Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 49 Aku sudah menemukan kamu


__ADS_3

Ameera sekarang duduk paling belakang, dia duduk bersama Agnes dan Ameera juga kurang suka duduk dengan yang lain kalau dirinya membuat ulah pasti akan diadukan. Agnes juga kebetulan duduk paling belakang juga. Jadi sebuah kebetulan yang sangat membuatnya bahagia.


"Agnes nanti aku pinjam buku kamu aja ya aku mau bobo siang dulu ngantuk nih. Ga kuat mataku ini"bisik Ameera sambil memperlihatkan matanya pada Agnes.


"Kamu jangan tidur dong, nanti kalau guru tahu gimana. Kamu nanti dihukum aku kasian sama kamu"


"Ga akan, aku mau tidur sebentar ya pokoknya halangi pakai buku aja, jangan sampai kalau ketahuan ya. Nanti aku pinjam buku kamu aja buat nyatet gitu ya" kembali Ameera membujuk Agnes. Matanya benar-benar sangat mengantuk sekali tak kuat rasanya.


"Ya udah ya udah kamu tidur aja deh, aku akan jagain kamu"


Ameera langsung membaringkan kepalanya, dia juga menutup depan wajahnya menggunakan buku paket yang besar. Rasanya sudah mengantuk sekali sampai-sampai dirinya tak terasa tertidur dengan lelap dan Agnes pun tidak membangunkannya. Karena Guru pun tidak sadar kalau di kelasnya ada yang tertidur.


"Ameera Ameera bangun. Ameera Ameera bangun, kamu mau pulang nggak udah bubaran, ayo kita pulang kamu emang mau nginep disini. Ayo pulang yu pulang. Ameera "


Ameera langsung mendongakan kepalanya dan menatap Agnes "Apa ini udah waktunya pulang yang benar. Kok cepet banget sih Agnes "


"Iya ini udah waktunya pulang, emang kamu nggak mau pulang. Ayo cepat pulang aku udah beresin buku kamu ini buka catatan tadi. Minggu depan ada ulangan kamu hafalin aja yang ini kayaknya ulangannya yang ini deh. Ayo cepat pulang ini udah sore aku dari tadi bangunin kamu nggak bangun-bangun"


"Agnes aku ngantuk berat banget, tapi padahal aku nggak begadang loh. Ya udah ayo pulang-pulang nanti aku anterin kamu pulang, jangan sampai nanti kamu kenapa-napa di jalan ayo cepat cepat cepat"


"Ga usah dianterin nggak apa-apa, aku pulang sendiri aja rumah kita kan beda arah. Aku ga mau kamu pulang kemalaman nanti "


"Ga papa, ayo aku anterin aku kasihan sama kamu pulang sore kayak gini. Tenang aja aku ini preman aku nggak akan pernah takut pulang sendirian. Ayo cepat-cepat aku antarkan kamu pulang nggak ada bantahannya ayo pulang pulang pulang pulang"


Ameera menggiring Agnes untuk keluar dari dalam kelas. Benar saja Ameera mengantarkan Agnes untuk pulang ke rumahnya menggunakan taksi sih sebenarnya. Karena Ameera juga setiap hari diantar oleh ayahnya tapi kalau pulangnya sendiri karena ayahnya juga banyak pekerjaan di kantor.


"Masuk dulu yu, udah magrib Ameera "


"Kapan-kapan aja deh aku nanti ke sini ya. Ga enak bertamu malem gini, cepat masuk rumah aku mau pulang sekarang ya. Pasti ayahku juga udah tunggu di rumah dia suka cerewet soalnya kalau aku pulang telat. Dadah makasih ya buku catatannya besok aku kembalikan, aku usahain aku nulis dengan cepat ya kalau nggak nanti aku foto aja ya dadah besok kita ketemu lagi "


"Makasih juga ya Ameera udah anterin aku"


Ameera menganggukkan kepalanya, Ameera langsung masuk ke dalam mobil taksi itu dan menyuruh taksinya untuk pergi ke rumahnya. Apakah dirinya harus menjadi anak baik saja ya, tapi nggak enak juga jadi anak baik ga biasa aja gitu. Udah nyaman kayak gini.


Ameera menatap telepon dari ayahnya. Benar kan ayahnya menelpon dan pasti akan menanyakan dimana sekarang dirinya berada. "Halo Ayah. Aku lagi di jalan mau pulang tadi anterin teman dulu kasihan dia nungguin aku nulis jadinya kemalaman. Sebentar lagi juga aku pulang kok ayah, ini lagi dijalan pulang aku "


"Ya udah cepetan ya pulang, jangan kemana-mana dulu. Ingat jangan kemana-mana dulu langsung pulang ayah tunggu "


"Iya ayah, aku langsung pulang kok ini 10 menit lagi juga aku sampai rumah. Tunggu ya Ayah aku ga akan bohong kok sama ayah "


Setelah itu Ameera mematikan sambungannya dan menyimpan kembali ponselnya. Karena sebentar lagi juga kan sampai di depan rumahnya.


...----------------...


"Ayah bisa kita bicara " Kevin yang melihat ayahnya sedang ada dirumah dan tidak sibuk langsung mendekatinya.


"Ada apa Kevin, kemarilah duduk apa yang ingin kamu bicarakan dengan ayah "


"Mungkin ini sedikit aneh buat aku tanyain sama ayah, tapi aku penasaran banget aku lihat perempuan yang sama persis sama foto yang ada di kamar ayah sama banget. Apa mereka ibu dan anak ayah "


Ayahnya diam sejenak, dia belum menjawab pertanyaan anaknya Kevin "Benarkah, mana ayah ingin melihat fotonya "


"Boleh sebentar Ayah "


Kevin mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya ke arah ayahnya "Ini ayah fotonya, lihat sama sekali kan tidak ada bedanya rambutnya sama panjang, wajahnya pokoknya semuanya sama. Mereka juga sama-sama putih dari mata sampai segalanya sama ga ada bedanya "


"Kevin apa yang kamu lihat bersama ayahmu sepetinya sangat serius sekali "neneknya tiba-tiba saja datang.

__ADS_1


"Ini nek lihat foto ini, aku memperlihatkan foto yang sama persis dengan yang ada di kamar ayah dia itu teman sekolah aku namanya Ameera, anak baru sih sebenarnya lihat deh nek sama kan beneran sama kan wajah mereka ga ada bedanya "kevin menatap neneknya untuk meminta jawaban kalau mereka memang benar-benar mirip.


"Mungkin kamu edit ya Kevin"neneknya masih tak percaya.


"Enggak kok, ngapain aku ngedit fotonya nek. Emang bener-bener mirip kok mukanya buat apa aku bohong coba "


"Engga kok ada bedanya, ga sama-sama banget ya udah Ace kamu cepet masuk kamar, kamu juga harus ganti baju kan kita akan makan malam sebentar lagi. Ayo cepat sana ganti baju cepetan"


Ace langsung saja pergi ke kamarnya, sedangkan neneknya langsung duduk di hadapan Kevin "Seharusnya kamu ga ngelihatin foto itu sama Ayah kamu, ngapain kamu lihatin fotonya coba "


"Memangnya kenapa sih nek aku cuman lihatin foto perempuan ini, aku mau tanya sama Ayah kenapa mirip banget apa mereka ibu dan anak itu aja emang salah, emang pertanyaan aku kenapa nek. Aku cuma mau nanya aja dari dulu aku udah penasaran dengan semua itu "


"Jangan sampai mereka ketemu, kamu tuh nggak tahu ceritanya tentang perempuan yang fotonya selalu ada dikamar ayah kamu. Pokoknya jangan sampai kamu lihatin lagi foto itu sama Ayah kamu, apalagi kamu sampai bawa perempuan itu datang ke sini jangan sampai"


"Yah padahal aku mau kenalin Ameera sama nenek, kakek dan ayah "


"Kamu boleh berteman sama dia di luar, tapi tidak dengan membuat dia masuk ke rumah ini. Intinya jangan sampai perempuan itu bertemu dengan ayah kamu. Nenek tidak mau sampai Ayah kamu nanti seperti dulu lagi"


"Apa sih masalahnya sampai-sampai kayak gitu, sampai-sampai aku nggak boleh bawa Ameera kesini"


"Baiklah nenek akan beritahu siapa perempuan itu, perempuan itu adalah istri dari ayah kamu. Dia sudah meninggal dia sudah tiada kamu tahu kan di belakang rumah di taman ada makam. Nah itu adalah makam istri dari ayah kamu"


"Kenapa nenek nggak pernah bilang. Kenapa nggak pernah cerita sama Kevin dulu Kevin sering tanya loh"


"Karena nenek tidak mau membuka luka lama, nenek tidak mau menceritakan tentang Della nanti yang ada Ayah kamu akan sedih lagi. Nenek tidak mau sampai itu terjadi lagi. Yang terpenting sekarang adalah kamu diam dan jangan pernah bahas-bahas perempuan yang sama dengan mantan istri Ayah kamu itu. Nenek nggak mau ayah kamu nanti sampai mengejar-ngejar perempuan itu yang wajahnya sama dengan mantan istrinya. Nenek takut dia akan jahat atau memanfaatkan semuanya"


Kevin yang akan menjawab tidak jadi, dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Tak mau membuat keluarga ini malah makin memikirkan tentang masalah itu. Masih untungkan dirinya ada dikeluarga ini.


...----------------...


"Vin"


Ace masuk dan mendekati anaknya yang sedang membaca buku "Kamu temenan sama dia udah lama Vin ? "


"Sama Ameera, dia murid baru sih Ayah baru juga 2 hari dia masuk, aku pertama kali lihat ya langsung kaget dan ingat tentang perempuan yang ada di foto sama ayah, mereka tuh sama banget ga tahu kenapa bisa kayak gitu "


"Namanya Ameera "


"Iya namanya Ameera. Dia perempuan cantik tapi sedikit barbar sih, waktu datang juga pakaiannya berantakan dia dianterin sama ayahnya setiap pagi juga dianterin sama ayahnya sih "


"Bisa kamu telepon dia. Kamu punya nomor teleponnya kan "


"Punya tunggu Ayah, biar Kevin telepon dulu Ameera semoga saja diangkat "


Cukup lama Kevin dan ayahnya menunggu, tapi panggilan kedua langsung diangkat. Tapi ucapan yang keluar pertama sungguh membuat Kevin geleng-geleng kepala.


"Siapa nih, kalau ga penting ga usah telfon "


"Aku Kevin"


"Kevin, tahu nomor aku dari siapa. Siapa yang kasih "teriak Ameera disebrang sana. Kevin sampai menjauhkan ponselnya itu.


"Dari ayah kamu, aku minta langsung nomor telepon kamu dari ayah kamu. Emang salah nggak kan nggak ada yang salah, Ayah kamu aja langsung kasih nomor kamu katanya nggak apa-apa"


"Terus ngapain kamu nelpon, aku lagi mau makan nih"


"Makan terus deh perasaan "

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa yang penting aku bahagia makan-makan terus. Terus mau apa nih nelpon cepet aku nggak punya waktu lama aku ini orang sibuk"


"Ga sih cuma pengen nelpon aja, besok aku jemput ya"


"Udah aku bilang aku nggak mau dijemput sama kamu, aku bisa pergi sendiri aku bisa diantar sama ayah udah ah nggak penting banget deh"


"Jangan dimatiin dulu, aku tuh masih mau bicara sama kamu banyak yang aku ingin bicarain. Kamu mau nggak belajar bareng sama aku nanti, aku ajarin semuanya tentang pelajaran di sekolah "


"Ga usah buat apa ada guru kalau aku harus belajar sama kamu, kalau gitu ya udah aku nggak usah sekolah dan kamu aja gurunya. Jadi aku nggak butuh bantuan kamu ada guru yang bisa aku tanya-tanya nanti. Ada Agnes juga yang nanti bantuin aku"


"Iya aku juga tahu, ya kali-laki belajar bareng biar kamu lebih pintar"


"Aku udah pintar ya, udah ah nggak penting banget deh"


"Ya udah besok aku jemput "


"Ga mau aku blokir ya nomor kamu"


Ameera langsung saja mematikan sambungannya, Kevin menatap ayahnya yang berkaca-kaca "Ayah kenapa, kenapa ayah tiba-tiba murung"


"Enggak cuman dari suaranya aja udah mirip, kapan-kapan boleh kamu ajak ayah buat ketemu sama dia ada sesuatu yang ingin Ayah pastikan"


"Boleh sih, tapi agak sulit sih ayah, tadi aja mau aku jemput susah kan ayah"


"Ya udah nanti sebisanya kamu aja ya, coba ajak dia ketemu ayah juga pengen ketemu sama dia ajak dia main kemari kapan-kapan"


"Iya nanti kapan-kapan aku ajak dia datang ke sini ayah"


"Ya udah Ayah mau ke kamar dulu"


"Iya ayah"


Kevin hanya bisa menatap ayahnya pergi. Kenapa ayahnya tiba-tiba berkaca-kaca apakah ini ada sangkut pautnya dengan masa lalu. Apakah Ameera itu sebenarnya anaknya Ayah.


Ace yang sudah ada di dalam kamar menata foto besar di hadapannya. Ace tersenyum dengan mata yang masih berkaca-kaca "Dela aku menemukanmu, aku bertemu dengan perempuan yang sama denganmu lagi. Apakah itu kamu apakah kamu terlahir kembali, apakah di dunia ini ada yang namanya terlahir kembali tapi aku yakin itu adalah kamu "


"Tapi kenapa saat kita bertemu kamu malah membiarkanku. Kamu seperti seolah-olah tidak mengenalku. Ada apa Dela ada apa aku sudah tahu sekarang siapa namamu. Ameera nama yang cantik sekali, tapi aku lebih suka dengan namamu yang dulu Dela"


"Aku ingin sekali bertemu denganmu. Aku ingin memelukmu aku begitu bahagia bisa menemukanmu kembali, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi aku akan selalu menjagamu. Aku tidak akan pernah menyakitimu"


Ace mengambil foto dirinya dan juga Dela, lalu memeluknya dengan erat. Rasanya bahagia sekali bisa menemukan perempuan yang sama dengan istrinya. Dirinya yakin kalau itu adalah Dela yang terlahir kembali.


...----------------...


"Sayang"


Mita segera menatap suaminya yang memanggil "Ada apa "


"Kenapa sepertinya kamu sangat membenci anakku ada apa, kenapa kamu seperti tak menerima anakku"


"Kata siapa, aku tidak pernah membenci anakmu malah aku ingin mendekatkan diriku padanya tapi kenapa kamu berbicara seperti ini, emang terlihat kalau aku membenci dia "


"Kamu selalu saja mengomentari apa yang Ameera lakukan, kamu selalu saja membantah yang Ameera katakan dan kamu selalu saja membuat pertengkaran dengannya"


"Tidak aku hanya ingin yang terbaik untuknya, aku cuman ingin dia menjadi anak yang baik tidak nakal seperti itu, bukannya kamu pernah bilang kan dulu kalau Ameera itu anak baik. Kenapa saat aku masuk ke rumah ini dia sama sekali tidak baik, tapi dia selalu saja membantah kata-kataku. Kenapa berbeda aku sampai bingung melihat Ameera yang kata kamu baik itu "


"Dia anak yang baik memang benar-benar anak yang baik"

__ADS_1


"Sudahlah aku lelah berbicara dengan mu "


Mita langsung menarik selimutnya dan membelakangi suaminya. Lelah rasanya selalu saja membahas tentang anak nakal itu.


__ADS_2