
6 tahun kemudian.
"Ameera ayo makan dulu "
Ameera menatap mamahnya dan tersenyum "Mamah mau lihat gambar Ameera "
Dita mengambil buku gambar anaknya dan menatap gambar itu, anaknya kenapa selalu menggambar seorang perempuan berambut kepang.
"Ini siapa Ameera. Kenapa kamu selalu menggambar perempuan berkepang satu ini "
"Mama tahu dulu Ameera selalu dikepang, rambut Ameera panjang sekali, sampai-sampai Ameera suka sekali di kepang rambutnya. Ameera juga suka baca buku Ameera juga kerja di tempat toko buku "
Dita mengerutkan keningnya karena binggung dengan anaknya ini. Kenapa tiba-tiba seperti ini, kenapa anaknya berkata seperti ini.
"Ameera sedang membuat cerita "
Ameera mengelengkan kepalanya "Tidak Ameera tidak membuat cerita, bahkan nama Ameera itu dulu adalah Delana Dedes Pitaloka, nama yang bagus kan. Mama kenapa Mama tidak memberiku nama itu lagi"
"Kita makan ya nak "
"Sebentar Mama, Ameera belum selesai bercerita, banyak sekali yang Ameera ingin ceritakan. Bahkan Ameera punya suami"
Dita makin binggung saja ada apa dengan anaknya ini. Kenapa dia menjadi seperti ini, dulu tak pernah seperti ini.
"Tapi wajah Ameera sedikit berbeda ya dengan yang dulu tapi tetap cantik. Menurut mama Ameera cantik tidak, karena dulu Ameera selalu saja di hina Ameera jadi tidak percaya diri kalau keluar rumah"
"Kita makan ya, setelah itu pergi sekolah sayang "
Dita yang kebingungan langsung saja membawa anaknya kemeja makan dan memberikan makanya. Karena Dita juga masih binggung dengan anaknya ini.
Kenapa bercerita ngawur seperti ini"Ada apa sayang kenapa kamu seperti binggung "
Dota menatap suaminya Aldi "Akan aku ceritakan semuanya padamu, aku merasa bingung sekali dengan semua ini"
"Baiklah, kita makan dulu "
...----------------...
__ADS_1
Ameera diantarkan pergi ke sekolah bersama mamanya, karena ayahnya langsung pergi ke kantor. Ameera melihat sebuah bangunan dan dia menunjuk-nunjuknya "Mama mama lihat dulu aku tinggal di sini dulu, aku tinggal di sini tempatnya banyak sekali orang aku tinggal dilantai yang cukup tinggi tapi aku sedikit lupa lantai berapa "
"Ameera kapan kesini "
"Ameera itu tinggal di sini mama, jadi Ameera tahu tempat ini. Ameera tinggal bersama Ibu Ayah dan juga adik Ameera "
"Nanti kita pergi kedokter ya "
"Untuk apa mama kita pergi ke dokte. Ameera tidak sakit Ameera hanya ingin menunjukkan pada Mama bagaimana Ameera dulu hidup. Ameera dulu hidup penuh dengan tekanan sekali mama, tapi Ameera bersyukur bisa hidup bersama seseorang yang Ameera suka tapi sekarang dia bagaimana ya bisa kah Ameera bertemu dengannya"
"Bertemu dengan siapa"
"Bertemu dengan Ace Adyatma Mahavir "
"Kamu tahu dari siapa dia "
"Aku sudah bilang kan Mama, kalau dia adalah bagian dalam hidupku, hidupku yang dulu"
Dita makin dibuat binggung saja bagaimana menanggapi anaknya ini. Apakah mendiamkannya dan mendengarkan semua ceritanya atau bagaimana. Kenapa membawa-bawa pengusaha terkenal itu.
"Sudah sampai, Ameera mau mamah antarkan "
Amira menyalimi mamahnya dan turun dari dalam mobil, tak lupa dia juga melambaikan tangannya, Ameera berlari masuk kedalam sekolah dan berkumpul dengan teman-temannya.
Dita harus bicara serius dengan suaminya ini. Kenapa Ameera berbicara seperti, membicarakan hal yang seharusnya dia tak ceritakan.
Dita mendatangi kantor suaminya, dia langsung saja masuk "Mah ada apa kemari "
"Aku bingung dengan sikap Ameera. Kenapa dia bercerita yang seperti itu, bercerita tentang masa lalu kalau dia dulu seperti ini. Dulu dia seperti itu aku juga bingung"
"Mungkin dia hanya sedang mengarang bebas sudah dengarkan saja"
"Mengarang bebas bagaimana. Bahkan dia mengetahui nama pengusaha terkenal yang sekarang sedang naik-naiknya Ace Adyatma Mahavir, kenapa dia bisa tahu kita tak pernah memberitahunya dan kita juga tak pernah melihat beritanya bersama Ameera"
"Baiklah, nanti aku akan bicara bersama Ameera "
"Baiklah, aku sangat ketakutan sekali "
__ADS_1
Dita lega, akhirnya suaminya mau bertindak. Disini dirinya yang paling takut. Takut kalau anaknya kenapa-napa.
...----------------...
Aldi yang melihat anaknya menyambutnya saat pulang langsung memeluknya dengan sangat erat sekali "Ayah akhirnya kamu pulang, ayo kita nonton film Barbie "
"Ayo ayah temani "
Aldi membawa anaknya duduk diruang keluarga, lalu Dita juga sama ikut berkumpul membawa camilan dan juga kopi untuk sang suami.
"Ameera ada yang ingin Ayah tanyakan padamu"
"Tentu, apa yang ingin Ayah tanyakan pada Ameera"
"Kenapa Ameera berbicara pada Mama kalau Ameera dulu pernah hidup dan menjadi istri dari Tuan Ace "
"Ya karena memang itu kenyataannya. Ameera pernah hidup dan Ameera juga pernah menikah, tapi Ameera malah sakit dan Ameera tiada"
"Ameera bersama ayah ke dokter ya, kita konsultasi pada dokter"
Tapi Ameera malah menangis dia menggelengkan kepalanya dengan kuat "Ameera tidak mau ke rumah sakit!. Ameera sangat takut dengan rumah sakit. Dulu Ameera pernah bilang kan pada ayah kalau Ameera sakit tidak mau pergi ke rumah sakit, biar di rumah saja "
Aldi langsung mamangku anaknya dan mencoba untuk meredakan tangisan anaknya itu. " Kenapa Ameera tidak mau ke rumah sakit"
"Ameera takut, Ameera takut sesuatu yang pernah terjadi pada Ameera dulu terjadi lagi. Ameera tidak mau disuntik. Ameera tidak mau dipasang alat-alat itu lagi, Ameera kesakitan Ameera juga lemas Ameera tidak mau"
"Kan ada ayah "
"Tidak mau Ameera tidak mau Ayah. Ada yang ingin sangat Ameera tanyakan jika suatu saat Ameera melakukan kesalahan, apakah ayah akan mengusir Ameera dan membuat Ameera tiada "
"Maksud kamu apa. Mana mungkin Ayah akan mengusirmu dan membuat Ameera tiada, Ameera kan anak ayah"
Ameera menggelengkan kepalanya "Di kehidupan yang sebelumnya aku diusir karena sebuah kesalahpahaman. Aku tidak mau sampai itu terjadi lagi, aku takut jika sesuatu yang diucapkan oleh ayah akan kembali membuat aku untuk tiada. Tolong jika ada masalah apa-apa dengarkan aku dulu jangan mengambil keputusan yang sangat dan membuat aku sakit "
Aldi menatap wajah anaknya yang sedih, Ameera begitu ketakutan. Aldi yang memang belum paham dengan semuanya hanya menganggukan kepalanya saja, mencoba untuk menenangkan sang anak.
"Baik ayah tidak akan melakukan itu. Ayah akan mendengarkan dulu kata-kata Ameera "
__ADS_1
"Iya lebih baik seperti itu jangan sampai Ayah mengambil keputusan yang sangat fatal, jangan sampai mengambil keputusan yang membuat hatiku sakit yah "
Ameera memeluk ayahnya dengan erat. Bahkan dia menyembunyikan kepalanya. Aldi dan juga Dita saling pandang bingung harus melakukan apa. Anaknya tidak mau pergi ke rumah sakit apa harus mendiamkannya seperti ini saja. Apakah akan baik-baik saja kalau didiamkan.