Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 71 Tak mendapatkan apa-apa


__ADS_3

"Dita kamu ada disini "


Dita tersenyum pada suaminya. Aldi tak bisa mendekati istrinya hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Istrinya ini sangat cantik sekali. Malahan lebih cantik lagi.


"Dita kamu seperti mengerti saja kalau aku sedang bingung dengan anak kita, aku harus bagaimana. Aku bingung dengan semua keadaan ini"


"Semua jawaban ada dalam hatimu. Tapi tolong jangan pernah sakiti anak kita, hatinya begitu rapuh. Dia sangat takut dengan yang berurusan dengan kata kutukan dan juga sumpah serapah dari seorang ayah. Aku tahu kamu adalah laki-laki bijak dan aku yakin kamu tidak akan mengatakan apa-apa pada anak kita yang membuat hatinya sakit"


Aldi diam, kenapa istrinya tidak memberikan jawaban. Malah harus bertanya pada hatinya sendiri, Aldi sedang bingung dengan apa yang harus dia katakan nanti pada Ameera.


Apakah harus mengikuti permintaan anaknya atau tidak, karena Aldi juga tidak mau kalau Ameera menikah dengan laki-laki yang hampir seumuran dengannya.


"Kenapa jawaban kamu seperti itu. Aku butuh solusi darimu. Aku tidak bisa memutuskan sesuatu begitu saja. Aku butuh kamu Dita "


Dita malah tersenyum saja, lalu mengelengkan kepalanya "Aku tahu kamu adalah ayah yang baik dan bisa memutuskan segalanya tanpa harus ada aku. Aku yakin kamu bisa mengurus anak kita dengan baik. Aku sudah tiada aku pergi menitipkan anakku, jaga dia baik-baik jangan pernah sakiti hatinya. Karena kalau itu sampai terjadi maka aku orang pertama yang akan marah padamu "


Tiba-tiba Dita menghilang, Aldi langsung terbangun dari tidurnya. Aldi mengusap peluhnya. Ternyata cuman mimpi. Aldi melihat jam ternyata jam 12 malam.


"Huff aku sangat binggung Dita, tapi kamu tidak sama sekali memberikan aku solusi. Aku harus bagaimana. Kamu menyuruhku untuk menjaga hati anakmu tapi bagaimana, aku bingung harus berbicara bagaimana dengan Ameera "


Aldi kembali mencoba untuk menutup kedua bola matanya. Aldi tak mau tidurnya terganggu besok Aldi harus bekerja dan banyak pekerjaan yang harus Aldi kerjakan juga.


...---------------...


"Mau sampai kapan kamu hancurkan hubungan Ayah sama Ameera. Itu ga akan pernah terjadi Kevin, kamu malah akan sia-sia aja. Bukannya Ayah ga mau mengalah sama kamu tapi kalaupun Ayah mengalah. Apakah kamu bisa menjaga Ameera ? "


"Bisa, aku bisa menjaga Ameera bahkan lebih dari ayah. Aku bisa membuat Ameera lebih nyaman bersamaku. Aku bisa menjaganya jadi ayah beri aku kesempatan. Bukannya Ayah terus maju, ayah harus mengalah untuk anak sendiri. Jangan mau bahagia sendiri sedangkan anaknya malah terpuruk seperti ini"

__ADS_1


"Kamu itu mendapatkan Ameera bukan dengan cara yang benar, tapi dengan cara yang licik. Untuk apa kamu mengadukan Ameera kepada ayahnya, untuk apa kamu mata-matain Ameera. Memang ayah tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan. Ayah tidak mau bertengkar seperti ini dengan kamu Kevin, tapi kamu yang sudah membuat masalah dengan ayah"


"Maka dari itu lepaskan Ameera Ayah. Apakah Ayah tidak malu berpacaran dengan anak seumuran dengan Kevin. Ayah itu cocok menjadi ayahnya bukan menjadi pacarnya. Selama ini apa sih yang dipikirkan oleh ayah, ayah ini bukan remaja lagi dan ayah tak pantas jatuh cinta. Ayah itu hanya perlu memikirkan tentang masa tua Ayah saja "


"Kamu ga tahu tentang masa lalu ayah dan juga Ameera, jadi kamu ga akan pernah tahu bagaimana kita berdua menjalani hidup"


"Apa cuma karena Ameera mirip aja sama foto yang ada di dalam kamar ayah bukan berarti Ameera itu orang yang sama. Ayah itu udah keliru Ayah itu udah salah paham. Ayah itu terlalu terobsesi sama perempuan itu makanya menganggap Ameera sebagai perempuan yang sama, padahal mereka jelas-jelas berbeda tak ada samanya Ayah "


"Kamu ga tahu siapa sebenarnya Ameera. Jadi kamu ga usah banyak bicara lagi. Jangan ikut campur urusan ayah dan jangan pernah minta ayah untuk mundur, karena sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah mundur. Untuk apa Ayah mundur untuk kamu tidak ada gunanya juga, kamu melakukan semuanya dengan hal licik maka Ayah tidak akan melepaskan Ameera. Kalaupun Ameera bersamamu dia tak akan bahagia kamu tidak tahu bagaimana membuat Ameera karena kamu tidak kenal dalam siapa Ameera. Kamu hanya sedang tertarik saja pada Ameera bukan mencintainya "


"Ayah memang egois, memang benar-benar Ayah yang tidak baik. Ayah itu tidak pantas dipanggil ayah, tidak mau mengalah dengan anak sendiri hanya karena wajah perempuan itu sama dengan ada yang didalam foto, menganggap kalau meraka itu orang yang sama "


"Kalau mereka orang yang sama bagaimana ?"


Kevin diam lalu mengelengkan kepalanya seperti tidak percaya dengan ucapan ayahnya yang mengada-ngada ini "Tidak mungkin, tidak mungkin ada orang yang sama dan hidup selama ini. Kalau memang itu orang yang sama mungkin Ameera sudah tua dan sama umurnya seperti ayah bukan belasan sepertiku ini "


"Untuk apa aku mengorek masa lalunya, yang aku lihat sekarang itu masa depan bukan masa lalu Ayah. Jadi jangan memojokan ku dengan itu aku tahu ayah bisa mengetahui semuanya. Ayah itu punya uang yang banyak dan ayah bisa mengetahui semuanya"


"Memang kamu tidak tahu apa-apa, tidak tahu apa-apa tentang Ameera maka jauhi Ameera dan jangan pernah dekati dia lagi, karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa bersamamu"


"Ayah sangat egois sekali, aku benci ayah "


"Terserah "


Kevin langsung masuk kedalam kamarnya. Kevin benar-benar marah pada Ayahnya itu. Ayahnya sangat egois sekali memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa memikirkan perasaannya ini.


"Ada apa Ace sampai-sampai kamu bertengkar dengan anakmu sendiri. Kenapa harus seperti itu kalian bisa kan bicara dengan baik-baik. Kamu harus mengalah dengan anakmu itu Ace jangan egois seperti itu "

__ADS_1


"Mengalah untuknya, tapi dia melakukan hal yang salah. Untuk apa Mama. Mama jangan terlalu membanggakannya, mentang-mentang Mama tidak punya cucu lagi terus saja Kevin dibela. Dia itu harus diberi pelajaran tidak boleh didiamkan terus seperti ini, kalau dia terus seperti ini nanti kalau menjadi pengusaha dia akan melakukan hal itu. Dia akan melakukan hal licik "


"Memangnya apa yang anak kamu lakukan, apa yang dia lakukan sampai melakukan hal licik. Coba ceritakan pada Mama, Mamah sungguh tidak tahu tentang masalah kalian berdua. Karena Kevin pun tak pernah bercerita "


"Ini karena Delana dia menyukainya, Kevin menyukai wanitaku. Jelas-jelas aku tidak akan pernah mengalah sampai kapan pun aku sangat mencintainya dan aku tak akan rela kalau dia jatuh ketangan siapapun. Apalagi laki-laki licik seperti Kevin "


"Kamu jangan gila Delana itu sudah meninggal. Dia sudah tidak ada, kamu jangan mengada-ngada kamu belum minum obat. Lebih baik kamu minum obat dulu ya agar fikiran kamu lebih jernih lagi "


"Aku tidak butuh obat itu lagi, aku sudah menemukannya dia masih hidup. Jadi Mama jangan terus menyuruhku untuk minum obat aku baik-baik saja aku tidak sakit. Aku sehat Mama"


"Kalau begitu bawa dia ke rumah ini. Mama ingin melihat sendiri kalau dia benar-benar masih ada, mama tidak mau kalau kamu terus memikirkannya terus menerus. Dia sudah tiada bahkan kuburannya pun ada di belakang rumah, tak mungkin kan dia bangkit dari kuburnya "


"Aku akan bawa kemari, aku akan memperlihatkannya pada Mama. Tapi satu yang aku minta Mama jangan terus bela Kevin yang ada dia akan makin keras kepala dan seperti itu. Dia tak akan pernah berubah kalau terus dibela. Akan terus seperti itu nanti dia "


"Tapi dia kan anak kamu, ingat dia adalah anak kamu"


"Aku tahu, tapi dia terlalu egois sama seperti Ibunya. Aku tidak mau dia malah menjadi seperti itu, aku mengadopsinya untuk membuat dia menjadi laki-laki yang tangguh dan baik bukan menjadi orang yang licik seperti ini "


"Huff jangan bahas-bahas lagi tentang ibunya. Jangan buat dia sakit hati sudah nanti Mama akan berbicara langsung pada Kevin, mamah yang akan menasehatinya jadi kamu tenang saja. Kevin tidak akan melakukan itu lagi, dia tidak akan melakukan hal gegabah lagi asal kamu bawa perempuan itu, perempuan yang kamu anggap sebagai Delana. Mamah ingin lihat dan berbicara dengannya ingin membuktikan sendiri "


"Baik, aku akan membawanya kemari aku akan membawa menantu Mamah lagi. Dia akan kembali ke rumah ini dan dia akan kembali ada di sampingku aku janji itu pegang kata-kataku itu "


"Akan mamah tunggu, mamah tunggu dia datang dan menceritakan semuanya tentang kalian dulu "


Mamah Ace langsung pergi meninggalkan anaknya sendiri. Masih mencerna kata-kata dari Ace, apakah benar seseorang yang sudah meninggal bisa bangkit lagi. Ini begitu aneh sekali. Apakah Ace sedang menghayal.


Apakah anaknya itu anak seperti dulu lagi. Tidak jangan sampai itu terjadi. Sungguh dirinya tak mau melihat Ace yang terpuruk dan hidup tanpa arah. Rasannya tidak tega sekali. Hatinya begitu hancur saat melihat Ace seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2