Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil

Di Jodohkan Dengan Sahabat Kecil
Bab 30. First Kiss


__ADS_3

Selesai makan siang, Gilang kembali mengantar Ambar kembali ke kantor, karena masi ada pekerjaan yang harus Ambar selesaikan.


Ke duanya berpisah di lobby kantor, Gilang kembali menjalan kan mobilnya, setelah melihat gadisnya memasuki lift menuju ke ruangan nya.


"Bu Ambar, Ibu di minta pak Nicko ke ruangan nya" ucap Dila


Ambar langsung melangkah menuju ruangan daddy nya, Ambar masuk setelah mengetuk pintu, gadis itu melihat daddy nya sedang menandatangani berkas-berkas yang ada di atas meja.


"Dad..." panggil Ambar duduk di kursi depan daddy nya


"Sayang kau sudah kembali" ucap Nicko melihat putrinya


"Ya baru saja dad" ucap Ambar


"Ada apa daddy mencari ku" tanya Ambar


"Daddy mau menanyakan sesuatu padamu" ucap Nicko melepaskan kacamata kerjanya dan melihat putrinya.


"Daddy mau tanya apa" tanya Ambar


"Apa selama kalian di bali tidak ada yang mengikuti kian" tanya Nicko


"Tidak ada dad, selama kami di bali tak ada yang mencurigakan" ucap Ambar menatap daddy nya heran


"Memangnya ada apa dad" tanya Ambar penasaran


"Gak papa sayang, daddy hanya bertanya saja" ucap Nicko tersenyum


"Daddy cuma mau tanya itu" tanya Ambar


"Iya sayang" ucap Nicko


"Kalau gitu aku kembali ke ruangan ku dulu dad" ucap Ambar beranjak berdiri dan melangkah keluar dari ruangan daddy nya


Nicko melihat punggung putrinya yang menghilang dari balik pintu, setelah makan siang tadi Nicko mendapat telpon dari Reza, Sahabatnya itu tadi pagi tak sengaja melihat seseorang yang sudah puluhan tahun menghilang, entah ia hanya salah liat saja atau itu benar-benar orangnya.


Membuat Nicko takut, dengan putrinya nanti akan menjadi sasaran orang itu, karena saat ini Ambar sedang sangat dekat dengan Gilang.


Nicko menggeleng kepalanya, mengusir semua pikirin burungnya itu, pria yang tak lagi muda itu kembali memakai kacamata kerjanya dan kembali membaca laporan yang ada di atas meja dan menandatangani.


Ambar masuk ke dalam ruangannya, setelah keluar dari ruangan daddy nya, Ambar berpikir kenapa daddy nya bertanya seperti itu. Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh daddy nya, Ambar duduk di kursi kerjanya dan kembali melanjutkan pekerjaan tadi yang sempat terhenti karena ulah sang kekasih mengajaknya makan siang di luar.


✴✴✴✴


Gilang tiba di kantor, seperti biasa raut wajahnya selalu saja terlihat ceria karena baru saja habis makan siang bersama gadisnya.


Gilang berpapasan dengan Arman sekretarisnya di lobby kantor, Gilang mengerukut kan keningnya heran melihat Arman yang juga baru tiba di lobby kantor.


"Arman kau habis dari mana" tanya Gilang


"Saya habis cari makan siang di liar pak" ucap Arman dengan sedikit gugup


"Oohh..." jawab Gilang mengangguk anggukan kepalanya dan melangkah masuk ke dalam lift


Gilang melihat gelagat Sekretarisnya itu yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu, setelah pintu lift terbuka, Gilang ke luar dan langsung masuk ke dalam ruangannya pria itu kembali melanjutkan pekerjaannya yang sama menumpuk nya seperti Ambar.


Tiba di balik mejanya, Arman mengelus dadanya yang berdegup kencang karena hampir saja ketahuan oleh Bosnya.


Arman kembali melanjutkan pekerjaannya sama seperti Gilang sang bos yang berada di ruangannya.


Hampir tiga 3 Gilang mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya itu, Gilang melihat jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukan pukul 3 sore, sebentar lagi adalah jam pulang kantor tapi pria itu tak menunggu jam 4, selesai dengan pekerjaannya, Gilang langsung bersiap-siap pulang karena ia ingin menjemput gadisnya lagi.


Seperti ABG yang sedang kasmaran Gilang pengen cepat-cepat bertemu dengan gadisnya itu, padahal mereka baru saja bertemu tadi saat makan siang.


✴✴✴✴


Nara yang mendapatkan kabar kalau putrinya sedang sakit langsung saja meminta pada sang suami untuk pulang ke indonesia, tak hanya Nara, Erik pun sama menghawatirkan putrinya.


"Sayang, aku gak mau tau kita harus pulang sekarang juga" ucap Nara


"Iya sayang sabar ni aku lagi ngurus Semuanya" ucap Erik


"Aku sangat menghawatirkan Maura sayang" ucap Nara sedih

__ADS_1


"Udah jangan sedih, bukan cuma kamu uang kuatir, aku juga" ucap Nara menenangkan sang istri.


Erik membawa sang istri ke dalam dekapannya, erik mengelus pundak sang istri untuk menenangkan.


Tak lama kemudian orang suruhan Erik datang, dan memberi tau kalau malam ini ia dan sang istri terbang ke indonesia, Nara yang mendengar itu langsung saja berkemas barangnya dan milik sang suami, ia sudah sangat merindukan putri dan juga putranya.


✴✴✴✴


Kediaman rumah Nicko, kini sedang kedatangan Reza, istrinya dan juga Putranya. Kedatangan Reza ke rumah sahabatnya adalah untuk membicarakan perihal pertunangan anak mereka, saat ini semuanya sudah duduk di ruang tamu, dengan Ambar yang duduk di samping sang mommy dan Gilang yang duduk di dekat ke dua orang tuanya.


Setelah Ambar dan Gilang mendengar pembicaraan para orang tua, ke dua pasangan itu pun menyetujui untuk tunangan tiga hari lagi. Raut bahagia terlihat sangat jelas dari wajah Ambar dan Gilang, Ambar benar-benar tak menyangka ternyata pria yang di jodohkan oleh ke dua orang tuanya untuk dirinya adalah pria sahabat masa kecilnya.


Gilang mengajak Ambar pergi ke taman belakang, membiarkan para orang tua yang sedang duduk di ruang tamu.


Setibanya di taman belakang, Ambar melihat cahaya bulan yang begitu indah dan juga bintang-bintang yang gemerlap-gemerlip di atas sana.


"Sayang" panggil Gilang


Ambar menghadap ke arah Gilang yang sedang memegang bunga yang baru ia petik di taman itu, Gilang mendekati gadisnya dan menyematkan bunganya di daun telinga Ambar.


"Cantik" satu kata itu keluar dari bibir Gilang


"Terimakasih sudah setia menunggu kaka" ucap Gilang membawa gadisnya ke dalam dekapan nya.


Ambar hanya diam membalas pelukan Pria itu, ke duanya berpelukan cukup lama, kemudian Gilang melepas pelukan mereka perlahan, pandangan pria itu tertuju pada satu benda yang sangat menggoda itu.


Gilang mengusap ke dua pipi gadis itu, memandang nya dengan intens, ke duanya saling tatap sampai wajah Gilang mulai mendekat, dan semakin dekat Ambar yang sudah tau apa yang akan di lakukan pria itu pun memejamkan matanya, dan....


Cup...


Bibir hangat Gilang menempel di bibir kecil Ambar, Gilang perlahan mulai mengerahkan bibirnya untuk ******* bibir Ambar dengan lembut, tapi Ambar diam tampa membalas ciuman itu, Gilang mengigit kecil bibir gadis itu dan bukanya membuka mulutnya Ambar malah mendesah membuat Gilang panas dingin di buatnya. Gilang melepaskan tautan bibir mereka dan menatap pada gadisnya itu.


Ambar membuka ke dua matanya dan melihat Gilang sedang menatapnya, dengan tersenyum geli.


"First Kiss" tanya Gilang


"Iya" ucap Ambar menunduk malu


Dengan cepat Gilang menarik tekuk gadisnya dan kembali mencium bibir menggoda itu, Gilang mengigit kecil bibir bawa Ambar dan gadis itu membuka sedikit mulutnya, membuat Gang tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Gilang mengabsen deretan gigi gadisnya, membuat Gilang tersenyum dalam ciuman mereka karena gadisnya membalas ciumannya dengan kaku.


"Manis, ini akan menjadi kesukaan kaka" ucap Gilang masi mengusap bibir bengkak gadisnya itu.


Membuat gadisnya itu tersenyum malu, karena perkataan Gilang barusan, kemudian Gilang mencium kening Ambar cukup lama.


Seorang Art datang memanggil mereka karena semuanya sudah menunggu di meja makan hanya mereka berdua yang belum ada, Ambar sangat bersyukur Bibi tidak melihat mereka berciuman tadi, bisa malu ia kalau di liat.


Gilang menggenggam mesra tangan gadisnya, masuk ke dalam dan melihat semuanya sudah menunggu di sana.


✴✴✴✴


Nara dan Erik baru saja tiba di indonesia, sopir pribadi mereka sudah menunggu di luar parkiran bandara, sang sopir menghampiri ke dua majikannya yang baru tiba itu, sopir memasukan barang-barang mereka ke dalam bagasi mobil dan mobil pun keluar dari area parkiran bandara.


Sesampainya di rumah, Nara langsung pergi ke kamar sang putri yang ada di lantai atas, di ikuti Erik dari belakang.


"Mom, Dad kalian kapan sampai" tanya Marvel yang melihat ke dua orang tua nya


"Barusan sayang, di mana kaka mu" tanya Nara


"Kaka di kamar sedang sarapan Mom" jawab Marvel


Nara dan Erik masuk ke dalam kamar, di ikuti Marvel dari belakang, langkah Nara terhenti mendapatkan seorang pria duduk menyuapi sang putri, Maura dan Jo melihat ke arah pintu di mana tiga orang berhenti menatap keduanya.


"Mom, Dad kapan kalian kembali" tanya Maura membuyarkan lamunan tiga orang yang berdiri di depan pintu


"Baru saja sayang" jawab Nara berjalan mendekat


Jo berdiri memberi jalan untuk mommy dari gadisnya, Nara memeluk sang putri dengan erat, bergantian dengan Erik,.


"Makasih ya nak Jo, sudah mau merawat putri tante" ucap Nara


"Sama-sama tante aku senang kok, lakuin semua ini buat Maura" ucap Jovian


"Sayang mommy minta kamu ambil cuti untuk istirahat dulu, karena kondisi kamu belum pulih bagus kalau kembali bekerja" ucap Nara memberi tau sang putri.

__ADS_1


"Iya myy, nanti Maura ngomong sama Bela" ucap Maura


"Ya sudah, kamu lanjut sarapan ya, mommy sama daddy mau mandi dulu, ni badan udah gerah banget" ucap Nara yang mendapat anggukan dari Maura


"Jo, om sama tante ke kamar dulu ya, kamu lanjutin aja nyuapin Maura" ucap Erik


"Iya om, tante" jawab Jovian, dan kembali duduk di kursi sebelumnya untuk menyuapi gadisnya lagi


Nara dan Erik keluar dari kamar Maura, sedangkan Marvel sudah berangkat ke sekolah sedari tadi.


"Sayang, nak Jo baik juga ya" ucap Nara dengan wajah bahagia


"Iya sayang, sama seperti aku kan dulu dekatin kamu" ucap Erik tersenyum penuh arti


Nara yang melihat senyum suaminya bergidik ngeri, dia udah tau arti dari senyum itu.


"Sayang suasana kamar kita dingin banget ya" ucap Erik setelah mereka tiba di kamar


"Enggak kok biasa aja" ucap Nara


"Gak sayang ini tuh dingin, apa lagi ranjang kita, harus kita angetin ini" ucap Erik duduk di sisi ranjang


Nara yang mengerti arti omongan sang suami pun langsung masuk ke kamar mandi setelah meletakan tas branded miliknya tampa menghiraukan penggilan suaminya.


✴✴✴✴


Takk...


Selembar foto pria tampan meletak di atas meja kaca.


"Itu fotonya" ucap seorang wanita


Seorang pria mengambil foto itu dan melihat nya dengan teliti.


"Apa yang harus saya lakukan dengan seseorang di foto ini" ucap Pria itu


"Terserah mau kamu apa kan, yang penting keluarganya hancur" ucap wanita itu memandang benci ke arah foto itu.


"Baik mulai sekarang saya akan mengikuti kemanapun orang ini pergi" ucap pria itu


"Bagus, sekarang kamu bole pergi" ucap wanita itu


Pria itu mengangguk dan pergi dari keluar dari dalam rumah mewah itu, dengan pikiran yang bertanya-tanya kalau ada hubungan apa wanita itu dengan keluarga Hadinata.


Wanita itu tersenyum masem mengingat masa-masa sekolah SMA dulu.


Flashback on....


Ke dua laki-laki yang berseragam SMA kini sedang menunggu salah satu teman mereka di perempatan jalan, tak lama kemudian orang yang mereka tunggu-tunggu muncul juga dari balik lorong.


Ke dua pria itu selalu mengenakan sepeda untuk berangkat ke sekolah, tapi tidak dengan teman mereka yang baru muncul itu, salah satu laki-laki itu selalu membonceng teman mereka itu, ke tiganya selalu seperti itu jika berangkat ke sekolah.


"Kamu berat banget si, kamu makan apa tadi pagi" tanya pria yang memboncengnya


"Ih kamu tuh sembarangan aja, aku gak berat tau" ucap teman yang ia bonceng itu


"Kalian berisik banget si, kaya suami istri aja" ucap salah satu teman mereka


"Sembarangan loh ngomong, gue u ada punya calon istri tau" ucap laki-laki itu tersenyum manis seperti mengingat sesuatu


Wajah seseorang yang sedang ia bonceng berubah menjadi murung, padahal ia berharap banget nanti jadi suami pria yang ia bonceng ini.


Setibanya di depan sekolah mereka bertiga, masuk ke dalam kelas mereka, dari depan pintu seorang pria melihat gadis yang ia sukai sedang mengobrol dengan teman-temannya, pandangan seseorang yang ada di dekat pria itu berubah menjadi tatapan tak suka, karena orang yang ia sukai lebih melirik gadis lain.


Tak lama kemudian guru masuk dan mereka harus duduk dengan ter tip, tapi tidak dengan pria yang sedang asik tersenyum ke arah seorang gadis yang sedang serius menghadap ke depan.


Saat tiba jam istirahat pria itu berniat ingin menyatakan cintanya pada gadis yang ia sukai, dan setelah merek bertemu di taman sekolah pria itu menyatakan cintanya pada gadisnya dan gadis itu menerima cinta pria itu karena gadis itu juga memiliki perasaan yang sama, tampa mereka sadari ada hati yang terluka di balik bunga yang besar yang tak jauh dari mereka.


Flashback off...


Wanita itu mengusap air mata yang mengalir dari sudut matanya dengan kasar, ia gak boleh cengeng, semua ini karena ulah keluarga Hadinata ia menderita dan harus menahan sakit selama berpuluh-puluh tahun, ia harus membalaskan dendamnya secepat nya.


Next....

__ADS_1


Like, Komen sama Vote ya. Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2