
Ace memeluk Ameera dari belakang, mereka duduk di sebuah kursi panjang dan di balkon. Ameera begitu bahagia bisa berdua kembali dengan laki-laki yang begitu Ameera cintai, meskipun sudah terlewat beberapa tahun tapi Ameera tetap jatuh cinta lagi dan jatuh cinta lagi. Mungkin kalian ada yang seperti Ameera.
Jatuh cinta pada satu laki-laki berulang-ulang ternyata begitu membuat bahagia. Apalagi laki-lakinya setia dan tak pernah berpaling.
Ameera mendongakkan kepalanya dan menatap Ace yang juga sedang menatapnya, senyum Ameera begitu manis dan Ace juga begitu bahagia bisa kembali dengan pujaan hatinya yang sudah lama menghilang.
Ace selalu saja menangis di pemakamannya, tapi sekarang Ace bisa kembali memeluknya, menghirup wanginya dan Ace bisa kembali melihat senyumnya. Semua yang ingin Ace lihat sekarang sudah bisa Ace lihat lagi.
"Lihatlah bintangnya sangat banyak, apakah mereka juga ikut senang dengan kembalinya kita" tanya Ameera dengan begitu semangat.
"Iya pasti mereka senang kita kembali bersama Dela, kita sama-sama lagi dan kita bisa merajut kembali kebahagian kita"
"Tapi namaku sekarang Ameera, namaku sudah berumah sekarang "
"Tapi kamu tetap masih Dela yang dulu kan masih sama, tak ada yang berubah "
"Hemm, masih. Baiklah aku perbolehkan kamu memanggil namaku yang dulu saat kita sedang berdua saja seperti ini. Hanya berdua saja ingat jangan sampai keceplosan "
Ace mencium pipi Ameera dan menganggukan kepalanya "Iya, bagaimana dengan sekolahmu apakah semuanya baik-baik saja "
"Ya begitulah aku tidak terlalu berminat untuk sekolah, aku pusing sekolah terus"
"Kenapa seperti itu, kamu bisa mendapatkan banyak teman ku disana dan wawasan kamu juga bertambah"
"Semenjak Mamaku tiada rasanya duniaku hancur, tak ada lagi orang yang selalu ada di sampingku, menemaniku tidur, mendengarkan semua ceritaku. Memang Ayah ada tapi ayah kan sibuk dengan pekerjaannya aku tidak mungkin mengganggu pekerjaan ayah dengan aku yang terus berceloteh menceritakan ini dan itu. Sedangkan Ayahku sekarang menikah lagi dan aku tidak terlalu suka dengan ibu tiriku itu"
__ADS_1
Ameera diam sejenak, lalu kembali melanjutkan kata-katanya, Ameera sekarang ingin mengeluarkan isi hatinya pada Ace "Dan aku juga berpikir kalau Ayahku mungkin dulu berselingkuh dari Mamaku, sampai-sampai baru saja Mamaku meninggal 2 bulan tapi mereka sudah menikah. Apa menurutmu itu aneh kalau menurutku sih aneh"
"Mungkin mereka teman lama"
"Teman lama, kalau teman lama mungkin Mama tahu dan mama menceritakannya padaku, tapi ini tidak. Aku sangat penasaran dengan kisah mereka tapi aku tidak berani bertanya pada ayah aku takut menyinggung hati Ayah. Hanya dia yang sekarang aku punya"
"Sekarang aku ada di samping Dela "
"Hemm, iya kamu akan selalu ada di sampingku. Oh ya kamu tahu kabar tentang orang tuaku orang tua Delana yang dulu"
"Tentu aku tahu"
Ameera yang sangat ingin tahu segera membalikan badannya berhadapan dengan Ace "Lalu mereka sekarang di mana, apa mereka baik-baik saja. Apakah mereka sehat-sehat saja kan " tanya Ameera dengan semangat.
"Ayah kamu sakit-sakitan, 1 tahun yang lalu dia sudah tiada sedangkan ibu kamu dibawa sama adik kamu Desi ke Amerika. Ayah kamu sangat terpuruk dengan kematian kamu dulu. Bahkan dia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi padamu"
Ameera kembali menangis, kenapa dulu Ameera tidak datang saja ke sini untuk melihat keadaan kedua orang tuanya itu. Mungkin ayahnya tidak akan sakit kan, padahal Ameera waktu itu sudah memaafkan semua kelakuan ayahnya itu, karena sumpah dari ayahnya itu dirinya meninggalkan tapi Ameera sungguh sudah memaafkannya. Karena Ameera tahu itu takdir dari Tuhan "
Ace langsung mengusap air mata Ameera "Semuanya sudah terjadi, nanti kita pergi ke makam ayahmu ya kita pergi ke makam Pak Broto"
Ameera menganggukan kepalanya lalu merogoh ponselnya yang berdering, ternyata ayahnya yang menelpon ayah Aldi "Hallo ayah ada apa "
"Kamu ini di mana, ini sudah jam 08.00 malam. Biar Ayah jemput kamu masih di sekolah atau di mana. Ayah begitu khawatir saat pulang kamu tidak ada dirumah "
Ameera menepuk dahinya "Maaf Ayah aku sekarang pulang, tadi aku ke rumah temanku dulu. Sekarang aku pulang, ayah ga usah jemput aku, aku dianterin kok Ayah. Tenang aja aku pulang kok sekarang ayah"
__ADS_1
"Ayah jemput aja ya, ayah khawatir sama keadaan kamu"
"Ga usah Ayah. Aku sama temen aku aja pulangnya ayah. Sekarang Ameera pulang dadah ayah sayang"
Ameera mematikan sambungannya dan menatap Ace "Bisa kamu mengantarkan aku pulang, Ayah pasti akan sangat khawatir sekali. Bisa-bisa ayah menelfon teman-temanku"
"Ayah kamu baik"
"Ayah baik, dia sangat baik sekali bahkan aku belum pulang pun pasti dia akan terus menelepon ku atau mungkin telat sebentar pun dia pasti akan menelponku , ya ampun ayahku itu sangat baik sekali"
Ameera segera bangkit dan mengambil tasnya, lalu mereka bergandengan tangan untuk turun ke bawah ke lantai bawah. Senyum Ameera pun tak pernah luntur dari bibirnya itu sama halnya dengan Ace mereka sama-sama bahagia dengan pertemuan mereka.
Pertemuan yang tidak diduga-duga. Ace pikir kalau Ameera tidak akan pernah datang, kalau Ameera tidak akan sudi untuk menemuinya karena fisiknya, karena umurnya sudah sangat jauh dengan perempuan ini. Mungkin umur Ace sama dengan ayahnya Ameera yang sekarang kan.
"Kamu ga akan pergi dari aku kan, kamu ga akan tiba-tiba menghilang"
Ameera mengalihkan pandangannya "Ga akan, kenapa aku harus pergi dari kamu. Udah ketemu kayak gini masa aku tiba-tiba aja pergi, aneh banget kan "
"Siapa tahu kamu tiba-tiba pergi"
"Ga akan, aku ga akan pergi. Asal kamunya juga ga pergi dan berjuang buat aku"
"Pasti aku berjuang buat kamu"
Ace membuka pintu mobil dan Ameera dengan senang hati langsung masuk disusul oleh Ace. Selama perjalan Ace mengenggam tangan Ameera dan menciumnya.
__ADS_1
Ameera hanya bisa menatap apa yang Ace lakukan, Ameera tidak bisa berpaling. Ameera senyum-senyum sambil membayangkan kalau mereka akan kembali bersama dan menikah kembali seperti dulu. Lalu hidup bahagia dan mempunyai anak.