Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 34 Aku yang akan memutuskan


__ADS_3

"Ace kamu mau kemana malam-malam, kenapa meninggalkan Dedes sendirian. Kasian dia mau kemana "


"Mengundang orang tuanya "


"Biar mamah antar "


Ace menatap mamahnya dan mengelengkan kepalanya "Tidak usah, tidak usah diantar mamah lebih baik diam saja disini jaga calon istriku itu. Aku ingin datang sendiri dan melihat bagaimana reaksi mereka"


Ace langsung saja pergi, dia membawa mobil ayahnya. Hatinya begitu marah pada ayahnya Dela kenapa harus menganggap anaknya tiada, kenapa harus seperti itu.


Apakah tidak ada kata maaf sedikitpun, itu hanyalah masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan baik-baik tidak usah sampai seperti ini.

__ADS_1


Ace langsung saja turun dan naik kelantai apartemen keluarga Dela. Bahkan Ace tak mengetuk pintu dia langsung saja masuk.


Ace langsung duduk dan berteriak "Selamat malam nyonya dan tuan rumah "


Orang tua Dedes yang sedang ada dikamar langsung keluar. Mereka kaget ada Ace disini "Mau apa kamu anak berandalan, pergi dari rumahku tak sopan kamu masuk begitu saja kedalam rumahku "


"Hemm, begitu ya. Maafkan aku, aku tidak tahu mari kita membahas hal yang penting. Aku dan juga Dela akan menikah besok. Datanglah sebagai wali untuk Dela anakmu. Jangan membuat aku marah dengan kamu tidak datang "


"Aku bisa saja membunuhmu, aku tidak akan segan-segan membunuhmu ayah mertua, kamu telah membuat calon istriku menangis, aku tidak suka melihat dia menangis dan menderita. Aku siap masuk kedalam penjara lagi untuk bisa membunuhmu"


"Datang kesana atau aku akan datang kemari dan membunuhmu. Datang kerumah tuan Adyatma Mahavir dan nyonya Margareta pernikahan akan diadakan disana. Jangan membuat calon istriku itu menangis lagi "

__ADS_1


Ace langsung saja pergi, setelah mengeluarkan semua apa yang ada dalam fikirannya. Sebenarnya ingin sekali dirinya menghajar laki-laki tua itu, tapi dirinya berfikir dua kali lagi.


Sedangkan ibunya Dedes dia tersenyum senang anaknya akan segera menikah. "Kita akan datang kan"


"Tidak usah, aku tidak mau datang kesana. Biarkan saja mereka menikah tanpa ada wali. Tanpa aku datang kesana mereka tak akan bisa menikah. Aku ayahnya masih hidup "


"Kamu egois sekali, berbicara seperti itu, kamu hanya mementingkan hidupmu saja, tanpa memikirkan hari putri kita. Jangan egois jadi orang tolong fikir-fikir dulu. Aku akan tetap datang meskipun kamu tidak datang. Dedes adalah anakku dia masih hidup dan dia berhak bahagia"


Ibunya Dedes langsung saja pergi kedalam kamarnya meninggalkan suaminya. Ayah Dedes menatap foto sang anak. Dedes adalah anak yang begitu baik, dia anak yang sangat menurut sekali.


Diambilnya foto Dedes dan ditatap "Kalau saja kamu tak membuatku malu mungkin tak akan seperti ini. Kamu sudah membuatku malu dengan kamu yang datang kerumah laki-laki maka inilah akibatnya untuk kamu"

__ADS_1


"Aku menyayangi mu Dedes, tapi karena satu kesalahan yang kamu buat tak bisa aku memberikan maaf dengan cepat, aku masih kecewa dengan tindakan mu itu. Aku malu dengan semua orang yang ada disini "


Disimpannya lagi foto itu dan pergi masuk kedalam kamar. Untuk menemui istrinya dan membicarakan tentang semua ini. Dirinya yang akan memutuskan akan datang atau tidak.


__ADS_2