
Ameera yang tahu kalau guru-guru sedang rapat segera pergi dari dalam kelas, dia sudah menemukan tempat yang cocok untuk dirinya merokok dan menghabiskan waktu yang banyak di sana. Ameera berjalan dengan riang ke arah ruangan kosong itu tapi dia malah mendengar suara tangisan.
Kenapa sekolah ini menakutkan sekali, apakah disini ada hantu. Kenapa sekolah ini malah horor sekali. Apakah disini ada yang bunuh diri.
"Tunggu tunggu apa di sini ada hantu, emang siang bolong ada hantu ya tapi penasaran kalau ga dilihat, malah jadi makin penasaran banget dan nanti pengen balik lagi kesini "
Ameera segera berjalan ke arah suara itu, dia melihat ada seorang perempuan dengan rambut panjang dan kulit putih sedang menangis. Ameera menepuk bahunya "Kenapa nangis, lagi banyak masalah ya. Kamu itu diem di ruangan kosong kayak gini sambil nangis-nangis mau kesambet "
Ameera berjongkok di samping perempuan itu mencoba untuk melihat lebih dekat lagi siapa perempuan ini "Ini mau rokok nggak biar lebih tenang perasaanya, awalnya sih emang ga enak tapi lama-lama juga enak dan bakal ketagihan percaya deh"
Perempuan itu langsung menepis tangan Ameera sampai-sampai rokok itu terjatuh "Daripada ngerokok lebih baik aku kesambet di sini, ga guna banget "
Perempuan itu langsung pergi berlari menjauhi Ameera, Ameera mengambil rokoknya dan mengangkat bahunya "Kenapa coba padahal kan bisa bilang baik-baik nggak mau gitu, bukannya langsung dilempar kayak gini padahal kan aku juga nawarin juga baik-baik. Aneh banget ya orang-orang disini. Kadang aku suka binggung "
Saat Ameera akan menyalakan rokoknya dia malah mendengar suara langkah yang menuju kemari, dengan cepat Ameera melempar rokok dan juga pematiknya, jangan sampai yang datang itu guru. Bisa habis dirinya.
Baru saja Ameera membalikan badannya dia sudah bertemu dengan gurunya yang katanya killer dia guru perempuan berambut pendek dan memakai kacamata "Ngapain kamu di sini sendirian"tanyanya dengan sinis .
"Lagi ngagin aja Bu, enakan di sini diam gitu sambil lihat-lihat ke bawah, lantai bawah. Terus ibu sendiri ngapain di sini bukannya guru-guru lagi rapat ya, emang ibu nggak rapat ibu lagi kesiangan ya hayo"
"Iya emang guru-guru yang lain lagi rapat, tapi saya nggak. Saya ini guru BK kamu ngerokok kan mana rokok kamu"
Ameera langsung mengangkat tangannya" Ibu cek aja periksa rok dan juga baju aku emangnya ada rokok buat apa aku bawa rokok. Ga penting banget Bu aku nggak ngerokok beneran deh"
Benar saja Ameera digeledah oleh guru itu, sampai diputar-putarkan tubuhnya itu "Tadi ada yang mengatakan kalau ada siswa yang merokok katanya siswa baru, kamu kan siswa baru itu "
"Siapa sih bu, aku nggak ngerokok. Mungkin dia salah orang aku juga baru aja datang masa tiba-tiba udah digerebek kayak gini sih Bu"
"Ya udah sana masuk kelas jangan ada di sini, ngapain juga di sini 20 menit lagi pelajaran akan dimulai"
"Iya ibu yang cantik, aku pergi ke kelas sekarang dadah ibu " Ameera melambaikan tangannya.
Ameera langsung saja berlari menghindari guru killer itu, siapa yang telah melaporkannya pasti perempuan tadi. Perempuan berambut panjang itu yang kulitnya pucat kayak hantu pasti dia.
Ameera mencari perempuan itu, dia ingin berbicara dengan perempuan pengadu itu apakah dia seberani itu saat bertemu dengannya langsung. awas saja padahal dirinya berniat baik tapi malah seperti ini.
Ameera mengecek satu persatu kelas, dari mulai kelas 10 tapi Ameera tidak menemukan perempuan itu, dia masih ingat bagaimana wajah dan perawakan perempuan itu baru saja ketemu masa udah lupa kan.
Ternyata dia ada di kelas 11 IPA 2 Ameera langsung saja masuk tidak memperdulikan murid-murid yang lain yang menatapnya aneh, karena tiba-tiba masuk saja ke kelas ini. Ameera langsung menggebrak meja paling depan saat melihat wajah perempuan itu. Bahkan Ameera juga menarik kerah pakaian perempuan itu.
"Heh perempuan pengadu ngapain ngadu-ngaduin ke guru BK, ga ada gunanya banget ya. Jangan ikut campur urusan orang deh masing-masing aja"
Perempuan itu menatap Ameera "Kenapa emangnya salah, kamu itu udah buat salah ya pantes aja aku adukan. Di sini tuh nggak ada yang ngerokok dan nggak boleh ada yang bawa rokok, emangnya kamu itu siapa tukang ojek sampai-sampai bawa rokok"
"Dasar pengadu, nggak bisa menyelesaikan masalah sendiri pantesan tadi nangis sendiri di sana. Atau mungkin di sini kamu emang gak punya temen jadi nggak punya teman curhat kan"
__ADS_1
Siswa-siswi yang lain hanya diam, bahkan yang laki-laki malah menyorakinya dan bertepuk tangan melihat Ameera yang begitu hebat dan terlihat cantik saat marah seperti itu. Baru saja Ameera sekolah satu hari di sini tapi sudah banyak laki-laki yang mengaguminya.
"Makanya kalau ke sekolah itu jangan bawa rokok, kalau nggak mau punya masalah jangan bikin masalah" kembali perempuan tadi mengungkit-ngungkit tentang rokok.
"Emangnya masalah buat kamu nggak kan. Aku cuma nawarin aja kamu lagi sedih makanya aku tawarin rokok. Ya siapa tahu aja mau kalau nggak mau ya udah nggak usah sok ngadu dan nolak dengan kasar kayak gitu. Aku aja nawarin kamu dengan baik-baik bukan dengan cara kasar. Siapa sih namamu songong banget "
Ameera mendorong bahu perempuan itu dengan keras, sampai-sampai terdengar suara krek sepertinya kursinya patah mungkin itu pun.
Ternyata namanya Tiara "Namanya sih bagus tapi nggak sebagus hatinya yang busuk yang cuman bisa ngaduin sesama murid. Dasar tukang ngadu "
"Ya makanya kalau nggak mau di aduin jangan buat masalah"
Kembali Ameera menggebrak meja itu "Oke Lo nggak tahu siapa gue sebenarnya, lo nggak tahu kan gue sebenarnya itu kayak apa di sekolah yang dulu mau gue tampar, tonjok atau mau gue hancurkan tuh badan lo yang kecil itu, yang ada dagingnya "
"Ya udah semuanya aja coba, dan nanti gue juga akan aduin lagi ke ruang BK. Dasar anak bermasalah lo itu nggak berhak masuk ke sini, di sini itu orang-orang pintar bukan orang-orang bermasalah kayak lo"
"Berisik loh, dasar mulut sampah "
Tiara langsung bangkit dan mendekatkan dirinya pada Ameera "Ya udah sini mau hajar aku kan, ayo cepat coba satu-satu seperti apa yang kamu bilang "
Ameera menatap sengit perempuan itu, lalu Ameera mendorong perempuan itu sampai menabrak meja. Perempuan itu menangis lagi, tapi Ameera tidak peduli "Dasar cengeng baru aja didorong kayak gitu udah nangis. Gimana kalau gue hajar lo sekarang juga di sini mungkin lo udah mati"
Ameera langsung saja keluar dari dalam kelas dan malah berpapasan dengan Agnes. "Kamu nggak apa-apa kan Ameera. Kenapa kamu malah ada di kelas sebelah"
"Ga papa kok cuman ada urusan sama tikus "
"Ga banyak sih ada tikus pengadu namanya Tiara nyebelin banget tuh anak"
"Apa kamu berurusan sama Tiara, jangan sampai deh urusan sama dia "
"Hah emangnya kenapa, siapa dia sampai-sampai aku harus takut berurusan sama dia yang aku lihat dia masih orang kok bukan hantu ataupun sejenisnya"
"Ya iya dia bukan hantu atau sejenisnya seperti yang kamu bilang tadi, dia itu perempuannya manipulatif banget kamu bisa-bisa dijebak sama dia jangan terlalu dekat deh dan jangan pernah berurusan sama Tiara dia itu sepupunya Kevin juga "
"Pantesan dia jadi pengadu. Nyebelin banget tahu nggak sih dia itu bilang ke BK kalau aku tuh ngerokok, padahal aku tuh mau tenangkan diri di atas emang sih sebenarnya tadinya aku emang mau ngerokok, tapi nggak jadi gara-gara ada guru BK yang rambutnya pendek pakai kacamata. Aku nggak tahu kalau dia tuh guru BK kenapa kamu enggak bilang Agnes"
"Ya kamu juga ngapain di sekolah ngerokok coba, di sini kan banyak banget aturannya. Aku lupa kasih tahu kamu kalau guru berambut pendek itu adalah guru BK aku lupa maaf ya "
"Ya udah sih, udah terjadi juga kan "
"Tapi kamu nggak dihukum kan, kamu nggak disuruh bersihin WC atau mungkin hormat di depan bendera atau sampai di DO"
"Ya nggaklah, nggak segitunya juga kali. Yuk makan yuk lapar nih aku traktir deh kamu kan udah mau jadi temen aku kita makan sama-sama"
"Boleh tapi aku makannya banyak"
__ADS_1
"Ga apa-apa aku juga sama makannya banyak"
Mereka berdua tertawa sama-sama, ternyata mereka sama suka makan banyak tapi tubuh mereka masih saja kecil.
"Ameera"
Ameera menatap orang yang memanggilnya, tapi hanya menatapnya saja lalu kembali berjalan menarik tangan Agnes, tapi Kevin yang memang ingin berbicara dengan Ameera menarik tangannya.
"Aku ingin bicara sama kamu cepat, ada sesuatu yang aku ingin bicarain"
"Ya udah kamu bilang aja di sini, aku sama Agnes mau makan aku nggak punya waktu lama"
Akhirnya Kevin juga tidak bisa memaksa Ameera untuk berbicara di lain tempatkan. Ya sudah di sini saja "Kenapa kamu bisa sampai berurusan dengan Tiara "
"Kenapa kamu marah kalau aku berurusan dengan Tiara. Apa karena dia sepupu kamu jadi kamu mau belain dia gitu, tapi terserah aku nggak peduli, tapi yang perlu kamu tahu bukan aku di sini yang salah tapi dia yang udah cari gara-gara sama aku. Aku nggak suka ya hidup aku di usik kayak gini kalau dia emang gak suka sama aku jangan gini caranya. Bisa kok kita dengan cara lain beresin masalah ini "
"Bukannya aku mau belain dia, tapi aku nggak mau kamu berurusan sama Tiara nanti kalau kamu sampai dikeluarin gimana"
"Ga peduli aku nggak peduli kalau sampai harus dikeluarin di sekolah ini, toh aku udah beberapa kali kok aku dikeluarin dari sekolah yang lain aku juga nggak nyesel kok dikeluarin dari sekolah. Masih banyak sekolah yang mau nampung aku jadi kamu juga jangan terlalu ikut campur. Tentang urusan aku dengan Tiara maupun dia sehebat apapun aku masih bisa melawannya, urus aja diri kamu sendiri. Aku mau makan kalau lagi lapar gini aku bisa makan kamu loh"
"Ayo Agnes kita pergi"
Ameera menarik tangan Agnes. Mereka pergi dari hadapan Kevin. Kevin juga tidak mau mengejar Ameera takut dimakan seperti apa yang Ameera tadi katakan masih sayang nyawa.
"Kamu udah kenal lagi sama Kevin, kapan kalian kenalan bukannya kemarin kita pulang bareng ya"
"Kemarin malam aku makan sama Ayah, terus ketemu sama Kevin kenalan. Dia yang pertama deketin sih terus bicara sama aku ayah, udah sih baru kemarin kita kenalan "
"Tapi kalian kayak udah kenal lama loh, kirain aku kalian teman lama yang baru ketemu lagi gitu. Tapi kalau di lihat-lihat kalian berdua cocok deh"
"Dih cocok dari mana, aku ga mau sama dia. Kamu kenapa coba bisa berfikir kayak gitu ga banget deh kalau aku sampai sama dia. Kita udah ada di kantin mau pesen apa "
"Semua makanan aku suka, bebas mau dipesanin apapun itu sama kamu. Tapi jangan terlalu lama sebentar lagi kita masuk "
"Oke deh pesen apa yang cepat ya, beli batagor bakso siomay mie atau apa. Di sini banyak banget makanannya. Aku sampai pusing aku mau semuanya Agnes"
Agnes tertawa, dia memesankan makanan yang paling enak di sini untuk Ameera, mereka lalu memakannya dengan lahap karena tidak ada banyak orang juga di sini jadi pesanan mereka cepat datangnya.
Mereka sesekali mengobrol, tapi kembali fokus pada makanan. Benar mereka ini cocok untuk menjadi teman karena mereka ini suka makan bahkan tidak malu-malu untuk melahap makanan yang banyak.
"Kamu kenyang nggak "tanya Ameera pada Agnes yang sedang minum jus apel.
"Belum sih. Aku belum kenyang, tapi sebentar lagi bel"
"Ya udah deh. Nanti kita balik lagi ke sini yuk ayo cepat kita masuk dulu ke kelas. Sebenarnya sih aku mau bolos tapi aku nggak mau ajak-ajak kamu bolos yuk. Kita langsung ke kelas aja"
__ADS_1
Mereka berdua segera berlari ke arah kelas mereka, karena bel sudah berbunyi. Agnes begitu senang mendapatkan teman seperti Ameera yang tidak melihat penampilannya. Baru pertama kali dia mempunyai teman seperti ini.