Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 33 Diterima dengan baik


__ADS_3

Pembicaraan bersama ayahnya sudah selesai. Bahkan makan malam pun sudah selesai. Sekarang mereka sedang membicarakan tentang pernikahan yang akan diadakan oleh Ace dan juga Dedes.


"Jadi bagaimana setuju tidak dengan apa yang mamah sarankan "


Ace menatap Dedes dan mengenggam tangannya "Semua keputusan ada ditangan Dela "


Dela menatap kedua orang tua Ace dan juga Ace "Mama ayah bukannya Dedes menolak untuk diberikan sebuah pesta dalam pernikahan ini, tapi Dedes hanya ingin sah bersama Ace menjadi suami istri itu sudah cukup, tak ada yang lain sungguh cukup itu saja "


"Ya lebih baik seperti itu dulu saja mamah ayah, Ace setuju yang terpenting sah dulu saja untuk pestanya nanti saja setelah Dela sembuh dan kuat untuk menyambut seluruh tamu. Sekarang hanya perlu kita sah saja dulu. Lalu fokus pada kesembuhan Dela itu sudah cukup "


Mamah Ace dan ayahnya saling tatap lalu menganggukan kepalanya "Baiklah jika itu sudah keputusannya, mamah setuju tapi ingat kita akan mengadakan pesta nanti "ucap mamah Ace dengan antusias.


"Jadi kapan kamu ingin menikah dengan Dedes Ace "


"Besok ayah "


"Baik ayah akan mengurus semuanya "

__ADS_1


Dedes kaget dengan ucapan Ace, tapi tidak masalah yang terpenting dirinya bisa bersama dengan Ace dulu saja itu sudah membuatnya senang sekali.


"Tapi bagaimana dengan orang tuaku "


"Aku akan datang kerumah mu "ucap Ace


"Tapi apakah ayah mau "


"Biar iru menjadi urusan ku saja "


"Sudah jangan fikirkan itu, cepat kalian istirahat, awas Ace kamu jangan tidur bersama Dedes belum sah ya"


Setelah berpamitan mereka naik kelantai dua, Ace membawa Dela kekamarnya. Sengaja memang dirinya ingin Dela tidur dikamarnya.


"Ini kamar siapa kenapa begitu luas "


"Ini kamar punyaku, kamu tidur disini saja ya. Tenang aku tak akan mengganggumu. Aku hanya ingin menemanimu saja sayang, hanya sebentar setelah kamu tidur aku akan pergi "

__ADS_1


Dedes duduk dan menatap kamar ini, kamar yang begitu luas sekali. Ace mengambil tas yang tadi dirinya bawa dan memberikannya pada Dedes.


"Ini segeralah ganti pakaianmu ya, agar kamu nyaman tidurnya "


Dedes segera menganggukan kepalanya, dia menuruti apa yang Ace katakan. Dia menganti pakaiannya dan duduk kembali disisi tempat tidur.


"Tidurlah "


Ace menepuk pahanya untuk Dedes berbaring, dengan patuh Dedes melakukannya dia berbaring dan menatap Ace.


"Ace aku merasa kalau hidupku ini tak akan lama lagi, kamu tahu penyakitku itu sangat parah. Apalagi aku juga sudah dianggap meninggal, kamu tahu kan doa orang tua itu selalu dikabulkan "


"Tidak jangan berkata seperti itu, aku akan membawamu berobat, ingat aku yang akan membawamu berobat agar sembuh kembali dan dapat hidup bersamaku "


Dedes hanya bisa tersenyum kecil "Ace nanti kalau aku tiada tolong kuburkan aku ditempat yang penuh bunga, agar kamu yang datang mendoakan ku kesana selalu mencium wangi bunga. Jika nanti ayahku juga ingin mendoakan ku bisa datang dan mencium wangi itu" Dedes mendongak dan menatap mata Ace yang sudah berkaca-kaca.


"Sudah tidur ya, jangan terus berbicara seperti itu. Aku akan membawamu berobat. Jangan terus berkata yang tidak tidak "

__ADS_1


Ace mencium kening Dela dan mengusap rambutnya dengan lembut "Tidurlah bermimpi yang indah, jangan memikirkan apa-apa semuanya akan baik-baik saja "


__ADS_2