
Ameera yang sudah menunggu diluar tak kunjung-kunjung melihat Ace datang. Kenapa coba tak datang-datang seperti ini. Ameera terus saja melihat jam tangannya.
Biasanya Ace tak akan telat seperti ini. Pasti kalau pun akan mampir kemana-mana akan mengabari tapi ini tak ada.
"Kemana sih, kenapa lama sekali tak seperti biasanya"
Ameera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ace. Untung saja langsung diangkat kan "Kamu dimana kenapa ga ada. Kenapa lama apa ada sesuatu yang terjadi "
"Maafin aku, aku tadi lupa kasih tahu kamu kalau Kevin ini tiba-tiba masuk rumah sakit. Aku harus pergi kerumah sakit "
"Emangnya kenapa sama Kevin, apa dia kecelakaan. Atau dia diserang lagi oleh anak-anak itu"
"Aku juga ga tahu, sekarang aku akan cek dulu dia kesana. Nanti kita lanjuti ya sekali lagi aku minta maaf. Aku janji akan tebus semuanya "
"Hemm, yaudah ga apa-apa deh aku pulang sekarang"
"Kamu naik taksi ya, jangan jalan kaki awas aku takut kamu kenapa-napa "
__ADS_1
"Iya, aku akan naik taksi kamu tenang aja mana mungkin aku jalan kaki sampai rumah yang ada aku gempor "
"Ya udah, aku tutup dulu ya telfonnya "
"Iya hati-hati dijalannya "
"Kamu juga ya hati-hati ingat jangan kemana-mana dulu langsung saja pulang"
Setelah selesai menelfon, Ameera mencari taksi. Ini pasti cuman akal-akalannya Kevin saja. Ameera tahu dan yakin sekali kalau ini cuman usaha Kevin buat Ameera ga ketemu sama Ace.
"Seperti Kevin akan menjadi anak durhaka. Kalau aku jadi ibu tirinya aku pasti akan pusing dengan kelakuannya ini "
Mungkin kalau ada apa-apa akan Kevin dulu yang dipilih bukan dirinya. Akan menjadi penghalang sepertinya Kevin ini. Tak akan mudah kali ini kisah cintanya.
Dulu terhalang oleh maut, sekarang terhalang oleh Kevin sungguh ujian cinta yang begitu berat sekali. Kenapa juga Ace harus mengadopsi Kevin.
...----------------...
__ADS_1
Ace masuk kedalam rumah sakit dengan sangat khawatir. Takut terjadi apa-apa pada Kevin. Tadi Kevin menelfon sambil berteriak dan merintih.
Saat Ace masuk ternyata Kevin tidak kenapa-napa hanya luka kecil saja ditangannya. Ace mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kamu Kevin tidak apa-apa " sambil mendekati anaknya.
"Maaf ayah kalau aku tadi menelfon sampai membuatmu khawatir. Aku tadi sungguh kaget karena tiba-tiba jatuh dan melihat darah aku seperti trauma ayah. Ayah tahu sendirikan belum lama aku kecelakaan"
"Ya ayah tahu, mari sekarang pulang tak ada luka lain kan selain tangan mu itu "
"Sudah ayah hanya ini saja, tapi rasannya perih sekali, kenapa darahnya banyak sekali tadi ya tapi lukanya malah sekecil ini"
"Nanti juga akan sembuh itu hanya luka kecil saja kan. Biasanya kamu tidak akan memperdulikan luka sekecil itu Kevin. Ayah berfikir kamu sudah menjadi anak perempuan sekarang"
Kevin diam, Kevin langsung mengambil tasnya dan mendahului ayahnya. Bahkan Kevin tersenyum rencananya berhasil.
Tak akan Kevin biarkan ayahnya ini bertemu dengan Ameera. Kevin tak rela rasannya. Ameera itu tak cocok dengan ayahnya. Mereka itu bagai anak dan ayah tidak cocok menjadi pasangan.
__ADS_1
Akan Kevin lakukan berbagai cara untuk memisahkan mereka berdua. Apapun itu akan Kevin usahakan.