Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 73 Kalung tua


__ADS_3

Ameera menatap Ace yang ada dihadapannya "Bagaimana kalau Ayahku yang ini juga menentang tentang kita bagaimana "


"Tidak akan, kamu hanya perlu percaya saja padaku. Aku yakin dia tak akan menentangnya. Dia berbeda"


"Kenapa kamu sampai percaya seperti itu "


"Sudah jangan membahas itu dulu. Aku punya sesuatu untuk kamu "


Ace mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya dan memperlihatkannya pada Ameera "Lihat aku membawa kalung untukmu "


Ameera langsung tersenyum" Bagus sekali kalung ini. Kamu beli dimana "


"Aku membelinya saat pertama kita bertemu aku tak sempat memberikannya padamu dan sekarang adalah waktunya "


"Kalung ini sudah tua"


"Iya memang, tapi cinta kita tak pernah memudar. Aku tetap menunggu kamu datang menyimpan kalung ini dengan sangat rapi sekali. Sekarang sudah saatnya aku memberikannya padamu. Aku tahu ini sudah lama tapi ini aku berikan dari hatiku yang paling dalam. Aku ingin membuktikan kalau cinta kita akan abadi sampai kapanpun "

__ADS_1


"Boleh kamu pakaikan, aku ingin memakainya "


"Tentu saja, aku membelinya untukmu. Maka aku akan memakaikannya padamu "


Ace bangkit dan memakaikan kalung itu pada kekasihnya "Bagaimana kamu suka "


Ameera memegang liontin nya dan tersenyum bahagia "Aku suka sekali, aku akan menyimpan kalung ini aku tak akan pernah melepaskannya "


"Aku senang mendengarnya Dela, aku bahagia kamu sudah memakai kalung itu dan menyukainya. Ini adalah momen-momen yang aku tunggu selama ini"


Ameera bangkit dari duduknya dan memeluk Ace dengan erat "Terimakasih karena kamu sudah memberikan hadiah ini"


...----------------...


Mita mengeledah kamarnya sendiri, mencari berkas-berkas penting yang mungkin saja bisa dia bawa kabur.


"Kenapa tak ada sama sekali berkas-berkas penting, bahkan perhiasan pun tak ada. Aku rasa dulu Dita begitu suka memakai perhiasan yang bagus-bagus tapi saat aku masuk kedalam rumah ini kenapa tak ada satu pun. Dimana Aldi menyimpannya "

__ADS_1


Mita keluar dari dalam kamarnya. Mita masuk kedalam ruangan suaminya. Tapi hasilnya nihil tidak ada satupun yang kita temukan.


"Sebenarnya mereka menyimpan hartanya dimana. Aku sangat kebingungan sekali "


"Apa didalam kamar Ameera ya, bisa saja kan disana. Ameera kan anak kesayangan pasti ada disana"


Mita bergegas pergi ke kamar anak sambungnya tapi dikucin "Kunci cadangan, aku harus mencari kunci cadangan "


Mita kembali berlari mengambil kunci-kunci itu mencoba satu persatu kuncinya tapi tak ada yang masuk. Tidak ada yang cocok "Sialan sepertinya mereka memang sedang ingin petak umpet dengan ku. Aku sama sekali tidak tahu mereka menyimpan semua barang berharganya mereka dimana "


Mita yang lemas, menyederkan tubuhnya di pintu kamar Ameera.Rasannya ingin sekali menyerah tapi bagaimana hutanganya dimana-mana dan Mita sampai sekarang belum bisa melunasinya.


Uang bulanan juga separuh dipakai untuk membayar hutanganya. Suaminya tak tahu tentang masalah ini. Menikah sudah 2 tahun tapi hutanganya belum lunas juga saking besarnya.


Mita tak mencintai Aldi sama sekali, Mita hanya mengincar hartanya saja. Mita sudah punya kekasih dan ini rencana mereka berdua.


Tapi ternyata tidak seperti yang difikirkan sulit juga menguras harta Aldi. Aldi begitu waspada sampai-sampai tak ada barang berharga disini. Hanya ada guci besar dan perabotan biasa saja.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana sedangkan penagih itu terus mengancamku. Aku pusing sekali aku harus bagaimana ini "


__ADS_2