Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 21 Kamu hanya mencintai penampilannya saja


__ADS_3

Dedes dibawa kerumah sakit yang mengetes darahnya waktu itu. Dedes sedang ditangani sedangkan Ace sekarang menemui dokter.


"Apa sebenarnya yang diderita Dela dok "


"Dedes memiliki tumor di otaknya, aku sudah melarangnya untuk pergi. Tapi dia memaksa ingin pergi dan berkemah. Katanya ingin menghabiskan masa hidupnya karena penyakit Dedes ini sudah sangat parah sekali. Dia tidak pernah mengecek kesehatannya dan saat tes darah barulah ketahuan"


"Kami tidak bisa mengoperasinya, itu sangat beresiko sekali. Mungkin kita akan melakukan terapi padanya dan dengan obat-obatan. Tidak ada gejala yang terlihat seperti sakit kepala kan itu umum dirasakan oleh banyak orang. Aku akan menjelaskan dulu pada Tuan Andreas tentang keadaan Dedes agar dia tahu"


"Jadi Andreas tahu terlebih dahulu tentang masalah ini, tentang penyakit yang Dela derita"


"Iya, tentu saja. Dia kan calon suaminya bukannya mereka akan menikah maka aku akan memberitahu kondisi Dedes pada Tuan Andreas terlebih dahulu"


Ace dengan marah segera pergi dari rumah sakit, dia begitu kesal pada Andreas. Karena ini dia meninggalkan Dela. Apakah karena penyakit ini Andreas meninggalkan Dela dan membiarkan Dela sakit hati.


Inikah yang selama ini dianggap oleh Dela kalau laki-laki itu mencintai Dela. Kalau memang dia mencintai Dela laki-laki itu akan bertahan dan hidup bersama Dela sampai waktu yang ditentukan oleh Tuhan. Tapi ini dia malah pergi dan membatalkan semuanya sungguh konyol.


...----------------...


Ace langsung saja masuk ke dalam ruangan Andreas, dia tidak peduli dengan satpam yang di luar dia langsung menghajar Andreas dengan membabi buta, bahkan satpam juga tidak bisa memisahkan mereka berdua.


Ace yang sudah puas langsung menatap Andreas yang terkapar lemas. Andreas menyuruh satpam-satpam itu untuk keluar dari ruangannya.


"Apa maksudmu datang-datang memukulku seperti ini, hah "


"Harusnya aku yang bertanya itu, apa karena masalah ini kamu meninggalkan Dela, kamu membatalkan pernikahan itu bersamanya. Apa karena ini karena dia mengidap penyakit tumor. Iya karena itu"


Andreas langsung bangkit dan menyeka darah yang mengalir dari hidungnya "Aku juga baru tahu saat pernikahanku dan juga Dela bata. Dokter memberitahuku, kamu sendiri tahu kan aku akan mengajak Dedes pindah dari sini, kami akan memulai hidup yang baru aku juga kaget, aku juga merasa bersalah kalau aku tahu ini dari awal aku tidak akan menyakiti dia. Aku akan tetap menikah dengannya tanpa restu orang tuaku"


"Mungkin kalau itu sampai terjadi kamu akan mengasihani Dela saja, bukan menikahinya karena mencintainya kamu hanya kasihan karena dia penyakitan"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak berpikir seperti itu. Aku sama sekali tidak punya pikiran seperti itu"


"Lalu untuk apa kamu datang ke rumahnya dan seperti membujuknya, tapi nyatanya kamu tidak kembali dengannya malah membiarkan dia pergi sejauh itu dan hampir saja Dela tiada kalau aku tidak datang "


"Apa maksudmu, saat aku tahu tentang itu aku terus mencari keberadaan Dedes, ternyata dia ada di rumahnya. Aku menemuinya aku meminta maaf padanya, dia memaafkanku dan dia juga berkata kalau aku beruntung tidak menikah dengannya, kalau aku sampai menikah dengannya mungkin katanya aku akan menikah dengan perempuan penyakitan dan mengurus dia saja, Dedes juga tidak mau kembali denganku dia tidak mau"


Ace mengusap wajahnya. Dia sangat frustasi sekali mendengar penyakit yang di diderita Dela. Kenapa harus seperti ini. Kenapa harus Dela yang mengalaminya kenapa tidak dirinya saja.


"Lalu aku pernah bertanya padamu. Apakah Dela memberikan pesan padaku jujur"


"Jangan pernah beritahu Ace tentang penyakit ini, dia tidak mau menyusahkanmu lagi"


"Lalu kenapa kamu tidak memberitahunya padaku. Kalau kamu bisa mengingkari pernikahan kalian kenapa tidak dengan janji"


"Aku tidak mau menyakiti Dedes lagi"


"Bagaimana sekarang keadaan Dedes"


"Sampai kapanpun aku tidak akan memberitahu keadaan Dela padamu. Karena kamu tidak berhak untuk tahu semua ini. Kamu pengecut kamu hanya menyukai perempuan dari penampilannya saja bukan dari hatinya. Aku kecewa karena pernah mendukung Della untuk menikah denganmu"


Ace langsung saja pergi meninggalkan ruangan Andreas. Dirinya memang kecewa pada dirinya sendiri karena tak tahu selama ini Dela menginap penyakit yang begitu ganas.


...---------------...


Ace menggenggam tangan Dela yang masih belum sadarkan diri. Tak terasa air matanya mengalir lagi melihat keadaan Dela yang seperti ini.


"Apakah aku bisa terus bersamanya. Apakah dia akan bertahan tidak jangan pikirkan itu "


Ace yang ingin menenangkan pikirannya keluar dari ruangan Dela, rasannya masih tak rela melihat sang pujaan hati terbaring seperti itu.

__ADS_1


Baru saja akan keluar dia sudah dipanggil oleh suster di bagian resepsionis "Tuan ini barang-barang dari pasien"


Ace mengambilnya dan ada ponsel dia mengecek apa saja yang selama ini Dela lakukan. Ternyata banyak sekali gambar pakaian pernikahan, undangan, cincin, hiasan henna lalu riasan yang bagaimana yang akan dia pakai banyak sekali. Sudah runtuh pikirannya ini Dela sangat ingin menikah dan seperti ini nanti pernikahannya.


"Terima kasih"


Ace berjalan dengan lunglai, sedangkan di tempat lain pernikahan adiknya Dela sedang dipersiapkan. Mereka menikah di sebuah gedung dan sangat sekali megah.


Ace yang sudah selesai menenangkan dirinya masuk ke dalam ruangan Dela kembali. Ternyata dia sudah bangun dan tersenyum padanya. Ace juga menampakan wajah senangnya. Tidak ada raut sedih ataupun apapun itu, dirinya tidak mau membuat Dela merasa dia dikasihani atau apalah.


"Sudah sadar sekarang mau makan apa"


"Tidak, aku hanya ingin kamu di sini saja. Aku kira aku akan sendiri lagi ternyata kamu ada disini "


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, jadi jangan pernah untuk mencoba pergi dariku. Kalau aku yang bukan menyuruhnya maka kamu jangan pernah pergi"


"Oh ya, kamu memberikan aku apa waktu itu, apakah itu undangan "


"Adikmu akan menikah"


"Benarkah adikku menikah, aku diundang ke sana" wajah Dedes sudah sangat senang sekali, Ace yang melihat itu merasa sangat kasihan dengan Dela.


"Iya dia mengundangmu, bahkan ibumu sendiri yang datang ke rumahku dan menyuruhku untuk memberikan surat undangan ini padamu kita datang ya"


"Tidak nanti yang ada Ayah malah marah padaku"


"Tidak masalah, ada aku di sana aku akan menjagamu ya. Apapun yang terjadi aku akan menjagamu. Aku tahu kamu sangat ingin pergi ke sini dan melihat adikmu menikah"


Dedes hanya tersenyum saja tidak mengiyakan atau pun menolak.

__ADS_1


__ADS_2