Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 23 cerita yang sebenarnya


__ADS_3

"Ibu kenapa lama sekali di luar ada apa. Ibu tadi juga mengejar siapa" tanya Desi dengan berbisik saat ada di pelaminan.


"Tadi ada Dedes datang kemari tapi dia diinfus, dia pasti sakit. Ibu sangat khawatir dengan keadaannya tapi ayahmu malah mengusirnya"


"Kenapa ayah sampai mengusirnya,aku padahal ingin bertemu dengannya kenapa Dedes tidak menemuiku dulu, kenapa dia langsung pergi seperti itu. Padahal aku begitu ingin memeluknya "


"Kamu tahu sendiri bagaimana ayah kamu, sudah itu ada tamu. Kamu harus menyambut mereka. Nanti ibu akan cari tahu apa yang terjadi pada Dedes. Sudah ya kamu tenang"


Desi dengan wajah yang khawatir kembali lagi ketempat duduknya, saat ada tamu juga Desi mencoba untuk tersenyum meskipun sangat sulit sekali untuk tersenyum.


...----------------...


"Bagaimana kamu senang naik kincir angin "


Dedes menatap Ace dan menganggukan kepalanya "Iya aku suka senang sekali, ini untuk pertama kalinya lagi aku naik. Rasanya bahagia sekali, dulu aku sering naik bersama Desi kadang Ayah juga ikut naik"


"Mungkin ini untuk terakhir kalinya aku akan naik ini lagi, karena hidupku juga tidak akan lama lagi. Kamu tahu aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti padaku"


"Jangan berkata seperti itu. Aku tidak suka kalau kamu mengatakan kata-kata itu. Kamu pasti akan bertahan kamu pasti akan hidup lama aku yakin itu"


Dedes hanya tersenyum lalu menatap keluar "Lihatlah bintangnya begitu banyak ya untuk malam ini. Biasanya aku tidak melihat bintang sebanyak ini saat kita pulang jalan-jalan ataupun pulang kerja. Aku tidak pernah melihat bintang sebanyak ini apakah mereka nanti akan menyambutku"


"Ace nanti setelah aku tiada kamu hidup bahagia ya, cari perempuan lain yang akan membuatmu bahagia yang akan bisa menemanimu setiap harinya"


"Jangan katakan itu. Aku tidak akan pernah bahagia hidup dengan orang lain. Hidupku hanya akan bahagia bersamamu saja, jangan katakan apa-apa lagi aku tidak suka kalau kamu tiba-tiba membahas hal itu, kita sedang berobat, aku akan mengusahakan kamu akan selamat. Kamu akan hidup selalu disampingku, ingat itu kata-kataku "

__ADS_1


Lagi-lagi Dedes hanya tersenyum menyenderkan kepalanya didada Ace, entah kenapa itu sudah menjadi kebiasannya. Sangat nyaman sekali bersandar seperti ini pada laki-laki yang selalu menemaninya ini.


"Ace apakah aku boleh tahu tentang kamu yang kenapa bisa masuk kantor polisi di penjara selama itu. Apa aku boleh mendengarnya, tapi jika kamu tidak mau menceritakannya juga tidak masalah"


"Akan aku ceritakan semuanya padamu Dela. Aku akan menceritakannya padamu"


flashback on


Ace waktu itu masih berumur 16 tahun, dia baru saja pulang sekolah. Kemana bibinya kenapa tak ada disini. Biasanya bibinya selalu saja menyambutnya pulang.


"Bi kamu di mana"


Ace melangkah mencari bibi, bibi itu adalah pengasuhnya dari kecil. Ace sangat menyayanginya lebih dari pada ibunya. Karena selama ini dia yang mengasuh Ace dan selalu ada untuk Ace.


Ace membuka kamar bibinya, alangkah kagetnya Ace saat melihat bibinya sedang dilecehkan oleh seorang laki-laki, yang tak lain dan tak bukan adalah kakaknya Ayahnya.


Tapi ditangkis dengan cepat, pisau itu sampai terlempar jauh. Ace dicekik dan disudutkan ketembok"Jangan ikut campur kesenanganku Ace. Kamu hanyalah anak kecil tidak tahu apa-apa. Kamu hanya perlu diam dan bungkam saja"


Ace memegang tangannya itu yang mencekiknya nafasnya akan habis. Sedang ya bi Diah yang melihat asuhannya dicekik seperti itu mengambil pisau yang terlempar tadi dan menusuknya kepungung laki-laki itu.


"Akhhh "


Cekikan langsung terlepas. kembali Bi Diah menusukkan pisau itu ke perutnya dan juga ke dada laki-laki itu. Ace yang melihatnya kaget sangat takut dengan kelakuan bi Diah.


Bi Diah juga langsung melepaskan pisaunya dari tangannya. Melihat orang yang telah melecehkannya sudah tiada. Dia juga kaget kenapa bisa melakukan hal sekeji itu padahal tadi hanya ingin melepaskannya cekikannya saja pada Ace.

__ADS_1


Ace yang mendengar teriakan orang tuanya mengambil pisau itu, dan melumuri tangannya dengan pisau yang dia pegang.


"Ace apa yang kamu lakukan "teriak Ayahnya sangat lantang sekali


"Aku telah membunuhnya"


"Kamu gila Ace, dia adalah kakakku kenapa kamu malah membunuhnya, apakah kamu sudah tidak waras"


"Aku tidak suka orang ini ada di rumah, dia selalu saja membuat aku tidak nyaman dan mengolok-olok ku terus. Aku tidak suka dia ada di sini, aku muak padanya "


Bi Diah tak kuasa mendengar Ace yang berbohong pada ayahnya, malah membelanya dan tidak memberitahu tentang pelecehan ini "Tuan ini kesalahan_"


"Aku yang salah di sini Ayah, bibi hanya ingin membelaku di sini tapi laki-laki itu malah menampar bibi. Makanya aku kesal sekali dia sudah sangat keterlaluan" Ace langsung memotong kata-kata bi Diah.


"Hanya karena menampar saja, tapi kamu melakukan itu kamu membunuhnya. Kamu gila kamu akan dipenjara atas semua ini Ace dan aku juga tidak akan membelamu nanti di persidangan, aku akan memberikanmu pada polisi dengan suka rela"


Sedangkan ibunya Ace hanya bisa menangis dan memeluk suaminya. Mereka berdua pergi dari hadapan Ace dan juga Bi Dian serta mayat yang sudah tergeletak begitu saja.


Bi Diah langsung memeluk Ace dengan erat "Kenapa kamu melakukan ini, harusnya aku yang dipenjara Ace, di sini aku yang membunuhnya. Kenapa kamu mengatakan kalau kamu yang telah membunuhnya, aku harus memberikan keterangan yang sebenarnya aku tidak mau sampai kamu di penjara"


Ace langsung melepaskan pelukan bibinya itu lalu menatapnya "Jangan sampai kamu berbicara apa-apa Bi, aku tidak mau kamu dipenjara ini juga kesalahan laki-laki itu, tidak apa aku yang dipenjara saja. Aku yang akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi di sini. bibi hanya perlu tutup mulut saja jangan sampai bibi mengatakan apa-apa ya. Aku ingin bibi selamat. Aku sangat menyayangi bibi, aku tidak mau sampai Bibi di penjara. Jangan katakan apapun pada siapapun ingat itu bi"


"Tapi, aku tidak bisa meninggalkan kamu di penjara begitu saja Ace "


"Aku pasti akan keluar, aku pasti akan bisa keluar lagi bibi tenang saja. Bibi jangan pernah menceritakan apa-apa lagi pada siapapun ya ingat itu. Aku tidak mau sampai bibi nanti malah disalahkan dan dihukum lebih berat"

__ADS_1


Ace berkorban demi orang yang telah mengurusnya selama ini. Ace tak berfikir akan bagaimana dia dipenjara nanti.


flashback off


__ADS_2