Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 19 Kamu sakit apa


__ADS_3

Ace datang ke toko buku, dia melihat tidak ada Dela apa dia sedang pergi. Ace pergi kearah teman Dela dan menanyakan keberadaan Dela.


"Delana dimana ya "


"Dedes sudah keluar"


"Keluar kerja dari sini. Apakah ada informasi lain yang dia sampaikan atau pindah ke mana dia ? "


"Tidak ada "


"Terimakasih "


Ace melangkah menjauh, lebih baik pergi ke resepsionis dan berikan undangan ini pada Andreas. Mungkin mereka sudah bersama lagi dan Dela sekarang bersama Andreas.


"Permisi, aku titip ini untuk Andreas "


"Baik "


Ace langsung saja melangkah pergi dari kantor itu, tugasnya sudah selesai mengantarkan undangan itu. Sekarang tak ada alasan untuk dirinya tidak pergi.


"Ace "


Ace membalikan badannya ternyata Andreas "Iya kenapa "


"Ini " Andreas malah memberikan undangannya lagi pada Ace.


"Kenapa kamu memberikan lagi itu padaku, aku tahu Dela sedang bersamamu maka tolong berikan undangan itu padanya "


"Aku tidak bersamanya"


"Kamu bilang tidak bersamanya, lalu kemarin apa. Kamu datang ke rumahnya dan mengajaknya pergi bukannya kalian kembali bersama "


"Tidak, setelah pernikahan kami batal memang aku mencari keberadaan Dedes dan ternyata dia ada di rumahnya, aku berbincang sedikit untuk meluruskan semua kesalahpahaman ini. Maksudnya aku ingin minta maaf secara langsung padanya karena telah membatalkan pernikahan itu. Setelah itu kami berpisah aku tidak tahu dia ke mana. Bahkan dia juga sudah mengundurkan diri"


"Kamu sedang tidak berbohong"


"Untuk apa aku berbohong. Memang kenyataannya seperti itu. Kami berpisah dan entahlah aku tidak tahu kemana perginya Dedes "


Ace mengambil undangan itu. Sedangkan Andreas langsung pergi tapi Ace langsung bertanya yang selalu saja muncul dari benaknya "Apa dia meninggalkan pesan untukku"


"Tidak "setelah menjawab itu Andreas pergi meninggalkan Ace sendirian.

__ADS_1


Ace yang bingung segera pulang. Selama perjalanan pulang terus menelpon Dela, tapi nyatanya tidak ada satupun teleponnya yang diangkat oleh Dela, semuanya ditolak sebenarnya perempuan itu ke mana.


Ace mencari Dela ke setiap tempat, bahkan ke tempat salon yang pernah mereka datangi yang merubah penampilan Dela itu tidak ada. Ace yang bingung menelpon temannya untuk melacak nomor telepon Dela.


"Aku sudah kirimkan nomor teleponnya, tolong kamu lacak di mana keberadaannya. Aku sangat butuh kepastiannya hari ini juga"


"Baiklah aku akan melacaknya, kamu tenang saja aku akan mencari keberadaan perempuan yang sedang kamu cari"


"Terima kasih, terima kasih aku akan tunggu"


"Ya tunggulah beberapa jam, nanti aku akan kirim di mana lokasinya"


"Baiklah"


Ace duduk menatap undangan itu, undangan adiknya Dela. Apakah mereka tidak berpikir bagaimana kalau Dela datang sedangkan dia sudah tidak dianggap anak oleh Ayahnya. Apa itu tidak akan menyakiti Dela.


Ace mengambil ponselnya yang tadi berdering, ternyata itu temannya yang melacak nomor Dela "Kukira akan sulit untuk melacak nomornya, ternyata tidak. Dia masih mengaktifkan nomornya. Dia ada di sebuah kota terpencil"


"Kamu yakin dia ada di kota terpencil, kamu tidak salah"


"Tidak sama sekali, dia datang ke sana. Ini aku sudah mendapatkan titik akuratnya kamu bisa datang ke sana"


"Baiklah terima kasih atas bantuan mu"


...----------------...


Ace yang baru sampai menatap kota terpencil itu, memang sangat-sangat terpencil bahkan tanahnya juga masih tanah merah dekat hutan. Rumah juga saling berjauhan.


"Sebenarnya apa maumu Dela. Kenapa kamu datang ke tempat seperti ini. Kenapa kamu tidak datang padaku saja"


Ace memarkirkan motornya tak jauh dari hutan itu, Ace terus mengikuti titik yang dikirim oleh temannya masuk ke dalam hutan. Apakah tidak salah titik tapi Ace tidak menyerah.


Dia mengikuti terus ke mana titik itu berjalan dan berhenti. Dia melihat seorang perempuan sedang duduk di depannya ada sebuah tenda.


Apa dia camping di sini ? Tidak salah camping di tempat seperti ini. Ace langsung mendekati Dela dan duduk disampingnya.


"Apakah kamu ingin meninggalkan ku "


Dedes yang sedang melamun sampai kaget, karena kedatangan Ace yang tiba-tiba ada di hadapannya "Apakah kamu ingin mati. Aku punya pistol jika kamu pergi lagi tanpa berbicara dulu padaku, aku akan tembak kamu"


"Apa peduli mu"

__ADS_1


Dedes langsung bangkit dan akan meninggalkan Ace, tapi Ace langsung menarik tangan Dela "Apakah kamu tidak ingin menyapaku, aku sudah datang kemari"


"Aku tidak mau dan aku juga tidak menyuruhmu untuk datang kemari"


"Kenapa "


Della langsung mengalihkan pandangannya "Karena setelah kita melakukan hal itu, kamu diam saja kamu bahkan tidak menyapaku. Bahkan aku mengirim pesan sama kamu tapi kamu tidak membalasnya sama sekali, kamu memang terpaksa kan melakukan itu" teriak Dedes dengan lantang.


"Jadi itu alasan, kamu pergi hanya karena itu kenapa kamu tidak bicara langsung padaku saja"


"Aku sudah bilang, aku sudah mengirimkan pesan padamu. Apa kamu tidak menerimanya hah"


"Aku menerimanya. Aku kira itu adalah salam perpisahan dari kamu. Karena kamu akan pergi bersama Andreas, karena kalian akan bersama lagi"


Ace langsung memegang bahu Dela dengan erat dan menatap mata Dela dengan dalam. Bahkan Dela sudah menangis di sini.


"Kenapa kamu berkeliaran di tempat seperti ini. Maksudku di tempat terpencil seperti ini. Kalau misalnya terjadi apa-apa bagaimana, kamu berkemah di sini bagaimana kalau ada harimau atau singa atau hewan buas lainya "


"Kamu tidak berhak untuk menanyakan itu semua "


Dedes langsung melepaskan tangan Ace, dia pergi dari hadapan Ace, tak mau lagi berbicara dengan Ace.


T!api berbeda dengan Ace, dia mengejar Dedes dan menarik tangannya "Setelah kejadian malam itu, aku dianggap apa olehmu, siapa aku dimata mu sekarang"


"Itu hanya untuk melupakan Andreas saja, itu hanya untuk mengobati rasa sakit ku saja tidak ada yang spesial kita tidak akan pernah menikah seperti apa yang kamu bilang padaku. Aku tidak butuh kamu bertanggung jawab padaku, aku tidak butuh. Aku hanya ingin melupakan Andreas dan itulah mungkin salah satu cara yang terbaik untukku. Jadi jangan terlalu berharap lebih. Lebih baik kamu menjauhi aku dan jangan pernah dekati aku lagi. Tolong jangan pernah ikut campur lagi tentang hidupku. Karena apa yang pernah kita lakukan itu bukanlah hal spesial"


Ace yang mendengar itu merasa sangat frustasi, jadi saat dirinya melakukan itu bersama Dela. Dela hanya menganggap kalau dirinya ini pelampiasan saja?


Ace yang tidak bisa menahan amarahnya meninggalkan dia, mereka berjalan berbeda arah Ace sudah sangat marah sekali bahkan tidak bisa ditahan lagi amarahnya.


Dedes berhenti dia memegang perutnya yang sakit, Dedes menangis sejadi-jadinya padahal dirinya tak ingin menyakiti Ace. Tapi ini lebih baik dirinya lakukan.


Dirinya tidak mau ada orang yang terjebak lagi dalam hidupnya. Sudah cukup, semuanya akan berakhir. Tapi tiba-tiba saja ada yang memberikan kertas undangan padanya.


Dedes menatap orang itu siapa ternyata Ace, terlihat wajah kekecewaan dari Ace kepada Dedes, tapi Dedes langsung memeluk Ace dengan sangat erat, rasanya sangat sulit untuk bisa jauh dari Ace, meski dirinya ingin pergi.


"Katakan siapa aku bagimu "


"Katakan Dela siapa aku bagimu "


Tak ada jawaban, tapi pelukan Dedes makin melemah. Ace yang khawatir melepaskan pelukan itu ternyata Dedes pingsan dengan hidung yang mimisan.

__ADS_1


"Dela Dela ada apa dengan mu Dela "


Ace langsung membalik kalung yang dipakai oleh Dela ternyata itu kalung pasien. "Apa yang terjadi padamu Dela bangun Dela "


__ADS_2