
Sedangkan Ace sendiri dia sedang ada di cafe dengan seorang perempuan. Perempuan itu menatap Ace dengan kagum dia terus saja tersenyum melihat Ace. Bahkan pandangannya pun tak pernah teralih hanya terus saja menatap wajah Ace.
"Aku senang sekali kamu bisa menemaniku di sini. Aku kira kamu ga akan pernah datang ternyata kamu datang ke sini buat temenin aku minum kopi. Kamu emang ga pernah buat aku kecewa Ace, dari dulu kamu memang seperti ini tidak ada yang berubah dari kamu ya"
"Jadi kamu mau bicara apa sama aku. Sampai-sampai kita harus ketemu, apa yang ingin kamu bicarakan. Aku tidak punya waktu banyak untuk kamu "
Ace tak bisa lama-lama disini. Ace tak mau perempuan ini mempermainkannya lagi. Ace sudah mengenal perempuan licik ini.
"Memangnya kamu ga kangen sama aku. Aku tuh pengen ketemu sama kamu. Aku itu kesepian banget Ace aku benar-benar salah, aku sudah salah memilih laki-laki. Kamu benar apa yang kamu katakan memang benar Ace "
"Itu semua kan pilihanmu, kamu ingin menikah dengan laki-laki itu, maka ya sudah nikmati saja hidup bersamanya. Tak usah menyesal karena itu pilihan kamu sendiri. Tidak ada yang memaksamu juga kan untuk hidup bersamanya untuk menikah dengannya"
Perempuan itu menundukkan kepalanya" Terima kasih karena kamu dulu udah mau deket sama aku dan juga mau jadi temen aku Ace. Aku lihat ada anak laki-laki di rumahmu itu siapa"
Ace menatap sekilas perempuan itu, lalu menyeruput kopinya dan menyalakan rokoknya juga " Kenapa ingin tahu mau bersamanya, ingin hidup bersamanya tertarik dengan anak muda ? "
Ace tidak suka kalau ada orang yang terus mengorek-ngorek hidupnya. Sepertinya dia ingin tahu tentang semua kehidupan Ace yang sekarang, tapi jangan harap. Ace tidak akan pernah memberitahu semuanya dia sudah menjadi orang asing perempuan ini begitu licik.
"Ya aku hanya ingin tahu saja. Siapa tahu aku bisa mengenalnya dan bisa dekat lagi dengan kamu seperti dulu "
"Tidak usah ingin tahu dengan kehidupan orang lain, urus saja hidupmu sendiri. Hidupku ya hidupku, hidupmu hidupmu. Aku juga tidak pernah ingin tahu kan bagaimana kehidupan mu dengan suamimu di sana"
"Kamu masih marah dengan aku karena tidak melanjutkan pernikahan ini, malah membatalkan semua ini. Bukannya kamu juga setuju kan ingin membatalkan pernikahannya, dan mengakhiri semuanya"
"Tidak aku sama sekali tidak menyesal malah aku bersyukur. Sudah aku bilangkan dari awal aku tidak mau ada pertunangan atau pernikahan dengan perempuan manapun. Yang mau adalah Mamaku. Terima kasih karena kamu sudah mau membatalkan semuanya"
Ace tersenyum kecil dan kembali bicara " Jadi sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan. Aku punya banyak urusan dan tidak bisa terus mengobrol sampai seperti ini, kalaupun kamu tidak memaksa aku tidak akan pernah datang"
"Aku ini kesepian Ace, aku ini butuh teman. Aku ini sedang disakiti oleh suamiku. Jadi tolonglah jangan seperti itu jangan keras padaku. Kamu bisa kan menjadi temanku. Selalu minum kopi bersamaku berdua seperti ini, aku tidak akan melakukan apa-apa hanya ini saja yang aku inginkan"
"Tidak bisa, kamu cari saja laki-laki lain yang bisa meluangkan waktu untuk kamu. Aku ini bukan lagi laki-laki yang kesepian aku harus menjaga hati seseorang "
"Dia juga tidak akan marah lagian kita juga tidak punya hubungan. Hanya seperti ini saja"
Perempuan itu terus saja memaksa Ace. Ace ingin segera pergi tapi Ace harus membuat perempuan ini mengerti dulu agar tak menganggu Ace. Ace tak mau hubungannya bersama Ameera terganggu oleh perempuan ini.
"Lalu bagaimana jika nanti suamiku menyusul ke sini Ace, apakah kamu akan membantuku apakah kamu akan membela aku nanti. Aku sungguh butuh bantuan"
"Maaf aku tidak bisa. Kalau kamu butuh bantuan maka lapor polisi saja mereka akan bisa membantumu 24 jam. Aku ini bukan siapa-siapa kamu ingat aku ini tidak ada hubungannya denganmu, masalahmu maka bereskan sendiri jangan membawa-bawa orang lain"
Enak saja Ace harus membelanya memangnya Ace ini bodyguardnya. Ace ingin sekali tertawa tapi Ace tahan.
"Tapi Ace, aku butuh bantuan "
"Maka minta bantuan lah pada yang lain, jangan padaku. Semuanya sudah selesai kan tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku tidak bisa berlama-lama di sini"
Ace langsung saja bangkit "Baiklah aku tidak akan menahanmu. Aku mengerti kamu akan sulit untuk dekat lagi denganku, tapi kali-kali bisa kan kita bertemu lagi"
"Tidak, aku tidak mau "
Perempuan itu akan mencium Ace, tapi Ace langsung mendorong bibir perempuan itu "Jangan asal cium, tak akan semua laki-laki suka dicium oleh perempuan yang buka siapa-siapanya"
Ace melangkah pergi dari sana. Perempuan itu menatap Ace dengan marah. Beraninya Ace seperti ini padannya. Awas saja akan ada rencana bagus untuk bisa menghancurkan Ace dan juga perempuan itu.
...----------------...
Ameera menyimpan ponselnya lagi kenapa Ace sangat sulit untuk dihubungi. Padahal Ameera ingin memberikan kabar yang bahagia, tapi Ace malah sulit sekali dihubungi.
Tadi juga Ameera tidak jadi pergi ke rumah Agnes. Ace menunggu lama di depan rumahnya supaya Ameera tidak pergi kemana-mana benar-benar kan tuh orang. Ameera begitu kesal sekali.
"Dimana sih kan udah malam katanya Ace ga akan keluar-keluar lagi, tapi sekarang dihubungi aja susah. Apa dia pergi sama teman perempuannya, tapi masa sih dia ga bilang, awas aja kalau itu beneran ga akan aku maafin Ace itu "
Tak butuh waktu lama, ponsel Ameera berdering kembali dan Ace yang menelfon "Kamu ini ke mana sih susah banget dihubungin, lagi sama siapa. Katanya ga mau pergi ke mana-mana tapi dihubungin aja susah"
Ameera langsung saja menanyakan hal yang keluar dari kepalanya. Emangnya Ace saja yang bisa posesif pada Ameera. Ameera juga bisa.
"Aku ada kok di rumah ga kemana-mana, aku tadi lagi kerjain dulu pekerjaan aku kamu tahu sendiri kan kerjaan aku tuh makin hari makin banyak "
"Masa di rumah aja harus kerjain kerjaan kamu. Kalau di rumah itu waktunya diam bukannya kerjain pekerjaan kantor, aku marah sama kamu "
"Aku minta maaf, kamu mau bicara apa sama aku "
__ADS_1
Ameera langsung ingat dengan kabar bahagianya ini. Sampai lupa kan gara-gara interogasi Ace dulu. Tapi hati Ameera mengatakan kalau Ace tadi tidak dirumah. Apa Ace menyembunyikan sesuatu dari Ameera.
"Ayah udah restu-in hubungan kita berdua. Kamu ini sebenarnya mau benar-benar sama aku ga sih "
"Ya aku mau bener-bener lah. Buat apa aku nunggu kamu selama ini, selama bertahun-tahun kalau pada akhirnya aku ga akan bener sama kamu. Kamu pernah ga sih mikir ke situ"
Benar juga, Ameera baru kefikiran kenapa harus tanya itu pada Ace. Kalau mau Ace mungkin dulu sudah menikah dengan perempuan lain dan udah bahagia juga.
"Ya tapi kamu kayaknya lagi sembunyiin sesuatu dari aku, makanya aku tanya kayak gitu sama kamu. Tolong jangan sembunyiin apa-apa dari aku "
"Ga ada, aku ga sembunyikan apa-apa dari kamu. Untuk apa aku lakuin itu coba "
"Ya tapi hati aku mengatakan kalau kamu udah sembunyiin sesuatu "
"Ga ada, Dela apa emang yang aku sembunyiin "
"Ya ga tahu, hanya kamu saja yang tahu. Aku hanya mau kasih kabar itu aja. Ayah udah restuin semuanya tapi Ayah minta kita menikah saat aku sudah beres kuliah, kamu gimana ga keberatan gitu "
"Aku tidak masalah. Bahkan aku menunggu kamu bertahun-tahun pun aku tidak bermasalah kan. Jadi mau 6 tahun 10 tahun lagi pun aku tidak akan masalah"
"Kamu udah tua banget dong"
"Iya mau gimana lagi, aku ga bisa menghindari umur. Makanya aku tanya waktu itu sama kamu. Kamu yakin mau balik lagi sama aku. Sedangkan aku ini udah ga muda lagi aku ini udah ga kaya dulu aku ini lebih tua dari kamu"
Ameera diam sejenak, kenapa Ace malah mengungkit hal ini. Ameera benar-benar tidak suka kalau sudah ada dalam situasi ini.
"Aku ga peduli. Aku ga akan pernah peduli ini itu asal kamu masih bisa ga tunggu aku selama itu, tapi apakah maut tidak akan lagi memisahkan kita aku takut dengan satu hal itu. Mungkin kita bisa bertahan tapi maut tidak pernah ada yang tahu seperti waktu dulu aku, kamu juga tidak menyangka kan kalau aku akan pergi. Kalau aku akan tinggalin kamu dengan tiba-tiba aku punya penyakit yang kayak gitu, semua itu datang dengan tiba-tiba "
"Iya maut ga akan pernah bisa dihindari sampai kapanpun, aku juga belum tentu juga aku akan terlahir kembali seperti kamu"
Ameera jadi galau kan. Apa Ameera harus bilang pada Ayahnya jangan terlalu lama. Maksudnya setelah sekolah lulus aja menikahnya jangan kuliah. Masalahnya Ameera tidak mau kalau sampai cintanya tidak pernah tercapai lagi seperti dulu.
Kuliah kan bisa setelah menikah, banyak kan yang seperti itu. Ameera benar-benar tak mau kehilangan lagi. Ameera tak akan siapa.
"Coba deh kamu deketin Ayah, siapa tahu kamu bisa bicara sama ayah. Emangnya kita mau terus mengulang ini ga mungkin kan, kita ga mungkin terus kayak gini "
"Iya nanti aku akan ketemu lagi sama ayah kamu. Ayah kamu juga pasti udah bilang kan kalau aku udah ketemu sama dia"
"Emangnya kapan aku jahatin Ayah kamu ga pernah kan. Kamu ga mau istirahat emang, ini udah malem loh udah waktunya tidur juga. Lebih baik kamu tidur sekarang jangan terus begadang "
"Ga aku mau bicara sama kamu aja. Kita juga jarang ketemu ga kayak dulu kita setiap hari sama-sama, kemanapun sama-sama"
Ameera mulai mengeluh dan membanding-bandingkan antara dulu dan juga sekarang. Padahal kan itu sudah sangat berlalu lama.
"Iya, tapi sekarang kamu sekolah kan nanti pulang sekolah aku jemput lagi deh. Kita akan ketemu lagi"
"Emangnya mau ke mana, jalan-jalan atau mau kemana lagi nih "
"Nanti kamu akan tahu, pokoknya kamu akan senang sekali "
"Pasti seperti itu. Kamu ini suka tiba-tiba bawa aku ke sana kemari tanpa aku tahu tujuannya ke mana. Kenapa sih kamu suka banget kayak gitu, dulu perasaan kamu ga kayak gini deh kamu udah berubah banyak ya "
"Ya ga apa-apa bagus dong. Dulu waktunya terbatas ga kayak sekarang makanya aku ga bisa ajak kamu ke sana kemari, belum aku juga harus dapatin hati kamu, karena kamu malah fokus ngejar laki-laki lain. Sekarang kamu tidur ya jangan terus begadang ga baik ah "
"Baiklah kamu juga tidur ya, jangan inget-inget itu ah aku malu mungkin sekarang Andreas udah nikah sama perempuan lain. Aku benar-benar bodoh dulu itu "
"Iya aku tidur sayang. Kirain kamu udah lupa sama Andreas ternyata masih ingat nih "
"Ah udah ah, aku matiin "
Ameera mematikan sambungannya dan tersenyum dengan hidupnya yang sekarang. Hidupnya sekarang begitu sempurna dan juga tak ada masalah juga.
Sekarang Ameera tidak pernah mengejar-ngejar laki-laki lagi. Yang ada laki-laki yang mengejarnya, sungguh dulu itu Ameera bodoh kenapa tidak langsung merubah penampilannya sendiri, tapi ya sudahlah memang takdirnya harus bertemu dengan Ace dulu baru penampilannya berubah.
...----------------...
Ameera yang baru saja selesai menggunakan seragamnya mendengar suara berisik di luar ada apa, apa ada tamu tapi kok sampai berteriak-teriak seperti ini ya.
Pagi-pagi seperti ini masa tamu berteriak-teriak tidak sopan kan. Tak pernah ada yang seperti ini kalau orang bertamu ke rumahnya, pasti Ameera kadang tidak tahu kalau ada tamu, tapi ini suaranya sampai terdengar ke kamar Ameera.
Ameera bergegas keluar dari dalam rumah dan melihat beberapa laki-laki bertubuh besar yang sedang Ayahnya hadapi, mereka seperti sedang cekcok dan Tante Mita juga sedang menangis. Ada apa ini membuat Ameera penasaran saja. Jiwa kepo Ameera langsung meronta.
__ADS_1
"Ini ada apa, Ayah kenapa bicaranya teriak-teriak kayak gitu. Kenapa ga di dalam aja bicaranya baik-baik lah malu juga kan sama tetangga"Ameera mencoba untuk melerainya. Takut kalau misalnya ada tetangga yang kemari dan melihat pertengkaran ini kan malu juga.
"Gimana nih Pak. Bu Mita itu punya hutang yang gede dan kita sekarang mau nagih. Udah beberapa bulan dia nunggak dan sekarang harus dibayar, kita ga bisa nunggu terus ya Pak "
Aldi menatap istrinya yang masih saja menangis. Ameera sekarang jadi tahu ternyata ini masalahnya. Tante Mita punya hutang. Memangnya hutang apa, Ameera lihat tante Mita tidak terlalu banyak membeli barang, masa sih sampai punya hutang.
"Hutang ? berapa hutangnya"
"Satu miliar"
"Apa sebesar itu, tidak salah hutanganya begitu besar "
"Iya sebesar itu, kami datang kemari untuk menagihnya, kami tidak bisa lagi memberikan tempo pada Bu Mita ini sudah sangat melebihi batas. Jadi kami minta hutangnya untuk dibayar atau tidak dicicil dulu saja sebagian"
Aldi menatap geram pada istrinya, ternyata semalam kenapa istrinya menanyakan tentang hartanya ini untuk hutang. Sekarang Aldi tahu ternyata bukan ibu mertuanya yang sakit tapi untuk bayar hutang pasti uang itu. Makannya Aldi tidak diperbolehkan untuk ikut. Dasar istrinya ini licik sekali. Enak saja uangnya akan digunakan untuk bayar hutang.
"Pergi dulu saja dari rumahku, nanti kita akan bicara lagi"
"Tapi harus sekarang dibayar. Saya tidak mau tahu"
"Mau saya panggil polisi sekarang, karena kamu sudah membuat keributan di rumah saya. Yang punya hutang adalah Mita jadi kamu nanti berurusan saja dengannya tapi jangan disini "
"Baiklah nanti sore kita akan datang lagi ke rumah ini. Awas aja kalau sampai ga bayar ya. Kita datang kesini juga karena Bu Mita ada disini maka kita akan datang kemari lagi "
Orang-orang itu langsung keluar. Setelah mengatur nafasnya Aldi kembali menatap Mita yang masih saja menangis karena "Ini maksudnya apa hutang apa, sampai sebesar itu untuk apa kamu meminjam uang. Sedangkan aku saja memberikan uang padamu. Memangnya selama ini uang yang aku berikan ke mana sampai-sampai harus punya utang sebesar itu Mita. Aku tidak pernah tahu ya tentang masalah ini "
"Bukan aku yang punya hutang temanku menggunakan namaku, jadi aku yang di tagih, aku sama sekali tidak tahu. Aku tidak meminjam uang untuk apa, aku sudah berkecukupan lalu untuk apa aku meminjam "
"Bawa aku sekarang ke temanmu dan kita akan bicara dengannya. Aku tidak mau ya melunasi hutang sebesar itu. Bahkan aku tidak memakan uangnya sedikitpun, ini bukanlah nominal yang kecil Mita kalau satu juta dua juta itu wajar ini 1 miliar dari mana"
"Tapi temanku itu kabur, bagaimana sedangkan semua hutang-hutangnya atas namaku. Aku juga takut sekali tolong aku mas. Aku harus minta bantuan sama siapa lagi. Aku ga punya apa-apa lagi mas tolong aku "
"Ya sudah lapor polisi saja apa sulitnya. Aku tidak mau sampai orang-orang itu datang lagi ke rumahku Kamu ingin mencoreng nama aku kamu ingin membuat aku jelek di sini hah "
Mita jadi bingung harus bagaimana. Ini kenapa harus datang ke rumah juga kenapa orang-orang itu tahu rumahnya. Pasti ini ulah laki-laki itu dia yang pasti memberi tahu orang-orang ini untuk menagihnya kemari awas aja.
"Ameera bawa tasmu kita pergi sekarang cepat, biarkan dia berfikir sendirian "
Ameera kembali berlari ke dalam rumah dan mengambil tasnya. Ameera tidak mau membuat amarah Ayahnya makin besar, jadi dia tidak banyak tanya dulu. Ameera langsung masuk ke dalam mobil dan melihat Tante Mita yang masih saja menundukan kepalanya sambil menangis.
"Ayah aku juga ingin jujur pada ayah tapi aku takut Ayah nggak percaya. Jadi aku simpan aja sendirian selama ini "
Aldi menatap sekilas anaknya "Tentang apa tentang Mita juga, apa yang kamu tahu tentang Mita. Jangan sembunyikan dari Ayah Ameera "
"Iya waktu itu aku lihat Tante Mita di kamar sama laki-laki. Aku nggak tahu siapa dia, tapi mereka punya hubungan mereka selingkuh kayaknya orang yang Tante minta maksud itu orang itu deh. Kayaknya Tante Mita itu punya hutang karena buat hidupin orang itu Ayah "
Aldi memukul setirnya dengan kencang "Kita bisa berhenti dulu kok Ayah jangan sampai menyetir dalam keadaan emosi kayak gini ga baik loh"Ameera takut terjadi sesuatu Ayahnya menjalankan dengan kencang sekali.
"Kenapa kamu baru bilang Ameera "Ayahnya bukan menuruti apa kata-kata Ameera malah terus saja menjalankan mobil.
"Ayah tahu sendiri kan, ayah itu harus selalu ada bukti kalau ga ada bukti Ayah ga akan percaya mau gimanapun Ameera bicara sampai mulut Ameera berbusa pun Ayah ga akan percaya kalau ga ada buktinya. jadi Ameera harus cari bukti dulu, tapi karena Tante Mita malah ketahuan punya hutang banyak jadi Ameera kasih tahu aja sama ayah, takutnya itu emang hutang laki-laki itu itu juga. Ameera ga sengaja dengar mereka lagi bicara"
"Seharusnya Ayah tidak menikahi Mita dari dulu"
"Aku tidak tahu sama sekali tentang hubungan ayah dan juga Tante Mita, ayah tiba-tiba saja membawa Tante minta ke rumah di saat baru saja Mamah meninggal 2 bulan. Aku ingin jawaban yang jujur dari ayah apakah selama ini ayah selingkuh dari mama ? "
Itulah pertanyaan yang selama ini Ameera ingin tanya-tanyakan. Ameera begitu ingin tahu tentang kebenaran itu. Ameera tidak akan terima kalau benar ayahnya menikah dengan Tante Mita karena sebelumnya mereka berselingkuh. Ameera tidak akan pernah terima mamanya disakiti seperti itu.
"Gila saja, mana mungkin Ayah berselingkuh dari mamamu. Tidak Ayah sama sekali tidak berselingkuh Ayah tidak mungkin menghianati mamamu. Ayah waktu itu sedang sangat terpuruk dan datang Tante Mita, jadinya Ayah serasa punya teman lagi seperti dulu saat bersama mama kamu dan tanpa pikir panjang Ayah menikahi perempuan itu, tapi ternyata dia menipu Ayah. Mungkin saja dia juga sudah selingkuh sebelum menikah dengan ayah"
"Bisa jadi ayah. Jadi mau bagaimana sekarang apakah ayah akan meneruskan hubungan ini, apakah ayah akan terus mempertahankan Tante Mita. Bukannya aku ingin ikut campur tapi aku takut nanti para rentenir itu malah mencelakai kita, kan yang punya hutang Tante Mita. "
"Tidak Ayah tidak akan meneruskan hubungan ini. Mana mungkin Ayah mau meneruskan hubungan dengan perempuan seperti itu. Bisa-bisa nanti dia akan membunuh ayah, dia bahkan ingin harta Ayah sebenarnya itu yang dia inginkan dari lama, tapi karena Ayah menyimpan semuanya di tempat aman jadi dia tidak bisa menemukannya"
"Baguslah Ayah, aku juga sudah tak mau melihat wajah Tante Mita. Aku dari awal sudah pernah melarang ayah kan tapi ayah tidak mau mendengarkan kata-kataku Ayah terus saja ingin menikah dengannya"
"Iya maafkan ayah, memang Ayah yang salah. Ayah sungguh minta maaf atas apa yang Ayah lakukan, karena keegoisan Ayah ini. Semuanya malah jadi seperti ini. Seharusnya Ayah waktu itu tidak menikah lagi dan lebih fokus saja bersamamu"
"Tapi semua itu sudah terjadi tidak bisa diulang lagi kan Ayah. Tapi tetap saja sekarang Ayah menceraikan Tante minta. Lalu orang-orang itu pasti akan terus datang ke rumah untuk menagih hutang bagaimana aku jadi takut pulang ke rumah"
"Biar Ayah yang memikirkan semua itu, kamu tidak usah memikirkannya kamu hanya perlu fokus sekolah saja"
__ADS_1