Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 16 Kecewa sudah


__ADS_3

"Ya ampun cin, eyke kira kamu akan menikah dengan Ace, tapi saya dengar kamu menikah dengan pria lain aku kaget. Kamu yakin dia laki-laki baik untukmu jangan sampai kamu nanti menyesal "


"Aku sudah yakin kalau dia adalah laki-laki baik untukku, makannya aku memilihnya "


"Awas nanti salah pilih, aku dandanin ya "


"Iya "


Dedes tidak boleh ragu dengan Andreas, Andreas adalah jodohnya pilihannya, jadi dia pasti tak salah pilihkan.


"Nah dah selesai, kamu cantik sekali "


Dedes melihat penampilannya begitu anggun, mengunakan kebaya yang begitu pas ditubuhnya sangat cantik sekali.


"Bagaimana kamu suka "


"Iya aku suka sekali, aku sangat suka "


"Yaudah cin yang lancar ya, semoga hidup bahagia "


"Makasih "


Dedes keluar dari dalam rumahnya, disana sudah ada Ace yang menunggunya. Ace yang melihat penampilan Dela sampai melongo, tak percaya yang ada dihadapannya ini adalah perempuan yang dirinya cintai..


"Ace kamu baik-baik saja "


Ace langsung mengusap wajahnya "Iya aku baik-baik saja, ayo kita pergi mobil sudah menunggu "


Dedes menganggukan kepalanya, mereka segera pergi kedepan rumah dan benar sudah ada mobil yang sudah dihias dengan bunga.


Setelah membantu Dedes masuk, barulah Ace masuk "Aku begitu gugup "


"Tidak usah gugup, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Kamu cantik, Andreas pasti akan sangat bangga sekali menjadikan kamu istrinya"


Dedes hanya bisa tersenyum saja, jantungnya sudah tak karuan. Rasanya masih tak percaya kalau dirinya akan menikah.


...----------------...


Setelah sampai di KUA Ace membantu Dedes duduk, disana juga sudah ada teman-teman Andreas.

__ADS_1


"Kamu duduk disini dulu ya, aku akan coba telfon Andreas dulu. Sepertinya dia terjebak macet "


"Baiklah "


Dedes menatap Pak penghulu yang ada didepannya. Lalu teman-teman Andreas bertanya tentang keberadaan Andreas pada Dedes.


"Dimana pengantin laki-lakinya Des, kenapa kamu hanya datang sendiri. Jangan sampai pernikahan mu ini tak jadi, mungkin saja Andreas mempermainkan mu "


Dedes menatap kebelakang "Tidak mungkin, kalau dia ingin main-main denganku tidak usah membuat undangan dan mengundang kalian "


"Bagaimana kalau itu untuk membuatmu malu saja ? "


Dedes yang tak mau menangapinya lagi langsung menatap kearah depan, kalau terus diladeni nanti malah jadi bertengkar.


Sedangkan Ace diluar menelfon nomor Andreas tapi tidak diangkat terus "Sialan kemana kamu Andreas jangan membuatku marah, dimana kamu "


Ace kembali menelfon Andreas tapi sama sekali tak diangkat, "Kemana sebenarnya dia"


Ace menyenderkan tubuhnya dan menatap ponselnya,"Apa dia ingin mempermainkan Dela saja, awas saja "


Ace masuk kedalam dan membisikan sesuatu pada Dedes"Kamu tunggu di sini, aku akan menyusul Andreas. Siapa tahu dia masih ada di rumah dan sedang bersiap aku akan menyusulnya kamu tunggu di sini jangan kemana-mana"


"Jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut aku ikut saja denganmu"


Ace langsung saja berlari tanpa mendengar jawaban Dedes dulu. Dedes sudah sangat ketakutan. Dedes menatap teman-temannya yang sedang menahan tawa.


"Berapa lama lagi kami harus menunggu, ada pengantin yang harus aku nikahkan juga "


"Sebentar lagi Pak, tunggu ya keluarga ku sedang menyusulnya terlebih dahulu "


"Baiklah "


"Lihatlah Dedes sudah aku katakan Andreas itu tidak benar-benar mencintaimu. Dia hanya ingin mempermainkanmu saja, makanya jangan terlalu percaya pada seorang laki-laki yang baru saja mendekatimu dan tiba-tiba saja mengajak mu menikah. Seharusnya dipikir pakai logika mana ada mempersiapkan pernikahan 1 minggu tanpa pesta sedikitpun. Seharusnya kamu minta pesta yang besar pada Andreas bukan mau-maunya menikah tanpa ada pesta sedikitpun, bahkan tidak dihadiri oleh keluarga kamu ini memang perempuan aneh"


Dedes yang sakit hati mendengar ucapan itu langsung saja pergi, tak menghiraukan kembali tentang pernikahannya ini..


Dedes juga mencoba untuk menghubungi Andreas tapi tak diangkat, padahal ponselnya aktif kemana coba. Apa sulitnya menjawab dulu.


...----------------...

__ADS_1


Tok tok tok


Pintu dibuka dan Andreas sendiri yang membukanya "Kenapa kamu masih ada dirumah, seharusnya kamu itu ada disana untuk menikah dengan Dedes "


"Maafkan aku, aku tidak bisa meneruskan pernikahan itu"


"Apa, apakah ada masalah sampai-sampai pernikahan itu harus tidak terjadi. Kita bisa membicarakannya dengan baik, tidak usah terburu-buru. Apakah kamu ingin mempermalukan Dela di sana, dia sudah datang, dan teman-temanmu juga sudah ada di sana. Apakah kamu mau merusak reputasi Dela dengan kamu membohonginya seperti ini"


"Aku tidak ada maksud untuk membohongi Dedes sama sekali, ini di luar tanggung jawab ku"


"Kenapa, ada apa ini "


Dedes tiba-tiba saja datang, Ace langsung bingung bagaimana ini, Dela malah datang kemari dia sudah menyuruh perempuan ini untuk diam. Kenapa tiba-tiba ada di sini.


"Kenapa kamu tidak datang Andreas. Aku sudah menunggumu di sana teman-temanmu juga sudah ada di sana. Apakah kamu ingin membuat aku malu dengan kamu tidak datang"


"Maafkan aku, aku tidak bisa menikah denganmu"


"Apa, saat semuanya sudah terjadi. Saat hari di mana kita akan menikah kamu ingin membatalkannya. Pernikahan kita sudah dicatat lalu mau ditaruh di mana mukaku ini, aku ini seorang perempuan Andreas aku ini perempuan"


"Ada apa ini ribut-ribut "keluar seorang perempuan dengan gaya yang modis sekali.


"Kamu Dedes perempuan yang akan dinikahi anakku. Kami tidak merestui pernikahan kalian berdua, setelah saya mendengar latar belakang kamu yang sudah tidak dianggap oleh keluargamu dan juga sudah dianggap mati oleh keluargamu, kami tidak bisa menerimanya"


"Itu sangat memalukan sekali untuk keluarga kami, Andreas baru bercerita tadi saat kami baru saja datang kemari, makanya kami menyuruh untuk Andreas membatalkan pernikahan ini"


Runtuh sudah dunia Dedes kembali dikecewakan oleh orang yang disayanginya, pertama orang tuanya sekarang adalah laki-laki yang dirinya sayangi. Apakah Andreas tidak bisa membela dirinya di hadapan orang tuanya. Kenapa harus begini.


"Saya sudah menceritakannya pada Andreas dan saya sudah menyuruh Andres untuk menceritakan ini semua sebelum kami menikah, tapi kata Andreas restu kalian hanyalah formalitas saja. Makanya saya mengikuti apa kemauan Andreas, tapi kenapa ujung-ujungnya malah jadi seperti ini nyonya. Mungkin anak anda memang tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan. Dia sudah memberikan harapan palsu pada saya dan dia sudah menginjak-injak harga diri saya. Mungkin jika kalian mempunyai anak perempuan saya bersumpah karma akan datang pada keluarga kalian"


Dedes menarik nafasnya dulu, menahan agar air matanya ini tidak mengalir terlebih dahulu, amarahnya sedang sangat keluar dan menggebu-gebu ingin segera dikeluarkan.


"Saya tahu kalau saya sudah tidak dianggap oleh Ayah saya itu bukan mau saya. Saya juga tidak mau seperti ini tapi setidaknya seharusnya Andreas datang ke sana menemui saya. Berbicara baik-baik pada saya dan tidak meninggalkan saya sendirian di sana. Apakah itu baik bagaimana kalau anak Nyonya suatu saat akan diperlakukan seperti ini, apakah Nyonya akan terima semua ini?"


"Karma tidak akan pernah ada untuk keluarga kami, lebih baik kamu pergi jangan buat masalah di rumah ini. Andreas adalah anak yang patuh. Kalau saya perintahkan dia tidak boleh pergi maka dia tidak akan pergi, mungkin dia sudah membuatmu malu tapi dia selamat karena tidak menikahimu, perempuan yang sudah dianggap mati oleh keluarganya itu sangat memalukan"


Dedes menghapus air matanya tak bisa menahan lagi air matanya ini. Dedes menatap Andreas dengan lekat lalu berkata "Terima kasih atas rasa sakit yang pernah kamu berikan padaku. Seharusnya dari awal aku tidak pernah percaya padamu. Seharusnya aku berfikir dulu saat akan menerima lamaranmu Andreas, ternyata kamu bukan laki-laki yang gentle dan tidak bisa mempertahankan pasangannya di depan orang tua kamu, kamu hanya laki-laki pengecut yang bisa bersembunyi di belakang orang tuamu"


Dedes segera pergi meninggalkan semua keluarga Andreas. Ace juga sangat kecewa dengan tindakan Andreas, benar kenapa dia tidak datang ke sana dan menjelaskan langsung pada dirinya dan juga Dela. Bukannya membuat malu seperti ini. Setidaknya angkat teleponnya, jangan menghilang begitu saja.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah melupakan ini Andreas, kamu sudah membuat Dela sakit hati. Aku sangat kecewa denganmu. Kukira kamu bisa membuat dia bahagia, tapi nyatanya tidak kamu hanya membuat duka yang begitu lebar di hatinya"


Ace langsung pergi berlari mengejar Dedes yang sudah pergi jauh dari hadapannya. Ini sangat berat ini sangat menyakitkan untuk Dela, pasti dia sangat sedih sekali. Sedangkan Andreas dia hanya bisa menundukkan kepalanya dia tidak bisa melakukan apa-apa.


__ADS_2