Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 56 Sudah tahu siapa Kevin


__ADS_3

Ameera juga sudah datang kesekolah langsung mencari keberadaan Agnes. Ameera akan bicara dulu dengan Agnes semoga saja Agnes tahu kan siapa Kevin sebenarnya.


Agnes kan satu angkatan dengan Kevin, pasti sedikitnya Agnes tahu kan tentang Kevin. Atau mungkin mereka pernah dekat kan.


"Agnes " teriak Ameera dengan semangat.


Ameera berlari kearah Agnes dan menggandengnya"Muka kamu sampai kayak gini gara-gara masalah kemarin. Aku kemarin cari kamu loh tapi kamu udah masuk mobil sama Kevin, aku juga telepon kamu tapi ga diangkat-angkat. Ini tas kamu "


Ameera mengambil tasnya dan memasukan buku pelajarannya yang dia tenteng tadi "Maaf kemarin aku emang langsung pulang dan disuruh langsung istirahat juga sama ayah. Jadi aku ga sempet pegang ponsel"


"Ya udah ga masalah kok, yang terpenting kamu baik-baik aja kenapa nggak istirahat aja kayaknya luka kamu juga masih parah. Ga usah masuk dulu kamu sehati dulu tubuh kamu "


"Ga bisa aku harus ke sekolah ada sesuatu yang harus aku selidiki. Mungkin kamu tahu sesuatu tentang yang ingin aku ketahui"


"Apa emang yang mau kamu tanyain, aku jadi makin penasaran deh "


"Kamu tahu ga sih Kevin itu sebenarnya anak siapa"


Agnes mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan dari Ameera "Maksud kamu tanya kayak gini apa. Kevin kan udah jelas-jelas anak pengusaha kaya itu"


"Ya maksud aku gitu dia itu anak siapa. Mungkin dia anak yang diambil dari panti asuhan atau mungkin apa gitu"


"Ada apa nih sampai-sampai ingin tahu tentang Kevin"


"Ya pengen tahu aja penasaran aja gitu"


"Kevin itu anak angkat, aku sih pernah dengar dari orang tuaku tapi aku juga nggak tahu pastinya gimana. Karena Ayah angkat Kevin itu nggak nikah lagi setelah istrinya meninggal. Memang kata mama aku waktu itu dia tunangan sama seorang perempuan, tapi nggak lama. Maksudnya langsung dibatalin dan mereka juga udah ga ada hubungan apa-apa lagi bahkan perempuannya udah nikah sama laki-laki lain"


"Gitu ya kirain aku Kevin itu anak dari istrinya yang pertama" Ameera terus saja memancing Agnes untuk berbicara.


"Ga dia itu anak angkat, soalnya kan keluargaku cukup dekat sama keluarganya Kevin. Jadi ya sedikit tahu orang tuaku mengetahui hal-hal tertutup dari mereka sih"


"Oke deh makasih ya Agnes"

__ADS_1


"Kenapa nih kamu suka sama ayahnya ya "


Ameera mengibaskan tangannya "Kamu ini ada-ada aja masa sih aku suka sama ayahnya Kevin, aku ini harusnya jadi anaknya bukan jadi istrinya. Kamu ini suka aneh-aneh aja "


"Ya siapa tahu kamu berminat gitu sama ayahnya Kevin, apa lagi Ayah Kevin kan belum nikah lagi terus dia juga ga kelihatan tua tuh kayaknya dia ngerawat banget tubuhnya biar tetap awet muda"


Ameera malah cengengesan"Ga deh kayaknya nggak dulu makasih"


Di dalam hati Ameera bersorak gembira ternyata selama ini Ameera salah paham, ternyata Ace masih menggenggam erat janjinya padanya. Apakah Ameera harus menemuinya tentu saja harus.


Karena banyak yang harus mereka bicarakan. Ameera juga ingin membicarakan segala hal dengan Ace, tentang hidupnya tentang masa depannya nanti bagaimana.


Mungkin memang hatinya ini tak bisa untuk berpaling pada siapapun, sudah terikat dengan laki-laki yang selalu ada di masa lalunya. Dia satu-satunya laki laki yang menerima dirinya.


Ameera dan Agnes masuk ke dalam kelas, tapi di sana sudah ada Kevin yang duduk di meja Ameera dan Agnes. Ameera masih belum menyadarinya dia masih senyum-senyum karena mengingat akan bertemu dengan laki-laki yang selama ini selalu dirinya harapkan.


Agnes menjengkol tangan Ameera "Ameera itu kenapa ada Kevin ya, ada apa"


"Hah apa Kevin"


"Kamu ini kenapa tiba-tiba ada di kelasku, apa kamu salah masuk kelas gitu "


Kevin memberikan bunga mawar ke arah Ameera "Mungkin ini terlalu cepat Ameera, tapi kamu mau nggak jadi pacar aku"


Ameera diam seribu bahasa, apa Kevin menyatakan perasaannya. Sejak kapan dia suka pada Ameera. Kenapa harus seperti ini. Padahal kan Ameera mau menemui ayahnya Kevin.


"Kalau kamu belum siap nggak apa-apa kok. Aku nggak akan maksa tapi aku tunggu ya satu minggu lagi, kamu pertimbangin dulu aja apa kamu mau sama aku atau enggak. Kalaupun kamu nolak aku nggak akan marah kok"


Kevin menyimpan bunga itu di meja dan pergi meninggalkan Ameera. Sedangkan Agnes yang melihat itu sampai kaget kalau Kevin menyatakan perasaannya pada Ameera secepat ini. Padahal mereka baru bertemu"


"Ameera gimana kamu terima ?"


"Ga tahu, aku bingung aku belum mau pacaran dulu"

__ADS_1


"Ya terus ini gimana tiba-tiba Kevin kasih bunga dan kasih kamu waktu satu minggu buat jawab perasaannya"


Amira mengambil bunga itu dan membolak -balikkannya, lalu duduk dan memberikan bunga itu ke arah Agnes "Buat kamu aja bunganya. Aku nggak tahu bingung"


"Kenapa kasih aku, kamu kan yang dikasih nanti malah jadi salah paham sama Kevinnya. Udah kamu simpan aja kalau kamu emang ga mau sama Kevin bicara aja secara baik-baik. Pasti dia juga ngerti kalian kan baru ketemu"


"Hemm, aku mau ke rooftop dulu ya"


Ameera berjalan lunglai keluar dari kelas. Agnes juga tidak mau mengikuti Ameera karena sepertinya Ameera ingin waktu sendiri.


Setelah Amira ada di rooftop, Ameera mengeluarkan rokok yang selalu dia bawa kemana-mana. Diambilnya satu batang rokok dan juga pematiknya. Ameera menyalakan rokok itu dan menghisapnya secara perlahan.


"Kenapa malah jadi seperti ini. Padahal aku ingin menemui Ayahnya, aku nggak bisa buat bagi hati aku seperti itu. Dan aku juga nggak mau nyakitin di antara mereka. Terus aku harus gimana terima Kevin gitu, ya ga mungkin juga karena hati itu nggak bisa dipaksain kan"


"Tapi yang penting aku harus temuin Ace dulu. Aku harus ketemu dulu sama dia untuk urusan Kevin belakangan aja deh"


Tiba tiba saja ada yang merebut rokok Ameera "Semua masalah itu nggak bisa diberesin sama rokok aja"


Ameera menatap perempuan yang ada di sampingnya" Emangnya selain rokok apa yang bisa beresin masalah dan lupain masalah "tanya Ameera dengan penasaran.


"Banyak kok, kamu bisa sharing sama teman kamu, kamu bisa minta pendapat sama teman kamu banyak lagi kok caranya "


"Ga semua masalah bisa dibicarakan sama temen dan semua masalah nggak bisa juga minta pendapat sama teman"


"Kenalin aku Karina "


Ameera menjabat tangan Karina "Aku Ameera, setelah kenalan kayak gini kamu mau laporin aku ke ruang BK kayak Tiara waktu itu"


"Enggak lah ngapain, bagi satu aku juga lagi pengen sebat nih"


Ameera tertawa mendengar ucapan Karina "Tadi kamu sendiri yang buang rokok aku, tapi sekarang kamu minta rokok aku "


"Hehehe buat terlihat kayak anak baik aja "

__ADS_1


Ameera memberikan satu batang rokok dan pematiknya. Ameera juga mengeluarkan satu untuknya sendiri.


__ADS_2