Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 26 apakah akan lepas kutukan itu


__ADS_3

"Mamah sudah bicara dengannya, apakah dia masih menangis mah, aku tidak bisa kalau terus disampingnya dan mendengarkan celotehannya tentang kematian, aku tidak siap kehilangan mah "


"Dia sudah tidur, Dela sudah tidur dia sudah baik-baik saja dia kelelahan terus menangis. Mamah tidak bisa terus disini. Mamah harus pergi apa tidak masalah mamah tinggal "


"Tidak apa Mah, aku akan menjaga dia lagi Mama pulang dulu saja pasti Ayah sudah menunggu Mama di rumah, jangan meninggalkan ayah sendirian dia pasti akan sangat khawatir "


"Kalau ada apa-apa selalu hubungi mama ya, Mama akan selalu datang kemari jadi jangan pernah meninggalkan Dela. Jangan pernah tinggalkan dia sedetikpun. Dia sangat membutuhkan kamu, dia jika sampai kamu tinggalkan akan sangat terpuruk selalulah ada di sampingnya "


"Iya mah Ace akan selalu ada disampingnya terimakasih mamah sudah mau menemui Dela"


"Tentu mamah juga senang bisa bertemu dengannya, mamah sangat bahagia sekali bisa melihat perempuan yang kamu cintai "


Ace memeluk mamahnya, mamahnya yang tak pernah dirinya peluk lagi setelah dipenjara. Begitu rindunya dirinya ini pada sang mamah.


"Kapan-kapan coba main ke rumah. Ayah selalu memikirkan kamu, bahkan Ayah beberapa kali sakit, datangnya jangan pernah tinggalkan rumah sayang"


"Akan aku usahakan setalah Dela sembuh aku akan datang bersamanya kesana "


"Baiklah mamah tinggal Ace, mamah akan datang lagi"

__ADS_1


Ace menganggukan kepalanya mendengar kata-kata mamahnya ini. Sungguh hatinya merasa tenang saat mamahnya sudah datang dan menenangkan terus.


Ace masuk kedalam ruangan Dela, benar dia sedang tidur Ace tersenyum menatap Dela yang tertidur dengan lelap.


Ace menghampirinya dan mengenyam tangan Dela "Aku akan pergi ke rumahmu, aku akan melepas foto itu, agar kutukan yang diberikan oleh ayahmu itu segera hilang. Aku tidak mau sampai kehilangan dirimu aku akan mengambil foto itu tenang saja aku akan mengusahakan apapun untuk selamatanmu"


Ace mencium beberapa kali tangan Dela. Lalu dia pergi untuk melakukan janji kepada Dela, kalau dia akan melepas semuanya akan melepas apa yang telah ayahnya tempelkan itu, bisa saja itu kutukan semoga saja saat foto itu dilepas Della akan kembali seperti semula, dia tidak mempunyai penyakit itu lagi.


Sebelum pergi bahkan Ace membeli sebuah minuman alkohol. Entah kenapa dia butuh ini, dia meminumnya, selama perjalanan ke arah apartemennya. Saat sampai di apartemen itu alangkah kagetnya banyak sekali orang yang bawa bunga.


Pokoknya seserahan yang diberikan oleh laki-laki yang dinikahi oleh Desi. Saat masuk di sana ada keluarga Della mungkin, mereka tertawa dengan riang. Mereka tertawa-tawa seperti sedang tak terjadi apa-apa saja.


Masih menatap semuanya. Bahkan dia malah mengeluarkan alkoholnya itu sembarang" Hei kamu ini apa-apaan, siapa ini siapa kamu berani-beraninya masuk kemari, kenapa tiba-tiba masuk kemari jangan seenaknya ya kamu "


"Lepaskan kutukanmu itu, lepaskan semuanya jangan seperti ini. Lepaskan semuanya jangan membuat Dela menanggung semuanya "


Ace malah ditampar oleh ayahnya Dela. Ace hanya diam saja tidak membalasnya sama sekali, matanya sudah merah sekali. Sangat merah sekali.


"Jangan pernah pajang foto ini lagi, kalau sampai aku melihatnya aku akan datang kemari aku akan terus datang aku tidak akan lelah untuk datang kemari untuk melepas foto ini kembali. Delana Dedes Pitaloka masih hidup, dia masih ada dia masih ada jangan menganggap anakmu itu sudah tiada, kalau memang tidak mau diakui tidak usah dikatakan dia sudah mati karena nyatanya dia masih ada bersamaku di sampingku, jangan egois kamu jadi orang memikirkan kesenangan kamu sendiri, tapi memikirkan yang lainnya "

__ADS_1


"Keluar jangan ada di sini, sana keluar aku tidak mau melihat wajahmu keluar sekarang juga, aku akan lapor polisi, lebih baik lapor polisi saja laki-laki ini harus dipenjara di sini dia sudah sangat meresahkan warga cepat telepon polisi, cepat telfon polisi itu"


"Aku hanya minta itu saja padamu jangan pernah kamu katakan lagi kalau Dela sudah mati jangan pernah katakan itu lagi, aku mohon jangan menyakiti hatinya lagi "


Ace pergi sambil memeluk foto itu, ibunya Della yang melihat Ace lantas mengejarnya, dia ingin mendengar keadaan anaknya dia tidak peduli suaminya yang berteriak dari tadi memanggilnya. Tak peduli akan dikasih seperti apapun yang terpenting bisa bertemu dengan anaknya.


"Aku ingin bicara denganmu, tunggu dulu aku ingin bicara denganmu "


Ace membalikkan badannya dan menatap perempuan yang ada di hadapannya itu "Sebenarnya Dedes itu sakit apa, apa yang dia derita kenapa dia harus memakai infus datang kemari saat mendatangi undangan adiknya, kenapa harus melakukan itu tolong jelaskan padaku, jelaskan semuanya padaku "


"Anda bisa bantu saya untuk melepaskan kutukan itu, lepaskan semua kutukan itu saya tidak mau kehilangan Dela, tolong bicara pada laki-laki keras itu aku tidak mau kehilangannya, aku tidak akan pernah sanggup bilang padanya kalau Delana masih hidup dia masih ada di sampingku. Jika dia tidak mau putrinya maka aku yang akan ada selalu untuknya, aku akan menjadi sosok laki-laki yang lengkap untuknya menjadi Ayah, jadi suami menjadi kakak dan menjadi orang yang selalu ada untuknya. Aku hanya minta restu darimu saja dan tolong bicara pada laki-laki keras itu untuk menghilangkan semuanya"


Ace kembali berjalan, dia tidak memberitahu penyakit Dela apa, dirinya mau semua kutukan itu terlepas dulu baru dirinya akan membicarakan semuanya, membicarakan semua penyakit yang diderita Dela.


Sungguh dirinya tidak akan pernah sanggup sampai kapanpun kalau harus melihat kembali foto ini dipajang lagi, sekarang fotonya dirinya bawa. Kita lihat nanti apakah masih ada foto itu apakah akan dipajang.


"Kamu ini apa tidak mendengar teriakanku, kamu ini tuli masuk jangan kejar laki-laki itu dia itu pembohong. Cepat masuk sekarang juga "


"Kamu tidak lelah seperti ini berpura-pura tidak sayang pada anakmu, berpura-pura tidak peduli padanya. Jangan keras anakmu itu sedang sakit jangan keras kepala jadi orang, temui anakmu itu"

__ADS_1


"Aku memang tidak peduli dengan Dedes sampai kapanpun aku tidak akan pernah peduli, mau dia mati sekarang pun aku tidak akan pernah datang, biarkan saja dia bersama laki-laki bertato itu. Aku tidak akan pernah peduli, aku tidak akan pernah peduli"


Tangan ibunya Dedes langsung ditarik masuk ke dalam rumah, di sana juga para tamu hanya bisa melihatnya saja tidak bisa menolong karena mereka tahu bagaimana galaknya kepala keluarga ini, tidak pernah mau kalah dan selalu ingin menang sendiri dan tak mau mendengarkan ucapan siapapun, dia itu sangat keras kepala sekali.


__ADS_2