Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 60 Aku tolak


__ADS_3

Saat melihat ada Kevin, Ameera putar balik. Ameera tak mau bertemu dengan laki-laki itu. Tapi Kevin malah mengejar Ameera.


"Ameera tunggu dulu ada yang mau aku bicarain "


"Apaan sih, udah ga ada yang perlu dibicarain yah "


"Yang kemarin gimana, tentang perasaan aku "


"Jelas aku tolak, aku langsung ditunjukin sikap kamu yang jelek. Ga inget tadi malam kamu bicara apa hah, kamu itu udah buat aku marah dan aku tahu sikap kamu seperti apa "


"Hah emangnya aku kemarin ketemu sama kamu, aku kan ga ketemu sama kamu "


"Tahu ah inget-inget aja sendiri jangan buat mood aku rusak gara-gara kamu pura-pura bodoh seperti ini "


Ameera melengos pergi dari hadapan Kevin. Kalau tidak pergi Ameera bisa meraup wajah Kevin atau mungkin membantingnya.


Kevin binggung dengan sikap Ameera yang seperti itu "Kenapa sih, padahal aku ga lakuin apa-apa "


Kevin mengecek ponselnya, mengecek siapa saja yang Kevin telfon tadi malam. Karena kalau sedang mabuk Kevin selalu menelfon siapa saja dan mengoceh padanya.


Alangkah kagetnya ternyata yang Kevin telfon adalah Ameera "Ya ampun kenapa bisa seperti ini, aku bicara apa kemarin sama Ameera aku harus jelasin semuanya sama dia "

__ADS_1


Kevin kembali berlari untuk menemui Ameera Kevin tak mau ditolak seperti ini. Ameera juga tak suka penolakan.


...----------------...


"Ekh kenapa nih senyum-senyum sendiri aja sambil mainin ponsel "


Ameera mendongakan kepalanya dan makin melebarkan senyumnya pada Agnes lalu memeluknya dengan erat "Aku lagi bahagia banget deh, pokoknya aku bahagia "


"Kenapa nih, jadian sama Kevin "


Wajah Ameera langsung cemberut "Engga ih, gila aja aku pacaran sama dia. Dia itu laki-laki nyebelin aku ga suka sama dia "


Ameera menarik tangan Agnes untuk duduk, mereka lalu berhadapan dan Ameera kembali bercerita saat mendapatkan sebuah pesan.


"Tampan banget malahan, sampai-sampai aku ga bisa berpaling dari siapapun. Aku begitu mencintainya "


"Jadi selama ini kamu udah punya pacar "


"Baru kemarin sih "


"Oh jadi kamu ga sama Kevin karena ada yang lebih dari Kevin nih"

__ADS_1


"Betul sekali, emang dari awal aku ga akan terima Kevin. Karena aku ga akan bisa berpaling dari dia. Dia ga akan bisa tergantikan oleh siapa-siapa "


"Siapa sih bikin penasaran aja, apakah anak sekolah ini "


"Tentu aja bukan, nanti juga kamu akan tahu siapa yang aku maksud, pokoknya dia spesial banget "


"Hemm, siapa ya kok aku makin penasaran ya klunya dong "


"Emm, dia itu tinggi badannya cukup besar tapi ga besar-besar banget terus rambutnya suka disisir rapih"


"Pasti dia lebih tua dari kamu kan bahkan jauh dari kamu"


"Betul sekali, coba kamu tebak siapa "


"Akan aku fikirkan dulu "


Ameera kembali melihat ponselnya dan kembali tersenyum sendiri. Kevin yang melihat Ameera sedang asik dengan ponselnya mengurungkan niatnya.


Kevin akan memberi waktu dulu untuk Ameera agar memikirkan semuanya dulu. Dan bisa memaafkannya sungguh itu bukan hal yang disengaja itu tak disengaja.


Apa saja sebenarnya yang Kevin katakan saat menelfon Ameera sampai-sampai Ameera marah seperti itu.

__ADS_1


Kevin harus bertanya pada temannya, pasti temannya tahu Kevin kemarin mabuk tidak sendiri tapi banyak yang mabuk juga. Tapi mereka tak separah Kevin.


__ADS_2