Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 63 Kamu tidak usah tahu


__ADS_3

Ameera yang baru saja sampai disekolah tidak langsung masuk kedalam kelas. Ameera malah pergi kearah rooftop. Ameera ingin menghirup udara segar.


Hatinya ini sedang berbunga-bunga dan ingin terus seperti ini sampai kapan pun. Memang ya cinta bisa merubah segalanya.


Ameera mengambil rokok dan pematiknya lalu melemparkannya jauh-jauh "Ga ada gunanya lagi aku ngerokok "


"Tapi kalau lepasin sesuatu karena seseorang ga baik, beneran deh nanti kalau udah ditinggalin bakal balik lagi kayak gitu "


Ameera menatap Kevin yang berdiri disampingnya masih ada muka kah laki-laki ini berada disampingnya. Kenapa Ameera jadi kesal ya padanya.


"Ini urusanku bukan dirimu "


Ameera mengambil tasnya akan pergi, tapi ditahan oleh Kevin "Aku ingin bicara "


Ameera melepaskan genggaman tangan itu, "Kalau mau ngomong tinggal ngomong aja "

__ADS_1


"Kamu ga cocok sama ayahku, lepaskan dia dan jangan dekati dia. Aku anaknya jadi aku berhak untuk membuat keputusan untuk ayahku "


"Benarkah, aku tidak cocok tapi kurasa kami cocok-cocok saja apalagi kami saling mencintai apa yang salah tak ada yang salah. Seorang anak itu tidak usah ikut campur tentang urusan orang tuanya tidak baik "


"Kalian sangat jauh, umur kalian berbeda jauh sekali"


"Lalu kenapa, memangnya umur bisa mengukur segalanya tidak kan. Sudahlah jangan sok tahu kamu Kevin. Kamu tidak tahu tentang hidup aku, tentang masa lalu aku jadi jangan ikut campur tentang masalah percintaan ku dengan Ace. Mau bagaimana pun kamu menghancurkannya kami tak akan pernah runtuh dan pisah "


"Maka biarkan aku tahu tentang mu Ameera, terbukalah padaku dan aku akan menjadi seperti ayahku "


"Kamu tidak berhak untuk menjadi Ace, dan kamu juga tidak berhak tahu tentang masalalu ku. Kamu sangat berbeda dengan Ace dan sampai kapan pun kamu tak akan bisa menggantikannya "


Ameera hanya tersenyum miring saja, Ameera tahu siapa itu karena itu adalah dirinya sendiri. "Terserah kamu saja mau bilang apapun aku tidak akan peduli. Aku akan tetap bertahan. Mau bagaimana pun kamu menghancurkan aku dan juga Ace itu tak akan bisa karena kami akan selalu kembali lagi kembali lagi. Kamu tahu alam sudah menggariskan kami untuk selalu bersama "


Kevin mengenggam erat bahu Ameera lalu menatap mata Ameera dengan sangat lekat sekali "Sadar kalian itu seharusnya ayah dan anak bukannya berpacaran sangat memalukan sekali "

__ADS_1


Ameera yang kesal melayangkan satu tinjuan pada wajah Kevin dan mengenai hidupnya sampai mimisan "Berisik kamu, kamu tahu BERISiK "


Ameera bergegas turun kebawah, meninggalkan Kevin sendirian. Ameera juga mengusap tangannya yang sakit. Tadi terlalu kuat menonjok Kevin sampai-sampai tangannya merah seperti ini.


"Aduh, sakit " Ameera meniup tangannya


"Awas aja ya, kalau dia masih ikut campur aku patahin tuh hidungnya. Tapi kayaknya sekarang juga hidungnya udah patah deh ga mungkin engga kan "


Ameera masuk kedalam kelas dan mendapati Agnes yang sedang duduk sendirian. "Agnes pagi "


"Ehh, Ameera pagi juga dari mana sih udah mau bel baru masuk. Aku kira kamu bakal absen "


"Engga dong, aku tadi habis liat pemandangan "


"Dimana kenapa ga ajak-ajak "

__ADS_1


"Nanti aku aja deh "


Bel berbunyi dan guru datang masuk. Ameera mengeluarkan buku pelajarannya. Pokoknya Ameera sedang semangat sekali ingin cepat membereskan sekolahnya dan menikah dengan Ace.


__ADS_2