Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 77 Diusir juga


__ADS_3

Ameera datang sekolah dengan sangat lesu sekali. Masih khawatir dengan keadaan ayahnya. Takut kenapa-napa, tadi ayahnya langsung saja pergi begitu saja Ameera sudah bilang pada Ayahnya jangan dulu kerja tapi Ayahnya malah ingin tetap pergi.


"Kamu lagi mikirin apa sih Ameera, dari tadi terus aja kayak gitu melamun"


"Aku lagi khawatir sama ayah aku, takut kenapa-napa soalnya dirumah lagi ada masalah. Ini gara-gara Tante Mita, bener-bener dia itu membuat masalah aku kesel banget sama Tante Mita "


"Ameera boleh kita bicara, ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu. Aku ga akan lama kok cuman minta waktu kamu sebentar saja"


Ameera menatap Kevin yang ada dihadapannya. Mau apa coba ini anak. Udah pusing banget kepalanya malah datang masalah lagi. Bagi Ameera Kevin itu adalah masalah, Kevin itu adalah pembuat onar dalam hidupnya.


"Kalau mau bicarain tentang kamu yang suka sama aku udah deh aku udah capek banget, aku ga mau dengar lagi. Aku sampai kapan pun ga akan pernah mau sama kamu Kevin jadi jangan terus paksa aku ta"


"Engga kok bukan. Aku mau minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan sama kamu. Aku benar-benar menyesal. Aku emang cuman tertarik aja sama kamu. Aku malah udah bilangin ini itu sama Ayah kamu sampai-sampai buat hubungan kamu dan ayah aku hampir hancur maafin aku ya. Aku ga maksud kayak gitu kok "


Ameera mengerutkan keningnya. Apakah benar Kevin benar-benar minta maaf. Ameera takut ini hanyalah sebuah permainan saja. Ameera tak mau percaya begitu saja pada Kevin.


Kevin itu penuh dengan tipu daya. Kevin itu pintar memainkan peran. Jadi Ameera tidak mau sampai terkecoh dengan apa yang Kevin Katakana ini.


"Kamu lagi rencanakan apa Kevin, aku kok malah jadi takut ya sama kamu. Aku curiga sama kamu tahu "


"Aku ga lagi rencanakan apa-apa kok. Aku benar-benar mau minta maaf sama kamu. Aku udah salah banget. Seharusnya aku ga lakuin ini dan pisahin kamus sama ayah aku. Aku udah tahu ceritanya aku udah tahu semuanya. Perasaan itu nggak bisa dipaksain kan. Aku mundur dan ga akan pernah kejar kamu lagi. Tenang aja aku ga akan pernah muncul lagi dihadapan kamu"


"Iya emang, perasaan itu ga bisa dipaksain makannya ga boleh dipaksa-paksa nanti kedepannya malah ga bener lagi. Apapun yang dipaksakan ga akan pernah bener kan " jawab Ameera dengan jutek.


"Hemm, sekali lagi aku minta maaf ya atas apa yang pernah aku lakukan yang disengaja atau pun tidak. Aku janji ga akan ganggu hubungan kalian berdua lagi. Aku ga akan pernah jadi benalu lagi, aku akan dukung hubungan kalian. Kalau begitu aku permisi dulu ya. Makasih untuk waktunya Ameera"


Kevin langsung pergi begitu saja. Ameera menatap Agnes yang ada disampingnya "Agnes apakah kamu percaya dengan kata-kata Kevin, apakah dia benar-benar tobat dan ini bukan rencananya lagi. Aku malah makin waspada tahu sama dia, aku malah jadi takut sama dia "


"Aku rasa dia udah benar-benar tobat deh. Lihat aja dari tatapannya tadi, kalau dia memang belum tobat mungkin akan terus-terus kejar-kejar kamu kan. Untuk sekarang kamu percaya dulu aja kamu amati aja kalau sampai dia berbohong nggak usah dipercaya lagi sampai kapanpun, kasih kesempatan dulu aja sama dia"


Ameera setuju dengan kata-kata Agnes. Mungkin untuk sekarang Ameera harus percaya dulu kalau misalnya Kevin sudah berubah, tapi jika ini hanyalah sebuah kebohongan Ameera tidak akan pernah percaya lagi dan tidak akan pernah memaafkannya lagi. Meskipun nanti Ameera akan menikah dengan ayahnya.


Ameera tidak akan baik nanti pada Kevin, Ameera akan menjadi ibu tiri yang julid kalau sampai Kevin berbohong tentang minta maafnya ini.


"Hemm, iya juga aku akan coba percaya sama dia. Semoga saja apa yang dia katakan benar ya. Aku sudah tidak mau berurusan lagi dengannya. Aku pusing kalau sampai Kevin berulah lagi. Aku ga akan kuat nantinya "


"Iya Ameera, kita doakan saja semoga itu benar begitu, semoga Kevin benar-benar berubah "


Ameera membaringkan kepalanya dan sekarang Ameera memikirkan tentang rumahnya. Apakah hidupnya dan juga hidup ayahnya akan baik-baik saja. Tante Mira benar-benar telah membuat hidupnya terancam. Takutnya orang orang besar itu melukai ayahnya. Ameera tidak mau sampai itu terjadi.


Apalagi orang-orang itu tahunya kalau ayahnya adalah suaminya Tante Mita, pasti mereka akan terus meneror ayahnya dan datang ke rumah bisa saja mereka nekat kalau orang seperti itu kan tidak tahu situasi.


...----------------...


"Mas kenapa kamu keluarkan semua barang-barang aku. Aku kan udah minta maaf sama kamu tolong jangan lakuin ini sama aku, fikir-fikir dulu dong mas. Kamu ga kasian gitu sama aku"


"Aku sudah tidak mau lagi berumah tangga denganmu. Aku akan menceraikan mu Mita dan lunasi sana hutang-hutangmu aku tidak akan memberikan sepeserpun uangku untukmu, itu adalah hutangmu dan bukan aku yang harus membayar, jadi bawa para rentenir itu ke rumahmu. Aku benar-benar menyesal telah menikahimu Mita, aku memang bodoh telah menikahi perempuan penipu seperti kamu "


Mita langsung memeluk kedua kaki suaminya. Mita tidak mau sampai ini terjadi. Mita tidak mau diusir, Mita masih mau tinggal di sini "Aku minta maaf Mas, aku minta maaf, aku nggak akan pernah ngelakuin ini lagi. Aku benar-benar minta maaf ini bukan hutang aku ini hutang teman aku, aku kan udah jelasin sama kamu kenapa sih kamu ga percaya sama aku. Aku ini istri kamu loh"


"Ya udah kamu bawa teman kamu ke sini dan aku ingin dia yang bicara langsung kalau dia yang pinjem nama kamu dan bukan kamu yang hutang, kamu hanya sedang di permainkan saja olehnya ayo aku ingin buktinya dulu baru aku percaya. Aku tak akan pernah percaya lagi sama kamu Mita "


"Aku sudah bilang sama kamu kalau dia itu kabur, aku harus cari dia ke mana sedangkan orang rentenir itu akan datang ke sini. Nanti tolong bantuin aku dulu tolong bayar hutang aku itu dulu, aku bener-bener minta bantuan sama kamu mas. Kalau bukan kamu siapa yang bantu aku "


"Gila hutang 1 miliar minta bayar sama aku. Memangnya aku ini bank sampai-sampai melakukan itu. Aku tidak akan pernah melakukannya sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau, lebih baik kamu pergi dari rumahku Mita. Aku sudah muak denganmu aku ingin hidup bahagia dengan anakku saja jangan ganggu kehidupan kami berdua lagi, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Jauh-jauhlah dari aku "


Mita makin mempererat pelukannya itu. Mita benar-benar takut sekali hutang itu begitu besar dan Mita harus bayar dari mana. Kalau bukan Aldi yang membantunya siapa lagi. Laki-laki sialan itu tidak akan pernah bisa membantunya.


Dan mungkin saja benar apa yang dikatakan Mita kalau laki-laki itu sudah pergi jadi kalaupun sekarang Mita menemuinya bersama suaminya yang ada laki-laki itu akan membongkar semuanya, membongkar semua rencana Mita dari awal sampai sekarang dan perselingkuhan mereka juga.

__ADS_1


Mita sungguh serba salah di sini, membawanya ke sana tetap saja itu akan menjadi bumerang untuknya hidupnya akan sama-sama hancur juga kan, semuanya akan ketahuan laki-laki itu benar-benar licik sekali.


"Lepaskan kakiku. Aku tidak mau berbuat kasar pada perempuan. Aku punya anak perempuan dan aku tidak mau sampai dia terkena karmanya lepaskan dan pergi sekarang. Jangan membuat keributan disini. Aku sudah tidak mau dengan kamu "


"Tidak tolong maafkan aku mas, maafkan aku Aldi. Aku tidak akan seperti ini lagi atau tidak bantu bayar aku setengahnya, nanti aku akan bekerja untuk membayar hutang itu aku sungguh butuh sekali Aldi, kalau aku sampai pulang ke rumah yang ada Ibu aku akan shock dia akan jantungan. Apa kamu nggak kasihan sama ibu aku. Dia udah tua banget, kasian dia mikirin aku nantinya "


"Seharusnya kamu tanyakan itu pada diri kamu sendiri, apa kamu ga kasihan sama orang tua kamu. Emangnya buat apa uang sebanyak itu sampai-sampai harus pinjam sana sini. Kamu ini emangnya kurang, sama aku dikasih uang bulanan kan bahkan uang jajanmu sendiri berbeda.Aku memberikannya berbeda tapi masih saja punya hutang aku tidak peduli itu hutang siapa karena itu namamu, maka aku menganggap kalau itu utang kamu bukan hutang orang lain. Kamu ini benar-benar membuat aku malu Mita "


"Aku harus bagaimana membuktikannya padamu kalau itu memang benar-benar bukan hutang aku. Mana mungkin aku berani seperti itu, aku ga akan berani lakuin itu, aku juga ga butuh uang itu "


Mita terus saja membela dirinya. Mita tak mau apa yang selama ini dirinya perjuangkan malah hancur sia-sia, Mita harus mendapatkan dulu harta Aldi baru Mita bisa pergi dengan hati senang bukan seperti ini diusir sangat memalukan sekali.


Bukannya membaw uang Mita pulang, tapi membawa hutang. Hutang laki-laki gila itu. Memang harus diberi pelajaran dia itu.


"Sudah aku katakan tadi bawa orangnya kemari, aku tidak mau mendengarkan perkataan kamu yang itu-itu saja lebih baik sekarang pergi. Aku ingin istirahat. Aku tidak mau berurusan dengan masalahmu itu. Sedangkan aku tidak tahu menahu kan kalau aku memakan uang itu maka aku akan bantu tapi aku tidak sama sekali memakannya, aku bahkan memberimu nafkah yang cukup sekali tak kekurangan sama sekali "


"Atau mungkin selama ini kamu menikahi aku karena kamu ingin hartaku saja, kamu mendekatiku karena itu saja Mita "pikiran Aldi langsung ke sana.


Mita langsung menggelengkan kepalanya "Tidak itu tidak benar, aku benar-benar mencintaimu untuk apa aku melakukan itu. Aku nggak mungkin ngelakuin itu, aku menikah dengan kamu bukan karena harta. Aku menikah dengan kamu karena sayang sama kamu dan juga Ameera "


"Benarkah, lalu laki-laki yang dibawa ke rumah itu siapa, siapa yang kamu bawa ke sini. Kenapa tanpa seizinku. Memangnya aku mengizinkan kamu untuk membawa laki-laki ke rumah ini tidak kan, aku tidak pernah mengizinkan itu"


Mita langsung diam setelah mendengar kata-kata dari suaminya. Berarti Ameera benar-benar melihatnya dan sekarang Ameera membongkarnya. Ameera memang ingin menghancurkan rumah tangganya dari awal. Ameera itu memang tidak suka dengannya.


Ameera awas saja, kelakuan Ameera ini sudah membuat rencananya hancur. Mita akan membalas semuanya, bahkan lebih dari yang Mita rasakan.


"Beri aku kesempatan, aku tidak akan seperti itu lagi. Aku janji sama kamu. Kamu pengen jaminan apa dari aku, aku akan kasih semuanya sama kamu "


"Benar kan kamu selingkuh selama ini, jujur saja padaku. Tidak usah ada yang ditutup-tutupi lagi, aku sudah tahu semuanya "


"Tidak, aku tidak selingkuh. Aku sama sekali tidak selingkuh, kenapa aku harus selingkuh aku punya suami, suamiku mapan untuk apa aku melakukan itu. Ameera pasti salah faham "


Aldi yang muak dengan Mita segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon satpam yang ada di depan "Pak tolong bawa Mita pergi dari rumah saya. Dia sudah bukan lagi istri saya, jika sampai ada yang bertanya tentang Mita datang kemari tolong tolak, karena Mita sudah tidak tinggal di sini lagi kamu jelaskan saja semuanya dan beri alamat rumah Mita, aku sudah pernahkah memberikan alamat rumahnya padamu"


"Baik pak, akan saya lakukan apakah orang-orang itu yang berbadan besar tadi yang datang tadi pagi Pak "


"Iya orang itu. Kalau dia sampai datang lagi maka kamu usir saja dan beri alamat rumah Mita yang sebenarnya. Kalau masih tak mau pergi kamu telfon sama polisi biar mereka kapok "


"Baik Pak laksanakan"


Aldi langsung menyimpan ponselnya. Aldi memijat kepalanya yang pusing sekali, kenapa dulu harus tergoda dengan Mita dan menikahinya. Ternyata Mita selama ini hanya ingin hartanya saja bukan jatuh cinta pada Aldi. Aldi memang salah.


Tidak memikirkan dulu dan bodohnya juga kenapa baru 2 bulan berpacaran tapi Aldi sudah mau menikahinya, seharusnya Aldi tidak mau kan menolak itu semua memang cinta bisa membuat buta.


Aldi mendengar teriakan Mita yang melengking minta dilepaskan tapi Aldi tak peduli biarkan saja dia diusir oleh satpam-satpam komplek agar tahu rasa Mita itu.


...----------------...


Mita tidak pulang kerumahnya, dia pulang kerumah selingkuhannya. Mita langsung saja masuk, dan orang itu sedang bersantai saja sambil minum kopi.


"Kamu gila hah, membawa rentenir itu kerumah "


"Apa maksud mu aku sama sekali tak membawa rentenir itu kerumahmu. Mereka datang kesana ya "jawabnya dengan enteng.


Mita ingin sekali memukulnya "Kamu masih bertanya, dia datang ke sana dan membuat aku harus diusir dari rumah itu. Sekarang kita mau bagaimana mau bayar hutang dari mana itu semua gara-gara kamu ngutang banyak banget"


"Apaan sih uang segitu kecil buat kamu. Buat suami kaya kamu itu. Masa sih dia ga mau bayarin "


Mita langsung melempar tasnya kearah laki-laki itu "Lihat aku diusir dan tidak membawa apa-apa hidupku sudah hancur tahu. Aku tak punya apa-apa sekarang. Kamu sudah menghancurkannya "

__ADS_1


"Cari saja laki-laki lain, gampang kan yang lebih kaya cari uang yang banyak untuk bayar hutang itu "


"Seharusnya kamu yang bayar bukan aku, sialan kamu ya enak-enakan kayak gini "


Laki-laki itu tersulut emosi dengan kelakuan Mita, didekatinya Mita dan dicekiknya leher Mita "Sialan ya kamu membuat aku marah, cari uang sana jangan malah marah-marah disini. Jangan pernah datang kemari kalau belum punya uang "


Cekikannya itu langsung dilepaskan. Mita terbatuk-batuk lehernya sakit sekali. Mita yang tidak mau mati muda segera pergi dari rumah itu.


"Dasar perempuan ga berguna datang kesini cuman buat marah-marah aja. Awas aja kalau datang lagi kesini aku bunuh dia "


Mita binggung banget harus kemana sekarang, Mita sudah diusir dan Mita juga tak berani pulang kerumahnya. Yang ada ibunya akan marah sekali, ibunya juga pasti akan mengusirnya.


Apalagi selama ini ibunya dibiayai oleh Aldi, pasti dia akan marah karena pemasukannya berhenti. Mita berhenti dipinggir jalan menatap jalan sekitar. Mita harus memikirkan rencana lain.


Bagaimana caranya mendapatkan uang Aldi, pasti Aldi tak jauh menyimpan hartanya itu, pasti masih disekitar rumahnya. Tapi sebelah mana ya yang belum Mita cek.


Mita harus mencuri semuanya. Ya Mita akan datang kerumah itu nanti malam. Mita tak akan menyerah pokoknya harta Aldi harus menjadi miliknya.


"Aku harus memiliki semua itu, kalaupun uang itu sudah ada di tanganku aku tidak akan membayarkan hutang itu, lebih baik aku kabur mencari tempat yang lain daripada bayar hutang 1 miliar sedangkan hidupku susah "


Mita menjadi bersemangat lagi, kalau perlu Mita mengajak seseorang untuk melakukan ini semua. Agar rencananya ini bisa berhasil. Kalau Mita sendiri akan ketahuan.


Meraka kan cuman tinggal berdua saja jadi gampang lah untuk melumpuhkan anak dan ayah itu. Mita tahu jam tidur mereka jadi akan aman rencananya pasti akan berhasil.


...----------------...


"Ayah benar baik-baik saja kan Ayah harus banyak istirahat, pokoknya harus selalu hati-hati pintu harus dikunci Ayah, takutnya Tante Mita punya pikiran buruk dan mau celakain Ayah, apalagi Ayah udah usir dia kayak gitu. Pasti dia akan dendam banget sama ayah "


"Iya tenang aja, ayah khawatir sama kamu, kamu pulang hati-hati Ayah jemput aja ya Ayah takut terjadi apa-apa sama kamu. Takutnya Mita datang ke sekolah kamu"


"Ga usah ayah, aku akan baik-baik saja. Ayah nggak usah khawatir ya sama aku, aku bisa jaga diri aku baik-baik kok ayah. Pokoknya ayah tunggu Ameera dirumah aja. Ameera ga akan pulang telat. Ameera akan pulang tepat waktu "


"Iya sayang ayah tunggu ya, selalu hati-hati ya Ameera "


"Iya ayah "


Ameera mematikan sambungannya lega ternyata ayahnya ada dirumah dan tidak pergi kekantor. Kasian ayahnya kalau sampai bekerja dengan fikiran yang seperti ini.


Tante Mita bener-benar sudah membuat kecewa. Kelakuan Tante Mita ini tak akan pernah bisa dimaafkan sampai kapan pun.


"Gimana udah tenang sekarang, mau makan ga sekarang, takutnya keburu bel Ameera "


"Iya sekarang udah tenang aku, boleh kita makan aja sekarang aku juga udah lapar dan lemes banget pengen makan aku butuh tenaga"


"Oke ayo kita ke kantin"


Agnes merangkul tangan Ameera, mereka pergi ke kantin padahal bel sebentar lagi akan berbunyi tapi karena perut mereka yang lapar itu tak membuat mereka kembali ke kelas.Perut adalah segalanya untuk mereka dan harus diisi sekarang juga tak boleh ditunda-tunda lagi.


"Kamu pesen yang biasanya Ameera "


"Iya aku pesen yang biasa aja"


Bel berbunyi tapi mereka berdua masih saja diam di kantin, mereka tidak akan pergi sebelum perut mereka kenyang. Agnes sekarang jadi ikut-ikutan seperti Ameera tidak terlalu mengikuti aturan.


Agnes ingin merasakan seperti Ameera, dan ternyata menyenangkan juga seperti ini. "Ini Ameera punya kamu dan ini punya aku "


"Makasih "


Mereka melahap makanan mereka dengan sangat semangat. Benar-benar perut mereka ini keroncongan dan kelaparan

__ADS_1


__ADS_2