Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 66 Siapakah dia


__ADS_3

Ameera yang baru pulang, malah melihat ada mobil yang terparkir dihalaman rumahnya "Ini kan bukan mobil Ayah, ini mobil siapa ?"


Ameera masuk dengan mengendap-endap takut-takut bukan tamu Ayahnya. Benar saja kan bukan tamu Ayah. Lalu tamu siapa apa tamu Tante Mita tapi mana dibawa kemana oleh Tante Mita.


Ameera melangkah pergi kearah kamar Ayahnya. Ameera membuka sedikit pintu hanya ingin melihat saja. Karena Ameera tadi mendengar ada suara disini.


Ameera kaget saat melihat Tante Mita sedang berduan dengan laki-laki sepertinya mereka akan berbicara serius. Ameera harus tahu apa yang mereka bicarakan jangan sampai mereka melukai ayahnya.


Ameera bersembunyi dan masih membuka pintu itu sedikit mari kita bongkar siapa Tante Mita itu.


"Lebih baik kamu pulang, kalau anaknya Aldi pulang bagaimana bisa gawat. Apalagi kamu malah membawa mobil seperti itu "


"Kenapa memangnya dengan anaknya Aldi, kalau dia pulang dan memergoki kita, kita bunuh saja gampang kan tak usah takut dia itu hanya anak kecil saja "


"Benarkah, kamu tak mengenalnya. Sudahlah sana pulang "

__ADS_1


"Aku ingin kamu cepat-cepat mengakhiri hubunganmu dengan Aldi, ceraikan dia "


"Tidak bisa, aku tidak bisa begitu saja cerai dari Aldi. Ingat tujuan awal kita untuk menguras harta Aldi. Aku belum mendapatkan apa-apa dari Aldi "


"Sudah selama ini, belum mendapatkan apa-apa bagaimana kamu ini "


"Anaknya, penghalangnya adalah anaknya Aldi mengubah seluruh hartanya menjadi nama anaknya. Aku sudah menghasutnya untuk menggantinya menjadi namaku tapi apa tidak bisa malah kekeh atas nama anaknya "


"Semuanya tak ada yang tersisa ? "


"Iya, bahkan sertifikat rumah ini saja sudah beralih menjadi milik anak itu. Aku kira Aldi adalah laki-laki bodoh yang bisa aku tipu tapi nyatanya bukan sulit. Disini saja aku sering diawasi gerakku tak bisa leluasa"


Ameera yang mendengar nama mamahnya disebut kaget, sampai-sampai Ameera tak sadar telah menyenggol guci yang ada di dekat kamar itu.


Ameera membekap mulutnya. Dengan langkah yang pelan Ameera masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya juga.

__ADS_1


"Siapa itu" teriak Mita.


Mita yang ketakutan segera keluar dari kamar tapi tak ada orang. Hanya tinggal guci saja yang sudah pecah "Tak ada siapa-siapa "


"Jangan bodoh Mita, coba kamu cek kedalam kamar anak itu takutnya malah dia "


"Tidak kamarnya selalu dikunci aku tak akan bisa membukanya mungkin yang tadi kucing ya kucing mungkin "Mita mencoba untuk menenangkan dirinya.


"Aku pulang dulu, pokoknya cepat lakukan rencana yang aku katakan tadi. Jangan membuatku kecewa Mita "


"Hemm, baiklah-baiklah "


Laki-laki itu mencium kening Mita, lalu segera pergi dari rumah. Mita masuk kedalam kamar mengeluarkan sebuah serbuk dan menyimpannya ditempat yang aman.


"Aku harus lebih berhati-hati jangan sampai Aldi atau Ameera tahu. Mereka tak boleh tahu "

__ADS_1


Mita membereskan kembali tempat tidurnya yang berantakan. Tadi sudah berolahraga ditempat tidur jadi berantakan seperti itu, tapi tunggu Mita menarik seprainya dan menggantinya dengan yang baru agar tak ada jejak sedikit pun.


"Aku harus pintar-pintar disini "


__ADS_2