Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 41. Menemui Tiara


__ADS_3

Keesokan harinya selesai makan siang, Reza dan Nicko pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan Tiara, sebelum berangkat Reza sudah menghubungi Farel alias Torik.


35 menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Leo memasuki halaman kantor polisi di mana Tiara di tahan, terlihat di sana sudah ada Farel menunggu kedatangan mereka.


Reza dan Nicko turun dari mobil di ikuti dengan Leo, ke tiganya berjalan menghampiri Farel, beberapa polisi di situ menyapa para pengusaha sukses indonesia itu.


Salah satu polisi mengajak mereka ke salah satu ruangan, dan meminta salah satu petugas polisi untuk membawa Tiara.


Tak lama kemudian Tiara di bawa oleh petugas itu, dan di minta duduk di salah satu kursi, Tiara melihat kedatangan Reza dan Nicko yang tak lain adalah sahabatnya waktu duduk di bangku sekolah menengah atas.


Reza dan Nicko melihat Tiara yang semakin kurusan dari pernah mereka lihat waktu itu.


"Mau ngapain kalian ke sini" ucap Tiara sinis melihat ke arah Reza dan Nicko


"Kenapa kamu mendendam apa yang gak pernah orang tua saya lakukan" ucap Reza


"Jelas-jelas aku melihat dengan mata kepala aku sendiri kalau orang tua kamu yang keluar dari mobil itu" ucap Tiara mulai emosi


"Ke dua orang tua ku hanya berniat menolong ibu mu yang sudah tergeletak di tengah jalan" ucap Reza


"Kalian jangan coba-coba membohongi saya" ucap Tiara


"Coba kau ingat baik-baik warnah mobil yang menabrak ibu mu Tiara" ucap Reza


Membuat Tiara menatap kosong ke salah satu kursi, ingatannya kembali pada kejadian waktu itu, dia baru ingat mobil yang menabrak ibu nya berwana silver sedangkan mobil ke dua orang tua Reza warna hitam, pandangan Tiara beralih pada Reza dan Nicko.


"Yang di katakan oleh Reza itu benar Tiara, mobil yang menabrak ibu mu berwarna Silver sedangkan mobil ke dua orang tua Reza berwarna hitam" ucap Nicko


"Dan soal perasaan aku waktu itu memang sudah buat Sinta, aku hanya menganggap kamu sebagai teman" ucap Reza


"Soal kamu sendiri sedang sakit itu aku dan Reza beberapa kali melihat mu di rumah sakit jiwa, hanya saja kamu melihatmu dari jauh, karena melihat kondisi kamu yang sangat memprihatikan setelah kepergian ibu mu" ucap Nicko


Tiara menangis, dan menundukkan wajahnya, kenapa ia sangat bodoh, padahal dia juga melihat mobil yang menabrak ibu nya, hanya karena sudah di buta kan oleh cinta dan dendam ia sampai tega membunuh orang yang tidak bersalah.


Farel mendekati Tiara dan menenangkan wanita yang sedang mengandung anak nya itu, Tiara merasakan parfum yang sangat enak di cium, mungkin karena bawahan hamil, Tiara melihat Torik yang rapi dengan setelan jas, tidak biasanya pria itu serapi seperti pengusaha itu.


"Kamu jangan nangis ya, sebentar lagi kamu akan bebas" ucap Farel


"Farel..." panggil Reza


Tiara mengangkat sebelah alisnya mendengar Reza memanggil Torik dengan sebutan Farel.


"Aku sudah mencabut tuntutan nya, dan hari ini Tiara bisa bebas" ucap Reza


"Makasih banyak ya Za, Nick, gue janji gak bakalan ngecewain kalian" ucap Farel


"Iya sama-sama santai aja" ucap Reza dan Nicko


Setelah selesai mencabut tuntutan nya pada Tiara, Reza dan Nicko juga Leo keluar dari ruangan itu, dan masuk ke dalam mobi, mobil pun keluar dari area kantor polisi.


Hari ini Tiara sudah di bebaskan, tidak tidur di balik tahanan lagi.


"Ayo.." ajak Farel menarik tangan wanita itu keluar dari kantor polisi


Tiara masuk ke dalam mobil Farel yang terparkir di halaman kantor polisi, Farel tidak lupa memakaikan sabuk pengaman untuk Tiara, dan mobil pun keluar dari area kantor polisi.


Di tenga-tenga perjalanan pulang, Tiara tidak sengaja melihat penjual rujak keliling, membuat air liur wanita itu rasa-rasa ingin menetes, Tiara mengelus perut nya yang masi rata, dan hal itu tak luput dari pandangan Farel.


"Mau rujak" tanya Farel karena ia melihat tadi Tiara seperti tak melepas pandangannya dari tukang jual rujak


Tiara mengangguk pelan, dan hal itu membuat Farel tersenyum, Farel menepikan mobilnya tepat di depan penjual rujak di pinggir jalan.


"Ayo turun" ucap Farel


Tiara ikut turun, dan duduk di salah satu kursi yang sudah di siapa kan, sedangkan Farel mendekati pak penjual.


"Pak rujaknya satu ya, jangan terlalu pedas" ucap Farel


"Siap mas, silahkan duduk dulu mas" ucap pak penjual


Ke duanya duduk di kursi yang berdekatan menunggu rujak yang di buat oleh bapak penjual, sesekali Farel mengelus rambut Tiara dengan sayang.


✴✴✴✴


Sementara itu di sisi lain, Gilang sedang mengurung gadisnya di dalam ruangannya. Selepas makan siang Gilang meminta Ambar untuk datang ke kantor Hadinata, karena gadis itu sudah tidak ada kerjaan ia pun menuruti kemauan tunangannya itu.


Dan di sinilah Ambar sekarang sedang berada di ruangan Gilang dan sedang berada dalam dekapan pria itu.

__ADS_1


"Sayang" panggil Gilang


"Ada apa sayang" ucap Ambar ia sudah mulai terbiasa memanggil pria itu dengan sayang


"Kalau seperti ini terus aku mau cepat-cepat nikahin kamu" ucap Gilang


"Gak romantis banget si" ucap Ambar mengerucut bibir nya


Membuat Gilang langsung mengecup bibir itu dan ********** sedikit lama.


"Manisa banget si" ucap Gilang


"Aku cuma pake lip tin aja ko" ucap Ambar


"Tapi manis aku suka, jangan di ganti ya" ucap Gilang dan kembali meraup bibir menggoda itu, Ambar melingkarkan ke dua lengannya di leher Gilang dan membalas ciuman pria itu, Ambar sudah mulai terbiasa berciuman dengan Gilang, karena ia sering juga menonton drama korea.


Cukup lama Gilang mencium gadisnya iyu, di rasa Ambar sudah mulai kehabisan oksigen, Gilang baru melepaskan ciuman merek, Ambar mengambil nafas dengan banyak, saat ini ia menunduk menyembunyikan rona merah jambu yang muncul di ke dua pipi nya.


Gilang mengangkat dagu Ambar dan melihat bibir bengkak gadis nya itu, dan mengusapnya dengan pelan, ke dua pipi Ambar bersemu merah karena ulah Gilang.


"Pipi nya kok merah gitu" ucap Gilang sengaja menggoda Ambar dan semakin membuat pipi Ambar memerah padam.


Bukanya menjawab, Ambar malahan membenamkan wajahnya di dada bidang Gilang karena malu, Gilang tersenyum melihat tingkah mengemaskan gadisnya itu.


Gilang membalas pelukan gadisnya itu dengan tak kalah eratnya, ia berjanji dalam hatinya sepulang dari kantor ia akan meminta daddy dan mommy nya untuk melamar Ambar segera, karena ia benar-benar tidak tahan harus menunda terus.


✴✴✴✴


"Mas.." panggil Nisa melihat sang suami baru saja keluar dari kamar mandi


"Apa ada sayang" tanya Nicko menghampiri sang istri


"Gimana tadi masalahnya mas, Reza udah selesai" tanya Nisa


"Udah sayang, Tiara juga sudah di bebaskan hari ini juga, karena Reza sudah mencabut tuntutannya" ucap Nicko


"Muda-mudahan mbak Tiara gak berbuat ulah lagi ya mas, yang bisa bikin bahaya" ucap Nisa


"Iya sayang semoga aja ya" jawab Nicko


"Mas mau aku buatin kopi" tawar Nisa


"Sebentar Nisa buatin dulu ya mas" ucap Nisa beranjak ke luar dari dalam kamar


Tiba di lantai bawa, Nisa berpapasan dengan Brian putranya, Nisa melihat putranya itu sudah rapi seperti mau keluar.


"Adek, mau kemana nak" tanya Nisa


"Brian mau jalan sama Sheila myy, mau kencan kan udah di kasi ijin sama om Leo" ucap Brian mendekati mommy nya


"Jangan pulang in anak gadis orang telat ya nak, gak baik" ucap Nisa menasehati sang putra


"Gak kok myy, kita cuma ke toko buku sama makan di luar aja myy" ucap Brian


"Iya hati-hati ya, salam mommy sama tante Sisi nak" ucap Nisa


"Oke myy siap" ucap Brian meraih punggung tangan mommy nya kemudian pamit


Setelah melihat putranya pamit, Nisa kembali berjalan ke dapur, pasti Nicko sudah menunggu lama karena Nisa mengobrol sebentar dengan Brian.


Tak lama kemudian Nisa kembali dengan membawa segelas kopi di tangannya.


"Mas ini kopi nya" ucap Nisa meletakan kopi itu di atas meja kaca di dekat sofa karena saat ini Nicko sedang mengerjakan sesuatu di dalam lap top nya.


"Makasih sayang, ko lama si" tanya Nicko tampa mengalihkan pandangannya dari layar lap top


"Iya mas, tadi ngobrol sama adek sebentar" jawab Nisa


"Adek kenapa sayang" tanya Nicko meraih cangkir kopi


"Pamit mau jalan katanya ke toko buku sama Sheila mas" ucap Nisa


Nicko kembali mengerjakan pekerjaannya, dengan di temani oleh sang istri tercinta di sampingnya.


✴✴✴✴


Farel membawa Tiara ke kediamannya, saat ini Tiara sedang memasak makan malam untuk dia dan Farel, Tiara hampir tak percaya setelah tadi siang tiba di rumah Farel, Tiara pikir Farel hanyalah karyawan biasa tapi ternyata dugaan wanita itu salah, Farel adalah seorang pengusaha.

__ADS_1


"Sayang kau sedang membuat apa" tanya Farel yang tiba-tiba masuk ke dapur dan melihat Tiara sedang memasak


"Aku sedang memasak makan malam untuk kita, aku melihat ada sisa bahan di kulkas jadi aku membuat makan malam untuk kita" ucap Tiara masi dengan kegiatan memasaknya


Farel duduk di salah satu kursi di meja dapur, melihat Tiara yang sedang asik memasak, tak lama kemudian masakan Tiara selesai, Ayam kecap dan buncis tumis, benar-benar menggugah selera makan Farel.


"Ayok makan, kau bisa mencoba masakan ku yang biasa saja" ucap Tiara dengan senyum manisnya


Farel mulai mencicipi masakan Tiara, biarpun tidak terlalu enak tapi Farel suka, dengan masakan sederhana Tiara.


Ke duanya memulai makan malam mereka, sesekali mereka mengobrol soal makanan kesukaan mereka, dan hal pribadi mereka, setelah selesai makan malam, Tiara membereskan bekas makan mereka dan menyimpannya di kulkas lagi masi bisa di panaskan besok untuk sarapan.


Setelah semua beres, Farel mengajak Tiara mengobrol di ruang TV, Farel mengutarakan niatnya yang akan menikahi wanita itu secepatnya, apa lagi sekarang Tiara sedang mengandung anaknya.


"Ra, aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Farel


"Mau ngomong apa" tanya Tiara


Farel mendekat dan berlutut di depan Tiara, membuat wanita itu kaget dengan perlakuan Farel.


"Ra, kamu mau gak nikah sama aku, kita hidup sama-sama, membesarkan anak-anak kita nanti bersama, aku minta maaf karena selama itu aku tidak jujur sama kamu soal siapa aku sebenarnya" ucap Farel


Tiara terdiam cukup lama, dia tidak menyangka kalau masi ada pria yang menerima dia apa adanya setelah apa yang ia lakukan kemarin.


"Tapi aku ini bekas Napi gak pantas buat kamu" ucap Tiara menunduk


"Jangan bilang gitu Ra, aku gak perduli status kamu, aku tulus sama kamu Ra" ucap Farel dengan sungguh-sungguh


"Baik aku mau nikah sama kamu" ucap Tiara dan setetes air mata jatuh di ke dua pipinya


"Makasih Ra, besok aku akan urus pernikahan kita" ucap Farel tersenyum senang


"Tapi aku mau yang biasa saja, jangan terlalu mewah" ucap Tiara


"Apapun buat kamu sayang" ucap Farel membawa Tiara dalam pelukannya dan mencium kening wanita yang sedang mengandung itu.


Selesai berbincang-bincang, Farel meminta Tiara beristirahat di kamar Farel, dan farel tidur di kamar sebelah.


✴✴✴✴


Gilang sudah terlihat segar setelah selesai mandi, saat ini pria tampan itu sedan menuruni tangga menuju lantai bawa.


"Dad, mom, maaf kalian menunggu lama" ucap Gilang duduk di salah satu sofa


"Tidak maslah boy, apa yang mau kau bicarakan " tanya Reza pada sang putra


"Dad, mom, aku akan segera melamar Ambar, Aku ingin cepat-cepat menikah dengan nya" ucap Gilang


"Kenapa kau buru-buru boy" goda Reza pada sang putra


"Ck, kau seperti tidak muda saja dad, ya mana aku sanggup tiap hari aku bertemu terus dengannya" ucap Gilang berdecak kesal melihat daddy nya, dan hal itu sontak membuat Reza terkekeh geli


"Yah, daddy mengerti,, kau siapkan diri mu, besok malam kita akan melamar gadis mu itu" ucap Reza tersenyum pada sang putra


"Beneran dad," tanya mom Sinta antusias


"Iya benar mom, kau lihat putra mu pengen ngebet cepat-cepat nikah" ucap Reza


"Mommy setuju sayang, mommy pengen gendong cucu" ucap Mom Sinta antusias


"Baru mau lamaran mommy uda minta cucu aja" ucap Reza


"Ih, daddy kenapa sih, Gilang juga gak keberatan kok, iya kan sayang" tanya mom Sinta


"Iya mom, apapun permintaan mommy" ucap Gilang


Reza hanya menggeleng kan kepalanya melihat , sang istri yang terlihat sangat bahagia itu.


"Nanti akan mommy siapkan seserahan nya ya dad" ucap Sinta yang mendapat anggukan dari Reza


Setelah mengatakan semua itu pada ke dua orang guanya, Gilang kembali ke kamarnya, dan ingin segera beristirahat karena badannya terasa pegal-pegal seharian di kantor, untuk aja ada gadisnya tadi menemani dia bekerja, jadi membuat ia sangat bersemangat.


Setibanya di dalam kamar nya, Gang membaringkan tubuhnya dan memastikan lampu besar yang sangat terang itu, dan tak lama kemudian Gilang sudah berada di alam mimpi.


Next....


**Like, Komen, Vote ya...

__ADS_1


Terimakasih🙏🙏**


__ADS_2