Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 31. Ada Yang Mengikuti Kita


__ADS_3

Tinggal dua hari lagi adalah hari pertunangan Ambar dan Gilang, hotel bintang lima milik keluarga Hadinata kini menjadi tempat yang akan mereka langsungkan untuk acara pertunangan Gilang dan Ambar.


Gilang dan Ambar masi beraktivitas seperti biasanya, pergi ke kantor untuk bekerja, pikir pasangan itu baru tunangan saja, bukan nikah yang harus cuti.


Ambar baru saja mendapat telpon dari Sinta calon mertuanya, kalau sebentar lagi Gilang akan datang menjemputnya untuk pergi ke butik, mengukur gaun yang akan mereka kenakan lusa di acara pertunangan mereka.


Saat ini ke duanya sudah berada di dalam mobil menuju ke butik yang di katakan Mom Sinta.


Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, Gilang dan Ambar tiba juga di butik. Mom Sinta yang melihat putra dan menantunya sudah tiba, langsung saja wanita itu mendekati ke duanya.


"Sayang" panggil Sinta


"Mom, tante" ucap Gilang dan Ambar


"Loh kok manggil tante si, panggil mommy dong sayang kan bentar lagi mau jadi mantu" ucap Sinta membuat Ambar tersenyum malu


"Iya mom" ucap Ambar membuat Gilang dan Sinta tersenyum


"Ayo, mommy udah siapin baju yang akan kalian kenakan di acara nanti" ucap Sinta mengajak ke duan nya.


Gilang dan Ambar mengikuti Mom Sinta masuk ke salam ruangan yang terdapat banyak gaun di sana.


Gilang melihat banyak gaun cantik dengan model-model ****, Gilang tidak mau kalau calon istrinya memakai pakaian **** seperti itu.


"Mom, kau tidak memili gaun terbuka buat calon istriku kan" tanya Gilang


Sinta tersenyum geli mendengar pertanyaan sang putra yang terdengar sangat posesif itu.


"Kau dengar itu sayang, calon suami mu sangat posesif" ucap Mom Sinta berbisik di telinga calon mantunya.


Ambar hanya tersenyum menangapi perkataan pria yang ada di sampingnya dan juga Mom Tania.


"Ini sayang, coba kamu ukur dulu" ucap Sinta


Ambar melihat gaun yang sedikit tertutup, sangat sederhana tapi terlihat elegan, Ambar masuk ke ruang ganti bersama dengan Mom Sinta yang akan membantunya.


"Sayang kamu cantik banget, putra mommy pasti gak berkedip deh liatin bidadari secantik ini" ucap Sinta melihat penampilan Ambar di depan cermin


"Mom, bisa aja" ucap Ambar tersenyum malu mendapat pujian dari calon mama mertuanya.


"Ayok kita keluar sayang" aja Mom Sinta


Ambar keluar dengan jantung yang berdegup kencang, karena sudah ada pria tampan yang sedang menantinya di luar sana.


"Sayang" panggil Sinta pada sang putra


Gilang berbalik dengan setelan jas yang senada dengan gaun yang di kenakan oleh gadisnya, Gilang memandang tak berkedip pada sosok bidadari yang berdiri dengan jarak hanya dua meter darinya "C A N T I K" satu kata itu yang ada di dalam hati gilang.


Ambar melihat ke arah lain karena melihat tatapan intens Gilang padanya, membuat gadis itu salah tingkah saja.


"Tuh kan sayang pria tampan itu gak berkedip liatin kamu" ucap Mom Sinta berbisik pada Ambar


Sinta melangkah mendekati putra nya itu dan menyentil kening putranya membuat Gilang mengadu, karena ulah sang mommy.


"Sakit Myy" ucap Gilang memegang keningnya yang terasa panas


"Habisnya kamu di panggil-panggil gak mau dengar" ucap Mom Sinta


"Ayo sekarang kalian mommy fotoin dulu" ucap Mom Sinta


Gilang mendekati Ambar dan membuat gaya seperti wajah mereka berdekatan, tak lupa ke dua tangan Gilang di letakan di pinggang ramping gadisnya itu, dan ke dua tangan Ambar berada di dada bidang Gilang.


"Siap ya" ucap Mom Sinta


1 2 3, Cek lek, cek lek, 4 foto di ambil oleh Mom Sinta dengan hasil yang sangat bagus.


Mom Sinta yang sedang asik melihat-lihat gambar hasil potretnya, tidak dengan Gilang dan Ambar yang bertahap muka cukup lama, membuat Gilang benar-benar tidak tahan melihat bibir menggoda gadisnya itu, semenjak pertamakali mencium bibir itu, Gilang benar-benar tidak bisa tidur malam itu karena terus mengingat kenyalnya dan lembut bibir gadisnya.


Gilang mendekatkan wajahnya pada gadisnya, semakin dekat, membuat Ambar menahan nafasnya, tapi tiba-tiba Gilang mengadu sakit dan menjauh akan wajahnya.


"Mau ngapain kamu" tanya Mom Sinta dengan tatapan tajam


"Aduh duu myy sakit" ucap Gilang memegang kuping nya yang terasa panas


"Ingat belum muhrim" ucap Mom Sinta


"Kan cuma nyium dikit myy" ucap Gilang kesal


"Gak ada cium-cium belum sah dosa" ucap Sinta


"Tapi Gilang uda First Ki..." ucapan Gilang terhenti saat Mom Sinta lagi-lagi menjewer telinga putranya itu.

__ADS_1


"Dasar mesum" ucap Mom Sinta


"Awas kamu ya, cium-cium mantu mama lagi belum nikah" ucap Mom Sinta


"Iya-iya gak" ucap Gilang mengalah


"Mom, gak bakalan tau kalau cuma ada kata berdua sayang" ucap Gilang berbisik pelan di telinga Ambar, dan Ambar tersenyum malu mendengar itu.


Gilang dan ambar sudah selesai berganti pakaian yang sebelumnya lagi, Mom Sinta mengajak ke duanya mengobrol di dalam ruangannya sedikit, kemudian Gilang mengajak Ambar kembali ke kantor lagi, karena jam sudah pukul 2 siang.


Gilang mengandeng mesra tangan gadisnya keluar dari butik, sesekali ke duanya tersenyum pada karyawan butik Mom Sinta yang menyapa mereka dengan hormat.


Gilang membukakan pintu untuk Ambar, kemudian ia masuk ke dalam kursi kemudi, Setelah Gilang memasang kan sabuk pengaman untuk gadisnya, ia menjalankan mobilnya keluar dari butik sang Mommy.


Di perempatan jalan Gilang menepikan mobilnya karena ada telpon dari Jovian sahabatnya.


"Ada apa Jo" ucap Gilang saat telpon nya sudah di angkat


"....."


"Oke loh tunggu aja di ruangan gue, bentar lagi gue sampai kok" jawab Gilang dan langsung mengakhiri telponnya.


Ke dua mata Gilang melihat mobil yang sedari tadi mengikutinya setelah keluar dari butik, Gilang pikir itu hanya orang iseng saja, tapi di saat ia kembali menjalankan mobilnya, mobil yang tadi sempat berhenti itu juga kembali berjalan mengikuti mobilnya dari belakang.


"Kak, ada apa" tanya Ambar melihat wajah Gilang yang selalu melihat kaca spion depan.


"Gak ada apa-apa ko sayang" ucap Gilang kembali mengemudikan mobilnya dengan raut wajah tenang.


Tak lama kemudian mobil Gilang tiba di lobby kantor Ambar, Gilang mengantar gadisnya masuk ke dalam ruangannya, Kareena sedari pulang dari butik tadi seperti ada seseorang yang mengikuti mereka, Gilang tidak mau sampai terjadi apa-apa pada gadisnya.


"Sayang kaka, balik ke kantor dulu ya" ucap Gilang mencium kening gadisnya


"Iya kak, hati-hati ya" ucap Ambar


"Jangan pulang sendiri ya, tunggu kaka" ucap Gilang lagi


"Iya kak" jawab Ambar


Gilang keluar dari ruangan Ambar, lalu melangkah masuk ke dalam lift menuju lantai dasar, setelah Gilang masuk ke dalam mobil dan keluar dari area kantor calon mertuanya, lagi-lagi Gilang melihat mobil yang tadi mengikuti mereka kembali mengikutinya.


" Siapa orang yang ngikutin aku dari tadi?" ucap Gilang dalam hatinya.


Sekarang Gilang tau kalau orang itu benar-benar mengikutinya. Gilang harus lebih hati-hati mulai sekarang.


Setibanya di kantor, Gilang melihat daddy nya yang baru saja keluar dari mobilnya, Gilang menghampiri sang daddy dan keduanya berjalan bersama masuk ke dalam lift.


Gilang mengajak daddy nya pergi ke ruangannya karena ada hal penting yang mau Gilang bicarakan.


Ke duanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu, Reza memandang putranya yang sedan memikirkan sesuatu.


"Kau kenapa Boy..." tanya Reza


"Dad, tadi di saat aku dan Ambar pulang dari butik ada sebuah mobil yang mengikuti kami, bahkan mobil itu ikutin aku sampai aku ke kantor" ucap Gilang


Reza yang mendengar perkataan putranya langsung saja berpikir seseorang yang pernah ia lihat tempo hari.


"Apa mungkin dia orangnya, tapi yang aku tau dia masih sakit dan belum pulih" ucap Reza dalam hati


"Dad, kenapa kau melamun" ucap Gilang melihat daddy nya yang hanya melamun


"Tidak boy, daddy hanya memikirkan mobil yang sedang mengikuti mu" ucap Reza


"Aku harus cepat beri tau Nick soal ini" ucap Reza dalam hatinya


"Boy,, daddy ke ruangan daddy dulu ya" ucap Reza yang mendapat anggukan dari putranya.


Setelah Reza keluar dari ruangan putranya, Reza langsung masuk ke dalam ruangannya dan menghempaskan bokongnya di kursi kerjanya.


✴✴✴✴


Malam harinya, Ambar dan Gilang pergi untuk menjenguk Maura, karena Gadis itu selalu merengek pada Ambar untuk datang ke rumahnya.


Dan di sinilah mereka di kediaman Aditama, Gilang duduk di ruang tamu bersama Jovian dan juga Erik, sedangkan Ambar sedang berada di dalam kamar Maura.


"Cie-cie yang bentar lagi mau tunangan" ucap Maura menjahili sepupunya


"Apaan sih kamu" ucap Ambar me Noel pipi Maura


"Aku juga pengen deh tunangan, kapan ya kak jo ngajak aku tunangan, ah jangan tunangan deh langsung nikah aja biar langsung malam pertama" ucap Maura dengan girangnya


"Ish, kamu itu, masih kecil udah ngomongin Nikah" ucap Ambar

__ADS_1


"Badan aku doang yang kecil tapi aku udah cukup umur ko buat jadi istrinya kak Jo" ucap Maura


Ambar hanya menggeleng mendengar perkataan sepupunya itu, mulut cerewetnya gak ada rem-remnya.


Tak lama kemudian pintu kamar Maura terbuka dan masuklah Nara, melihat ke dua gadis itu sedang mengobrol seru.


"Sayang turun guk, mama sama Bibi uda siapin makan malam kita" ajak Nara


"Iya myy, Iya aunty" jawab ke dua gadis itu


Ke tiga wanita cantik menuruni anak tangga satu per satu, tiba di ruang makan suda ada para lelaki di sana menunggu mereka, Ambar dan Maura duduk di samping kekasih mereka sedangkan Nara duduk di dekat Erik sanga suami.


"Ayo semua, di makan jangan malu anggap saja di rumah sendiri ya" ucap Nara


Mereka semua makan dalam hening, hanya suara dentingan sendok yang terdengar.


✴✴✴✴


"Saya baru mendapatkan kabar kalau putra Reza dan Sinta akan bertunangan lusa" ucap pria itu


"Biarkan saja mereka berbahagia dulu setelah itu, kau baru hancurkan mereka" ucap wanita itu memandang gelas yang ada di atas meja dengan benci


"Dendam apa yang anda miliki pada keluarga Hadinata" tanya pria itu


"Kau tidak perlu mengetahuinya, kau kerjakan saja perintah yang aku suruh" ucap wanita itu


"Baik kalau begitu saya pergi dulu" ucap pria itu


"Sebentar lagi kau akan merasakan apa yang aku rasakan" ucap wanita itu


Tak lama kemudian, seorang pria masuk dengan mengandeng tangan wanita ****, mendekati wanita itu.


"Kau dari mana saja" ucap wanita itu


"Aku baru saja habis bersenang-senang bersama wanita-wanita ****" ucap pria itu


"Lalu untuk apa kau datang ke sini" tanya wanita itu


"Aku mau meminta uang padamu, kau belum memberikan uang yang kau janjikan padaku bukan" tanya pria yang sedang mengandeng wanita **** itu.


"Kerjaan mu saja belum beres kau sudah meminta uang" ucap wanita itu


"Ayolah berikan aku uang, setelah itu aku akan bereskan semuanya" ucap pria itu


Wanita itu beranjak berdiri dan pergi ke dalam kamar, tak lama kemudian ia kembali dengan menggenggam amplop coklat yang berisi sejumlah uang, dan memberikan pada pria itu.


"Kau harus cepat selesaikan pekerjaan mu, jangan sampai polisi tau" ucap wanita itu


"Oke, apa kau bisa meminjamkan satu kamar untuk kami bermalam" ucap pria itu


"Apa kau terlalu miskin sampai tidak bisa membayar hotel buat kalian bermalam" ucap wanita itu tersenyum sinis.


"Aku hanya bercanda, kau sudah marah saja" ucap pria itu mengecup bibir wanita yang ada di rengkuhan nya.


"Cepat kalian pergi dari sini, bikin sakit mataku saja" ucap wanita itu


Membuat pria itu terkekeh geli melihat kekesalan wanita pirang yang ada di depannya itu, pria itu pergi dari hadapan wanita itu dengan merangkul merah pinggang wanita **** bersamanya tadi.


Wanita berambut pirang itu kembali masuk ke dalam kamarnya dan melihat pria bule yang sedang tertidur pules di atas tempat tidur, karena permainan panas mereka yang sempat tertunda tadi.


Wanita itu naik ke atas tempat tidar dan memeluk pria yang sudah menjadi pacarnya selama 5 tahun belakangan itu, wanita itu meraba rahang pria itu sampai membuat tidur pria itu terganggu.


"Beby kau sudah kembali" tanya pria itu memegang tangan wanita itu yang berada tepat di wajahnya


Bukanya menjawab, wanita itu malahan mencium bibir pria ita dan mereka saling berpelukan tampa melepaskan tautan bibir mereka, ke duanya kembali mengulang sesuatu yang tertunda tadi.


"Yah maaf membuatmu menunggu lama beby" ucap wanita pirang itu


"Tidak apa-apa, kalau sedang seperti ini kau terlihat cantik" ucap pria itu


"Kau selalu bisa menggoda ku ya" ucap wanita itu


"No beby aku bukan menggoda mu, tapi ini kenyataan" ucap pria bule itu


"Yah terserah kau saja" ucap wanita itu


Dan ke duanya kembali memadu kasi yang sempat tertunda tadi, pria bule itu benar-benar membuat wanita yang ada bersamanya itu terbang melayang, cukup lama mereka melakukan adegan panas itu sampai ke dua nya menyudahinya.


Next....


Hay, jangan lupa Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2