Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 32 Kembali demi kebaikan


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai dirumah Ace, mereka langsung disambut dengan hangat. Dedes langsung dibawa pergi oleh ibunya Ace.


Sedangkan Ace sendiri sedang berhadapan dengan ayahnya, mereka hanya diam tapi ayahnya langsung berbicara pada anaknya. Dirinya tahu dirinya salah karena mendiamkan anaknya.


"Ayah kecewa padamu Ace. Kenapa saat keluar dari kantor polisi kamu bukan pulang ke rumah malah tidak pulang dan malah ke apartemen. Apakah Ayah perlu memohon-mohon padamu agar kamu pulang. Apakah ayah harus melakukan itu Ace. Ayah mau kamu pulang kesini langsung tak kemana-mana ayah dan mamah selalu menunggu kepulangan mu"


"Kurasa Ayah tidak menginginkan aku untuk pulang, jadi lebih baik aku pulang ke apartemen yang diberikan oleh bibi, itu lebih baik dan nyaman untukku "


"Kata siapa Ayah selalu menunggumu untuk pulang. Ayah ingin kamu ke sini berbicara sendiri dan meminta maaf atas apa yang telah kamu lakukan. Ayah tahu itu semua bukan kesalahanmu tapi setidaknya kita berbincang dan kamu mengatakan yang sesungguhnya. Ayah ingin hubungan kita baik-baik saja seperti dulu "


"Untuk apa, toh ayah juga udah tahu kalau semuanya itu bukan kelakuanku. Kakak ayah itu terlalu melecehkan bibi, itu sudah pantas dia terima untuk dibunuh, kalau tidak dibunuh dia akan melakukan hal itu pada perempuan lainnya"

__ADS_1


Ayah Ace mengusap wajahnya "Kembalilah ke rumah Jangan pergi-pergi lagi, tolong jangan tinggalkan Ayah dan juga mamamu itu, apalagi mamamu selalu menangis saat kamu di dalam penjara. Kamu adalah pewarisku Ace. Apalagi kamu akan mempunyai istri kan kamu harus mempunyai pekerjaan dan biaya untuk istrimu yang sakit "


"Tapi kalian berdua tak pernah menengok ku ke penjara, tak pernah melihatku sama sekali, kalian hanya asyik dengan kehidupan kalian berdua. Kalian tidak pernah mendatangiku, kalian tak pernah sayang padaku kan "


"Bukan begitu ada alasannya, kamu berdua selalu menyayangi mu Ace "


"Apa alasannya, sampai-sampai kalian tidak datang. Apakah alasannya akan masuk akal mungkin sekarang aku memaafkan Mama karena dia baik pada calon istriku karena dia mau menerima calon istriku tapi kalau pun tidak ya tak masalah aku akan tetap menikahi calon istriku itu. Aku akan terus bersamanya"


Aceh mengingat kembali tentang dirinya yang dipenjara, memang sangat bebas dan tidak ada yang berani padanya. Ace langsung menatap pada ayahnya "apa Ayah membayar mereka"


"Yah, aku ingin yang terbaik untuk kamu. Aku tidak mau kamu sengsara disana Ace "

__ADS_1


Ace diam, dia menatap wajah ayahnya yang sudah sangat tua. Kalau dipikir-pikir dirinya memang butuh banyak uang untuk menghidupi sang istri dan pengobatannya.


Dirinya harus menurunkan egonya dan menerima tawaran ayahnya saja. Dirinya harus terus membahagiakan istrinya apapun caranya.


"Bagaimana Ace kembali kerumah, aku ingin kita berkumpul lagi seperti semula ditambah dengan istrimu nanti pasti kita semua akan bahagia "


Ace akhirnya memutuskan, dia akan mencoba menjalin hubungan lagi dengan ayahnya. Semoga saja ini sesuatu yang baik.


"Baik aku akan kembali, aku akan mengambil alih perusahan seperti apa yang kamu minta "


Ayahnya tersenyum senang dan memeluk anaknya dengan erat sekali. Rindu sekali dirinya ini pada anak satu-satunya ini.

__ADS_1


__ADS_2