
"Kenapa bisa seperti ini Ameera ada apa. Kenapa bisa kamu luka-luka kayak gini "tanya ayahnya dengan khawatir sambil menyetir mobilnya.
"Ga tahu tiba-tiba ada yang nyerang ke sekolah. Ameera juga ga tahu. Ameera cuman tolong teman aja"
"Kita pindah sekolah saja ya "
Ameera langsung mengelengkan kepalanya "Aku ga mau, aku cape ayah harus berkenalan sana sini. Aku ga mau pindah-pindah sekolah lagi "
"Tapi sekolah itu ga baik buat kamu "
"Ga mau ayah "
Ameera melipat tangannya dan membelakangi ayahnya. Kalau harus pindah lagi cape, harus kenalan lagi, harus beradaptasi lagi pokoknya cape banget deh.
"Ameera mau tetep sekolah disana ayah. Ameera ga mau kemana-mana sebentar lagi juga Ameera beres kan sekolahnya. Ga akan ada masalah lagi kok"
"Yaudah asal ayah ga mau lihat kamu kayak gini lagi"
"Hemm, "
"Mau kado apa sayang, selamat ulang tahun sayang maaf ya ayah ga bawa kue buat kamu, ayah tadinya mau beli kue tapi dengar kamu ada dirumah sakit ayah langsung ingin menemui kamu "
__ADS_1
Ameera membalikan badannya dan menatap ayahnya dengan bahagia "Aku kira ayah lupa dengan ulang tahunku "
"Mana mungkin ayah lupa, mau apa ayah beliin sekarang kamu mau kado apa. Mau apapun ayah akan turuti"
Ameera diam sejenak untuk memikirkan kado apa yang cocok untuknya. Tapi Ameera sudah punya semuanya. Ayahnya sudah membelikan semuanya apa ya yang belum.
"Apa ya ayah, aku binggung banget beli apa ya "
"Coba kamu fikir-fikir dulu pasti ayah beliin "
"Oke deh ayah, aku fikir-fikir dulu "
Ameera senang sekali ayahnya tak lupa dengan hari ulang tahunya. Ayahnya tak pernah lupa sih sebenarnya, apapun yang dirinya mau selalu dibelikan.
"Tiara lebih baik kamu pulang saja, sudah aku bilang kan ada ayah. Aku ga perlu ditungguin banyak orang udah kamu pulang saja "
"Tapi aku pengen tungguin kamu "
"Tapi aku ga mau "
"Udah Kevin, ga masalahkan kalau misalnya Tiara disini. Ayah mau keluar dulu ya kamu disini sama Tiara ayah ga akan lama "
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari Kevin Ace langsung saja keluar dari ruang inap sang anak. Tiara dengan semangat mendekati Kevin lagi.
"Udah aku bilangkan aku akan tetap ada disini. Aku akan temenin kamu "
"Masa bodoh "
Kevin membuka ponselnya dan memberikan pesan pada Ameera. Tiara yang ingin melihat Kevin mengirim pesan pada siapa langsung ditutupi oleh Kevin.
"Apaan sih jangan kepo deh "
Kevin mematikan ponselnya dan menyimpannya dibawah tempat tidur, lalu mencoba untuk memejamkan matanya.
Sedangkan Ace sendiri, sedang menemui seseorang "Kirim saja ke alamat ini, bilang saja dari orang spesial jangan sebut namaku "
"Baik pak, apa ada lagi "
"Sudah tidak ada, ini saja. Harus diberikan pada orangnya ya "
"Baik pak, saya pergi sekarang "
Ace menganggukan kepalanya, Ace melihat orang itu pergi. Ace akan memastikan sesuatu. Semoga saja apa yang dirinya lakukan benar tidak salah.
__ADS_1
Ace pergi kearah kantin memesan kopi hitam, kopi hitam adalah temannya dimana saat kesepian seperti ini. Hati dan fikirannya sedang ingin ditenangkan.
"Aku berharap kamu bisa mengigat aku dan itu benar kamu. Aku bahagia bisa bertemu lagi dengan kamu meski dengan umur yang berbeda jauh. Bahkan seperti ayah dan anak " gumam Ace lalu menyeruput kopi hitamnya sambil menatap kearah luar yang sedang hujan rintik-rintik.