Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 23. Berangkat Ke Bali Bersama


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Ambar dan Gilang ke bali, untuk meninjau lokasi pembangunan resort yang ada di pulau dewata bali.


Ambar saat ini sudah siap dengan koper kecil miliknya, gadis itu tidak membawa banyak barang, hanya yang di perlukan saja. Ambar melihat jam yang melingkar di tangan mungilnya, waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi, sedangkan pesawat yang ia dan Gilang naikin tek off jam 10 pagi Ambar masi punya waktu satu jam.


Ambar mencoba menghubungi sepupunya Maura, tapi nomor gadis itu tidak aktif entah lah Ambar juga tidak tau kenapa nomornya Maura tidak bisa di hubungin, Ambar hanya ingin memberi tau pada sepupunya itu kalau dia ada perjalanan bisnis ke bali jadi ia akan memberi tau Maura.


Ting...


Satu pesan masuk di ponsel milik Ambar, Ambar melihat si pengirim pesan yang tidak lain adalah Gilang, Ambar membuka isi pesan itu.


Gilang....


"Udah siap belum? Ke bandara bareng aku ya" *isi pesan dari Gilang


"Apa gak ngerepotin jemput aku" balas Ambar


"Gak kok, kan ke tujuan kita sama" jawab Gilang


"Iya aku tunggu" balas Ambar


"😊.." balas Gilang lagi*


Ambar hanya melihatnya, kemudian menarik kopernya keluar dari kamar menuju ke lantai bawa.


"Mom, dad.." panggil Ambar setelah berada di lantai bawa


"Sayang sudah siap" tanya Nicko


"Yes, dad" jawab Ambar


Ambar mendekati eyang nya yang duduk di kursi roda, gadis itu memeluknya erat dan mencium wajah eyangnya itu.


"Cucu eyang kenapa heemm" ucap Bu Tika melihat tingkah manja cucunya itu


"Eyang harus sehat terus ya, makan yang banyak, aku sayang sama eyang" ucap Ambar


"Iya sayang, udah jangan sedih guru ya" ucap Bu Tika mengusap punggung cucunya.


Nisa dan Nicko tersenyum melihat kemanjaan putri mereka sama eyang nya, Ambar memang lebih manja pada Eyang Tika dari pada daddy dan Mommy nya.


Sayang di antar sama pak sopir ya" ucap Nicko


"Gak dad, aku ke bandara bersama pak Gilang" ucap Ambar


"Wah, jadi ceritanya di jemput sama calon mantu ya" ucap Nicko menggoda putrinya


"Iihh, daddy apaan si" ucap Ambar dengan pipi yang bersemu merah.


Nisa dan Nicko saling pandang, lalu tersenyum menggoda.


🌸🌸🌸


Gilang saat ini sudah siap dengan style keren nya, celana Jans dan atasan kaos puti polos dan jaket kulit berwarna hitam, membuat penampilan pria itu bertambah tampan saja.


Gilang turun ke lantai bawa dengan membawa koper miliknya, Gilang melihat daddy dan mommy nya sedang berduaan di ruang tenga.


Daddy, mommy..." panggil Gilang


Reza dan Sinta melihat putranya yang sudah siap dengan kopernya.


"Anak mommy ganteng banget sih" ucap Sinta berjalan mendekati sang putra


"Siap dulu dong daddy nya" ucap Reza terkekeh geli melihat wajah kesal istri dan putranya


"Mama juga cantik ko, sampai daddy ngejar-ngejar mommy waktu kuliah dulu" ucap Sinta tak mau kalah


"Iya-iya deh, mommy udah yang palin cantik buat daddy" ucap Reza mencium pipi sang istri, membuat Gilang memandang ke dua orang tuanya menggeleng kepala.


Gilang melihat jam tangan nya, tinggal setengah jam lagi udah jam 10, Gilang pamit pada ke dua orang tuanya. Pria itu tidak lupa menyalami tangan ke dua orang tuanya dan juga mencium daddy dan mommy nya.


"Kamu bakalan jemput calon mantu mommy sayang" tanya Sinta


"Iya myy, aku mau mampir jemput gadisku dulu" ucap Gilang melangkah ke luar dengan menarik kopernya dan melambai tangan pada ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"Sudah siap den" ucap pak sopir mengambil koper dari tangan Gilang


Pak sopir membukakan pintu untuk majikannya, dan mobil keluar dari halaman rumah mewah itu.


Tak lama kemudian mobil tiba di depan gerbang yang tak kalah tinggi dengan gerbang rumah Hadinata, pak satpam membukakan pintu untuk mobil itu, mobil berjalan di halaman rumah yang besar itu sampai di depan pintu besar itu, setelah pak sopir membunyikan klakson, Gilang turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam.


"Assalamualaikum,, om, tante" ucap Gilang


"Wa'alaikumsalam" ucap semua yang ada di ruangan itu


Ambar melihat Gilang yang semakin tampan dengan gaya biasanya, kemudian gadis itu beranjak dari duduknya, untuk berpamitan pada ke dua orang tuanya dan juga eyang nya, begitupun dengan gilang ikut berpamitan pada semuanya yang ada di situ..


"Gilang om titip putri om ya" ucap Nicko


"Siap om, om sama tante tenang aja, percaya sama aku" ucap Gilang, kemudian Gilang dan Ambar keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobil, dan mobil pun meninggalkan rumah mewah itu.


Di dalam mobil yang di naikin mereka hening, tak ada yang mulai berbicara hanya suara klakson dari kendaraan lain yang terdengar. Karena ke duanya sedang berperan dengan jantung mereka yang lagi-lagi berdegup cepat seperti ingin keluar dari tempatnya.


Kepergian mereka ke bali kali ini, tidak di ikuti oleh Dila dan Arman sekertaris mereka, Dila dan Arman di tugaskan untuk me handel pekerjaan bos mereka yang ada di kantor.


Mobil yang di naikin oleh Ambar dan Gilang memasuki parkiran area bandara Soekarno-Hatta, pak sopir membukakan pintu untuk Ambar dan Gilang, lalu pak sopir menurunkan koper mereka dari dalam bagasi mobil.


Ambar dan Gilang masuk ke dalam terminal keberangkatan, karena tinggal 5 menit lagi pesawat yang mereka naikin akan segera berangkat.


Gilang mengajak gadisnya duduk di kursi klas bisnis, kursi ke duanya berdekatan, karena Gilang ingin duduk berdekatan dengan gadisnya itu.


Tak lama kemudian, seorang pramugari mengumumkan kalau pesawat akan segera berangkat.


🌸🌸🌸


Setelah kepergian anak-anak mereka ke pulau bali, saat ini Nicko, Nisa dan ke dua orang tua gilang sedang makan siang bersama di salah satu restoran mewah. Kebahagian terpancar dari wajah ke empat pasangan yang sudah tidak lagi mudah itu.


"Jadi putra mu sudah mengetahui kalau gadis kecilnya adalah putri ku" tanya Nicko pada Reza


"Ya, dan putraku terlihat sangat bahagia" ucap Reza


"Putraku bahkan sudah menyiapkan kejutan buat calon menantu cantik ku itu" jawab Reza lagi


"Aku dan istri ku tidak juga sudah tidak tega melihat putri kamu bersedih terus" ucap Nicko


Nisa dan Sinta terlibat obrolan yang sangat serius, tentunya perihal yang sering mereka lakukan jika sedang berada di rumah, sedangkan Niko dan Reza serius membicarakan tentang bisnis, sampai waktu menuntun mereka harus berpisah di restoran itu.


🌸🌸🌸


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 2 jam, Akhirnya Nicko dan Ambar tiba di Bandara Udara Internasional Ngurah Rai Bali, Ambar dan Gilang keluar dari dalam pesawat dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung mereka, ke duanya keluar dari pintu bandara terlihat sebuah mobil sudah menunggu mereka di parkiran.


"Den Gilang dan Nona Ambar, saya Tejo yang di tugaskan untuk menjemput Den dan Nona" ucap pak Tejo


Pak tejo kemudian menaruh koper milik Gilang dan Ambar ke dalam bagasi, lalu membukakan pintu untuk ke duanya, dan mobil pun keluar dari area bandara.


"Kamu gak papa" tanya Gilang pada gadis yang duduk di samping nya


"Gak papa ko" ucap Ambar tersenyum manis, membuat hati pria tampan di samping nya itu berbunga-bunga jadinya.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh pak Tejo tiba di halaman vila yang sangat mewah, Ambar menatap tak berkedip Vila yang ada di depan sana, Ambar keluar dari mobil tampa menunggu pak Tejo membukakan pintu.


"Kamu suka" tanya Gilang yang sudah berada di dekat gadisnya


"Iya suka banget, Vila nya bagus" ucap Ambar dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya.


"Ayo masuk, kamu pasti lebih suka suasana di dalam sana" ucap Gilang mengajak gadisnya itu masuk ke dalam.


Dan benar saja sesampainya di dalam Vila, Ambar melihat pemandangan yang begitu indah dari balik kaca, pemandangan laut yang terbentang luas di ujung sana, dan burung-burung yang berterbangan di atas sana, membuat Ambar tidak berhenti tersenyum dan mengagumi ciptaan yang maha kuasa.


Gilang memandang gadisnya itu dari jarak beberapa meter, Gilang senang melihat gadisnya itu bahagia, masih ada kejutan lagi buat Ambar yang sudah di olehnya dan juga sahabatnya.


Ambar berbalik dan melihat Gilang berdiri tidak jauh darinya, gadis itu melangkah mendekati pria itu.


"Makasih ya pemandangan nya sangat indah aku suka" ucap Ambar


"Iya sama-sama" jawab Gilang dengan senyum yang tidak pernah pudar dari bibirnya


"Ya udah, sana kamu istirahat, pasti capek kan habis perjalanan selama berjam-jam ke sini" ucap Gilang

__ADS_1


Ambar masuk ke dalam kamar dengan menarik koper miliknya yang tidak terlalu jauh dari pintu kamar Gilang, begitu pun dengan Gilang, ia masuk ke dalam kamarnya.


Ambar melihat seisi kamarnya yang sangat rapih, terdapat jendela kaca besar yang terhubung ke balkon kamar, dari sana gadis itu bisa melihat lautan biru yang terbentang luas, Ambar menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya dan membuat helaian rambutnya berterbangan.


Puas dengan melihat pemandangan itu, Ambar memilih membersihkan dirinya karena sudah sangat gerah, Ambar masuk ke dalam kamar mandi lalu mengisi bat up dengan air hangat dan menuangkan aroma lavender sedikit, kemudian gadis itu berendam di sana untuk menyegarkan sedikit tubuhnya.


15 menit kemudian, Ambar membilas busa-busa yang menempel di seluruh badan nya, selesai itu Ambar keluar dengan handuk yang melilit di di tubuh mungil nya.


Ambar mengenakan pakaian santai, kare a hari ini ia akan tidur sejenak untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal karena perjalanan yang cukup jauh ke bali.


Selesai mengeringkan rambutnya, Ambar membaringkan tubuhnya di atas ranjang besar itu. Dan tak lama kemudian gadis itu sudah berada di alam mimpi.


Begitupun dengan Gilang yang berada di kamarnya, selesai membersihkan diri, Gilang juga melakukan hal yang sama dengan Ambar ya itu tidur.


🌸🌸🌸


Jovian mengandeng tangan gadisnya memasuki restoran mewah yang ada di pulau dewata itu, yah ke dua pasangan kekasih itu baru saja selesai membantu sahabat mereka untuk membuat kejutan pada gadisnya.


"Capek ya" tanya Jo pada Maura


"Gak papa ko sayang, aku suka bantuin kamu" ucap Maura tersenyum


Jovian sudah menceritakan semua pada Maura tentang Gilang dan Ambar, dan Maura kaget di buatnya setelah mengetahui Gilang adalah pria yang Ambar tunggu-tunggu selama ini.


"Sayang mau pesan apa" tanya Jovian saat ke duanya sudah duduk di salah sagu meja


"Sama in aja dengan kamu sayang" ucap Maura


Jovian pun memanggil pelayan, dan mengatakan pesanan mereka setelah mencatat semua pesanan mereka, pelayan itu kembali ke belakang.


"Sayang, Ambar dan kak Gilang udah nyampe sini kan" tanya Maura


"Udah sayang, tadi Gilang ngecat aku, kalau mereka sekarang udah sampai di Vila" ucap Jovian


Tak lama kemudian, pelayan datang membawa nampang berisi pesanan mereka, dan ke duanya memakan makanan mereka dengan sesekali mengobrol, sesekali Jovian menyuapi gadisnya dan dengan senang hati Maura menerima suapan dari kekasihnya itu.


Ambar belum mengetahui kalau Maura sedang berada di pulau dewata bali, karena gadis itu sengaja mematikan ponsel miliknya setelah mengabari ke dua orang tuanya, Maura jaga ingin memberi kejutan pada sepupunya itu kalau dia juga berada di pulau dewata bali.


Selesai menghabiskan makanan mereka, Jovian mengajak gadisnya untuk jalan-jalan sore, pesisir pantai, banyak bule-bule pria dan wanita yang sedang berjemur.


"Kak, liatin cewek-cewek pakai bikini ya" ucap Maura cemberut


"Ha, gak sayang siapa yang liatin mereka sih" ucap Jo


"Gak liatin tapi mata kaka liat cewek-cewek itu terus" ucap Maura merajuk


Karena cewek-cewek berpakaian bikini terang-terangan menggoda kekasihnya itu.


"Gak sayang, kaka gak liatin mereka kok" ucap Jo berusaha membujuk kekasihnya itu


"Gak tau ah" ucap Maura berjalan cepat


Jo dengan cepat mengejar Maura yang ngambek karena cewek-cewek berpakaian bikini menggodanya terus.


"Sayang tunggu" panggil Jo


"Kaka beneran gak liatin mereka sayang, kaka lagi liatin orang yang main ski di laut" ucap Jovian


Maura berbalik dan melihat Jo berlari mendekatinya, memeluk gadisnya yang Tenga merajuk itu.


"Cuma kamu wanita yang ada di hati kaka" ucap Jo memeluk gadisnya itu


"Aku sayang banget sama kak" ucap Maura membalas pelukan Jo


"Kaka juga sayang banget sama kamu" ucap Jovian melepaskan pelukan mereka


Jovian mengecup kening gadisnya itu, lalu mencium sekilas bibir yang selalu menggoda itu.


"Balik ke Vila yuk, udah sore" ajak Jovian yang di angukin oleh Maura


Ke duanya kembali ke Vila yang bersebelahan dengan Vila yang di tempati oleh Ambar dan Gilang, mereka juga tinggal di kamar yang berbeda, karena Jovian sangat menjaga gadisnya itu.


Setibanya di Vila, ke duanya masuk, Jovian mengantar gadisnya sampai di depan pintu kamar, kemudian ia masuk ke dalam kamar nya yang berdekatan dengan gadisnya itu.

__ADS_1


Next...


Guys, jangan lupa Like, Komen dan Vote ya, dan beri aku hadiah juga biar aku makin semangat gehalu nya😁 Kejutan Gilang di bab selanjutnya ya, jadi sabar lagi di ketik. Terimakasih guysπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


__ADS_2