Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 30 Akhirnya diterima


__ADS_3

Ace menatap inspektur "Kenapa kamu terus berlari. Ada apa sebenarnya, apa yang ingin kamu bicarakan sampai-sampai kamu melawan polisi"


"Aku hanya ingin bertemu dengan Dela. Aku hanya ingin menelpon dia. Dia sedang sakit kamu bisa mengerti kan posisiku di sini Inspektur. Aku ingin meminta maaf padanya dan mengutarakan apa yang ada dalam isi hatiku sekali lagi padanya, tolong bantu aku"


Inspektur menghembuskan nafasnya"Baiklah mari biar aku antar dimana cinta sejati mu itu "


Hanya satu tempat yang terfikir oleh Ace yaitu toko buku. Tempat bekerja dulu Dela. Ya hanya itu saja yang dirinya fikirkan untuk saat ini.


"Toko buku "


"Baiklah mari kesana dan temui dia "


Ace dengan semangat segera pergi dari rumah sakit. Dirinya harus bertemu dengan Dela secepatnya. Dela belum sembuh seharusnya dia masih dirumah sakit. Tapi kenapa malah keluar segala.


Ace duduk didepan bersama inspektur, dia terus saja memberikan petunjuk pada inspektur kearah tempat yang dirinya tuju.


...----------------...


Sedangkan ditoko buku itu Dedes sedang menangis dan ada mamahnya Ace disana yang memeluk Dedes.


"Jangan terus menangis sayang, ada apa cerita pada mamah jangan seperti ini mamah sangat khawatir dengan keadaan mu. Jangan seperti ini "

__ADS_1


Dedes tak menjawab hanya memeluk kertas-kertas yang ada catatan Ace. Kenapa tak dari dulu saja dirinya mencari semua ini. Mungkin tak akan terlambat seperti ini.


"Mah apakah doa yang dilakukan orang tua akan terkabul "


Mamah Ace diam, dia menatap Dedes yang mengusap air matanya "Mama tahu ayahku mendoakan aku seperti orang sudah mati. Apakah semua itu akan terkabul mah. Apakah semua doa-doa yang ayah aku lakukan akan terwujud. Tapi yang aku tahu pun doa orang tua itu selalu dikabulkan ya mah "


"Jangan berkata seperti itu sayang, jangan kamu akan baik-baik saja "


Kembali air mata Dedes mengalir. Rasannya sesak sekali dadanya ini. Hidupnya akan segera berakhir apa yang ayahnya selalu doakan akan terwujud sebentar lagi.


Ace yang sudah sampai langsung saja berlari. Inspektur hanya bisa diam dan menatapnya. "Inspektur apakah aku harus mengejarnya "


"Tidak usah. Biarkan saja, bahkan dia berlari saat borgolnya belum dibuka. Aku membebaskannya 20 menit. Biarkan saja dulu dia mencari perempuan itu, kamu belikan aku kopi atau apa makanan untuk menunggunya tidak usah khawatir dia tidak akan pernah kabur"


"Sudah itu adalah urusanku, kamu hanya perlu mengikuti kata-kataku. Ayo cepat belikan sesuatu untukku, untuk menunggunya kembali lagi ke mari"


Mau tidak mau polisi itu pergi mengikuti apa kata-kata dari atasannya. Semoga saja benar tahanan itu akan kembali lagi.


Ace terus menatap seluruh ruangan dia melihat Dela ada bersama mamahnya. Dengan cepat Ace kearah sana.


"Ace kamu dari mana saja " bentak mamahnya sambil melihat penampilan Ace apalagi tangannya diborgol.

__ADS_1


"Bisa tinggalkan aku bersama Dela dulu mah. Aku ingin bicara dengannya. Aku nanti akan jelaskan tentang keadaanku ini "


Mamah Ace tanpa banyak bicara lagi meninggalkan anaknya dan juga calon menantunya ini.


"Kenapa kamu menangis, maafkan aku karena tidak ada di rumah sakit maafkan aku"


Dedes menatap Ace, dia tak menjawab masih ingin menangisi dirinya yang tak menyadari kalau Ace selama ini mencintainya bahkan sebelum penampilannya berubah.


"Ayo kita kerumah sakit ya "


"Kenapa kamu ga bilang dari awal Ace, kalau aku ini adalah pilihan kamu, kamu sudah tertarik dari dulu padaku. Kenapa kamu tidak berbicara padaku. Kamu juga bilang kalau aku pelabuhan terakhir kamu. Kenapa kamu juga membiarkan aku menikah dengan Andreas kenapa"


Ace mengusap air mata Dela meskipun sulit karena tangannya masih diborgol seperti ini "Apakah aku pilihan terbaik untukmu dan juga ayahmu. Tentu saja tidak, seorang penjahat sepertiku, bertato seperti ini suka mabuk-mabukan apa akan diterima baik di keluargamu. Apakah akan setuju ayahmu dengan pernikahan kita berdua nanti tentu saja tidak Dela. Aku membiarkan mu menikah dengan Andreas agar kamu bahagia dan bisa diterima lagi oleh orang tua kamu, aku rela melakukan apa saja untuk kamu hanya untuk demi kebahagiaan mu saja "


Dedes langsung menggenggam tangan Ace "Kamu yakin mau bersamaku, dengan perempuan yang penuh penyakit ini bahkan tidak tahu kapan sembuhnya"


"Aku yakin, dari awal aku sudah yakin mau bagaimanapun keadaanmu aku akan terima. Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Cintaku melebihi apapun tidak akan pernah ada yang bisa menggeser dirimu dalam hatiku sampai kapanpun. Aku akan mengatakan ini sekali lagi padamu maukah kamu menikah denganku Dela. Aku akan menjadi suami yang baik, aku akan membuatmu bahagia, aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkanku"


Dedes langsung menganggukan kepalanya "Aku mau menjadi istrimu "


Ace langsung saja memeluk Dela meski sulit. Ace mencium seluruh wajah Dela. Begitu bahagianya dirinya ini. Mendapati kalau Dela mau dengannya.

__ADS_1


Sedangkan mamah Ace yang diam tak jauh dari anaknya mengusap air matanya. Melihat kebahagian anaknya ada didepan matanya.


Semoga saja Allah tidak mengambil Dedes dari kehidupan anaknya itu. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja.


__ADS_2