
Setelah menempuh perjalanan selama berapa puluh jam, akhirnya pesawat yang di naikin oleh Ambar dan sekretarisnya tiba di bandara Sukarno-Hatta.
Ambar melihat jam pada layar ponsel miliknya, waktu menunjukan pukul 6 pagi. Dari balik kaca pesawat Ambar bisa melihat sinar matahari yang begitu indah, Ambar mengambil gambar untuk ia jadikan stori Instagram dengan Caption Good Morning.
Sebelum turun dari pesawat, Ambar memakai kacamata hitam miliknya. Ambar turun dari pesawat di ikuti oleh Dila di belakangnya.
Ke duanya melangkah menuju pintu keluar, dari kejauhan Ambar melihat sang daddy sudah menunggu. Ambar yang sudah sangat merindukan keluarganya, mempercepat langkahnya dan...
Duukk...
Ambar tak sengaja menabrak seseorang, untuk saja orang yang ia tabrak dengan cepat menahan tubuh mungilnya jika tidak Ambar sudah jatuh ke lantai.
Ambar menutup ke dua matanya ia pikir akan terjatuh ke lantai, tapi ternyata tidak Ambar membuka ke dua matanya dan melihat seseorang yang memegang pundaknya.
Dengg..
Dengg...
Ke duanya saling tatap walaupun kini ke duanya mengenakan kacamata hitam, lagi-lagi jantung ke duanya berdegup kencang, cukup lama ke duanya dengan posisi seperti itu sampai suara Dila mengagetkan ke duanya. Dengan cepat Ambar berdiri dengan benar, lalu melihat pria yang ia tabrak.
"Maaf saya gak sengaja" ucap Ambar.
"Iya gak papa" jawab Pria itu yang tak Alain adalah Gilang.
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Ambar.
"Iya" ucap Gilang sambil mengangguk.
Ambar berlalu dari hadapan Gilang dengan di ikuti Dila dari belakang, Gilang memaksakan untuk kembalikan badannya untuk melihat punggung gadis itu yang semakin menjauh. Sampai tepukan seseorang mengagetkannya.
"Boy.." panggil Reza.
"Dad, kau membuat ku kaget" ucap Gilang melepas kacamata hitam miliknya.
"Habisnya kau daddy panggil-panggil diam saja" ucap Reza.
"Apa kau sedang melihat seorang gadis" tanya Reza lagi menarik turunkan ke dua alisnya.
"Gak lah dad" jawab Gilang cepat.
"Dad, mommy mana" tanya Gilang.
"Mommy mu tidak ikut, boy" ucap Reza.
__ADS_1
"Ck, habis nyuruh anaknya cepat pulang tapi gak di jemput" decak Gilang.
"Ya, kau tau sendiri lah mommy mu itu boy, dia sedang memasak makanan kesukaan mu" ucap Reza lalu ke duanya masuk ke dalam mobil, kemudian mobil itu meninggalkan area parkiran bandara.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Daddyyy...." panggil Ambar dan langsung berhamburan ke pelukan sang daddy.
"Sayang, kau sehat-sehat aja kan selama berada di sana" tanya Nicko dengan kuatir.
"Aku baik-baik saja dad" jawab Ambar melepas pelukannya.
"Kau baru seminggu di negara orang udah kurusan gini" ucap Nicko pada sang putra.
"Hehehe... aku selama di Jerman jarang makan nasi dad" ucap Ambar.
"Ya udah ayo kita pulang, mommy udah masak makanan kesukaan kamu tuh di rumah" ucap Nicko.
"Oke dada" jawab Ambar.
Nicko membawa barang-barang milik sang putri dan memasukannya ke dalam bagasi, kemudian ke duanya masuk ke dalam mobil dan mobil pun keluar dari parkiran bandara, Dila juga sudah di jemput oleh sopir pribadi mereka.
Tak lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Nicko memasuki halaman rumah mewah mereka, Ambar langsung keluar mobil dan masuk ke dalam.
"Mommyy..." panggil Ambar mencari keberadaan sang mommy di dapur.
"Aku kangen sama mommy" ucap Ambar mengeratkan pelukan nya.
"Jadi cuma sama mommy ni, kaka gak kangen sama aku" ucap Brian yang baru masuk ke dapur.
Ambar melepaskan pelukan dari mommy nya, dan berganti memeluk adik nya itu.
"Kaka juga kangen kamu dek" ucap Ambar.
"Aku juga kak" ucap Brian membalas pelukan kaka nya.
"Jadi eyang sama kakek gak di peluk juga ni" ucap Mom Tania.
"Eyang, kok eyang sama kakek di sini" tanya Ambar bergantian memeluk kakek Erlangga.
"Iya dong mau nyambut cucu cantik eyang, yang baru pulang" ucap Mom Tania.
Ambar memeluk eyang Tika yang berada di kursi roda, eyang Tika juga membalas pelukan cucu nya.
__ADS_1
"Semua sudah siap, ayo kita semua makan" ucap Nisa pada semuanya yang ada di situ.
Ambar melihat ke arah meja makan, dan seketika itu juga air liurnya hampir menetes melihat sup kesukaannya.
"Wahh,, ada sup iga sapi" ucap Ambar yang langsung duduk di kursi di ikuti yang lainnya.
Gadis cantik itu mengambil nasi dan sup iga, ia sudah seminggu tidak makan yang berkuah seperti ini, di negara orang ia dan sekretarisnya selalu memakan kas luar negri.
"Kak, pelan-pelan itu cuma punya kaka ko" ucap Brian melihat kaka nya yang gak sabaran.
Brian dan Ambar berbeda, Brian lebih suka lauk yang di gorong-gorong gitu, seperti ayam goreng, mujair goreng dan lain-lain, sedangkan sang kaka lebih suka yang berkuah. Karena sedari kecil Ambar sudah terbiasa dengan lauk yang berkuah.
Ambar memegang tulang sup iga, yang sudah mengelupas dari tulangnya mengenakan dua tangannya. Ambar benar-benar menikmatinya makan paginya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Mobil yang di kendarai oleh Reza baru saja memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi itu. Terlihat wanita paru baya tapi masi terlihat cantik, sedang menunggu kedatangan putra tunggalnya.
"Sayangg..." panggil Sinta langsung memeluk putra tampannya.
"Hay, mom kau bertambah cantik" puji Gilang pada sang mommy.
"Mommy mu ini memang selalu cantik boy, karena itu daddy selalu mengurungnya di rumah" ucap Reza tersenyum pada sang istri.
Gilang mengerutkan keningnya mendengar apa kata daddy nya.
"Jadi selama aku gak ada daddy selalu mengurung mu mom" ucap Gilang.
"Iya, daddy mu selalu mengurung mommy sayang" ucap Sinta membuat putra tampannya menggeleng kepala mendengarnya.
"Karena itu boy, kau harus mencari istri yang cantik seperti mommy mu, ya seperti gadis yang kau tabrak di bandara tadi" ucap Reza menarik tangan istrinya meninggalkan sang putra yang terdiam mengingat kejadian tadi.
"Maksud daddy gadis siap?" tanya Sinta setelah ke duan pasangan suami istri itu masuk ke dalam.
"Putramu tadi gak sengaja menabrak gadis cantik di bandara" ucap Reza.
"Siap gadis itu dad" tanya Sinta penasaran.
"Ada deh" ucap Reza mencubit hidung istri tercintanya.
Gilang melangkah masuk menyusul ke dua orang tuanya yang sudah meninggalkannya, Sinta yang melihat sang putra menyuruh untuk membersihkan diri terlebih dahulu, lalu sarapan bersama. Gilang berjalan menaiki tangga satu persatu untuk sampai ke kamarnya yang ada di lantai atas, Gilang melihat isi kamar yang tak pernah berubah, hanya saja seprei nya yang selalu di ganti oleh Art.
Gilang langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan dirinya yang terasa gerah. Tak lama kemudian, Gilang selesai dengan mandi nya ia mengunakan celana pendek selutut dan kaus puti polos, membuat penampilannya bertambah tampan.
__ADS_1
Next....
Like, komen sama Vote ya guys.. Terimakasih๐๐๐