Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 36 jawaban paling penyakitan


__ADS_3

Saat Dedes turun sudah ada kedua orang tuanya disana. Begitu bahagia Dedes melihatnya. Tak menyangka mereka berdua datang.


Dedes langsung tersenyum kearah ibunya dan juga ayahnya. Tapi ayahnya sama sekali tak menampakan senyuman itu..


Dedes langsung dibawa oleh ibunya Ace untuk duduk disisi Ace. Ijab kabul segera dimulai dengan ayah Dedes langsung yang menjadi walinya.


Begitu bahagia sekali dirinya ini. Akhirnya mereka sah. Dedes mendekati ibunya dan memeluknya dengan erat "Aku senang sekali ibu datang kemari, aku tidak menyangka kalau ibu akan datang bersama ayah. Aku begitu senang "


Dedes melepaskan pelukannya pada ibunya dan tersenyum senang. Tapi ayahnya langsung berbicara. Sesuatu yang menyakitkan untuk Dedes.


"Jangan senang dulu, kalau saja bukan karena ibumu yang akan bunuh diri aku tidak akan pernah datang kemari. Sebenarnya aku tidak sudi menjadi walimu tapi karena ibumu maka aku datang kemari"


"Hey jaga kata-katamu pada istriku "teriak Ace yang kesal. Ace langsung menarik tangan Dela dan menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.

__ADS_1


Dedes hanya bisa menahan rasa sakit hatinya menarik nafas dan memejamkan matanya, menahan agar air matanya tak mengalir. Apakah sebenci itu sampai tak mau memaafkan.


"Seharusnya kamu berterima kasih padaku Ace, aku datang kemari untuk membuat kalian berdua menikah kalau aku tidak datang kalian berdua tidak akan pernah menikah sampai kapanpun " sombong ayahnya Dedes.


Ace sudah mengepalkan tangannya saking kesalnya dengan tingkah ayahnya istrinya. Kalau saja disini tidak ada istrinya sudah dirinya hajar habis-habisan. Tak akan dirinya berikan ampun sampai kapan pun.


"Ingat kalau aku tak ada pernikahan ini tak akan terjadi. Dia sudah menjadi istrimu aku sudah lepas dari segala hal. Aku juga sudah terlepas dari kutukan perempuan ini. Sudah sampai sini pertemuan kita dan jangan sampai ada pertemuan-pertemuan lain lagi. Mari bu kita pulang semuanya sudah selesai kamu sudah puaskan aku sudah melakukan apa yang kamu mau tinggal kita pulang dan semuanya selesai"


Tangan ibunya Dedes langsung ditarik Ace yang akan menyusul tangannya ditahan oleh Dedes "Tolong jangan lawan mereka, mau bagaimanapun mereka itu adalah orang tuaku "


"Ace bawa istri kamu kekamar kasian dia, Dedes harus istirahat jangan sampai dia kelelahan"


Ace dengan patuh segera melakukan apa yang mamahnya mau. Benar juga Dela istrinya harus segera istirahat. Dia tak boleh kecapean.

__ADS_1


Setelah sampai dikamar Ace menatap wajah istrinya yang murung. "Udah jangan pikirin itu ya"


"Aku kira ayah sudah memaafkanku, aku kira dia akan kembali menyayangiku tapi nyatanya tidak. Aku binggung harus melakukan apa lagi "


"Sudah jangan fikirkan itu, disini ada aku. Aku ada disini jangan fikirkan dulu ayahmu ya "


Ace memeluk Delana dengan erat,"Aku ingin istirahat Ace apa tak masalah "


"Tentu saja tak masalah, aku bantu lepas dulu ya aksesoris yang ada di rambut kamu "


Dedes menganggukan kepalanya dengan patuh. Dia segera membalikan badan dan menunggu suaminya melepas semuanya.


Rambutnya juga disisir oleh suaminya. Setelah semuanya selesai, Dedes langsung membaringkan badannya membelakangi suaminya dan mencoba untuk memejamkan matanya.

__ADS_1


Dedes membuka matanya saat tadi merasakan sebuah pelukan ternyata suaminya memeluknya dari belang "Tidurlah aku akan menemanimu "


Maaf ya yang kemarin malem aku lupa edit, sekali lagi aku minta maaf 🙏 🙏


__ADS_2