Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 56. Jerman Lagi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam, akhirnya pesawat yang di naikin Ambar dan Gilang tiba di Jerman, Gilang membantu sang istri untuk keluar dari dalam pesawat.


Setibanya di pintu keluar seorang pria kepercayaan Gilang, sudah menunggu mereka di sana dan langsung memasukan barang bawaan ke duanya ke dalam bagasi mobil. Setelah Gilang dan Ambar masuk ke dalam mobil, mobil pun keluar dari area bandara.


Gilang membawa sang istri ke dalam dekapannya, tampa di sangka oleh Gilang sang istri kembali tertidur mungkin karena kelelahan karena perjalanan yang memakan waktu berpuluh jam.


Tidak lama kemudian mobil yang di naikin ke dua pasangan yang akan berbulan madu itu, memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi, dari gerbang itu suda bisa di liat mansion milik keluarga Hadinata.


"Sayang bangun yuk kita udah sampai" ucap Gilang mengelus pipi istrinya dengan lembut


Ambar menggeliat merasakan usapan di sebelah pipinya, Ambar melihat ke lua jendela mobil, dan melihat mansion yang sangat besar dan mewah, lalu ia melihat ke arah sang suami.


"Ayo kita turun" ucap Gilang


Keduanya turun dari dalam mobil, seorang pelayan datang menyapa ke duanya dengan hormat, di susul oleh pria kepercayaan Gilang membawakan barang milik ke dua pasangan pengantin baru itu.


Gilang membawa sang istri ke kamar miliknya waktu berada di Jerman, ke duanya menaiki lift menuju kamar Gilang yang ada di lantai 4, tiba di lantai 4 Gilang langsung membuka pintu kamarnya.


Dan bertapa terkejutnya Ambar saat melihat banyak fotonya waktu kecil, apa lagi melihat foto yang belepotan dengan coklat es krim.


"Sayang ini" ucap Ambar melihat pada sang suami

__ADS_1


"Iya karena tidak ada wanita lain dalam hati aku selain kamu" ucap Gilang mendekati sang istri dan memeluknya dengan mesra


Ambar membalas pelukan sang suami dengan tak kalah mesranya, ke duanya berpelukan cukup lama sampai Gilang membawa sang istri duduk di sisi ranjang.


Gilang mendudukkan sang istri di atas pangkuannya, dan Gilang mulai mendekatkan wajahnya beberapa detik kemudian bibir keduanya bertemu, Gilang ******* bibir sang istri dengan lembut, Ambar juga mengalungkan ke duan tangannya di leher sang suami membuat ke duanya saat ini terlihat begitu mesra.


Gilang menahan pinggang sang istri agar tidak jatuh, ke duanya terus berciuman dengan mesra, bahkan sebelah tangan Gilang sudah mulai nakal dan berada di benda favorit miliknya, membuat Ambar tidak dapat menahan ******* di selah ciuman ke duanya.


Setelah merasakan ke duanya mulai kehabisan nafas, Gilang melepas ciuman mereka dan melihat bibir bengkak sang istri.


"Kita mandi dulu ya" ucap Gilang yang mendapat anggukan dari Ambar


Gilang mengendong sang istri masuk e dalam kamar mandi, sesampainya di dalam Gilang menurunkan sang istri dengan pelan, Gilang melepaskan semua kain yang melekat pada tubuhnya, begitu pun dengan Ambar saat ini ke duanya sudah sama-sama polos.


Gilang membuang semuanya ke dalam rahim sang istri, ia sangat berharap anggota keluarga baru akan segera hadir dalam keluarga baru mereka.


Gilang membantu Ambar untuk mandi, dan menggosok punggung sang istri tanda kepemilikan di seluruh tubuh Ambar hampir penuh karena ulah Gilang pastinya.


Selesai membersihkan diri, Gilang memakaikan handuk kimono untuknya dan sang istri, Gilang kembali mengendong sang istri keluar kamar mandi dan mendudukkan nya di sisi ranjang, Gilang menyiapkan baju untuk ke duanya.


Selesai memakai baju, Gilang dan Ambar berbaring di tempat tidur karena ke duanya harus segeralah istirahat, Gilang membawa sang istri ke dapat dekapannya dan beberapa detik kemudian ke duanya sudah berada di alam mimpi.

__ADS_1


✴✴✴✴


"Sayang aku kangen banget sama kamu" ucap Jovian saat ini posisinya sedang memeluk Maura dari belakang


"Baru juga gak ketemu sehari" ucap Maura, ia dan Jovian sehari tidak bertemu, karena Maura ada pemotretan di luar kota jadi membuat ke duanya tidak dapat bertemu.


"Sehari itu udah lama banget buat aku" ucap Jovian manja


Maura tersenyum mendengar suara manja kekasihnya itu, Maura berbalik melihat Jovian dan memeluk pria itu dengan erat.


Jovian membawa Maura masuk karena udara di luar sangat dingin, saat ini ke duanya berada di lantai dua rumah Jovian.


"Sayang kalian dari mana sih, ayo papa udah nunggu di meja makan" ucap mama Ranti


"Kita habis cari angin di luar ma" ucap Jovian


Mama Ranti mengajak Maura dan Jovian turun ke lantai bawa untuk makan malam bersama, terlihat papa Joshua sudah menunggu mereka di sana.


Jovian dan Maura duduk berdekatan, dan mereka memulai makan malam mereka, ini ke dua kalinya Maura di ajak Jovian untuk makan malam di rumah keluarga Wiratmaja.


Next....

__ADS_1


Jangan lupa like, komen sama Vote ya...


__ADS_2