
Ameera diam saat mobil berhenti. Kenapa di sebuah pemakaman jadi jalan-jalannya adalah ke pemakaman. Ameera tidak menyangka kalau Ace membawanya ke sebuah pemakaman. Apakah ini tempat yang dimaksud oleh Ace dengan jalan-jalan, menyusuri setiap makan di sini.
"Kenapa kita ke sini. Emangnya kita mau jalan-jalan di kuburan ya. Kamu beneran ga salah atau kamu pakai Google maps terus salah gitu, ayo ah cepet putar balik lagi "
"Ga ini udah bener, aku mau bawa kamu ketemu sama Ayah kamu. Bukannya kamu mau ke makam Ayah kamu ya"
Ameera menganggukan kepalanya dengan semangat "Iya aku mau, aku mau ke makam Ayah Broto aku pengen lihat, aku pengen tahu dimana dia dimakamkan"
"Ya sudah ayo akan aku tunjukkan sekarang"
Ameera dengan cepat langsung keluar menunggu Ace keluar. Tanpa banyak bicara lagi Ameera menarik tangan Ace untuk masuk ke dalam sana.
"Kenapa kamu ga bilang dari awal kalau kita akan ke sini"
"Kalau bilang takutnya nanti kamu malah sedih di jalan, makanya aku beli makan yang banyak buat kamu agar kamu punya tenaga "
Ameera memukul bahu Ace "Kamu ini bisa aja. Padahal kalau kamu jujur juga aku nggak bakal sedih kok, aku malah senang bisa tahu dimana pemakamannya "
__ADS_1
"Masa, ga akan sedih tapi matanya udah berkaca-kaca kayak gitu"
Ameera hanya tersenyum saja. Ace berhenti dan menarik tangan Ameera ke arah kanan "Ini makam Ayah kamu dia dimakamin di sini'
Ameera langsung berjongkok diikuti oleh Ace. Ameera mengusap batu nisan ayahnya lalu tersenyum, air matanya tak terasa mengalir begitu saja.
"Ayah kamu tahu aku diberi hidup kedua dan ingatanku sama sekali tidak hilang, malahan aku ingat semuanya Ayah apakah itu sesuatu yang hebat. Aku bodoh dulu karena tidak menemui Ayah seharusnya aku yang tahu tempat Ayah tinggal di mana datang dan tidak membuat ayah terus sakit-sakitan"
"Aku sudah kembali lagi Ayah, aku mendapatkan orang tua yang baik sekali sama seperti kalian. Aku juga mempunyai ayah yang baik hampir sama denganmu tapi dia sedikit lebih mengerti. Ayah juga sama mengerti aku tapi kadang Ayah selalu mengambil keputusan tanpa mendengarkan penjelasanku dulu"
"Kamu tahu ayah aku sedikit trauma dengan kata-kata kutukan yang pernah kamu berikan. Aku takut jika ayahku yang sekarang mengatakan hal itu. Aku takut hal itu akan terulang lagi padaku, aku dilahirkan tapi aku akan meninggal lagi nanti. Memang aku tidak bisa menjauhi maut tapi aku ingin hidup cukup lama Ayah, aku ingin bahagia bersama seseorang yang aku cintai laki-laki yang sama masih yang sama ayah, laki-laki yang pernah ayah benci sampai-sampai mengucapkan hal mengerikan itu "
"Maafkan aku Ayah jika aku selama ini mempunyai salah padamu, selalu membuatmu kesal mungkin atau aku tidak mengikuti kata-katamu. Aku dulu memang sangat ingin melihat Desi menikah dan membuat dia bahagia. Dia menderita karena aku, karena aku tidak bisa memikat seorang laki-laki, aku memang bodoh kan Ayah "
Ameera diam dia menutup wajahnya, lalu kembali menatap batu nisan ayahnya "Kalau aku menemui Ayah mungkin aku akan bertemu dengan ibu ya untuk terakhir kalinya, ibu sekarang katanya sudah dibawa oleh Desi jadi aku tidak bisa bertemu dengannya"
Ameera menatap Ace sekilas lalu kembali menatap ke arah makam ayahnya "Ayah jika aku menikah kembali dengan Ace maka tolong restui kami berdua. Aku ingin bahagia bersamanya aku ingin cinta yang pernah hilang itu kembali lagi padaku. Dan kamu juga doakan aku agar Ayahku Aldi yang sekarang bisa menerima Ace dan tidak menolaknya seperti kamu waktu itu"
__ADS_1
"Dia sudah berubah Ayah, dia bukan peminum lagi intinya Ace yang sekarang dan dulu sudah berubah tapi kalau untuk hatinya belum dia tetap milikku Ayah, tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Mungkin sampai di sini saja pertemuan kita ayah kapan-kapan aku akan datang kemari untuk kembali melihat ayah, memberikan doa untuk ayah pula"
Ameera menutup kedua bola matanya berdoa untuk ayahnya dan setelah selesai Ameera mengusap air matanya, tersenyum ke arah Ace"Terima kasih karena kamu telah membawaku kemari, jadi nanti aku bisa datang ke sini sendiri tanpa kamu"
"Kenapa harus sendiri kan ada aku"
"Ya siapa tahu ada pembicaraan yang sedikit rahasia"
Ace dengan gemas mencubit pipi kekasihnya itu dan membantunya untuk bangun "Baiklah terserah kamu saja sekarang kita pulang. Aku yakin ayahmu pasti akan menunggu"
"Tentu tapi untuk jalan-jalannya kapan"
"Kita akan tentukan nanti, pokoknya kita pulang dulu saja ya "
Dalam hati Ameera berkata 'Ayah aku pulang, aku bahagia hidup kembali bisa terlahir kembali. Ini adalah awal dalam hidupku awal untuk aku meraih kebahagiaanku. Aku akan selalu mendoakan ayah. Ayah akan selalu ada dalam hatiku, Ayah tidak akan pernah hilang'
"Ayo sedikit berlari hujan"
__ADS_1
Tangan Ameera ditarik oleh Ace, mereka berlari ke arah mobil karena hujan tiba-tiba saja turun dengan deras dan membuat pakaian mereka berdua basah.