
Sudah 1 minggu 3 hari Gilang berada di rumah sakit, dan hari ini Gilang sudah bisa di ijinkan pulang oleh oleh Dokter.
Ambar juga sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Gilang pulang, setelah semua sudah siap mereka semua keluar dari ruangan itu dengan Ambar yang mendorong kursi roda tunangannya.
Setibanya di lobby rumah sakit, pak supir membantu Reza untuk memasukan semua barang-barang ke dalam bagasi, setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, pak sopir pun menjalankan mobilnya keluar dari lobby rumah sakit.
Reza dan Sinta melihat kelakuan putra mereka yang terlihat sangat manja pada Ambar, bukan hanya pada Sinta dan Reza saja, Gilang juga sangat manja kalau sedang di dekat Ambar.
Tak lama kemudian mobil yang di naikin keluarga Reza memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi, di depan sana sudah ada beberapa Art yang sedang menunggu kepulangan majikannya.
Ambar turun dari mobil dengan membantu Gilang, Semua Art membawa barang-barang Gilang yang berada di dalam bagasi mobil.
Ambar mendorong dengan pelan kursi roda Gilang sampai di ruang tenga.
"Sayang makasih ya kamu udah mau jemput aku di rumah sakit" ucap Gilang menggenggam tangan
"Iya sama-sama" jawab Ambar
Ambar melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12 siang, 1 jam lagi ia ada dapat di kantor bersama marketing keuangan.
"Sayang..." panggil Sinta, Ambar dan Gilang melihat Mom Sinta yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Sayang makan siang yuk, semuanya sudah siap" ucap mom Sinta
"Sayang aku mau di suapi lagi sama kamu" ucap Gilang merengek
"Iya, manja banget si kamu" ucap Ambar
"Biarin kan manja sama calon istri" ucap Gilang dan Ambar kembali mendorong kursi roda tunangannya menuju ruang makan.
Ambar mengambilkan menu makan siang untuk Gilang, kemudian menyuapi bayi besar itu.
Tiba-tiba Gilang memanggil seorang Art untuk minta di ambilkan satu sendok makan, Art itu memberikan nya pada Gilang, Ambar melihat heran untuk apa Gilang meminta sendok.
Tiba-tiba Gilang menyendok kan makanan yang ada di piring yang di pegang oleh Ambar dan menyuapi Ambar.
"Sayang ayo buka mulut kamu" ucap Gilang
Mau tidak mau Ambar membuka mulutnya dan satu suapan masuk ke dalam mulut gadis itu, membuat Ambar tersenyum malu karena di sana ada ke dua orang tua Gilang.
Gilang melihat ada bekas nasi ya tertinggal di sudut bibir Ambar, dengan pelan Gilang mengulurkan tangan nya untuk mengusap sudut bibir yang terdapat makanan.
"Kalian romantis banget si" ucap Sinta
"Nurunin dari daddy itu myy" ucap Reza dengan bangga nya
"Daddy aja gak pernah lagi romantis sama mommy" ucap Sinta
"Kata siapa daddy gak Romantis" ucap Reza
"Kata mommy" jawab Sinta
"Romantis nya daddy nanti kita udah di kamar mom" ucap Reza dengan berbisik tepat di telinga istrinya.
"Ish, itu bukan romantis tapi mesum" ucap Sinta yang berhasil membuat ke dua pasangan muda itu menghentikan kegiatan makan mereka mendengar kata mesum.
"Mom sama daddy ngomong apa sih" tanya Gilang
"Gak ngomong apa-apa sayang, lanjutin lagi makan kalian" ucap Sinta tersenyum, dan me melototi suaminya itu.
Setelah selesai makan siang, Ambar pamit balik ke kantor karena sebentar lagi mau ada rapat, Gilang seperti tidak rela kalau calon istrinya itu menjauh darinya sebentar saja.
✴✴✴✴
Ambar di jemput oleh sopir yang di utuskan oleh Nicko sang daddy, tapi Nicko juga mengarahkan orang suruhannya untuk berjaga-jaga jangan sampai terjadi sesuatu pada putrinya.
Tak lama kemudian, Ambar tiba di kantor, tapi sebelum ia turun dari mobil, ia melihat Dila sekretarisnya keluar dari mobil, tapi Ambar tak melihat begitu jelas siapa pria yang mengantar Dila itu, sepertinya mereka baru saja habis makan siang di luar, karena jam makan siang baru saja selesai.
"Dila.." panggil Ambar membaut langkah wanita berhijab itu terhenti.
"Bu Ambar.." ucap Dila kaget
"Kamu di anterin sama siapa" tanya Ambar curiga
"Sama teman Bu" jawab Dila sedikit gugup, dan Ambar hanya mengangguk saja.
"Ayo bareng saya ke atas, kita ada rapat bersama marketing keuangan" ucap Ambar
Ke dua gadis itu melangkah masuk ke dalam lift yang menuju lantai di mana ruangan mereka berada, setibanya di lantai tujuan, Ambar langsung masuk ke dalam ruangannya untuk meletakan tasnya dan kembali keluar, Dila sudah menunggunya dan keduanya masuk ke dalam ruangan rapat.
__ADS_1
Ambar menempati kursi paling depan untuk memimpin rapat, dengan Dila yang duduk di kursi ke dua tapi bersama dengan karyawan marketing keuangan.
"Baik kita mulai rapat kali ini" ucap Ambar memulai membuka rapat
Ambar memberi arahan tentang rapat yang mereka adakan sekarang, terutama pada para karyawan marketing itu, karena terdapat kelalaian yang mereka lakukan, dan itu bukan hanya sekali sudah ke tiga kalinya tamba ini Ambar mendapat laporan, para karyawan marketing keuangan hanya saja baru kali ini ia berbicara tegas dengan mengadakan rapat bersama mereka.
"Saya tidak mau mendengar kelalaian kalian lagi dalam bekerja" ucap Ambar tegas, membuat beberapa karyawan menunduk takut dan malu karena sudah ketahuan sama atasan mereka.
"Maaf kan kami Bu Ambar" ucap salah satu karyawan dan di ikuti oleh karyawan yang lainnya.
Ambar memaafkan para karyawan-karyawan nya, karena ia sendiri juga tidak tega pada orang yang sudah membantu nya di kantor, hanya saja mereka yang lalai kali ini.
Setelah mengadakan rapat selama hampir 1 jam, akhirnya rapat pun selesai, sebelum keluar dari ruangan rapat, Ambar memberi arahan pada kepala marketing untuk segera mengantarkan berkas ke ruangan nya, setelah itu Ambar keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Dila dari belakang.
"Dila kamu kumpulkan semua berkas-berkas yang mau saya tanda tangani ya" ucap Ambar kemudian masuk ke dalam ruangannya.
Belum sempat Ambar mendudukkan bokong nya di kursi kebesarannya, ponsel miliknya bergetar pertanda sebuah panggilan masuk, tertera nama tunangannya di sana.
Ambar tersenyum melihat wajah Gilang di layar sana setelah VC nya terhubung.
"Sayang udah selesai rapatnya" tanya Gilang
"Udah baru aja, kamu udah minum obat belum" tanya Ambar
"Udah tadi di bantuin sama mommy sayang" ucap Gilang
Terdengar suara pintu di ketuk dan masalah Dila dengan membawa berkas-berkas yang di minta oleh Ambar.
Dila meletakan berkas itu di atas meja dan kembali ke luar karena bos nya sedang melakukan VC bersama Tunangannya.
Setelah ke duanya selesai mengobrol, Ambar meminta tunangannya untuk istirahat karena baru saja minum obat, Gilang mendengarkan apa perhatian gadisnya dan menurut.
Setelah panggilan VC dari Gilang sudah terputus, Ambar kembali memeriksa laporan yang di letakan oleh Dila di atas meja.
✴✴✴✴
Maura sedang bersiap-siap untuk melakukan pemotretan, tapi sebelum Maura maju ke depan Bela asistennya membisik kan sesuatu di telinga Maura.
"Buat apa dia ke sini" tanya Maura tak suka
"Gak tau, dia sering ke sini" ucap Bela
Maura berpose dengan gaya yang begitu memukau, membuat beberapa orang di ruangan itu bertepuk tangan, Maura beristirahat sejenak kemudian kembali melakukan pemotretan dengan beberapa gaya.
Banyak yang menawari Maura untuk menerima endorse dari fashion wanita karena followers instagramnya yang sudah jutaan, tapi Maura menolaknya karena Jovian tidak mau gadisnya memakai pakaian yang **** apa lagi harus di post di instagram dan banyak orang yang melihat kemolekan tubuh gadisnya itu.
Selesai melakukan pemotretan, Maura pergi untuk menggantikan pakaiannya, karena sebentar lagi Jovian akan datang menjemputnya.
Maura keluar daru ruang pemotretan sambil berbalas pesan dengan Jovian, tiba-tiba seseorang menghalangi jalan gadis itu.
Maura melihat seseorang yang menghalangi jalanya, dan ternyata orang yang ingin ia hindari masi menunggunya di sana.
"Kenapa loh ngalangin jalan gue" ucap Maura ketus
"Ra, gue mau ngomong sama loh" ucap Bagas
"Mau ngomong apa lagi, kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi" ucap Maura
"Tapi gue masi sayang sama loh Ra" ucap Bagas memegang tangan Maura tapi lekas di hempas kan oleh Maura.
"Jangan sentuh tangan gue" ucap Maura
"Tapi aku gak mau putus sama kamu Ra" ucap Bagas
"Gak usah gangguin gue, gue udah punya pacar" ucap Maura
"Bohong, di mana pacar kamu kenapa gak jemput kamu" ucap Bagas
"Sayang" panggil Jo yang baru masuk untuk menjemput Maura
"Sayang..." ucap Maura berlari kecil memeluk pria yang berjas rapi itu
Bagas melihat penampilan Jovian dari ujung kaki sampai ke rambut, kalau di liat-liat Jovian bukanlah orang biasa.
"Kamu gak papa" tanya Jo mengusap kepala gadisnya
"Aku gak papa sayang" jawab Maura
"Ayo kita pergi" ucap Jovian yang mendapat anggukan dari gadisnya
__ADS_1
Jovian merangkul pinggang gadisnya dan berlalu dari hadapan Bagas begitu saja.
Setibanya di parkiran, Jovian membukakan pintu untuk gadisnya, lalu ia ikut masuk ke dalam, Jovian menjalankan mobilnya meninggalkan area tempat itu.
"Ngapain laki-laki itu temuin kamu" tanya Jovian
"Aku juga gak tau, kata Bela dia sering datang ke sana, tapi baru tadi aku ketemu dia" ucap Maura
"Kaka cemburu ya" tanya Maura melihat wajah tak bersahabat dari Jo
Bukanya menjawab pertanyaan gadisnya, Jovian malahan fokus untuk menyetir, karena ia masi kesal melihat Bagas menggenggam tangan Maura tadi, Jo tidak suka ada orang lain yang menyentuh miliknya, Jovian memberhentikan mobilnya di salah satu restoran mahal karena ke duanya belum makan siang.
✴✴✴✴
"Sayang mommy pergi ke butik dulu ya" ucap Sinta pada sang putra
"Ini kan udah jam 3 mom, mau apa ke butik" tanya Gilang
"Mommy ada janji sama costumer yang mesan gaun pengantin minggu depan sayang" ucap Sinta
"Mommy pergi sendiri" tanya Gilang
"Di anterin pak sopir kok" ucap Sinta mendekati sang putra dan menciumnya
"Mommy pergi ya" ucap Sinta yang mendapat anggukan dari Gilang
Sopir membukakan pintu untuk majikannya, Sinta masuk ke dalam dan mobil pun keluar dari halaman rumah besar itu.
Sinta asik berbalas chat dengan teman-teman nya, tak menghiraukan sang sopir yang terus melihatnya dari kaca spion, sopir itu tersenyum licik melihat Sinta.
Sinta mengangkat kepalanya dan melihat di sekitarnya yang ternyata adalah pepohonan yang sangat besar.
"Pak kita mau kemana" tanya Sinta panik
Tapi pak sopir tak menjawab pertanyaan Sinta, ia fokus dengan menyetir mobilnya, Sinta mulai panik dan berteriak meminta tolong, tapi percuma di sekitarnya tidak ada orang sama sekali.
"Pak jangan coba-coba macem-macem kamu ya" ucap Sinta
"Maaf bu saya hanya menjalankan perintah dari bos saya" ucap sopir itu yang ternyata adalah sopir samaran bukan sopir yang biasa yang bekerja di tempat mereka.
Tak lama kemudian mobil itu sampai di sebuah rumah yang sudah terlihat tua, pak sopir turun dari mobil dan memaksa Sinta turun, Sinta memberontak tak mau ikut tapi dia di tarik paksa oleh pria itu.
Sinta di seret ke dalam rumah tua itu, Sinta terus berusaha ingin melepaskan diri,tapi lagi-lagi gagal karena kekuatannya tak sebanding dengan pria itu.
Sinta di masukkan ke dalam sebuah kamar yang sangat berdebu, membuat Sinta terbatuk-batuk pria itu langsung menutup pintu dan menguncinya.
"Buka tolong lepaskan saya" ucap Sinta menggedor-gedor pintu tapi sia-sia tak ada yang mendengarnya sama sekali
Sinta meraih ponselnya ingin menghubungi suaminya, tapi sayang tidak ada sinyal di daerah situ, membuat Sinta takut karena dia di bawa ke tempat yang jauh dari perkotaan.
Sedangkan pria tadi keluar ke halaman rumah itu dan menelpon seseorang.
"Bos dia sudah saya sekap di tempat biasa" ucap pria itu
"Bagus, sebentar lagi saya ke sana, jaga dia jangan sampai kabur" ucap wanita dari seberang telpon
"Baik bos" ucap pria itu kemudian panggilan berakhir.
Sinta duduk di kursi yang sudah rapuh dengan cahaya yang hanya sedikit dari selah jendela, ia hanya berdoa semoga suaminya segera menolongnya.
✴✴✴✴
Reza yang berada di kantor tiba-tiba sangat merindukan sang istri tercinta, ia mencoba menelpon nomor istrinya tapi tidak aktif, Reza terus mencoba menghubungi nomor istrinya tapi lagi-lagi suara operator yang menjawab, Reza sudah semakin gelisah tak biasanya Sinta mematikan ponselnya begini.
Reza mencoba menghubungi nomor Gilang yang ada di rumah, dan pada panggilan pertama langsung di angkat oleh sang putra.
"Ya dad, ada apa" tanya Gilang
"Boy apa mommy mu ada di rumah, daddy telponin nomor nya gak aktif" tanya Reza
Gilang yang di seberang sana menakutkan keningnya heran, padahal baru saja mommy nya pamit mau ke butik, mendengar putranya hanya diam Reza kembali memanggilnya.
"Boy kau masi di sana..." panggil Reza
"Ya dad, mommy tadi pamit sama aku, katanya mau ke butik mau ketemu Costumer" ucap Gilang
Reza di seberang sana mulai kuatir, dan langsung mematikan sambungan telpon ya begitu saja, Reza keluar dari ruangannya tujuan ya kali ini adalah ke perusahaan Nicko sahabatnya.
Next....
__ADS_1
Guys, jangan lupa Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih 😊🙏🙏