
Tidak terasa Ambar dan Dila sudah lima hari berada di Jerman, setelah pertemuan mereka dengan direktur H.N Group lima hari yang lalu, membuat Ambar tak pernah berhenti memikirkan pria yang bernama Gilang itu. Bolehkah Ambar berharap bahwa pria itu adalah Gilang teman masa kecilnya.
"Bu Ambar, ko melamun terus si akhir-akhir ini ya" ucap Dila dalam hati.
"Dila, saya ke kamar dulu ya" ucap Ambar berjalan masuk ke dalam kamar.
Dila melihat punggung bosnya sampai hilang di balik pintu.
Setibanya di dalam kamar, Ambar melihat ponsel miliknya berbunyi, Ambar mengambil ponselnya melihat sepupunya Maura memanggil dengan VC. Ambar menggesek tombol hijau kemudian muncullah wajah cantik saudaranya itu.
"Mbar, kok kamu gak bilang kalau pergi ke Jerman" ucap Maura dari balik ponsel dengan bibir mengerucut.
"Maaf, habisnya dadakan banget, di suruh daddy buat gantiin dia" ucap Ambar.
"Ya tapi kan seenggaknya kamu ngirim pesan" ucap Maura.
"Iya deh, maaf ya" ucap Ambar.
"Eemm, Ra?" panggil Ambar.
"Apa" jawab Ambar.
"Aku ketemu kak Jo di sini" ucap Ambar.
"Bukan urusan gue" jawab Maura ketus.
"Iya juga ya, buka urusan kamu, secara kamu kan udah punya pacar baru" ucap Ambar menjahili Maura.
"Udah ah, gak mood ni, cepat balik ya, gue gak punya teman buat ngeh mall" ucap Maura kemudian langsung mematikan panggilan VC nya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Di tempat lain....
Gilang lagi-lagi memandang foto gadis kecilnya, sampai sekarang pun Gilang terus memikirkan klien nya yang bernama Ambar itu.
__ADS_1
"Ambar Wijaya" ucap Gilang seorang diri.
"Apa benar itu kamu, tapi gak mungkin keluarga Wijaya adalah keluarga konglomerat di indonesia, sedangkan Ambar kecilnya hanyalah orang biasa" ucap Gilang dalam hatinya dengan raut wajah sedih.
"Pulang nanti aku akan langsung nemuin kamu" ucap Gilang lagi dalam hatinya.
Gilang membuka isi pesan dari sahabatnya Jovian, yang mengatakan kalau malam ini, ia akan kembali ke indonesia. Setelah membalas pesan dari sahabatnya itu, Gilang membaringkan tubuh kekarnya di atas ranjang miliknya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Keesokan Harinya....
Hari ini Ambar mengajak sekertaris nya itu jalan-jalan ke museum-museum yang ada di kota berlin.
Saat ini ke dua gadis itu sudah siap dengan pakaian santai mereka, Ambar dan Dila masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai dasar.
Setelah pintu lift terbuka, seperti biasa Thomas sudah menunggu mereka di parkiran apartemen itu.
Thomas membukakan pintu untuk ke dua gadis itu, kemudian mobil pun keluar dari parkiran apartemen yang di tempati oleh Ambar dan Dila. Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan museum yang bangunannya terlihat sangat indah.
"Dil, kamu gak liat oleh-oleh buat pulang nanti" tanya Ambar.
"Aku mau liat, permintaan adikku Bu" ucap Dila.
"Ayok kita masuk di toko situ" ajak Ambar.
"Ayok Bu" jawab Dila.
Me dua gadis itu masuk ke dalam sebuah tokoh yang menjual macam-macam pernak-pernik, seperti gantungan kunci, tas rajutan dan masi banyak yang lain-lain.
Ambar juga mau membelikan oleh-oleh buat mommy nya dan juga eyang nya. Setelah selesai membeli oleh-oleh, ke dua gadis itu memutuskan untuk mencari makan. Karena jam sudah menunjukan pukul 11 siang waktu Jerman.
"Dila, kita makan di situ aja ya" ucap Ambar menunjuk restoran kecil di seberang jalan.
Ke dua gadis itu masuk ke dalam restoran itu, jika dari luar terlihat sangat kecil tapi setelah masuk, Ambar dan Dila di buat melengos.
__ADS_1
Bagaimana tidak isi dalam restoran itu seperti restoran-restoran bintang lima dan terdapat banyak pengunjung.
Ke dua mata Ambar mencari meja yang masi kosong, tapi ke dua mata itu tak sengaja melihat pria yang membuat jantungnya tak karuan itu selama beberapa hari ini. Pandangan Ambar tertuju pada seorang wanita cantik nan **** duduk di hadapan pria itu.
Ya pria itu adalah Gilang, ia datang untuk menemui adik sepupunya yang sedang melanjutkan studinya di Jerman. Karena besok lusa Gilang akan pulang ke indonesia dan menetap di sana, jadi ia mengajak adiknya itu bertemu sekalian mengatakan ia akan balik ke indonesia.
"Kenapa si sama hati gue, kok seperti gak suka liat cowok itu sama cewek lain, kenal juga baru" ucap Ambar dalam hatinya.
Lamunan Ambar buyar kala Dila menyentuh lengannya.
"Eh, kita duduk situ aja ya" ucap Ambar tiba-tiba menunjuk meja kosong dekat dengan meja yang di duduki oleh Gilang.
Ambar dan Dila duduk tampa melihat ke arah meja sebelah, tapi suara kursi di tarik membuat Gilang melihat ke arah mereka, dan pada saat itu juga pandangan Ambar dan Gilang kembali bertemu.
Jantung ke duanya lagi-lagi berdetak tak karuan, sampai seorang pelayan datang membuyarkan pandangan Ambar pada Gilang.
Setelah menyebut semua pesanan mereka, pelayan itu pergi dari meja yang di duduki oleh Ambar dan Dila.
"Bu Ambar, itu bukannya pak Gilang ya" ucap Dila.
"Iya, Dil" jawab Ambar tapi engan melihat lagi ke arah meja sebelah.
Ambar dan Dila mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang, Ambar bisa mendengar obrolan ke dua orang yang ada di meja sebelah. Ambar berpikir gadis yang duduk bersama Gilang adalah pacarnya, Ambar tidak tau kalau gadis itu adalah adik sepupunya.
"Gue kenapa si jadi sensi gini, aahhgg" ucap Ambar dalam hati tentunya.
Tak berselang lama, pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, kemudian ke duanya memakan makanan mereka dengan diam, tapi Gilang sering mencuri pandang pada Ambar gadis yang lagi-lagi membuat perasaannya tak karuan.
Setelah menghabiskan makan siang mereka, ke dua gadis itu membayar bill nya, kemudian keluar dari restoran itu. Di luar sama Thomas sang sopir sudah menunggu ke dua gadis itu, seperti biasa Thomas membukakan pintu untuk ke duanya lalu mobil pun meninggalkan restoran itu.
Di dalam mobil, pikiran Ambar tak henti-hentinya memikirkan wanita yang bersama Gilang tadi, padahal ia baru ke dua kali bertemu dengan pria itu yang selalu membuat jantungnya berdegup tak karuan.
Sampai mobil yang di kendarai oleh Thomas tiba di parkiran apartemen mereka, Ambar dan Dila keluar dari mobil lalu masuk ke dalam lift menuju lantai atas, ke duanya akan bersiap-siap berkemas karena besok lusa akan kembali ke Indonesia.
Next....
__ADS_1
Guys, jangan lupa Like, Komen sama Vote ya, aku usahain sehari up dua kali. Terimakasih๐๐๐๐