
Ace yang baru saja selesai mengantarkan pulang Ameera melihat mobil terparkir diluar rumahnya. Dengan malas Ace keluar dari dalam mobil dan menghampiri perempuan itu.
"Ada apa lagi kamu kesini "
"Aku kesepian, katanya kamu akan selalu menemaniku"
"Aku tidak pernah menjanjikan itu padamu"
"Aku ketakutan sekali, suamiku itu terus mencariku. Aku selalu dipukul tolong lindungi aku Ace "
"Kamu lapor polisi saja, aku tidak bisa melindungimu. Lebih baik kamu pergi ke keluargamu atau mungkin saudara terdekatmu, aku ini bukan siapa-siapamu jadi jangan terlalu berharap lebih padaku"
"Tapi, aku hanya percaya sama kamu "
Ace malah tertawa "Hanya percaya padaku benarkah, tapi aku tak yakin. Sudahlah sudahi sandiwara mu itu. Sampai kapan pun aku tak akan pernah mau dengan kamu, aku tidak akan pernah menemani kamu lagi minum kopi, atau makanan atau apapun itu. Ada hati yang harus aku jaga "
"Aku padahal berharap lebih padamu "
"Jangan lakukan itu, jangan pernah berharap lebih pada orang lain tidak baik. Lebih baik kamu pulang saja. Singkirkan mobilmu itu aku akan masuk kedalam rumah "
__ADS_1
"Ace bantu aku "
"Aku akan telfon polisi "
"Jangan, biar aku pergi saja "
"Baiklah silahkan "
Ace masuk lagi kedalam mobil dan menunggu mobil itu untuk pergi. Setelah mobil itu menjauh baru lah Ace bisa masuk.
...----------------...
"Ayah Tante Mita ga akan pernah kesini lagi kan. Aku takut dia akan balas dendam "
"Baguslah Ayah, aku takut nanti Tante Mita malah macam-macam sama Ayah. Dilihat dari tingkahnya Tante Mita itu orangnya nekat. Ayah ga masalah kan ditinggal Tante Mita"
Aldi mengusap rambut anaknya dengan sayang"Tentu saja Ayah tak masalah untuk apa kamu memikirkan itu. Yang ada Ayah senang sekali akhirnya kebusukan Mita bisa terbongkar juga. Ayah sebenarnya sudah curiga tapi masih Ayah tahan "
"Baiklah Ayah, aku takut Ayah tidak rela ditinggalkan Tante Mita "
__ADS_1
"Ayah senang sekali Ameera. Lebih baik sekarang kamu tidur ya sayang jangan terus memikirkan Ayah. Ayah baik-baik saja "
Ameera menganggukan kepalanya, memeluk Ayahnya sebentar dan masuk kedalam kamarnya. Ameera juga lelah ingin istirahat. Apalagi perutnya sudah kenyang tinggal istirahat saja.
Tadi juga Ace sudah mengabarinya kalau dia sudah sampai rumah. Hidup Ameera mulai sekarang akan selalu bahagia meskipun tidak ada sosok mamanya disampingnya tapi Ameera yakin Mamanya akan selalu ada dihatinya.
...---------------...
"Belum tidur Kevin "tanya Ace yang melihat anaknya sedang diam melamun di ruangan tengah.
"Belum Ayah terlalu banyak yang harus aku pikirkan, sampai-sampai aku tidak berpikir untuk tidur"
"Kenapa seperti itu "sambil menghampiri anaknya.
"Tidak ada Ayah, aku hanya terlihat egois saja padahal Ayah sudah mengurusku dari kecil, sudah mau menampung ku di rumah ini. Bahkan mengakui aku sebagai anak ayah tapi aku malah membalasnya seperti itu, dengan cara bersaing dan licik. Seharusnya aku malu dengan semua itu kan. Aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan pada ayah. Meskipun aku meminta maaf berapa kali pun itu tidak akan pernah cukup untuk Ayah, aku sudah terlalu mengecewakan Ayah seharusnya dari awal aku mendukung Ayah dengan Ameera kan bukannya aku malah bersaing dengan ayah"
Ace tersenyum kecil mengacak rambut Kevin "Tak usah minta maaf seperti itu. Ayah tahu kamu sedang labil makanya seperti itu. Lain kali jangan bersaing dengan licik bersainglah dengan sehat"
"Aku akan senang sekali melihat Ayah dan Ameera menikah. Aku ingin kalian bahagia"
__ADS_1
"Tentu, Ayah akan menikahi Ameera karena memang dari awal Ameera adalah belahan jiwa Ayah "
Kevin menganggukan kepalanya dan memeluk Ayahnya dengan erat. Kevin tak akan melakukan ini lagi, Kevin akan berubah. Kevin tak mau membuat keluarga ini pusing lagi hanya karena dirinya. Padahal dirinya ini hanya anak angkat saja.