Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 70 Kamu akan tahu pulang kemana


__ADS_3

Ameera masih diam diruangan ayahnya. Ameera begitu takut kalau misalnya keluar apakah ayahnya tak akan mengusirnya ?


Ameera membuka sedikit pintunya, menengok kesana kemari takut-takut ayahnya sedang mengeluarkan pakainya tapi tak ada siapa-siapa.


Ameera yang tak mungkin terus diam diruangan ayahnya langsung saja keluar. Ameera berjalan dengan perlahan. Rumahnya begitu sepi.


Ameera sudah 2 jam didalam ruangan ayahnya. Ameera langsung saja masuk dan mengunci pintunya "Aku harus menelfon Ace "


Dengan cepat Ameera melakukannya, tapi langsung dialihkan menjadi Vidio call, Ace langsung tersenyum saat melihat wajah Ameera.


"Ada apa dengan kamu hemm" Ace seperti sudah mengetahui tentang kegundahan hatinya ini.


"Kevin udah buat ulah lagi, kenapa sih dia itu aku malah makin benci sama dia. Apa gunanya dia datang kesini "


"Apa yang dilakuin Kevin" tanya Ace yang memang tidak tahu apa-apa.


"Dia datang kemari dan berbicara pada ayahku kalau kita punya hubungan. Apa dia gila aku ingin bicara langsung dengan ayahku sendiri. Tapi dia malah menghancurkan semuanya "


Ace diam, dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja "Anak itu sudah makin menjadi-jadi saja. Biarkan aku nanti berbicara dengannya. Ayo kamu cepat tidur akan aku temani sampai kamu tidur"


Ameera membaringkan tubuhnya dan mengarahkan ponselnya kearah wajahnya "Jangan pikirin itu dulu ya. Lebih baik kamu istirahat" ucap Ace lagi.


"Gimana kalau ayah usir aku, aku takut apa yang pernah terjadi di masa lalu itu terjadi lagi. Aku bener-bener trauma dengan kejadian itu "


"Ga akan, aku yakin apa yang pernah terjadi sama kamu ga akan pernah terjadi. Kamu punya aku kan jadi kamu ga usah takut "


Ameera wajahnya begitu gelisah. Benarkah apa yang dikatakan oleh Ace. Kita tak akan pernah tahu kan bagaimana pemikiran orang lain. Kita hanya bisa menebak-nebak tanpa tahu isi hati yang sebenarnya.


"Udah nanti aku datang ke ayah kamu. Aku akan bicara sama beliau "


Ameera langsung mengelengkan kepalanya "Jangan, ketemu sama ayah, kamu mau masa lalu terulang lagi"

__ADS_1


"Ga akan, semua itu ga akan pernah terulang lagi kamu hanya perlu percaya sama aku. Aku jamin semuanya akan baik-baik aja dan satu lagi Kevin ga akan pernah ganggu kamu lagi "


"Kamu kenapa yakin "


"Tentu aku harus yakin, kita ini harus mempertahankan hubungan kita seperti dulu kita tak pernah menyerah mempertahankannya kan "


"Iya dan malah maut yang memisahkan kita "


"Hemm, jangan ingat-ingat itu lagi semuanya sudah selesai. Apakah kamu mau hidup denganku selamanya"


"Tentu, aku mau hidup bersamamu menghabiskan masa tua dengan mu "


"Tapi apakah kamu yakin, nanti aku akan sangat tua sekali sedangkan kamu masih segar dan bugar kamu masih cantik dan menawan apakah kamu yakin ingin hidup denganku ? "


"Tentu aku yakin, aku benar-benar yakin ingin hidup dengan kamu sampai nanti. Aku ga peduli kamu nanti tua aku akan tetap mencintai kamu. Mungkin kalau nanti aku tak hidup denganmu aku tak akan mungkin bahagia "


"Kenapa tidak bahagia "


"Karena setelah apa yang dilakukan oleh ayahku dulu, sumber kebahagian aku adalah kamu. Kamu yang selalu mendukung aku. Bahkan saat aku sakit kamu yang berjuang dengan aku. Masa lalu itu memang menyakitkan tapi dibalik itu aku juga bahagia karena bisa bersamamu diberi kasih sayang, kenyamanan dan dicintai dengan dalam olehmu "


Ameera yang mendengar itu jadi sedih, Ameera menganggukan kepalanya. Tempat pulangnya dari dulu adalah Ace. Ameera sekarang tak akan takut lagi. Ameera akan berjuang dengan Ace.


"Gimana sekarang apakah hati kamu udah tenang "


Ameera menganggukan kepalanya "Iya, aku sudah tenang. Saat berbicara denganmu aku merasa semuanya akan baik-baik saja. Aku tak akan memikirkan itu lagi "


"Bagus, aku senang mendengarnya sekarang kamu tidur ya. Kamu harus banyak berisitirahat "


"Tapi benar ya kamu akan menungguku sampai tertidur"


"Tentu, aku akan tunggu kamu sampai tidur. Aku ga akan tinggalin kamu "

__ADS_1


Ameera menganggukan kepalanya dan menutup kedua bola matanya. Rasanya Ameera seperti kembali seperti dulu ditemani tidur oleh Ace tapi ini bedanya lewat ponsel saja. Kalau dulu kan memang beneran Ace ada disampingnya. Tapi tak masalah.


...----------------...


Sedangkan Aldi, dia masih termenung diam dikamarnya. Menatap foto mending istrinya. Apa yang harus Aldi lakukan harus bagaimana berbicara dengan Ameera.


Aldi tidak mau membuat sakit hati Ameera. Aldi sudah berjanji pada mendiang istrinya akan selalu menjaga Ameera dan juga menjaga perasaannya.


Aldi juga tahu tentang cerita-cerita yang selalu Ameera katakan tadi. Mendiang istrinya selalu memberitahunya.


Tapi Aldi tak mungkin membiarkan Ameera berpacaran dengan laki-laki yang bahkan hampir sama umurnya dengannya.


"Aku harus bagaimana Dita tolong beri aku petunjuk. Aku binggung harus melakukan apa "


"Aku binggung sekali, aku takut salah bicara tanpa kamu aku ragu untuk memutuskan sesuatu untuk Ameera"


"Jika aku melarang Ameera dengan terang-terangan apakah Ameera tak akan marah padaku. Aku takut kehilangan Ameera Dita. Beri aku jalan Dita harus bagaimana aku ini, Ameera adalah satu-satunya yang aku punya setelah kamu pergi"


Aldi membaringkan tubuhnya dan memeluk foto istrinya. Semoga saja istrinya masuk kedalam mimpinya.


Bisa memberikannya pencerahan, tindakan apa yang harus Aldi ambil. Istrinya adalah orang yang bijak bukan seperti dirinya yang gegabah dalam mengambil sesuatu.


Sedangkan Mita yang ada dikamar sebelah malah jadi penasaran dengan suaminya itu. Kenapa harus mengunci pintu segala coba.


Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya itu. Kenapa malah jadi kepo seperti ini ya. Tapi dirinya acuh tapi sekarang malah kepikiran.


"Seharusnya aku bertanya tadi, takut-takut Ameera melihat pacarku yang datang. Aku yakin Ameera waktu itu sudah pulang, tidak mungkin kalau dia belum pulang. Karena tiba-tiba Ameera ada dikamarnya "


"Aku harus melakukan apa nanti, tapi tunggu kalau misalnya membahas itu aku akan langsung diusirkan oleh Aldi. Aku yakin itu, tak mungkin Aldi diam saja"


"Baiklah kita tunggu saja besok. Semoga aku akan baik-baik saja disini. Aku ga mau sampai harus diusir tanpa membawa apa-apa "

__ADS_1


"Aku harus mendapatkan dulu harta Aldi, dari awal aku datang kerumah ini untuk itu bukan yang lain"


Mita menarik selimutnya dan segera tidur. Kalau masalah itu terus difikirkan yang ada malah pusing jadi lebih baik didiamkan saja. Besok kita lihat apa yang akan terjadi dirumah ini.


__ADS_2