Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
27 Kemana dia sebenarnya


__ADS_3

"Mama dari mana jam segini baru pulang, nggak biasanya, ayah dari tadi udah telepon Mama loh tapi nggak diangkat-angkat. Kemana coba bikin khawatir aja, jangan kayak gitu dong sayang, aku khawatir dengan keadaan kamu "


"Tadi Mama ketemu sama Ace, jadi mamah harus memperbaiki semuanya, mamah ingin keluarga ini utuh lagi seperti semula. Mamah tidak mau hubungan kita ini berpisah begitu saja "


"Mau apa ketemu sama dia, ga akan ada gunanya juga untuk apa kamu ketemu sama dia, dia tidak mau menganggap kita lagi kan. Jangan temui dia ya nanti kalau malah sakit hati, Ace hanya ingin tinggal sendiri biarkan saja dia"


"Kata siapa dia sakit hati dengan kita, seharusnya dari awal kita membelanya seharusnya kita dari awal selalu datang untuk melihat keadaanya. Bukan hanya diam saja acuh seperti tidak mempunyai anak untung saja dia masih ada dan mengakui aku sebagai ibunya, aku tidak bisa meninggalkannya lagi satu lagi calon istrinya sedang sakit, aku kasian sekali pada anak kita itu, kenapa ujiannya banyak sekali seperti itu "


"Calon istrinya ? Apa ada yang mau dengan anak itu, dia kan nakal apakah ada yang mau menikah dengannya "


"Ya kemarin menolongku, mengambilkan dompetku dia adalah calon istri Ace, dia sedang sakit parah. Aku tidak tahu bagaimana nanti Ace kalau sampai ditinggalkan oleh Dela,naku tidak sanggup tolonglah berdamai dengan masa lalu, biarkan semuanya hilang aku tahu dia adalah kakakmu aku mengerti perasaanmu tapi di sisi lain ada Ace anak kita juga, kita sudah tahu pembunuh sebenarnya siapa, kita sudah tahu masalahnya apa. Tolong melunaklah hatimu sedikit demi anak kita, kasian dia tak punya siapa-siapa sekali kita, sebaliknya kita juga tidak punya siapa-siapa lagi nanti saat tua selain dia "


"Nanti kita temui anak itu kita temui dia, kita bertemu dengannya dan kita bertemu dengan menantu kita. Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin melihat perempuan baik itu, waktu itu tak terlalu lama kan kita bertemu dengannya. Dia perempuan cantik dan baik "


"Baik kita akan bertemu nanti, tapi jangan sekarang-sekarang, Ace masih sangat sedih jangan tambah kesedihannya lagi, biarkan dia menyelesaikan masalahnya dulu menyelesaikan semua kegundahan dalam hatinya, biar aku dulu yang masuk dalam hidupnya baru kamu nanti masuk dengan perlahan ya"


"Baiklah, temui Ace nanti. Aku juga ingin bicara dengannya sudah lama kita berdua tidak berbincang aku ingin bertemu dengannya "


Ibu Ace menganggukan kepadanya, dia melangkah masuk kedalam kamar untuk membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket sekali.


...----------------...


Ace yang sedang tidur di kamarnya dibangunkan oleh seseorang Ace menatap orang itu, ternyata Inspektur. Ada apa dia di sini Ace segera bangun.


"Ada apa Inspektur pagi-pagi ke rumahku, ini sangat pagi sekali bukannya waktu mengobrol aku masih mengantuk sekali "


"Ya aku tahu ini sangat pagi sekali, kamu sudah membuat warga di sini resah. Apa yang kamu lakukan semalam hah "


"Aku hanya membela sesuatu yang harus aku bela, memangnya aku salah, aku ingin keadilan. Apakah adil seseorang yang masih hidup tapi sudah dianggap tiada, sungguh aku ingin keadilan itu kamu bisa membantuku, untuk menegakan keadilan itu, aku butuh kamu aku sangat butuh bantuan kamu "

__ADS_1


"Kamu masih bermimpi. Ayo ikut aku ke kantor polisi, nanti aku akan memberikan teh hangat dan kamu bisa menjelaskan di sana, ayo cepat aku tidak punya banyak waktu di luar sudah banyak orang yang menunggumu, untuk aku tangkap cepat ayo keluar"


Ace digiring keluar dari apartemennya sendiri, di sana ada ayahnya Dedes dan juga beberapa warga. Mereka terlihat sinis pada Ace, tapi Ace tidak peduli dia dimasukkan ke dalam mobil dan pergi meninggalkan apartemen itu, selama di dalam mobil juga Ace hanya diam saja.


Tapi mulutnya ingin terus berbicara pada inspektur, ingin mengadukan suatu "Pasti yang melaporkan ku adalah laki-laki keras kepala itu kan, laki-laki yang berkumis itu. Dia telah membuat sesuatu yang menyakitkan dengan menganggap anaknya sudah tiada, kamu masih ingat perempuan yang aku bawa, dia yang dianggap tiada oleh ayahnya, ayo usut dia juga "


Inspektur hanya menatap Ace sekilas lalu kembali mengerti. Dia tak peduli dengan Ace yang berbicara apa tadi yang terpenting sekarang adalah Ace dibawa kekantor polisi.


...----------------...


Sudah beberapa jam Ace di sini, dia hanya duduk menunggu Inspektur yang sedang menulis "Apakah aku boleh meminjam teleponnya harus ada yang aku telepon dulu tolong mengertilah aku, tolong jangan seperti itu, mengertilah posisi aku disini "


"Tidak bisa duduk masih ada waktu untuk kamu, diam di sana jangan kemana-mana kalau kamu terus membantah kamu akan aku penjarakan, diam saja sebentar lagi juga akan berakhir jadi diam saja "


"Tolong ada sesuatu yang harus aku kejar mengertilah posisiku. Aku hanya ingin meminjam telepon itu. Sebentar aku ingin menelpon, aku tak akan macam-macam tolong, aku tak akan macam-macam aku janji itu pada kamu "


"Sudah kubilang kan, tidak bisa ya tidak bisa diamlah di sana jangan terus berceloteh seperti itu. Aku sedang mengerjakan tugasku. Jangan menggangguku aku tidak suka diganggu, ingat itu tidak suka diganggu "


"Penjara kan dia lebih baik penjarakan dia saja, dia selalu saja membantah "


Ace langsung digiring ke dalam sel, tapi dia menahan untuk tidak masuk "Aku hanya meminjam telepon kantormu saja, tidak lebih aku ingin menelpon sekarang. Kenapa tidak boleh hanya sebentar saja "


Ace bahkan mendorong polisi itu dan mengambil teleponnya, tapi tangannya keburu dipukul. Ace berlari dia kabur dari kantor polisi. Inspektur pun tidak bisa menahannya karena tadi dia sedang menulis dan fokus pada apa yang harus dia cek.


Ace terus saja berlari menghindari polisi yang mengejarnya, dia tidak peduli yang terpenting sekarang dirinya harus sampai ke rumah sakit. Dela sendirian dia pasti akan bertanya-tanya ke mana dirinya.


Jangan sampai Dela menganggap kalau dirinya ini akan meninggalkannya padahal tidak sama sekali, dirinya tak mungkin melakukan itu.


Ace terus saja menghindari semuanya, menabrak orang sana-sini dilemparin ini itu, tidak peduli yang terpenting dirinya bisa sampai ke rumah sakit itu satu-satunya yang sedang dia tuju sekarang.

__ADS_1


...----------------...


"Sudah lebih baik Dela, kamu bisa pulang sebenarnya aku tidak membiarkanmu pulang, tapi karena kamu ingin terus pulang maka tidak masalah aku akan membiarkan kamu pulang. Tapi kamu harus terus cek ke sini setiap hari"


"Iya dokter"


Oh ya mana laki-laki yang selalu ada di sini, biasanya dia selalu menunggumu tapi sekarang tidak ada pagi ini dia tidak ada ya, aku juga tidak melihat dia di luar kemana dia "


"Mungkin dia sedang ada pekerjaan dokter, jadi tidak bisa kemari. Dia bukan hanya mengurusi ku saja dokter "


"Kamu pulang ada teman kan, tidak pulang sendirian aku takut terjadi sesuatu nanti di jalan "


"Ada "Della berbohong dia berbohong tentang ada orang yang akan pergi bersamanya padahal hanya pulang sendiri tak ada yang menemaninya sama sekali.


"Baiklah ini untuk obat-obatnya ya, aku sudah membawakannya langsung untuknya ingat seperti biasa makannya teratur ya, jangan pernah telat minum obat"


"Ya dokter terima kasih"


Dedes segera keluar dari ruangannya. Dia berjalan dengan lesu. Kenapa Ace tidak ada bahkan Dedes tadi sudah menelponnya tapi tidak diangkat, lama-kelamaan ponsel itu malah tidak aktif ke mana.


Apakah Ace akan meninggalkannya, apa dia tidak mau lagi berada di sampingnya karena dirinya penyakitan.


Dedes duduk di depan rumah sakit menunggu Ace. Siapa tahu dia telat. Siapa tahu dia sedang terjebak macet kan Dedes menunggu dengan sabar, dia harus bertemu dengan Ace, jangan sampai nanti malah Ace ke sini dirinya pergi kan tidak enak.


Sudah beberapa lama Dedes menunggu Ace rapi tidak ada, Ace untuk datang, bahkan Dedes melihat jamnya terus-menerus bolak-balik melihatnya, tapi tidak ada Ace tidak datang ke mana dia.


"Sebenarnya kamu ke mana Ace aku menunggumu, aku ingin bertemu dengan kamu. Apa kamu meninggalkanku. Apa kamu sudah muak dengan aku yang penyakitan ini, kenapa harus seperti ini sih kenapa"


"Ace tolong jangan tinggalkan aku. Kamu hanyalah satu-satunya orang yang aku punya, kamu satu-satunya orang yang peduli padaku di mana kamu sekarang "

__ADS_1


Baru saja Dedes akan bangkit, tapi sudah ada yang menahan tangannya Dedes menatap orang itu dan tersenyum padanya.


__ADS_2