Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 57 Kita bertemu


__ADS_3

Ameera pulang sekolah langsung saja pergi kearah apartemen Ace. Memang sekaranglah janjinya itu. Sesuai dengan surat yang Ace berikan.


Ameera sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ace. Tak sabar ingin bicara banyak dengannya. Tak peduli mereka sudah berbeda usia yang terpenting hati mereka masih sama kan.


Ameera menghentikan sebuah taksi dan masuk kedalam memberikan alamatnya pada Pak supir. Selama perjalanan senyum Ameera tak pernah luntur.


Ameera sudah sampai, Ameera menatap bangunan apartemen yang sudah berubah. Banyak sekali perubahannya.


Ameera sampai menangis melihat tempat tinggalnya dulu. "Aku dulu sangat menjauhi tempat ini, tapi sekarang aku datang kemari "


Ameera berjalan dengan perlahan, Ameera menatap sekitar yang sudah berbeda. Ameera jadi ingat dengan ibu dan ayahnya apakah mereka masih ada.


Ameera memencet nomor lift dan menunggunya. Jantungnya sudah berdebar tak karuan. Ameera sangat takut sekali.


Takut kalau Ace tak mau kembali bersamanya, kalau Ace akan mengatakan hal yang menyakitkan padanya. Saat sudah ada didepan pintu apartemen Ace, Ameera diam.


Ameera mengatur nafasnya terlebih dahulu lalu menghembuskannya perlahan. Ameera memencet belnya. Tak butuh waktu lama pintu langsung dibuka.


Tangan Ameera langsung ditarik dan tubuhnya langsung dipeluk. Ameera mengenali wangi ini, tubuh ini Ameera langsung menangis.


"Aku sudah yakin kalau itu benar-benar kamu, aku tidak pernah salah kamu itu masih ada, kamu masih hidup dan kamu pasti akan kembali sama aku"


Ace melepaskan pelukannya, menangkup wajah Ameera dan mencium kening Ameera beberapa kali. Ace juga sama dia menangis bahkan tangis Ace begitu memilukan untuk Ameera.


Ameera baru pertama melihat Ace menangis seperti ini. Mungkin saat kematiannya Ace yang paling histeris. Pasti dia menangis seperti ini juga.


"Pertama kali aku melihat kamu aku yakin kalau itu kamu, tapi kamu yang memang tidak mau kenal dengan aku. Tapi aku yakin kamu akan mau bertemu dengan aku nantinya dan sekarang terwujudkan kamu datang padaku sayang "

__ADS_1


Kembali Ace memeluk Ameera dengan erat, Ameera pun sama memeluk Ace dengan sama eratnya "Aku takut, aku takut kalau kamu tidak mengharapkanku lagi. Yang aku tahu kamu mengkhianati aku, yang aku tahu kamu menikah lagi dan punya anak"


Ace melepaskan pelukannya dan membawa Ameera untuk duduk di kursi paling depan "Mana mungkin aku membohongimu. Mana mungkin aku menghianatimu dengan menikah lagi dengan perempuan lain. Aku sudah janji kan padamu kalau aku tidak akan pernah menghianatimu"


Ameera menundukkan kepalanya, ternyata benar Ace benar-benar setia padanya, hanya padanya saja. Dagu Ameera dinaikkan oleh Ace dan pandangan mereka langsung bertatapan "Malah aku yang takut, aku sangat takut sekali "


"Takut apa "tanya Ameera sambil membelai wajah Ace yang sudah lama tidak dia lihat dan audah lama tidak dia pegang. Bahkan Ace sampai memejamkan kedua bola matanya merasakan sentuhan yang diberikan oleh Ameera.


"Takut kalau kamu tidak mau bersamaku. Kalau kamu memilih yang seumuran dengan kamu. Takut kamu menolak aku karena sekarang umur kita sudah sangat berbeda, kita sangat beda jauh kamu masih sekolah sedangkan aku sudah tua seperti ini"


Ace membuka matanya dan menggenggam tangan Ameera "Aku sangat mencintai mu Dela. Aku tidak mungkin meninggalkanmu dan menghianatimu, di hatiku hanya ada kamu saja tak ada yang lain dan tak akan pernah bisa tergantikan "


Ameera yang mendengar itu menangis lebih keras lagi, selama ini Ameera salah sangka. Selama ini Ameera menganggap Ace akan menghianatinya dan menikah dengan perempuan lain.


"Jangan menangis ya "


"Aku merasa bersalah padamu. Aku menganggap kamu dulu menghianatiku tapi ternyata kamu masih setia menungguku. Aku juga tidak menyangka kalau aku akan terlahir kembali dan menjadi remaja seperti ini kamu lihat aku berbeda kan"


Ameera tersenyum dan memeluk Ace kembali, Ameera begitu rindu dengan tubuh ini, tubuh yang selalu menjaganya tubuh yang selalu menjadi sandaran hidupnya.


"Tolong jangan tinggalkan aku "gumam Ace


Ameera mendongakan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya "Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, hatiku tidak akan pernah berpaling pada siapapun"


"Aku bahagia mendengarnya Delana, aku bahagia sekali. Ini adalah saat-saat yang aku tunggu "


Ace mencium pucuk kepala Ameera cukup lama, mereka saling tatap lagi lalu tertawa. Rona bahagia terlihat di wajah mereka berdua.

__ADS_1


...----------------...


Kevin yang dari tadi mengikuti kemana Ameera pergi, tersenyum sumbang saat melihat Ameera tangannya ditarik oleh seseorang yang masuk ke dalam apartemen. Kevin yakin itu tangan laki-laki, tidak mungkin tangan yang lain.


"Apa alasannya ini Ameera tidak langsung menjawab, apa dia punya pacar. Apa selama ini dia punya hubungan dengan laki-laki lain ? "


Kevin tidak menyusul bahkan mengetuk pintu apartemen itu, tapi Kevin turun lagi dan masuk ke dalam mobilnya. Padahal Kevin berharap besar sekali kalau Ameera akan mencintainya akan memberikannya kesempatan untuk menjadi kekasihnya.


"Kenapa aku tiba-tiba bisa mencintai Ameera. Padahal kami berdua baru bertemu apakah aku bersama Ayahku mencintai wajah yang sama laki-laki itu apakah ayah ? "


Kevin yang penasaran segera menghubungi nomor telepon ayahnya. Langsung diangkat oleh ayahnya "Ayah sekarang lagi dimana, apa ayah sekarang sedang sibuk "


"Ayah lagi di kantor ada apa Kevin"


"Ga Kevin cuma nelpon aja, mau tanyain Ayah lagi di mana dan Ayah kapan pulang. Kevin tiba-tiba pengen bicara penting sama ayah"


"Mungkin Ayah pulang malam, selain mengobrol apa kamu mau nitip sesuatu, ada tugas yang harus membawa sesuatu nanti ayah belikan Kevin"


"Tidak ada. Kevin hanya sedang ingin berbicara saja dengan Ayah nanti di rumah. Jadi Kevin minta ayah jangan pulang terlalu malam ya, kita harus banyak mengobrol ayah "


"Akan Ayah usahakan, pekerjaan ayah sekarang cukup banyak Kevin "


"Baiklah ayah jaga kesehatan mu"


Kevin mematikan sambungannya, ada di kantor berarti laki-laki itu siapa. Apakah Kevin harus bertanya pada Ameera tapi apakah itu tidak akan membuat Ameera marah, takutnya Ameera malah menganggap Kevin ingin tahu tentang hidup pribadinya.


"Sial sial kenapa harus kayak gini coba, Pokoknya besok harus punya jawaban dari Ameera. Ameera harus jawab perasaannya sama aku. Aku ga mau tunggu waktu lama lagi, aku ga mau tunda-tunda lagi"

__ADS_1


Kevin melajukan mobilnya menjauhi apartemen itu, mungkin minum-minum bersama teman-temannya seru kali, dari pada memikirkan tentang hal ini.


Ya itu lebih baik sejenak melupakan Ameera dulu. Nanti besok tinggal tanya jawabannya. Semoga saja Ameera menerimanya dan tak menolaknya. Kevin tak suka ditolak, Kevin ingin Ameera mau dengannya.


__ADS_2