
Tak lama kemudian Jovian dan Maura tiba di pantai, sudah banyak pengunjung yang berlalu lalang untuk menyaksikan Indahnya sang surya yang tinggal beberapa menit lagi akang menghilang dan di gantikan dengan malam yang gelap.
Jovian mengajak gadis nya untuk mendekati Gilang dan Ambar, terlihat ke dua pasangan kekasih itu sedang menikmati pemandangan di hadapan mereka.
"Bro..." sapa Jovian
"Hey.." balas Gilang
"Bro, kita duduk di situ yuk" ajak Jo menunjuk pasir yang tak jauh dari mereka
Mereka berempat duduk di pasir dan menyaksikan indahnya sunset di depan mereka, Gilang membawa Ambar ke dalam dekapan nya dan mengelus-ngelus rambut gadisnya itu.
"Kamu suka" tanya Gilang
Ambar melihat ke arah pria itu, dan mengangguk sebagai jawabannya.
Sementara itu pasangan yang ada di samping mereka tak kalah romantis nya, Jovian sesekali mencium pipi gadisnya gemes, berbeda dengan Gilang yang belum pernah mencium gadisnya di pipi atau pun di bibir Ambar, Gilang hanya pernah mencium jidat gadisnya saja.
Tiba-tiba ada cewek-cewek berpakaian bikini lewat di depan mereka berempat, hanya mengenakan ****** ***** dan Bra saja, membuat Maura dan Ambar sontak menutup ke dua mata pasangan mereka, ke dua gadis itu tidak suka Gilang dan Jo melihat cewek-cewek itu.
Setelah cewek-cewek itu berlalu menjauh barulah Ambar dan Maura melepaskan tangan mereka dari ke dua mata Gilang dan Jo.
Gilang dan Jo, saling pandang lalu melihat ke gadis mereka, Gilang tersenyum geli melihat kecemburuan Ambar, wajah gadis itu terlihat sedang menahan kesal, Gilang tak tahan untuk tidak mencubit hidung mancung gadisnya itu.
"Gemes banget si kalau lagi cemburu" ucap Gilang
Mereka berempat kembali menyaksikan matahari yang sedikit lagi akan tenggelam itu, Gilang berencana sehabis pulang dari sini, akan mengajak Ambar makan malam di luar.
Mata hari sudah menghilang di balik lautan lepas sana, kini alam berganti menjadi sudah sedikit gelap, mereka duduk sebentar lalu beranjak berdiri karena hembusan angin malam udah mulai teresa.
Ke empat pasangan kekasih itu beranjak dan melanjutkan untuk mencari restoran yang akan mengisi perut mereka, Gilang mengajak ke tiganya utuk pergi ke restoran yang hadap ke tepi pantai.
Gilang dan Jo menarik kursi untuk di duduki ke dua gadis itu, lalu Gilang duduk di dekat gadisnya begitu pun dengan Jo.
Tak lama kemudian pelayan datang dan menyerahkan dua buku menu untuk mereka.
"Sayang mau pesan apa" tanya Gilang
"Seafood aja kak, sama minum nya es teh" ucap Ambar
Dan pesanan Gilang pun sama dengan pesanan Ambar, sedangkan Jo dan Maura memesan steik, karena Maura sedang diet, karena setelah pulang ke jakarta ia akan melakukan pemotretan.
Pelayan itu mencatat semua pesanan mereka, selesai mencatat semua pesanan pelayan itu berlalu dari hadapan mereka.
"Ra, malam ini nginap di Vila aku sama kak Gilang ya" ucap Ambar
"Iya, malam ini aku dan kak Jo nginap di Vila kalian" ucap Maura
"Iya sayang mereka nginap di Vila kita, kak mau bahas masalah bisnis juga sama Jo" ucap Gilang
Tak berselang lama tiga pelayan datang membawa nampang berisi pesanan mereka, satu di antara pelayan itu adalah seorang wanita, dan pelayan wanita itu memandang Gilang dengan tatapan genit, membuat Gilang tak suka melihatnya.
Setelah pelayan itu pergi, mereka semua memulai makan malam mereka, sesekali Gilang dan Jo mengobrol soal peninjauan lokasi pembangunan resort tadi siang.
๐ธ๐ธ๐ธ
"Sayang..." panggil Reza pada istri tercintanya
"Ada apa dad" jawab Sinta
"Kita harus mengundang keluarga Wijaya untuk makan malam, sekalian membicarakan perihal pertunangan putra kita" ucap Reza mendekati sang istri yang sedang memakai cream malam
Sinta berbalik melihat pada sang suami, dengan wajah berbinar bahagia.
"Dad, apa kau udah ngomong sama Nicko" tanya Sinta
"Udah dong sayang, barusan daddy telpon dia" ucap Reza
"Gimana kalau besok malam aja, besok kan putra kita kembali dari bali" ucap Reza
"Iya deh dad, nanti mommy siapin semuanya" jawab Sinta ia harus menyiapkan makan malam yang begitu mewah untuk menyambut calon mantu nya dan juga calon besannya.
Reza perlahan mendekati sang istri, dan menatapnya dengan seringai licik.
"Dad, kau mau apa" tanya Sinta curiga
"Tentu saja memeluk istri cantik ku ini" ucap Reza tersenyum manis
__ADS_1
"Iiss, alesan aja kamu ini dad, kamu pikir aku gak tau kamu lagi ada maunya" ucap Sinta kesal
"Nah itu kau tau sayang" jawab Reza langsung memeluk erat sang istri
"Kau semakin tua semakin mesum saja, ingat umur dad" ucap Sinta
"Karena udah berumur gini sayang pengen terus-terusan sama kamu" ucap Reza mulai melancarkan aksinya, kalau sudah seperti ini Sinta hanya bisa pasrah apa yang di lakukan oleh suami mesumnya itu.
Hampir 3 jam ke du pasangan suami istri itu memadu kasih, membuat Sinta ku alahan meladeni sang suami yang benar-benar bikin seluruh tubuhnya encok.
Saat ini ke duanya sedang berbaring dangan bertutup selimut tebal, Reza masi gencar menggoda sang istri yang sedang encok itu.
"Sayang kau semakin **** aja" ucap Reza
"Mulai lagi ngegodanya" ucap Sinta mendengus kesal
"Hehehe.. Gemes banget si istri cantik ku" ucap Reza terkekeh geli melihat wajah kesal sang istri
Setelah itu Sinta beranjak ingin ke kamar mandi, wanita berumur itu melilitkan selimut pada tubuhnya, dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Daddyyyyy...." teriak Sinta kesal dari dalam kamar mandi.
Reza sudah tau apa yang membuat istri nya itu berteriak, Reza memungut dan memakai celana boxer miliknya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa sayang" ucap Reza setelah tiba di dalam
"Kamu masi tanya ada apa, sudah berapa kali mommy bilang jangan membuat tanda di sini dad" ucap Sinta benar-benar kesal dengan ulah sang suami
Reza melihat leher jenjang istrinya dan tersenyum kikuk, karena terlalu bersemangat ia sampai lupa kalau itu area luar istrinya.
"Maaf sayang, aku terlalu bersemangat" ucap Reza dengan rasa bersalah
"Kau selalu begitu dad" ucap Sinta kesal
"Sekarang dad, keluar aku mau mandi" ucap Sinta
"Kita mandi bareng ya sayang" bujuk Reza
"Gak, mommy mau mandi sendiri" ucap Sinta
"Malam ini daddy tidur di luar" ucap Sinta
Membuat Reza seperti di hantam batu yang begitu besar mendapat perkataan menyeramkan dari istri tercintanya.
"Jangan gitu dong mom" bujuk Reza
"Gak, pokoknya daddy malam ini tidur di luar" ucap Sinta final gak mau di bantah.
Reza keluar dari kamar mandi dengan raut wajah tak bersemangat, masa ia harus tidur di luar, ia kan tidak bisa tidur jika tidak memeluk istri cantiknya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Ke empat pasangan kekasih itu baru saja tiba di Vila setelah jam menunjukan pukul 8 malam, Ambar langsung mengajak Maura masuk ke dalam kamarnya setelah berpamitan pada Gilang, begitu pun dengan Maura.
Setelah ke dua gadis itu masuk ke dalam kamar, Gilang mengajak Jo untuk masuk ke dalam kamarnya, Gilang membuka pintu balkon, yang menghadap ke laut lepas Gilang mengajak Jo duduk di kursi yang ada di balkon, angin berhembus sedikit kencang membuat rambut ke dua pria itu di tiap angin.
Gilang masuk lagi dan keluar membawa sebotol wings yang suda ada di lemari dalam kamarnya.
"Wis asik ni" ucap Jo
"Tau gitu gue ngajak calon istri gue ke sini" ucap Jo menggoda Gilang
"Sialan loh, loh mau gue liatin loh berdua kissing" ucap Gilang, pria itu masi ingat betul kelakuan sahabatnya itu di klub tempo hari bersama Maura
"Hahaha..." Jovian tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal sahabatnya
Jovian ingat betul, kejadian di klub waktu itu, karena sudah sangat mabuk ia mencium gadisnya di samping Gilang.
Jo membuka penutup botol wings yang di oleh Gilang, sudah terdapat dua gelas di atas meja itu, balkon kamar yang di tempati oleh Gilang tidak mengarah ke balkon kamar yang di tempati oleh Ambar, jadi ke dua gadis itu tidak bisa melihat mereka.
Jo menuangkan wings ke dalam gelas milik nya dan Gilang, lalu ke dua nya bersulang.
Tak terasa Gilang dan Jo sudah menghabiskan sebotol wings yang ada di atas meja.
Ke duanya lanjut mengobrol tentang masalah bisnis, dan bertukar cerita tentang kisah cinta mereka yang baru saja akan di mulai.
Gilang sudah mendapat telpon dari ke dua orang tuanya, bahwa sepulang dari sini ia dan Ambar akan segera bertunangan. Jelas Gilang menyetujui itu, karena ia yakin gadisnya pun tak akan menolak.
__ADS_1
Sedangkan di kamar sebelah, ke dua gadis yang sedang asik menonton drama korea di buat geleng kepala, karena terlalu banyak adegan romantis, dari ciuman sampai pelukan,, membuat Ambar yang belum melakukan kiss bersama Gilang bergidik ngeri, Maura yang melihat itu tersenyum geli dan menjahili sepupunya itu.
"Kak Gilang udah pernah kiss kamu gak Mbar" tanya Maura
"Belum kak Gilang cuma pernah cium di kening aku aja" jawab Ambar dengan polos karena memang itu iya rasakan dari ciuman yang Gilang kasi
"Duu,, rasanya tuh enak banget Mbar, apa lagi ni kalau cowok kita ngelumat bibir kita tuh gak biasa di bayangin rasanya pengen gak mau lepas" ucap Maura, membuat Ambar mengerutkan keningnya heran.
"Kamu udah kiss sama kak Jo" tanya Ambar polos
Yang berhasil membuat Maura tertawa lepas, karena pertanyaan polos sepupunya itu.
"Kok kamu ketawa sih" tanya Ambar
"Yah udah lah, kita malahan sering kiss, apa lagi kalau di tempat romantis kaya di pantai kemarin itu bikin kejutan buat kamu, kak Jo cium aku" ucap Maura
"Terus kamu gimana" tanya Ambar
"Yah aku balas ciumannya kak Jo" ucap Maura
"Kalau nanti kak Gilang kiss kamu ya Mbar, kamu harus balas ciumannya kak Gilang jangan diam aja" ucap Maura, sengaja mencuci otak sepupunya
"Emang nya harus gitu ya" ucap Ambar
"Ya iya lah, orang pacaran harus gitu biar romantis" ucap Maura
Ambar hanya mengangguk-nganguk kepalanya, menanggapi perkataan dari sepupunya itu, dan Maura tersenyum senang karena sudah berhasil mengerjai Ambar.
Ke duanya kembali melanjutkan menonton drama korea, sampai jam menunjukan pukul 11 malam, barulah ke dua gadis itu tidur, karena besok mereka harus kembali ke jakarta.
Sedangkan Gilang dan Jo kini sedang menonton Filem perang, saat ini ke duanya sudah berada di dalam kamar.
Tiba-tiba adegan filem nya memperlihatkan ke dua pasangan yang sedang memadu kasih, dengan cepat Gilang melewatkan adegan itu, membuat Jo protes pada Gilang.
"Kok loh lewatin sih" ucap Jo kesal
"Loh mau liat yang begituan" ucap Gilang acuh
"Emang kenapa" tanya Jo
"Otak loh udah mesum ya" ucap Gilang
"Hahaha... Bilang aja loh takut yang di bawa sana nanti berdiri" ucap Jo tertawa membuat Gilang menatapnya dengan kesal.
"Dari pada liat yang tadi mending liat yang ini, kan seru" ucap Gilang melihat layar TV yang sedang berperang
"Ck, tadi juga seru, tapi loh lewatin" ucap Jo
Berbeda dengan ke dua gadisnya, Jo dan Gilang tidur jam 1 malam, mereka menonton Filem perang sampai larut malam.
๐ธ๐ธ๐ธ
Vita dan teman-temanya saat ini sedang otw ke sebuah klub malam yang ada di bali, sesuai perkataan mereka tadi siang yang ingin menghilangkan stres.
Mobil terparkir di luar klub yang terlihat ramai pengunjung, banyak bule-bule juga yang memasuki klub itu. Vita dan teman-temanya keluar dari mobil dangan penampilan yang ****, apa lagi Vita yang mengenakan celana Jans pendek yang seperti robek, dengan atasan crop top satu tali yang hanya menutupi bagian *********** saja, memperlihatkan pusat nya yang puti.
Vita dan ke tiga temanya masuk ke dalam klub itu, semua mata pria yang berada di sana memandang tak berkedip ke arah empat wanita **** yang baru saja masuk, apa lagi Vita membaut semua mata lelaki tertuju pada nya, banyak cewek-cewek yang iri dengan kecantikan wanita asal Singapura itu.
"Guys, kita duduk di sana aja yuk" ucap Vita menunjuk tempat duduk kosong di meja seorang bartender.
Mereka berempat duduk di sana, dan langsung memesan minuman, yang kadar alkoholnya rendah, sesekali mereka berempat berbincang-bincang sambil tertawa lepas.
Tampa mereka sadari sedari tadi ada seorang pria bule yang sedang menatap mereka, terutama pada Vita yang terlihat sangat cantik jika sedang tertawa. Membuat pria itu tersenyum khasnya ke arah ke empat wanita itu.
"Vit, loh liat tuh bule deh ganteng ya" ucap salah satu teman Vita
Vita melihat ke arah yang di tunjuk oleh temannya itu, lalu kembali melihat ke temanya.
"Tuh bule kayaknya merhatiin loh terus deh Vit" ucap teman Vita lagi
"Biarin aja, gak usah perduli in tuh bule, lebih baik kita cirs dulu" ucap Vita mengajak ke tiga temannya untuk bersulang.
Setelah menghabiskan minuman yang mereka pesan, Vita dan teman-temannya turun ke lantai dansa ikut bergabung bersama pengunjung lain yang sedang asik bergoyang.
Next...
Guys, jangan lupa Like, Komen sama Vote ya, dan kasih aku hadiah. Terimakasih๐๐๐
__ADS_1