
Dedes menatap suaminya yang datang, Ace duduk dan mencium tangan istrinya cukup lama. Mendongakan kepalanya menatap wajah pucat sang istri.
Begitu pucat sekali, Ace sampai sanggup melihatnya "Bagaimana Ace apakah ibu dan ayahku sudah kesini, apa dia sudah datang mana mereka aku ingin bertemu dengan ayah "
Ace diam, dia gagal membawa kedua orang tua Dela, bagaimana ini. Bagaimana menjelaskan pada istrinya "Aku_"
"Dedes "
Ayah Dedes datang dan langsung memeluk anaknya dengan erat "Maafkan ayah, maafkan ayah kamu sakit apa kenapa begitu pucat kenapa begitu banyak alat-alat seperti ini "
Mamah Ace yang melihat keluar Dedes datang menarik tangan anaknya untuk keluar, sebenarnya Ace tidak mau tapi mamahnya memaksanya.
"Biarkan mereka berbicara Ace "
Ace menganggukan kepalanya dan menatap istrinya dari balik kaca. Sebenarnya Ace ingin sekali selalu ada disamping sang istri, tapi dirinya harus mengalah dulu.
Dedes menatap ayahnya yang menangis "Jangan menangis Ayah, ini adalah takdirku mungkin aku harus hidup sampai sini saja. Terima kasih atas kasih sayang yang telah Ayah berikan padaku. Aku bahagia memiliki orang tua seperti kalian"
"Maafkan ayah, kalau saja Ayah tidak mengutukmu mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Semua ini tidak akan pernah terjadi. Kamu tidak akan pernah sakit ini salah ayah, ayah yang salah ayah minta maaf"
"Tidak usah minta maaf seperti itu Ayah. Doa yang selalu dipanjatkan oleh orang tua selalu dikabulkan oleh Allah. Dedes terima itu, Dedes tidak ada akan marah dengan apa yang Ayah lakukan. Jangan pernah melakukan ini pada Desi cukup Dedes yang seperti ini, Dedes tidak akan pernah membenci Ayah sampai kapanpun. Ayah akan selalu menjadi Ayah Dedes sampai kapanpun"
Ayahnya malah makin menjadi jadi saja menangisnya, ibunya juga sama menangis dia tak tahan. Kenapa tak dari awal dirinya tahu.
"Ayah minta maaf Dedes ayah minta maaf "
Dengan lemah Dedes menggenggam tangan ayahnya"Aku selalu memaafkan apa yang ayah lakukan, tapi ayah memaafkan ku kan atas apa yang aku lakukan. Aku sama sekali tidak melakukan apa-apa dengan Ace "
"Jangan bahas itu jangan, ayah salah disini ayah egois kamu bertahan ya "
__ADS_1
Dedes mengelengkan kepalanya "Dedes tidak bisa bertahan lama, tapi Dedes janji akan hidup kembali di kehidupan berikutnya "
Dedes menatap kedua orangnya, buram sekali Dedes akan menyimpan semua kenangan ini. Kenapa bersama orang tuanya.
Hatinya sudah tenang, ayahnya sudah memaafkannya. Bebannya sudah terangkat, perlahan mata Dedes tertutup dan alat disebelah Dedes sudah berbunyi keras.
Ayahnya dan juga ibunya yang kaget langsung melihat alat itu dan berteriak memanggil dokter "Dokter "
Ace yang masih menatap istrinya di jendela langsung terduduk dilantai, melihat keadaan istrinya itu "Maaf Dela "
Mamahnya Ace tak bisa menjawab dia juga menangis, dokter sudah masuk keruangan Dedes dan memeriksanya. Ace juga segera bangkit dan masuk kedalam ruangan.
Saat masuk itu selimut sudah diangkat sampai ke kepala Dedes "Maaf Ace, kami tidak bisa menyelamatkan Dedes"
"Suster tolong catat tanggal, jam kematiannya "
Ace kembali terjatuh, dia memukul lantai dengan keras "Kenapa ya Tuhan kenapa kamu ambil dia, kenapa aku tidak rela akhhh"
"Dedes bangun jangan tinggalkan ayah, maafkan ayah Dedes "
Ace bangkit dan menatap ayahnya Dedes "Ini gara-gara Anda tuan, kalau saja anda tidak menyumpahi Dela semua ini tidak akan pernah terjadi. Dia masih ada di sampingku keegoisanmu mengantarkan istriku untuk pergi selamanya. Apakah anda bisa mengganti semuanya apakah anda bisa membuat istriku kembali hidup dengan cara kamu memaafkannya. Apakah istriku akan hidup lagi"teriak Ace sambil mencengkram kerah kerah pakaian ayahnya Dedes.
"Ace jangan seperti ini Ace " teriak mamahnya yang tak mau ada keributan.
"Anda sudah tidak punya hak apapun lagi atas Dela, maka saat pemakaman Dela saya tidak akan pernah mengizinkan anda untuk datang ke sana. Silakan Anda pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi saya tidak akan pernah mengizinkan anda untuk datang. Saya kecewa dengan anda pergi dari sini"
Ayahnya Dedes mencium kening sang anak "Maaf kan ayah, ayah tak akan pernah memaafkan diri ayah"
Ayah Dedes langsung pergi, sebenarnya enggan tapi dirinya sudah sangat malu dengan keluarga Ace, dia juga sebenarnya ingin ada disamping anaknya tapi apa daya dirinya sudah tak mempunyai hak, dirinya sudah membuang anaknya itu.
__ADS_1
"Dela sayang, kenapa kamu meninggalkan ku, bukannya kita sudah banyak membuat rencana untuk berlibur jangan tinggalkan aku. Aku tak mungkin hidup tanpamu, jangan tinggalkan aku "
Ace memeluk erat tubuh sang istri, tak ingin melepaskannya. Ace tak akan pernah meninggalkan istrinya sampai kapanpun.
...----------------...
Pemakaman diadakan dirumah Ace, bahkan Dedes di makamkan ditaman rumah Ace. Disana penuh bunga seperti apa yang Dedes mau. Ace ikut turun dan menatap wajah sang istri untuk terakhir kalinya.
Air mata pun tak henti-hentinya keluar, Ace dibantu naik oleh ayahnya. Ace menatap istrinya yang mulai dikubur, Ace memeluk tubuhnya sendiri. Merasakan kepedihan yang amat begitu besar.
Ace sampai membalikan badannya saat melihat istrinya makin dikubur dan tanah makin penuh "Ace yang kuat " ucap mamahnya.
Tapi Ace tak bisa, air matanya terus saja mengalir bahkan sampai sesegukan. Ace tak bisa menahan rasa sakit ini. Lebih baik dirinya yang pergi dari pada harus Dela.
Pemakaman sudah selesai. Semua orang sudah pulang tinggal keluarga Ace saja "Ace ayo masuk kamu harus istirahat "
"Mama saja yang istirahat. Mama juga sudah lelah kan Ace akan istirahat di sini bersama Dela istri Ace. Ace tidak akan pernah meninggalkan Dela "
Tangan mamahnya ditarik oleh suaminya "Sudah kita beri waktu dulu pada Ace "
Mamahnya Ace menganggukan kepalanya dan masuk kedalam rumah. Sedangkan Ace memeluk tanah merah yang masih basah itu. Mencurahkan semua kesedihannya.
"Kenapa harus secepat ini, kenapa kamu harus pergi kenapa kamu tinggalin aku "
"Aku ga bisa tanpa kamu, kenapa ga aku aja. Dela aku tak pernah sedalam ini mencintai seseorang. Kamu ada perempuan pertama yang aku cintai begitu dalam, tapi kenapa maut harus memisahkan kita. Kenapa kita harus berpisah"
"Aku tak tahu harus bagaimana sekarang menjalankan hidup ku ini, aku binggung aku kehilangan arah tanpamu" Ace meremas tanah merah itu.
"Kamu akan terus menjadi istri pertamaku dan terakhirku, aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Sampai kapanpun aku akan selalu setiap padamu "
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Dela, kasih sayangku tak akan pernah memudar sampai kapanpun "
Ace memejamkan kedua bola matanya, dirinya akan menemani istrinya disini kasian dia sendirian.