Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 55 Anak siapa Kevin


__ADS_3

Kevin malam ini juga sudah boleh pulang. Kevin dipapah masuk oleh Ace dan juga Tiara yang tak mau lepas dari Kevin.


"Tiara lebih baik kamu pulang deh, jangan terus sama aku" bentak Kevin.


"Kevin, ga boleh seperti itu kamu ga boleh membentak perempuan "


"Hemm, iya ayah tapi aku ga suka sama dia yang terus nempel sama aku "


Ace menatap Tiara yang memegang erat tangan anaknya "Tiara masuk mobil sebelah Om sudah menyuruh sopir untuk mengantarkan kamu pulang. Ini sudah malam tidak baikan kamu mengantarkan Kevin yang seorang laki-laki ke rumahnya nanti orang tua kamu malah mencari"


Tiara masih diam, "Ga masalah kok om, aku udah bilang sama mamah aku. Dia juga ga masalah "jawab Tiara dengan semangat.


"Tapi Kevin akan istirahat, dia butuh istirahat. Kamu juga ga akan bisa terus sama dia kan emangnya mau tidur sama Kevin ga mungkin kan, udah kamu cepet pulang Om udah sediain mobil atau mau Om tinggal aja di sini sekalian" Ace sudah sangat kesal sekali. Kenapa anak ini begitu menyebalkan sekali tak mau diberi tahu dan gotot sekali.


"Baiklah om aku akan pulang, aku pulang sekarang"


"Silahkan "


Ace membantu anaknya masuk, tapi Tiara masih diam disamping pintu "Pulang Tiara "


"Om " Tiara memasang wajah sedihnya.

__ADS_1


Tapi Ace tak peduli, Ace langsung masuk kedalam mobil dan menyuruh sopir untuk segera melajukan mobilnya dan pergi dari sini.


"Ist malah ditinggalin kenapa sih nyebelin banget. Padahal mau ikut "


Tiara berjalan kearah mobil samping dan segera pulang. Meski hatinya masih kesal dengan sikap ayahnya Kevin yang jutek seperti itu.


...----------------...


Ameera yang sedang makan tidak memakan makanannya malah memainkannya makanannya itu. Fikiran Ameera masih tertuju pada surat tadi. Surat yang Ameera buang.


"Kalau emang ga suka sama makanannya ga usah makan, malah diaduk-aduk kayak gitu mubazir. Aku itu masak dengan senang hati dengan penuh cinta malah dimainkan saja "


Ameera tersadar dari lamunannya dan menatap ibu tirinya. Hanya mereka berdua dirumah ayahnya belum pulang mungkin masih banyak pekerjaan yang harus ayahnya kerjakan.


"Kenapa kamu sangat membenciku Ameera apa salahku sampai-sampai kamu membenciku seperti itu. Bahkan kamu tidak mau memanggilku ibu"


Ameera membalikan badannya "Kamu bukan Ibuku, lalu apakah aku pantas memanggilmu dengan sebutan Ibu. Ibuku hanya satu, tetap akan mamah Dita dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun dan aku tidak akan pernah mau memanggil mu Ibu sampai kapanpun, jika kamu tidak suka tidak masalah"


"Tapi aku sudah menikah dengan ayahmu. Berarti kamu harus memanggilku ibu suka ataupun tidak, ibumu sudah tiada Dita sudah menyatu dengan tanah"


"Sekali aku bilang tidak ya tidak, Mamaku akan selalu ada dalam hatiku dan ada disini, meskipun dia sudah tiada sekalipun. Aku tidak suka dengan sikap arogan mu itu. Jadi jangan terlalu macam-macam denganku siapa tahu nanti aku ingin menyingkirkanmu kan"

__ADS_1


Ameera terus saja memandang ibu tirinya. Tak ada jawaban apa-apa lagi dari ibu tirinya itu. Ameera lantas pergi dari tempat makan dan masuk kedalam kamarnya.


Pertama yang Ameera lihat adalah kertas yang sudah Ameera buang dan juga barang-barang itu. Ameera belum membereskannya.


Ameera mengunci pintunya dan mengambil baju kebayanya. Mencobanya kembali. Ameera tersenyum, mengigat saat dirinya dulu memakai pakaian ini dan hatinya begitu bahagia sekali.


"Masih cantik dan bangus, apa kamu merawatnya dengan baik"


Ameera duduk dimeja riasnya, menyisir rambutnya dan membiarkannya tergerai begitu saja. Air mata Ameera tiba-tiba turun.


"Kenapa dulu aku harus tiada dan terlahir kembali, kalau saja aku tidak mempunyai penyakit itu mungkin aku akan masih hidup dan sekarang aku dan juga Ace sudah mempunyai anak kan"


"Anakku akan seumuran denganku. Tapi aku yakin Ace sudah menikah mana mungkin ada Kevin kalau Ace tidak menikah kan, aneh sekali kalau seperti itu"


Ameera berpindah kearah tempat tidurnya dan mencari tahu tentang Ace, keluarga Ace semuanya tapi disini tertulis Ace sudah menikah.


Ameera terus mencari data-datanya nama istri Ace, alangkah kagetnya saat melihat sebuah nama yang tertera disana.


Nama istrinya Ace adalah Delana Dedes Pitaloka. Ameera menyimpan ponselnya. "Jadi sebenarnya kamu ini menikah lagi atau tidak kenapa ada Kevin, kenapa ada dia "


Ameera memeluk gulingnya, rasannya pusing sekali memikirkan semua ini. Besok harus Ameera tanyakan pada Kevin. Kevin itu anak siapa.

__ADS_1


Tapi kalau seperti itu malah akan membuat Kevin curiga dan sakit hati juga. Apa perlu Ameera masuk keruangan guru untuk melihat data Kevin.


Hemm, sepertinya itu ide yang bagus. Semoga saja bisa berhasil atau mungkin tanya dulu Agnes siapa tahu dia tahu kan. Agnes selalu tahu.


__ADS_2