Delana Dedes Pitaloka

Delana Dedes Pitaloka
Bab 69 Ulah Kevin


__ADS_3

"Kevin, Ameera nya ga ada. Ameera lagi keluar dulu"


"Ga apa-apa om, aku pengen ketemu om, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada Om, ini penting banget om"


Aldi menghampiri Kevin dan merangkulnya untuk masuk dan duduk diruang santai "Baiklah, mari kita bicara apa yang ingin kamu bicarakan sepertinya sangat penting sekali "


Kevin hanya tersenyum dan duduk berhadapan langsung dengan ayahnya Ameera "Mita, Mita kemarilah sebentar"


"Iya mas kenapa "


"Tolong buatkan minuman. Oh ya Kevin kamu mau apa, mau minum apa jangan sungkan-sungkan"


"Emm, Kevin apa aja ga masalah kok om Tante "sambil tersenyum ramah.


"Baiklah tolong buatkan ya Mita, jangan lupa camilannya juga "


Mita hanya menganggukan kepalanya saja dan pergi kearah dapur. Aldi langsung menatap Kevin yang masih diam saja.


"Jadi ada apa Kevin. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Om sampai-sampai kita harus bicara berdua seperti ini saat Ameera tidak ada"


"Emm, begini Om bukannya aku mau mengadukan Ameera. Tapi ini benar-benar ga baik buat Ameera om"


Adi bingung dengan apa yang diucapkan Kevin. Maksudnya apa yang diperbuat anaknya, apa anaknya melukai seseorang "Maksud kamu bagaimana apakah Ameera menghajar temannya di sekolah atau dia membuat ulah atau dia merokok lagi atau kenapa. Ada apa dengan Ameera jelaskan yang benar agar om tak binggung "


Kevin memainkan tangannya sebentar, lalu kembali menatap Aldi dengan serius "Om emangnya ga tahu ya kalau Ameera itu punya hubungan sama ayahnya Kevin ? "


Aldi malah tertawa mendengar ucapan Kevin, sungguh anak ini ada-ada saja masa anaknya Ameera berpacaran dengan ayahnya Kevin yang jelas-jelas lebih tua dari Ameera. Bahkan jauh, mungkin saja ayahnya Kevin itu seumuran dengannya kan.


"Om Kevin serius, Kevin ga bohong kalau Ameera itu emang pacaran sama ayahnya Kevin. Masa om ga percaya sama Kevin "


Aldi langsung serius "Mana buktinya kalau Ameera emang pacaran sama Ayah kamu, mana om bukti kalau cuman bicara aja om ga akan percaya "

__ADS_1


Kevin langsung memperlihatkan foto Ameera dan juga Ace, padahal itu foto yang ada di kamar ayahnya bukan benar-benar Ameera yang di foto berdua dengan Ace.


"Mungkin mereka hanya berfoto saja, Ameera sangat menyukai seorang pengusaha dan ayah kamu adalah salah satu idolanya "


"Tidak Om, aku benar-benar berkata jujur. Kalau Om tidak percaya nanti Ameera akan pulang bersama ayah saya. Mereka sedang pergi keluar om bisa lihat sendiri nanti. Om ga mau kan nanti punya menantu yang seumuran sama Om, apalagi Ameera itu masih muda masa mau nikah sama ayah saya sih Om"


Aldi langsung mengeluarkan ponselnya untuk menelpon anaknya. Tapi tidak diangkat, Aldi harus menanyakan semua ini dulu pada anaknya baru mengambil keputusan.


Aldi sudah berjanji pada mendiang istrinya kalau tak akan mengambil keputusan yang gegabah. Mendiang istrinya sudah mewanti-wanti jadi Aldi tak mau mengecewakan mendiang istrinya.


"Ayah Ameera pulang "


"Loh kok ada Kevin "ucap Ameera sedikit kaget dengan keberadaan Kevin. Mau apa coba dia kemari.


"Kita perlu bicara Ameera "


"Emangnya ada apa ayah "


Tangan Ameera langsung digandeng oleh ayahnya masuk ke dalam ruangan kerjanya. Ameera yang bingung langsung duduk saja. Tidak mungkin kan bicara sambil berdiri.


"Kamu punya hubungan apa sama ayahnya Kevin Ameera "


Ameera langsung tersenyum sinis. Kevin Kevin sampai segitunya ingin menghancurkan hubungannya dengan Ace, sampai-sampai mendatangi ayahnya dan memberitahu semuanya. Ameera bukannya senang malah makin ilfil sama Kevin.


Menjijikan sekali Kevin itu, dasar laki-laki licik dia tidak tahu terimakasih padahal Ace sudah mengurusnya dari kecil tapi malah ini balasannya. Menyebalkan sekali.


"Lebih baik Ameera jujur aja kan daripada Ameera harus sembunyiin semuanya. Ameera jujur sama ayah kalau Ameera itu punya hubungan sama ayahnya Kevin. Ayah pernah dengar kan cerita Ameera waktu kecil kalau Ameera ini adalah orang yang pernah hidup di masa lalu dan Ace ayahnya Kevin adalah cinta pertamaku Ayah. Masih ingatkan dengan ceritaku ayah "


Ameera melihat ekspresi Ayahnya yang masih diam ayahnya tidak merespon apa-apa. Ameera takut kalau kejadian yang dulu terjadi lagi.


Tapi ayahnya malah keluar dari dalam ruangannya dan meninggalkan Ameera begitu saja. "Kenapa ayah pergi, aku kok jadi takut ya "

__ADS_1


Ameera sudah sangat gelisah sekali. Bagaimana ini apakah ayahnya akan mengusirnya dari rumah ini. Ameera tak berani keluar. Ameera hanya bisa diam diruangan ini.


...----------------...


"Lebih baik kamu sekarang pulang Kevin"


Kevin bingung saat tiba-tiba dirinya malah disuruh pulang, padahal Kevin datang kemari ingin membuat suasana lebih panas lagi agar Ameera tidak diperbolehkan berhubungan dengan ayahnya di hadapannya. Kenapa tiba-tiba disuruh pulang. Ini belum selesai masa panjang.


"Pulang om ? "


"Iya pulang. Emangnya kamu mau apa di sini lama-lama. Saya udah ga terima tamu lebih baik kamu pulang sekarang juga, saya banyak pekerjaan"


"Tapi om apa yang aku katakan tadi bener, kalau Ameera itu dan juga Ayah punya hubungan. Emangnya om mau mereka nanti menikah apakah om akan rela anak om itu menikah dengan laki-laki tua. Bagaimana tanggapan orang-orang nantinya om"


"Pintu keluar ada di samping, silakan kamu jalan ke sana dan keluar apa perlu saya panggilkan satpam"


Kevin dengan marah langsung keluar dari dalam rumah Ameera. Kevin bahkan menutup pintu rumah Ameera dengan keras.


"Loh ke mana tamunya. Ini aku baru aja selesai buat jus" Mita celingak-celinguk mencari tamu tadi tapi tak ada. Kenapa menghilang seperti ini.


"Udah pulang, kalau misalnya anak itu datang lagi kemari ga usah kamu terima. Ga penting dia "


"Ada masalah apa kok tiba-tiba kayak gitu mas. Padahal dia datang baik-baik aja kan kalian ngobrol biasa-biasa aja kan, apakah ada sesuatu yang membuat kamu tersinggung Mas oleh kata-katanya"


Aldi menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya dengan kasar "Aku mau istirahat dulu di kamar. Biarkan aku istirahat jangan ganggu aku dulu. Kamu tidur dikamar yang lain dulu saja. Aku benar-benar tak mau diganggu Mita"


Aldi langsung melangkah pergi kedalam kamar, bahkan Aldi mengunci pintu kamarnya. Mita yang binggung hanya mengangkat bahunya saja acuh.


"Ya sudah sih, binggung ah ngurusin mereka. Yang terpenting aku hidup disini nyaman kan. Mau masalah mereka seberat apapun aku tak peduli "


Mita duduk dan meminum jus yang baru saja tadi dia buat. Tak mau ikut masalah mereka. Mita tak mau terlibat apa-apa nanti kepalanya malah pusing.

__ADS_1


__ADS_2