
Dita dan juga Aldi sedang ada di kamar mereka saling pandang masih bingung dengan keadaan anaknya Ameera. Apakah benar anaknya itu reinkarnasi seperti apa yang dijelaskan oleh temannya tadi saat mereka menelponnya.
"Mas tapi kamu yakin kalau Ameera itu reinkarnasi dari perempuan bernama Delana. Memangnya zaman sekarang masih ada hal seperti itu"
"Aku juga tidak tahu, kamu dengar sendiri kan tadi penjelasan dari temanku. Mungkin kita sulit untuk percaya tapi di hadapan kita ada anak perempuan yang menceritakan tentang masa lalu "
"Coba kamu cari tentang istrinya Ace pengusaha itu, aku jadi penasaran sekali"
Aldi setuju dengan usul sang istri, dia segera membuka ponselnya dan mencari tentang Ace semuanya. Biodatanya pun ketemu dan di sana juga dituliskan kalau dia sudah menikah.
Aldi menatap sang istri" Ace sudah pernah menikah dan nama istrinya adalah Delana Dedes Pitaloka yang meninggal setelah mereka menikah, karena sebuah penyakit di sini juga diceritakan lengkap dan ini wajah istrinya"
Dita segera mengambil ponsel suaminya dan menatap perempuan yang dimaksud oleh suaminya. Apakah ini yang dimaksud anaknya.
"Apakah perlu kita berbicara pada Ameera "
"Nanti kamu lihatkan saja foto ini, kita lihat bagaimana reaksinya. Dia juga tidak mau dibawa ke rumah sakit kan sepertinya Ameera mempunyai trauma"
"Baiklah aku akan perlihatkan ini apa Ameera nanti tahu "
"Baik sekarang tidur ya "
Dita menganggukan kepalanya dan segera tidur disamping suaminya, fikirannya dipenuhi oleh anaknya.
...----------------...
"Mamah selamat pagi "
"Pagi Ameera sayang, sini duduk "
Ameera segera duduk dipangkuan ibunya "Mama hari ini sekolahku libur kan, jadi kita mau jalan-jalan ke mana"
__ADS_1
"Kamu maunya ke mana sayang"
"Aku mau ke toko buku, ke toko dimana aku dulu bekerja mamah "
"Kamu tahu jalannya"
"Tentu saja, aku sudah lama bekerja di sana. Mana mungkin aku lupa setiap hari dulu aku selalu naik taksi atau bus"
"Mamah ingin memperlihatkan sesuatu padamu"
"Apa itu mamah"
Dita segera mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto dari Delana. Ameera langsung mengambil ponsel itu dan menangis "Mama ini adalah aku dulu. Lihatlah aku begitu cantik kan mama, tidak ada kekurangan dariku kan "tanya Ameera dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya kamu cantik, cantik sekali dengan rambut panjang terurai seperti ini"
"Kamu tahu mama dulu aku sangat tertekan sekali dengan sikap semua orang. Aku diolok-olok sana sini bahkan tidak ada satupun laki-laki yang mau denganku. Hanya Ace sajalah yang mau denganku"
"Kenapa Mama melamun seperti itu, jadi kan ke toko buku itu nanti akan aku tunjukkan sesuatu pada mama. Mungkin Mama akan percaya dengan semua cerita yang aku ucapkan ini"
Dita menurunkan anaknya dan mengusap wajahnya "Kamu tidak bermimpi sesuatu, ya mungkin saja kamu memimpikan perempuan ini dan kamu menceritakannya pada mama"
"Tidak, aku sama sekali tidak bermimpi itu adalah ingatanku di masa lalu aku seperti itu. Aku hidup kembali menjadi anak mamah "
"Emm, ya sudah sayang ayo kita pergi ketoko buku yang kamu mau "
"Ayo mamah, aku begitu bersemangat sekali "
Ameera berlari kearah kamarnya, Dita sendiri masih diam dikursi itu. Apakah tidak akan masalah anaknya seperti ini.
...----------------...
__ADS_1
Dita menunggu anaknya yang sedang mengumpulkan sebuah buku lalu diberikan ke arah Dita "Ini lihatlah ini adalah tulisan yang Ace berikan padaku, di buku-buku inilah dia ceritakan semuanya."
"Mama tahu aku juga dilamar di sini olehnya dulu, bahagia sekali rasanya dilamar di sini"
"Kamu masih mengingat orang tua kamu yang dulu"
"Aku ingat aku ingat kedua orang tuaku yang dulu, tapi aku belum siap untuk bertemu dengan ayahku. Aku takut dia memberikan aku sebuah kutukan lagi, aku belum benar-benar siap aku masih takut dan trauma dengan apa yang Ayah aku lakukan"
"Maksud kamu " Dita kebingungan dengan satu hal itu.
Ameera duduk di samping mamanya lalu menggenggam tangannya "Tapi mama janji tidak akan menceritakan tentang aku pada siapapun itu janji. Mungkin ini adalah masa laluku dulu saat menjadi orang dewasa"
"Tentu mamah janji. Apa yang membuat kamu tidak mau masuk rumah sakit dan apa yang ayahmu lakukan dulu"
Ameera malah menangis, lalu Ameera mengusap air matanya lagi "Ameera kenapa " Dita begitu khawatir dengan anaknya yang tiba-tiba saja menangis.
"Tidak aku baik-baik saja, hanya sedikit sedih saja kalau mengingat tentang semua ini. Dulu aku benar-benar perempuan yang tidak tahu apa-apa aku begitu menyedihkan dengan penampilanku yang seadanya. Aku dikenalkan sana-sini tapi tidak ada satupun laki-laki yang mau denganku. Itu adalah sebuah perjodohan yang dilakukan Ayah untuk bisa aku cepat-cepat menikah dan adikku juga nanti cepat menikah"
"Pada suatu hari aku datang ke rumah laki-laki yang menurutku bisa membantuku, karena pacarnya adalah seorang yang mampu mengubahku. Aku datang ke sana jam 04.00 subuh dan aku memintanya untuk berbicara pada pacarnya untuk mengubah semua penampilanku"
"Tapi nyatanya malah datang pacarnya itu dan mengolok-olok ku, lalu melukai laki-laki itu aku yang merasa bersalah mengantarkannya untuk berobat, tapi naas seorang satpam di sana mengadukanku pada tetangga yang lain dan pada Ayahku. Saat Ayahku datang memang kami sedang berdua tapi tidak melakukan apa-apa, tapi ayahku mengatakan kalau aku sudah tiada dan mengadakan sebuah pengajian untukku"
"Aku hancur aku begitu hancur tiba-tiba Ayahku melakukan itu, aku disingkirkan dan aku pun tidak punya siapa-siapa hanya laki-laki itu saja yang ada di samping ku dan selalu membantuku, bahkan merubah penampilanku menjadi cantik seperti yang Mama lihatkan tadi fotonya padaku"
"Aku bahagia pernah hidup bersama kedua orang tuaku yang dulu, tapi aku belum siap untuk bertemu dengan mereka apalagi dengan ayahku. Traumaku begitu besar apalagi saat masuk rumah sakit, aku lelah harus disuntik, dan yang lainnya. Aku harus diobati sana-sini kepalaku sakit pandanganku selalu buram mimisan. Aku lelah dengan semua itu dan aku tidak mau sampai itu terulang kembali, makanya aku tidak suka datang ke rumah sakit Mama"
"Terserah mama mau percaya aku dulunya pernah hidup atau tidak, yang terpenting aku sudah menceritakan semuanya pada Mama. Kalau aku dulu pernah hidup dan namaku adalah Delana Dedes Pitaloka, aku pernah menikah dan sekarang aku menjadi anak kecil lagi, tapi aku bahagia bisa ada di samping mama. Aku minta tolong Mamah jika ada masalah denganku dengarkan dulu semuanya, jangan mengambil keputusan dengan gegabah"
Dita menganggukan kepalanya mulai percaya dengan cerita anaknya, mungkin anaknya dulu pernah hidup tapi bukan menjadi anaknya.
Dita seperti sedang berbicara dengan orang dewasa seumurannya, apalagi dari sorot matanya. Anaknya ini memang berbeda dengan yang lainnya.
__ADS_1