Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 52 Bertemu untuk yang kedua kalinya


__ADS_3

Ameera memegang pisau itu, tangannya sudah berdarah. Polisi juga baru datang. Meraka langsung kocar-kacir pergi menjauhi polisi takut ditangkap.


Tapi banyak yang ditangkap juga "Urusan kita belum selesai ya " teriak Bobi sambil menunjuk Ameera mengunakan pisau yang dia gunakan untuk menusuk Ameera tadi.


Ameera tidak peduli, Ameera menatap Kevin yang terkapar dan sudak ada Tiara disampingnya yang sedang menangis. Ameera kaget melihat Tiara yang memeluk Kevin dengan sangat erat sekali.


Ameera tidak memperdulikan luka di tangannya ataupun di tubuhnya yang terkena pukulan tadi. Dia berjongkok dan mengguncang tubuh Kevin "Kevin bangun, Kevin jangan kayak gini Kevin "


Tapi Tiara malah mendorong bahu Ameera dengan sangat kencang "Diem lo. Ini gara-gara lo kan lo itu pembawa sial tahu nggak sih. Kenapa sih harus deket-deket sama Kevin. Pasti semua terjadi karena lo kan, karena perempuan barbar kayak lo. Tadi pasti mereka nyerang ke sini karena lo, lo itu sebenarnya enggak berhak ada di sekolah ini dan ada di samping Kevin"marah Tiara tak lupa dengan telunjuknya yang mengacung pada Ameera.


Guru langsung membawa Kevin dan juga Ameera masuk ke dalam mobil, mobil seorang guru yang terparkir tak jauh dari mereka. Mereka berdua dibawa ke rumah sakit. Tiara juga ikut, dia terus saja memangku kepala Kevin dan menangis sesegukan. Ameera hanya bisa diam dan menatap interaksi mereka berdua.


Mereka ini bersaudara tapi seperti pacaran, itulah yang Ameera lihat. Ameera melihat darah ditangannya yang terus saja keluar. Sakit sih tapi tidak sesakit dulu, ini tidak ada apa-apanya luka seperti ini tidak ada apa-apanya untuknya.


Tak butuh waktu lama mereka langsung dibawa ke ruangan UGD. Bahkan Ameera pun langsung diobati luka di wajahnya bahkan luka di tangannya semuanya diobati tidak ada yang terlewat.


Selama diobati pun Ameera hanya diam saja, Ameera sama sekali tak meringis. Bahkan dokter sesekali bertanya pada Ameera apakah sakit, tapi Ameera langsung mengelengkan kepalanya.


Ameera menatap Kevin, ternyata dia baik-baik saja hanya luka luar saja. Untung saja tidak parah kan. Kevin masih belum sadarkan diri Ameera juga tidak mendekatinya, karena Tiara sudah duduk manis di sana sambil menggenggam erat tangan Kevin.


Tiba-tiba saja pintu terbuka, tatapan Ameera dan juga tatapan si pembuka pintu langsung bertabrakan Ameera mematung menatap laki-laki itu, sama halnya dengan sosok laki-laki itu yang juga mematung melihat Ameera. Mereka sama-sama diam dan kaget.


Ameera langsung menundukkan kepalanya. Bagaimana ini, bagaimana caranya untuk kabur dari sini. Ameera harus lari sekarang juga.


"Om akhirnya Om datang juga, lihat Kevin belum sadarkan diri ini gara-gara perempuan itu om. Kalau saja Kevin tidak menolong perempuan itu mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi "teriak Tiara sambil menunjuk Ameera.

__ADS_1


Laki-laki itu langsung menatap ke arah anaknya Kevin dan juga ke arah Tiara, dia langsung menghampiri anaknya dan melihat keadaan Kevin yang baik-baik saja.


Tapi saat kembali melihat Ameera rasanya hatinya sakit sekali, saat melihat tangan Ameera yang diperban dan juga wajahnya yang biru-biru perlahan Ace mendekati Ameera.


"Mana yang sakit"


Ameera mengangkat kepalanya dan kembali tatapan mereka bertabrakan. Ameera tidak bisa berkata-kata hanya air mata yang keluar dari matanya ini, tapi Ameera dengan cepat mengusapnya.


"Aku baik-baik saja Om. Ini hanya luka kecil tidak apa-apa untukku sudah biasa "


Ace mengusap lembut rambut Ameera cukup lama, dia terus mengusap rambut Ameera "Bisa kita bicara, kamu tidak lupa kan dengan aku "


"Ameera "


Ameera langsung turun dari tempat tidur dan memeluk ayahnya "Kenapa bisa babak belur seperti ini. Apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini"


Ameera tidak melepaskan pelukannya dari sang ayah dia tidak mau, yang jelas dia tidak mau melihat wajah Ace yang membuatnya kembali teringat tentang masa lalunya, kembali teringat tentang bagaimana bahagianya hidup bersamanya perjuangan mereka.


"Ayah aku ingin pulang, nanti aku jelaskan semuanya di rumah. Aku ingin istirahat, aku ingin tidur, aku tidak mau kembali ke sekolah"


"Baiklah kita pulang, kita pulang sekarang ya sayang. Ayah begitu khawatir padamu "


"Iya ayah kita pulang "


Ameera dibawa pergi oleh ayahnya. Ace masih diam di sana menatap kepergian Ameera dengan seorang laki-laki yang disebut ayah. Ace tidak mengejar ataupun berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Ada raut kecewa yang ditampilkan oleh Ace, karena ternyata perempuan itu tidak mengingatnya. Istrinya tidak mengingatnya apakah benar dia adalah istrinya Delana atau hanya sekedar wajah mereka saja yang sama, suara mereka saja yang sama, tapi dari sifat sangat berbeda.


"Om Kevin sadar "


Ace langsung tersadar dan beranjak ke arah tempat tidur anaknya dan mengusap kepalanya dengan perlahan "Apa yang terjadi Kevin"


"Ini gara-gara masalah kemari malam, aku malah disamperin lagi ke sekolah. Terus sekarang gimana Ameera, di mana Ameera keadaannya gimana tadi aku lihat dia berantem sama anak-anak berandalan itu Ameera gimana keadaannya " Kevin begitu khawatir pada Ameera.


Kevin melepaskan genggaman tangan Tiara, lalu menggenggam erat tangan Ayahnya "Di mana Ameera Ayah, dia baik-baik saja kan dia tidak kenapa-napa kan"


Ayahnya hanya menggelengkan kepala saja, dia duduk dan menundukkan kepalanya. Kevin yang tahu kalau ayahnya sedang banyak pikiran tidak kembali bertanya.


Yang terpenting dia sudah tahu keadaan Ameera meskipun hanya dengan gelengan kepala ayahnya saja, dirinya yakin Ameera akan baik-baik saja. Dia perempuan kuat bukan perempuan lemah.


"Pasti ini gara-gara Ameera kan, kamu luka kayak gini gara-gara tolong perempuan bar bar itu kan"


"Kamu ga tahu apa-apa Tiara, jadi nggak usah ikut campur. Ga ada sangkut pautnya ini sama Ameera yang ada aku harus berterima kasih sama dia, karena dia mau tolong aku. Jadi jangan salah paham dan terus salahin Ameera "


"Tapi kan gara-gara dia, tadi kamu narik tangan Ameera kan gara-gara nolongin dia kan" Tiara gotot saja ingin jawaban dari Kevin kalau ini adalah salah Ameera.


"Udah stop Tiara, aku udah bilang kan ini bukan gara-gara Ameera. Udah lebih baik kamu pulang aja. Aku di sini mau istirahat biar Ayah aja yang tungguin aku. Kamu ga usah tunggu aku di sini, ga apa-apa kok"


Tiara diam, tapi dia tidak beranjak pergi, dia masih diam di sana dan menata Kevin dengan sangat lekat. Kevin yang tidak suka ditatap seintens itu membalikkan badannya dan berhadapan langsung dengan ayahnya.


Risih sekali kalau sudah ditatap seperti itu oleh Tiara. Tidak enak saja.

__ADS_1


__ADS_2