
Suara deru mesin mobil sport berwarna putih milik Maura, baru saja terparkir di halaman rumah uncle nya. Maura turun dari mobil tampa melepas kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, Maura menyelonong masuk ke dalam begitu saja. Setelah mendengar kabar kalau saudaranya itu baru saja kembali dari Jerman, Maura langsung mengajak Ambar jalan-jalan ke mall untuk menghilangkan rasa bosan.
"Assalamualaikum... Uncle, Aunty" ucap Maura.
"Wa'alayikumsalam.." jawab Nicko dan Nisa yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Sini sayang" panggil Nisa, Maura melepaskan kacamata hitamnya lalu mendekati uncle Nicko dan aunty Nisa untuk salim.
"Mau jemput Ambar ya" tanya Nisa pada keponakannya.
"Iya aunty" jawab Maura.
"Kalian mau ke mana" kali ini Nicko yang bertanya.
"Biasa uncle mau nge mall" jawab Maura.
Nicko udah tau kebiasaan putrinya dan keponakannya itu kalau udah jalan-jalan ke mall pasti berburu barang-barang branded.
"Uncle, Aunty, aku ke kamar Ambar dulu ya" ucap Maura.
"Iya sayang" jawab Nisa dan di anggukan oleh Nicko.
Maura menaiki anak tangga satu per satu, tiba di lantai atas Maura melihat Brian yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Kak..." sapa Brian.
"Eh Bri.." Maura.
__ADS_1
"Mau ketemu kak Ambar kak?" tanya Brian yang di anggukan oleh Maura.
Maura lalu masuk ke dalam kamar Ambar seperti biasa dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur Ambar, Ambar yang baru keluar dari kamar mandi melihat Maura yang berbaring di atas tempat tidurnya, dengan memainkan ponsel pintarnya.
Ambar melangkah menuju ruang ganti untuk bersiap-siap, Ambar mengenakan celana jeans di padukan sama atasan rajut membuat penampilannya tak kalah keren Maura. Ambar memoles sedikit bedak dan lip tin di bibir kecilnya.
"Ayo berangkat" ucap Ambar.
"Yuk" ucap Maura beranjak dari tempat tidur.
Ke dua gadis cantik itu turun ke lantai bawa untuk berpamitan pada Nisa dan Nicko, setibanya di ruang keluarga, Ambar dan Maura langsung berpamitan pada Nisa dan Nicko, Nicko tak lupa memperingati putri dan keponakannya itu agar tidak pulang larut malam.
Maura dan Ambar menaiki mobil sport milik Maura, Maura meminta Ambar untuk menyetir karena Maura sedang bertukar pesan dengan Bagas pacar nya.
Mobil sport berwarna puti melaju dengan cepat di jalan raya yang sedikit sepi itu.
"Iya Mbar" jawab Maura tampa mengalihkan pandanganya dari layar ponsel miliknya.
Ambar cuma geleng-geleng kepala melihat saudaranya itu, Ambar tau betul Maura cuma mencintai Jovian sejak kecil, entah masalah apa yang membuat hubungan keduanya renggang, Ambar juga tidak tau.
Mobil sport yang di naikin oleh Ambar dan Maura memasuki area parkiran mall, ke dua gadis itu turun lalu melangkah masuk ke dalam mall yang besar itu.
Maura dan Ambar melangkah masuk ke toko tas branded, pelayan toko menyapa mereka dengan sopan dan keduanya pun mulai memili-mili tas-tas yang tersusun rapi di balik lemari kaca, dengan harga puluhan juta itu.
Setelah mendapatkan tas yang mereka cari, Maura dan Ambar memutuskan utuk mengisi perut mereka yang suda berbunyi sedari tadi minta di isi, Ke dua gadis itu melangkah masuk ke restoran jepang yang ada di dalam mall itu.
"Makan di sini aja yu" ajak Ambar yang langsung di anggukan oleh Maura.
__ADS_1
Ke duanya masuk dan melihat kursi kosong, Maura menunjuk kursi kosong yang ada tenga-tenga, ke duanya duduk lalu memesan pada salah satu pelayan.
Ponsel milik Maura bergetar pertanda ada panggilan masuk, Maura mengambil ponselnya dari dalam tas branded miliknya dan melihat si penelpon. Tertera nama Bagas di layar ponselnya Maura mengangkat telpon dari Bagas.
Cukup lama keduanya berbincang-bincang lewat telpon, sampai pesanan mereka berdua datang, Maura menyudahi panggilan nya.
Ke duanya pun mulai memakan pesanan mereka sambil mengobrol.
"Sayang.." panggil seorang pria.
"Maura dan Ambar melihat ke arah si pemanggil, yang tak lain adalah Bagas, kebetulan Bagas juga berada di mall itu pada saat menelpon Maura tadi.
Bagas melangkah mendekati ke dua gadis cantik itu dan duduk di dekat Maura.
"Mau aku pesankan makan gak" tanya Maura pada Bagas.
"Gak usah sayang, aku masi kenyang" jawab Bagas lalu mengelap sudut bibir Maura yang terdapat bekas makanan.
Ambar memutar bola matanya malas melihat sepasang kekasih yang ada di depan nya itu. Ambar tak suka pada pria yang bernama Bagas itu, karena pria itu cuma mempermainkan saudaranya saja, tapi Ambar gak mau ikut campur urusan Maura, biar saja nanti Maura tau dengan sendirinya kelakuan si Bagas.
Tampa mereka sadari tak jauh dari meja mereka bertiga, seorang pria duduk sendiri dengan tatapan emosi dan tangan terkepal kuat, pria itu tak suka gadis yang ia cintai sejak kecil di sentuh oleh pria lain.
Karena ke salah pahaman di antara mereka berdua, membuat hubungan ke duanya renggang sampai sekarang.
Pria itu baru saja bertemu dengan sahabat sekaligus rekan bisnisnya, di saat ini ingin beranjak pulang matanya tak sengaja melihat gadisnya memasuki restoran bersama saudaranya. Ia mengurungkan niat nya untuk pulang dan memili duduk kembali, untuk melihat gadisnya yang ia rindukan itu. Tatapan yang penuh rindu itu, berubah menjadi tatapan emosi dan marah ketika melihat seorang pria memanggil Maura sayang dan duduk di dekat Maura. Apa lagi melihat pria itu yang mengelap bekas makanan di sudut bibir Maura.
Next...
__ADS_1
Hay guys. Jangan lupa Like, Komen sama Vote nya yah. Terimakasih๐๐๐๐