan tegang, kamu cantik banget"


Dedes tersenyum kearah mamahnya Ace dan mengenggam tangannya "Terimakasih karena mamah selalu baik dan selalu ada untukku, tak pernah menghiraukan siapa aku dan apa masa laluku"


"Jangan berkata seperti itu, Jang sudah mamah anggap seperti anak sendiri jadi jangan pernah sungkan bersama mamah ya, anggap saja mamah ini adalah ibu kamu "


Dedes menganggukan kepalanya, kembali melihat kearah jendela siapa tahu orang tuanya sudah datang tapi bukan, itu bukan orang tuanya.


Pintu dibuka dan ayahnya Ace yang datang "Mari turun penghulu sudah menunggu ayo "


Dedes binggung harus bagaimana ini, maju atau bagaimana orang tuanya tak ada disini. Kalau tidak ada ayahnya berarti tidak akan sah kan.


"Des ayo kenapa kamu diam saja akan segera dimulai acaranya ayo jangan menunggu lagi "

__ADS_1


Mamahnya Ace langsung mengandeng Dedes dan membawanya keluar dari kamar untuk melakukan ijam kabul "Mah bagaimana ini, mereka belum datang "


Mamah Ace tak menjawab malah tersenyum saja sambil mengelus tangannya dengan sangat lembut. Entah apa arti dari senyuman itu. Dedes tak mengerti.


__ADS_2