
Gilang dan ke dua orang tuanya saat ini sudah berada dalam perjalanan menuju kekediaman Nicko, sebelumnya Reza sudah memberi tau sahabatnya itu kalau malam ini keluarga akan datang untuk melamar Ambar.
"Dek dekan ya sayang" tanya Sinta melihat putranya hanya diam saja
"Iya mom" jawab Gilang
"Biasa aja boy, jangan tegang gitu" ucap Reza
"Iya dad" ucap Gilang
Tak lama kemudian mobil yang di naikin oleh keluarga Reza memasuki halaman rumah Nicko, suasana rumah sudah terlihat ramai karena keluarga Wijaya berkumpul semua.
Reza, Sinta dan Gilang keluar dari mobil, dan langsung masuk ke dalam. Keluarga Reza di sambut hangat oleh semua keluarga Wijaya.
Nisa dan Nicko menyambut kedatangan calon besan mereka dengan rama, Nicko dan Nisa mempersilahkan Reza, Sinta dan Gilang duduk di ruang tamu, di sana sudah ada eyang Tania, eyang Tika dan kakek Erlangga yang paling tua.
Saat ini semuanya sudah berkumpul di sana hanya Ambar yang belum terlihat, sedangkan di dalam kamarnya, Ambar baru saja di dandani oleh Bela asisten nya Maura, di dalam kamar itu juga ada Maura bersama Ambar.
"Sempurna" ucap Maura
"Bikin stori yuk, sayang gak bagiin momen langkah" ucap Maura
Setelah selesai, Maura mengajak Ambar turun ke bawa karena keluarga Hadinata sudah datang.
Ambar menuruni anak tangga dengan di dampingi oleh Maura, Ambar mengenakan kebawa yang sangat simpel tak lupa rambutnya di sanggul membuat gadis itu terlihat sangat cantik.
Gilang menatap gadisnya tampa berkedip, membuat Ambar yang melihat itu menahan senyumnya.
Ambar di tuntun duduk di salah satu kursi yang sudah di siapkan, gadis itu tersenyum manis a melihat pria tampan yang duduk tak jauh darinya.
Setelah semua sudah berada di ruang itu, Reza mulai mengutarakan niat baik mereka datang kemari untuk melamar Ambar menjadikan istri dari putranya Gilang.
Niat baik keluarga Reza di terima dengan baik juga oleh keluarga besar Wijaya, dan mereka semua juga sudah menentukan tanggal pernikahan ke dua pasangan itu, yang hanya tinggal 3 minggu lagi.
Gilang dan Ambar sangat bersyukur karena semua berjalan dengan lancar, di Tenga suasana yang bahagia itu Brian dan Marvel juga ikut hadir di acara lamaran kaka mereka, hanya tinggal menunggu Maura saja yang akan di lamar oleh Jovian sang kekasih.
Setelah hidangan sudah siap, seorang pelayan datang memberi tau Nisa kalau semuanya sudah siap, dan tuan rumah pun mengajak mereka semua makan malam bersama.
Gilang gak nyangka kalau sekarang ia sudah resmi melamar gadisnya, tinggal menunggu 3 minggu lagi mereka akan sah jadi pasangan suami istri.
"Boy kenapa kau senyum-senyum sendiri" tanya Reza melihat putranya
"Gilang sangat bahagia dad" ucap Gilang
"Yah kau sama seperti daddy dulu" ucap Reza
Setelah selesai makan malam, mereka kembali mengobrol, tapi tinggallah Nicko, Reza dan Erik sedangkan para wanita sedang bergosip di ruang tenga.
Sedangkan Gilang mengajak Ambar jalan-jalan di taman belakang untuk mencari angin malam.
Saati ini Gilang mengajak Ambar duduk di salah satu bangku, Gilang tak henti-hentinya mencium punggung tangan gadisnya.
"Makasih ya" ucap Gilang
"Makasih untuk apa sayang" tanya Ambar
"Sudah mau menerima lamaran aku" ucap Gilang
"Iya sama-sama" ucap Ambar
Gilang memeluk gadisnya itu dan mendaratkan kecupan di kening calon istrinya cukup lama.
"Masuk yuk, udaranya dingin banget" ucap Gilang
Ia memegang tangan Ambar dan berjalan masuk ke dalam, setibanya di dalam, Gilang meminta Ambar langsung istirahat di kamar karena malam semakin larut, Ambar pun mengiyakan perkataan Gilang.
✴✴✴✴
Suara ketukan pintu berbunyi beberapa kali membuat Vita mengumpat kesal.
"Siapa si malam-malam ganggu aja" ucap Vita berjalan ke arah pintu, wanita itu baru saja selesai mandi dan selalu mengenakan pakaian **** jika berada di dalam apartemen celana hot pans dan crop top memperlihatkan pusarnya.
Ccllekk...
Vita melihat seseorang di balik pintu, dengan kesal yang ternyata adalah tetangga sebelah yang selalu menganggu nya.
"Ngapain loh ngetok-ngetok pintu apartemen gue ganggu aja" ucap Vita
Pria yang berdiri di depan pintu meneguk air liurnya sudah paya melihat wanita **** di depannya itu.
__ADS_1
"Loh lagi godain gue" ucap pria itu menarik turunkan alisnya
"Loh tergoda" ucap Vita
"Kalau gue bilang ia" ucap pria itu melangkah masuk sesukanya membuat Vita mengerang kesal di buatnya
Pria itu langsung duduk di sofa tampa di persilahkan, Vita mengikuti pria itu dan berdiri di dekatnya membuat pria itu bisa melihat dengan jelas pusar puti milik Vita.
"Bagi makan dong gue laper ni" ucap pria itu
"Loh datang ke sini cuma mau ngemis makanan ke gue" tanya Vita dengan tangan memeluk dada nya
Pria itu menarik tangan Vita dan membuat wanita itu otomatis terduduk di atas pangkuan pria itu.
"Gue gak ngemis, cuma malas mau cari keluar" ucap pria itu acuh
"Gak usah liatin gue kaya gitu" ucap pria itu membuat lamunan Vita buyar, ia hendak beranjak tapi pinggangnya di tahan oleh pria itu.
"Mingirin gak tangan loh" ucap Vita
"Kalau gue gak mau, loh mau apa" ucap pria itu
Vita tersenyum licik, wanita itu melingkarkan tangannya dan mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga pria itu.
"Takutnya loh tertarik sama gue" ucap Vita
Pria itu tersenyum remeh dan ke dua mata mereka bertemu, dengan beraninya Vita menempelkan bibirnya pada pria itu dan ******* bibir pria itu dengan pelan, pria itu pun membalas ciuman Vita membuat ke duanya lupa kalau mereka baru saja bertemu tak sengaja di perkiraan supermarket.
Ke duanya melepaskan ciuman mereka saat sudah mulai kehabisan oksigen, pria itu melihat wajah cantik Vita dan bibir bengkak itu terlihat sangat menggoda.
"Nama kamu siap" tanya pria itu
"Gue Vita" ucap Vita
"Gue Rendi" ucap Rendi
Rendi kembali meraup bibir menggoda itu, membuat Vita tidak bisa menolaknya, karena ia mera
✴✴✴✴
Keesokan harinya, Farel datang ke kantor Hadinata, untuk mengundang sahabatnya itu, sebentar malam ia dan Tiara akan melangsungkan pernikahan secara sederhana, hanya di hadiri kerabat dekat dan sahabat-sahabat mereka.
Dan di sinilah Farel sekarang berada di ruangan Reza.
"Iya loh tenang aja nanti gue kabarin Nicko sama Leo" ucap Reza
"Tiara minta loh ngajak istri loh" ucap Farel
"Jelas lah gue datang sama istri gue, nanti di kira di sana gue masi single lagi" ucap Reza terkekeh geli
"Gak ada yang bakalan ngelirik loh udah beruban gitu" ucap Farel terkekeh
"Sialan loh, loh gak liat gue masi tampan gini" ucap Reza tak mau kalah
"Ya ya, siapa yang gak mau lirik pengusaha kayak loh" ucap Farel
"Tapi cuma istri gue yang bisa bikin gue tergila-gila lah" ucap Reza, membuat ke dua pria tak lagi muda itu tertawa terbahak-bahak.
Hampir sejam ke duanya mengobrol, Farel melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Za, gue cabut dulu ya, kasian calon istri gue sendiri di rumah" ucap Farel
"Iya loh hati-hati ya" ucap Reza
"Iya, gue pamit ya, jangan lupa dateng" ucap Farel
Selepas Farel keluar dari ruangan Reza, pria itu kembali lagi mengerjakan pekerjaan yang tadi sempat tertunda karena kedatangan sahabatnya.
✴✴✴✴
"Arman siapkan berkas-berkas, yang akan kita bawa ke ruang meeting sekarang" ucap Gilang yang baru saja keluar dari ruangan
"Baik pak Gilang" ucap Arman
Siang ini akan ada meeting bersama para pemegang saham, salah satunya yang akan hadir di meeting kali ini adalah Ambar calon istri Gilang.
Gilang melangkah masuk ke dalam ruangan meeting dengan gaya cool nya di ikuti oleh Arman dari belakang.
Gilang melihat calon istrinya sudah berada di sana bersama dengan sekretarisnya, Gilang tersenyum ke arah Ambar, dan berjalan melewati gadis itu menepati kursi paling depan.
__ADS_1
Terlihat semua sudah hadir di ruangan itu, dan Gilang langsung saja memulai meeting nya, di selah memimpin meeting pandangan Gilang selalu tertuju pada gadis yang duduk tak jauh darinya.
Arman melihat tingkah bos nya yang terus menerus melihat ke arah Ambar, membuat semua orang di ruangan itu menggeleng kepala melihat tingkah Gilang, Ambar sampai di buat malu karena mendapat ledekan dari rekan-rekan bisnis yang lain.
Hampir 2 jam Gilang memimpin meeting dan akhirnya selesai juga, selesai berjabat tangan dengan semua pemegang saham, semuanya keluar dari ruangan itu kini tinggallah Ambar dan Gilang berada di sana, karena Bilang juga sudah mengusir Arman dan Dila dari ruangan itu.
"Kenapa kok mukanya di tekuk gitu si" tanya Gilang duduk di kursi dekat Ambar
Belum sempat Ambar menjawab terdengar suara pintu di buka.
"Boy..." panggil Reza pada sang putra
"Iya dad" jawab Gilang
"Rupanya kau mengurung calon mantu daddy dan mommy di sini ya" ucap Reza
Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena ketahuan oleh daddy nya sedang mengurung Ambat di ruang meeting.
"Kalian ikut daddy, mommy sedang menunggu kalian di ruangan daddy" ucap Reza sebelum keluar
"Ayok sayang kita di tungguin mommy" ucap Gilang
Ke duanya keluar dari ruang meeting itu, dan melangkah masuk ke dalam ruangan daddy nya, terlihat di sana mom Sinta sudah menunggu mereka, mom Sinta menatap putranya yang sedang meyingir kuda.
"Kenapa kamu mengurung calon mantu mommy di ruang meeting nak" tanya mom Sinta melihat putranya
"Awas kamu macem-macem ya" ancam mom Sinta
"Gak lah mom, mana mungkin Gilang apa-apain Ambar, iya kan sayang" ucap Gilang mengerikan sebelah matanya memberi kode.
"Iya mom kita gak ngapa-ngapain kok" ucap Ambar
Ke duanya duduk di sofa dekat dengan Sinta dan Reza, tujuan Sinta ke sini adalah untuk memperlihatkan model undangan yang akan mereka kenakan nanti, karena mendengar dari suaminya kalau calon mantu mereka juga ada di kantor Sinta langsung cepat-cepat datang ke kantor Hadinata, dan sampai di sana dia harus menunggu lama, semua para pemegang saham sudah bubar meeting putranya dan calon mantu nya gak keluar-keluar dari ruang meeting, Sinta meminta sang suami untuk memanggil putra dan menantunya untuk segera datang ke ruangan Reza.
Gilang dan Ambar melihat lima contoh undangan yang di bawa oleh mom Sinta.
"Sayang menurut kamu yang mana yang bagus" tanya Gilang
Ambar melihat-lihat undangan yang di pegang oleh Gilang, dan pandangannya jatuh pada undangan yang berbentuk album yang tidak terlalu besar.
"Yang ini bagus, aku suka sama warna nya" ucap Ambar
"Ya udah yang ini aja mom" ucap Gilang
"Oke mom, lusa kosongkan waktu kalian sayang, kalian harus foto prewed ya" ucap Mom Sinta yang mendapat anggukan dari Gilang dan Ambar
Reza melihat jam yang melingkar di lengannya.
"Gimana kalau kita makan siang di luar, ini juga udah jam makan siang" ucap Reza
"Boleh dad, kalian makan siang bareng daddy sama mommy ya sayang" ucap Sinta
"Iya mom" jawab Gilang dan Ambar bersama
"Dad, mom, aku sama Ambar naik mobil aku aja ya" ucap Gilang
"Iya sayang kalian hati-hati ya, kita ketemu di restoran biasa" ucap Sinta pada sang putra
Sebelum pergi makan siang, Gilang mengajak gadisnya pergi ke ruangannya untuk mengambil kunci mobil dan dompet milik Gilang, sedangkan meja Arman sudah kosong mungkin pria itu sudah pergi makan siang bersama dengan Dila.
Setelah itu Gilang dan Ambar turun ke lantai bawa dengan menggunakan lift, suasana kantor terlihat sedikit sepi karena sedang jam makan siang.
Setelah memasang sabuk pengaman untuk gadis itu, Gilang menjalankan mobilnya, karena mungkin ke dua orang tuanya sudah menunggu di restoran itu, di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba saja ****** yang tadi sedikit lancar kini menjadi macet, Gilang bertanya pada seorang penjual tisu, kalau ada apa di depan sana sampai mengakibatkan kemacetan, kata si penjual tisu itu sedang ada kecelakaan jadi banyak polisi di depan sana sedang mengevakuasi korban.
Hampir setengah jam akhirnya jalan sudah kembali normal lagi, Gilang dan Ambar langsung menuju restoran di mana daddy dan mommy nya menunggu.
Tak lama kemudian mobil Gilang memasuki area restoran tempat mereka janjian, Gilang membukakan pintu untuk Ambar dan mengandeng tangan gadis itu masuk ke dalam restoran itu, Gilang dan Ambar melihat ke dua pasangan suami istri itu sedan menunggu mereka di sana.
"Dad, mom maaf kami telat, tadi jalan sangat macet karena ada kecelakaan" ucap Gilang
"Tidak apa-apa boy,, daddy sama mommy jadi punya banyak waktu berkencan" ucap Reza
"Ayok duduk sayang" ajak Sinta
Gilang dan Ambar duduk berdekatan dengan berhadapan bersama mom Sinta dan daddy Reza, tak lama kemudian dua pelayan datang membawa nampang berisi menu makan siang mereka, Sinta tidak lupa memesan sup iga sapi kesukaan calon mantunya, setelah semua menu sudah siap, mereka pun mulai makan siang mereka, sesekali ke empat pasangan itu terdengar mengobrol.
Next...
***Like, Komen sama Vote ya....
__ADS_1
Terimakasih***...
😊😊🙏🙏