
Setelah selesai menghadiri perpisahan sekolah sang putra, Nisa dan Nicko mampir ke rumah putri dan juga mertua mereka sekalian memastikan keadaan Ambar dan calon cucu-cucu mereka.
"Mas kita mampir di supermarket sebentar ya" ucap Nisa.
"Iya sayang" jawab Nicko.
Nicko menepikan mobilnya di depan supermarket, Nisa turun bersama dengan Nicko sang istri saat ini ke duanya mengenakan baju kapel dengan warna senada.
"Sayang kamu mau beli apa" tanya Nicko.
"Aku mau beli bahan buat sup kesukaan kaka" ucap Nisa.
Nisa mengambil semua bahan yang akan di butuhkan, karena ia akan memasak di rumah putrinya nanti sedangkan Nicko dengan setia mendorong troli yang berisikan belanjaan sang istri tercinta.
"Pak Nicko" panggil seseorang.
Nisa dan Nicko melihat ke arah si pemanggil yang tak lain adalah Joshua papa dari Jovian.
__ADS_1
"Hay pak Joshua" sapa balik Nicko.
"Sendirian pak" tanya Nicko.
"Bersama istri saya pak Nicko, istri saya sedang memili udang di sana" ucap Joshua menunjuk Ranti sang istri.
"Kalau pak Nicko sendiri nemanin istri belanja juga ya" tanya Joshua.
"Iya pak Joshua" jawab Nicko dan sedikit berbincang dengan Joshua di selah menunggu sang istri yang masi memili-mili bahan-bahan yang akan di gunakan.
Setelah semua bahan sudah ada Nisa dan Nicko pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka di ikuti dengan pak Joshua dan sang istri juga, ke empat pasangan itu berpisah di depan supermarket itu dan langsung masuk ke dalam mobil masing-masing, Nicko kembali menjalankan mobilnya menuju kediaman putrinya.
Ambar sedang mengelus perutnya yang belum terlalu besar itu, ia sudah mendapatkan telpon dari sang daddy kalau mommy dan juga daddy nya akan mampir ke sini untuk melihat ke adanya.
Seperti biasa Gilang berada di kantor tapi pria itu sering pulang cepat jika sudah tidak ada pekerjaan lagi, tapi Hilang selalu siap siaga kalau sang istri dan ke dua anak kembarnya sedang menginginkan sesuatu.
"Assalamualaikum..." ucap Nicko dan Nisa bersama.
__ADS_1
"Waalaikumsalam,, myy, daddy" jawab Ambar menyambut ke dua orang guanya tidak lupa Ambar mencium punggung tangan ke dua orang guanya.
"Mommy bawa apa" tanya Ambar melihat paper bang yang ada di tangan sang mommy.
"Tadi mommy sama daddy mampir di supermarket, beli bahan buat bikin sup kesukaan kamu" ucap Nisa.
"Mommy tau aja kalau aku sama si kembar udah laper" ucap Ambar.
Nisa dan Nicko tersenyum mendengar perkataan sang putri barusan, mereka sudah mendengar dari Gilang menantu mereka jika Ambar sering laper dan makan banyak mungkin karena ada dua nyawa yang ada dalam perutnya.
Nisa mulai membuat sup kesukaan putrinya dengan di banyu oleh bibi yang bekerja di rumah Ambar dan Gilang, sedangkan Nicko dan Ambar sedang berbincang-bincang di ruang TV.
"Dad, gimana acara perpisahannya adek" tanya Ambar.
"Alhamdulillah,, berjalan lancar sayang, adik kamu lulus dengan nilai-nilai tinggi" ucap Nicko dengan bangga karena prestasi yang di gapai putranya tadi di sekolah, Nisa dan Nicko juga mendapat pujian dari guru-guru yang ada di sana karena kepintaran putra mereka.
Sedangkan Brian jangan di tanya saat ini ia sedang bersama Sheila gadisnya, karena tinggal seminggu mereka akan LDR Brian akan berangkat ke inggris untuk menempuh pendidikan di sana selama 3 tahun lamanya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian sup yang di buatkan oleh Nisa telah tersaji di dalam mangkuk sup, Nisa menaruhnya di atas nampang dan membawanya ke ruang TV di mana putri dan suaminya berada, setibanya di sana aromanya sungguh sangat menggugah selera makan Ambar meronta.
Next...